Connect with us

Bisnis

Lion Air Group Sediakan Layanan Rapid Test Penumpang Sebesar Rp 95 Ribu

Diterbitkan

pada

Maskapai Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air menawarkan metode uji kesehatan skrining awal dan cepat atau Rapid Test Covid-19 khusus kepada penumpang. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Maskapai Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air menawarkan metode uji kesehatan skrining awal dan cepat atau Rapid Test Covid-19 khusus kepada penumpang perusahaan penerbangan tersebut.

Biaya Rapid Test Covid-19 yang dikenakan sebesar Rp 95.000 (bersih/nett), sudah termasuk surat keterangan sesuai hasil dengan masa berlaku 14 hari. Pelaksanaan Rapid Test Covid-19 bekerja sama dengan Klinik Lion Air Medika.

“Kehadiran layanan Rapid Test Covid-19 diluncurkan bertepatan momentum 20 tahun Lion Air (2000 – 2020), sekaligus sebagai wujud komitmen Lion Air Group dalam upaya mengakomodir kebutuhan setiap penumpang seiring mempersiapkan rencana perjalanan udara di kondisi saat ini,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya pada Senin (29/6/2020).

Danang menjelaskan, fasilitas Rapid Test Covid-19 ini berdasarkan rekomendasi yang diberikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Surat Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI Nomor AJ.001/1/12 PHB 2020 tentang Peningkatan Pelayanan Perjalanan Orang.



Layanan dijadwalkan mulai Senin, 29 Juni 2020. Pada tahap awal, layanan Rapid Test Covid-19 tersedia di Jakarta pada 4 lokasi dengan jadwal pelayanan, Kantor Pusat Lion Air Tower, Kantor Lion Air Group, Cipinang, Kantor Pusat Lion Parcel Pusat, Kedoya, dan Kantor Lion Operation Center (LOC), Tangerang.

Tahap berikutnya, layanan Lion Air Group Rapid Test Covid-19 akan segera dan terus dikembangkan dan dilaksanakan di kota-kota lain, antara lain di kantor penjualan tiket (Ticketing Sales Office) serta bandar udara – bandar udara di wilayah Indonesia.

Adapun, untuk mendapatkan fasilitas itu penumpang harus memenuhi ketentuan yang diantaranya, penumpang yang mempunyai tiket pada penerbangan Lion Air Group.

Kemudian, Pembelian voucher Rapid Test Covid-19 dapat dilaksanakan dan diperoleh secara langsung pada saat melakukan pembelian tiket (issued ticket).

Selanjutnya, bagi penumpang yang sudah memiliki tiket pesawat Lion Air Group dan belum melaksanakan Rapid Test Covid-19, maka dapat membeli voucher Rapid Test Covid-19 dengan menunjukkan kode pemesanan (booking code) melalui sales channel seperti call center, kantor penjualan Lion Air Group, online travel agent, www.lionair.co.id , www.batikair.com, agen perjalanan dan lainnya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Indonesia Resesi Usai BPS Rilis Kuartal III Minus 3,49 Persen

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Indonesia alami masa resesi ekonomi usai BPS Rilis Kuartal III Minus 3,49 Persen. Ilustrasi foto: pexels.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020 sebesar minus 3,49 persen, itu artinya Indonesia resmi menyandang status resesi akibat pada triwulan sebelumnya juga minus sebesar 5,32 persen.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,49 persen,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Kecuk mengungkapkan, dari segi angka, pertumbuhan yang minus ini telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya karena masih tumbuh 5,05 persen.

“Tetapi kalau kita bandingkan dengan triwulan II tahun 2020 perekonomian kita tumbuh positif 5,05 persen,” katanya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020 sebesar minus 3,49 persen, itu artinya Indonesia resmi menyandang status resesi akibat pada triwulan sebelumnya juga minus sebesar 5,32 persen.



“Ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,49 persen,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Kecuk mengungkapkan, dari segi angka, pertumbuhan yang minus ini telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya karena masih tumbuh 5,05 persen. “Tetapi kalau kita bandingkan dengan triwulan II tahun 2020 perekonomian kita tumbuh positif 5,05 persen,” katanya.

