Connect with us

Teknologi

Layar 8 Inci, Samsung Rilis Tablet Galaxy Tab A (8.0) 2019

Diterbitkan

pada

Samsung Galaxy Tab A (8.0) 2019 Foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tak hanya segmen kelas atas, Samsung juga masih memperbarui jajaran tablet kelas bawah miliknya. Baru-baru ini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut memperkenalkan Galaxy Tab A (8.0) 2019 sebagai tablet terbaru. Galaxy Tab A (8.0) 2019 merupakan tablet yang masuk dalam kategori “entry level” sehingga desain dan spesifikasinya pun tak begitu tinggi. Tablet Samsung Galaxy Tab A (8.0) 2019 dibekali dengan layar seluas 8 inci beresolusi 1280 x 800 piksel. Layarnya mengusung rasio aspek 16:10 serupa dengan pendahulunya. Secara desain, keempat sisi tablet ini masih memiliki tepian yang tebal. Terlebih pada bagian atas dan bawah yang lebih tebal dari sisi kiri dan kanan.

Pada bezel bagian atas Galaxy Tab A (8.0) 2019, terdapat sebuah kamera dengan resolusi 2 megapiksel. Sementara kamera belakangnya diletakkan di bagian sisi kiri atas dan hanya berupa kamera tunggal dengan sensor 8 megapiksel. Dapur pacu Galaxy Tab A (8.0) 2019 ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 429 yang dipadankan dengan RAM 2 GB. Sementara kapasitas penyimpanannya sebatas 32 GB namun dapat diekspansi menggunakan MicroSD hingga seluas 512 GB.

Kendati mengusung spesifikasi rendah, Galaxy Tab A (8.0) 2019 menggunakan baterai dengan kapasitas yang cukup besar yakni 5.100 mAh. Tablet ini menggunakan sistem operasi Android 9.0 Pie, namun belum diketahui apakah nantinya Galaxy Tab A (8.0) 2019 akan dapat diupgrade ke Android Q atau tidak.

Seperti diwartakan Kompas.com, Sabtu (6/7/2019), Galaxy Tab A (8.0) 2019 memiliki dua versi yakni versi WiFi dan LTE. Kendati demikian, Samsung belum mengungkap harga dari tablet anyar tersebut. Namun jika berkaca dari tahun lalu, Samsung membanderol tablet Galaxy Tab A 8.0 (2018) miliknya dengan harga sekitar 200 Euro atau setara Rp 3 jutaan. (kmp)



Reporter : Kmp
Editor : Kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teknologi

Pemerintah AS Desak Pemblokiran TikTok Berlaku 12 November

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi aplikasi TikTok. Foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump bersikeras perlunya melarang TikTok karena masalah keamanan nasional, dalam pengajuan pengadilan baru menjelang rencana untuk membuat aplikasi video tidak tersedia pada 12 November.

Pengajuan tersebut dilakukan saat pengadilan mempertimbangkan legalitas tawaran pemerintah untuk membuat aplikasi milik China tidak tersedia di Amerika Serikat, di mana ia memiliki 100 juta pengguna.

“Presiden tidak boleh dicegah untuk mengatur ancaman keamanan nasional hanya karena musuh asing menyelubungi aktivitasnya di dalam perusahaan media,” kata pengajuan tersebut pada Jumat (24/10/2020), di pengadilan federal di Washington, dilansir laman The Verge, Senin (26/10/2020).

Pemerintahan Trump berusaha membujuk hakim dalam kasus tersebut untuk mengizinkannya bergerak maju, dengan pembatasan pada aplikasi berbagi video, yang diklaimnya memiliki hubungan dengan pemerintah China melalui perusahaan induknya ByteDance.



Pada September lalu, perintah sementara mencegah pemerintah menghapus TikTok dari platform pengunduhan aplikasi seluler.

Perintah administrasi Trump itu berusaha melarang unduhan baru aplikasi, tetapi masih mengizinkan penggunaan TikTok hingga 12 November, ketika semua penggunaan akan diblokir.

Hakim pada saat itu menolak permintaan TikTok untuk menangguhkan larangan 12 November, tetapi pengadilan belum mempertimbangkan manfaat dari argumen hukum tentang apakah platform sosial harus tetap tersedia untuk orang Amerika.

TikTok telah berulang kali membela diri terhadap tuduhan transfer data ke pemerintah China. Perusahaan mengatakan, servernya tempat informasi pengguna disimpan berada di Amerika Serikat dan Singapura.

Perusahaan juga mengatakan, larangan itu tidak perlu karena negosiasi sedang berlangsung untuk merestrukturisasi kepemilikan TikTok dalam mengatasi masalah keamanan nasional yang diangkat oleh pemerintah. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Teknologi

3 Cara Cegah Peretasan WhatsApp

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi WhatsApp. Foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – WhatsApp memberikan tiga tips atau kiat untuk mengamankan akun pengguna dengan lebih baik, dan mencegah orang lain menggunakan nomor telepon pengguna di masa mendatang.

Jika pelaku kejahatan berhasil meretas akun WhatsApp pengguna, hal itu sangat berbahaya karena mengandung banyak data. Akun WhatsApp pengguna pun dapat disalahgunakan untuk mengambil keuntungan.

Dilansir dari laman resmi WhatsApp, Senin (12/10/2020), ikuti tiga tips keamanan WhatsApp ini untuk mencegah peretasan:

1. Aktifkan verifikasi dua langkah untuk meningkatkan keamanan akun
Verifikasi dua langkah adalah fitur opsional yang menambahkan lebih banyak lapisan keamanan ke akun WhatsApp.



Jika mengaktifkan verifikasi dua langkah, setiap upaya untuk memverifikasi nomor telepon pengguna di WhatsApp, harus disertai dengan PIN enam digit yang dibuat menggunakan fitur ini.

2. Jangan bagikan kode verifikasi
Jangan pernah sekalipun membagikan enam digit kode verifikasi SMS WhatsApp dengan orang lain, meskipun orang tersebut adalah seseorang yang sangat dikenal atau organisasi yang sangat dipercaya. WhatsApp tidak meminta pengguna untuk membagikan kode verifikasi.

3. Setel kunci PIN untuk lebih mengamankan akun
PIN akan dibuat ketika pengguna mengaktifkan verifikasi dua langkah.
Untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah, buka WhatsApp > Settings > Account > Two-step verification > Enable.
Saat mengaktifkan fitur ini, pengguna juga dapat memasukkan alamat email. Alamat email ini akan memungkinkan WhatsApp mengirimi tautan melalui email, untuk menonaktifkan verifikasi dua langkah jika pengguna lupa PIN enam digit dan juga untuk membantu melindungi akun.

WhatsApp tidak memverifikasi alamat email ini untuk mengonfirmasi keakuratannya, sehingga sangat disarankan untuk memberikan alamat email yang akurat agar pengguna tidak terkunci dari akun sendiri jika lupa PIN.

Jika pengguna menerima email untuk menonaktifkan verifikasi dua langkah padahal tidak memintanya, jangan klik tautan yang dikirimkan. Orang lain mungkin mencoba memverifikasi nomor telepon Anda di WhatsApp. (suara.com)

Reporter : Suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->