Meski begitu secara kumulatif sepanjang tahun ini dari triwulan I hingga III, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen. “Apa yang bisa kita lihat dari triwulan III, yang pertama secara PDB Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dan cukup tinggi yaitu sebesar 5,05 persen, kalau kita bandingkan dengan triwulan kedua yang artinya terjadi perbaikan ekonomi yang cukup signifikan dan ini bisa menjadi modal yang bagus untuk ekonomi kedepannya,” pungkasnya.(suara)

Editor: Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Lima Tahun Budidaya Madu, Produk Madu Chairul Sampai Keluar Negeri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Chairul Mufti, pengusaha madu yang sukses membudidayakan madu lebah dan madu kelulut. Foto: dok.pribadi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang pria warga jalan Karang Karya, Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, sukses membudidayakan lebah madu dan lebah kelulut hingga ekspor ke sejumlah negara.

Adalah Chairul Mufti, menekuni usaha budidaya madu sejak tahun 2015 hingga saat ini. Ia mengaku sudah memiliki dua lokasi usaha budidaya madu kelulut di Tankisung, Kabupaten Tanah Luat dan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kepada Kanalkalimantan.com, Senin (26/10/2020), Chairul menceritakan kisahnya sebagai pengusaha madu kelulut dan madu lebah.

“Saat itu saya baru resign dari salah satu perusahaan kelapa sawit, saya berpikir mau usaha apa yang bisa dijalankan, usaha yang tidak mudah rusak, tapi mudah didapatkan, serta mudah saat dipasarkan, dan diperlukan semua kalangan umur,” katanya.



 

Ia mengatakan salah satu bentuk usaha yang tidak mudah rusak, mudah didapat, mudah dipasarkan, dan diperlukan semua kalangan umur, adalah jenis produk madu. Ia pun langsung serius menggeluti usaha madu tersebut.

“Ketika sudah menemukan usaha ini, saya mulai fokus dan serius untuk menjalankannya. Memang awalnya bingung bagaimana memulainya, tapi saya tidak menyerah begitu saja, terus belajar dan belajar, Alhamdulillah usaha saya bisa bertahan sampai saat ini,” ungkapnya. Sudah berjalan lima tahun lamanya Chairul mengeluti usaha madu kelulut tersebut.

“Alhamdulillah sudah berjalan lima tahun lamanya dari 2015 sampai saat ini, bagi saya ini adalah usaha yang sangat mengiurkan, disamping karena madu adalah obat kesehatan, juga sangat mudah dipasarkan,” tuturnya.

Selama lima tahun menggeluti usaha madu tersebut, Chairul berhasil memasarkan madu hasil produksinya ke seluruh Indonesia dari Aceh sampai ke Papua, bahkan sampi keluar negeri.

“Selain di Indonesia, produk saya juga sudah diorder sampai luar negeri, diantaranya Arab Saudi, Kuwait, China, Korea dan beberapa negara lainnya,” katanya.

Hasil produk lebahnya ada dua jenis yakni lebah yang tanpa sengat dan lebah yang bersengat.

“Di depan rumah saya memang sengaja saya buat empat tempat madu yang tidak bersengat hanya sebagai contoh saja,” katanya.

Memang waktu awal pandemi Covid-19 melanda, penjualan madu sempat menurun, tetapi sering berjalannya waktu, saat ini penjualan sudah meningkat. “Mungkin saat ini usaha lain lagi turun, tapi untuk madu sampai hari ini pesanan masih terus mengalir,” tuturnya.

Lanjut Chairul, untuk harga jenis madu bantal, madu lebah, rasanya manis untuk ukuran 100ml Rp 35.000, sedangakan ukuran 250ml Rp 80.000 ribu, dan ukuran 500ml Rp 150.000 ribu.

Sedangkan untuk jenis madu kelulut/klanceng dengan rasa asam manis, ukuran 100ml Rp 60.000 ribu, sedangkan ukuran 250ml Rp 130.000 ribu, 500ml Rp 250000 ribu, dan 500ml Rp 300.000 ribu, untuk bee polen kelulut Rp 80.000 ribu/cup.

Tertarik membudidayakan madu, Chairul siap menjadi teman sharing terkait budidaya madu.

“Saya terbuka kepada siapapun yang datang, yang ingin belajar ayo kita sama-sama saling berbagi ilmu,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->