Connect with us

Kota Banjarmasin

Lisnawati Rikwanto Dikukuhkan Jadi Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel

Diterbitkan

pada

Lisnawati Rikwanto dikukuhkan menjadi Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel, Senin (23/11/2020). Foto : humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengukuhkan Lisnawati Rikwanto sebagai Ibu Asuh Polwan yang baru, Senin (23/11/2020) di Rupatama Polda Kalsel.

Dalam pengukuhan tersebut turut hadir Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, pejabat lama Kapolda Kalsel, Ully Nico Afinta, pejabat lama Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel dan Karo SDM Polda Kalsel.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto menyampaikan pengukuhan ini dimaksudkan agar para Polwan dapat dibimbing dalam pelaksanaan tugasnya, sehingga dalam melaksanakan peran gandanya sebagai anggota Polri dan sebagai seorang ibu rumah tangga, Polwan mampu menunjukan prestasi kerja yang baik dengan melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang diembannya tanpa mengabaikan perannya tersebut.

Sementara itu, Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel Lisnawati Rikwanto mengatakan, para Polwan dimanapun bertugas, hendaknya ikut berperan serta sebagai subyek dalam memajukan kesatuannya. “Janganlah sebagai pelengkap saja, tetapi benar-benar mampu menampilkan diri sejajar dengan anggota Polisi laki-laki,” ujar Lisnawati Rikwanto.



 

Dalam kesempatan ini, Ibu Asuh Polwan juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggota Polwan, agar selalu meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menjaga dan memelihara kehormatan diri dan keluarga. “Hindarilah godaan untuk masuk dalam dunia gemerlap dan penyalahgunaan Narkoba, dapat menahan diri untuk tidak hidup konsumtif dan glamor, pandai dan bijaklah dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran, dapat memberikan teladan dan pendidikan awal yang baik bagi anak-anak kita, setia dan bertanggung jawab pada kehidupan rumah tangga,” beber Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel.

Pada acara pengukuhan ini, dilakukan pelepasan dan pemasangan selempang Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel serta penyerahan lencana esthi bhakti warapsari, penandatanganan berita acara serah terima tugas, penyerahan cinderamata serta dilaksanakan foto bersama. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : Rls
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Operasional Kapal Penyeberangan Tambahan Sempat Terhenti, Antre Truk Kembali Mengular

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kapal penyeberangan tambahan yang berhenti operasi karena belum ada koordinasi dengan pihak Polsek. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN– Operasional kapal penyeberangan tambahan yang baru didatangkan untuk mengurangi antre truk expedisi di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara terpaksa dihentikan, Senin (25/1/2021) siang.

Padahal kapal tambahan LCT Kembang Ranisa itu baru tiga kali menyeberangkan truk expedisi dengan berbagai muatan dengan tujuan wilayah Kalteng.

Pemilik kapal, H Ranisa mengatakan, terhentinya jasa penyeberangan lantaran adanya petugas permintaan Bhabinkamtibmas yang bertugas dari Polsek Berangas. “Kata petugas yang datang tadi belum lapor ke Polsek dan Pembakal (Kepala Desa) setempat. Jadi terpaksa kami hentikan kapal LCT yang baru datang tadi,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com.

Dengan belum diizinkannya operasional kapal penyeberangan tambahan, antrean truk kembali menjalar di jalan Kayu Tangi Banjarmasin. Pada pukul 14.00 Wita, antrean truk dengan berbagai macam muatan sudah memanjang mulai dari depan RSUD Ansari Saleh sampai depan gerbang utama Universitas Lambung Mangkurat (ULM).



“Untuk sementara kita stop saja dulu, ikuti apa yang diinstruksikan aparat keamanan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Berangas, Ipda Iman Juana menerangkan, penghentian yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas tersebut dikarenakan belum ada konfirmasi dari pemilik kapal kepada pihak kepolisian.

“Bukan tidak memberi izin beroperasi, tapi pemilik kapal cuma belum ada konfirmasi saja dari pemilik kapal. Takutnya itu kapal milik orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya tidak akan menghalang-halangi proses penyeberangan yang dilakukan oleh kapal tersebut. Dengan catatan tidak ada komplain atau keberatan dari masyarakat sekitar. “Kalau sudah ada konfirmasi ke kita, dan tujuannya demi kebaikan bersama seperti kapal LCT sebelumnya silahkan saja,” jelasnya.

Ia juga menekankan, bahwa pihaknya tidak mematok syarat khusus untuk bisa mengoperasikan kapal ferry penyeberangan untuk truk angkutan. “Tidak ada syarat khusus, yang penting masyarakat di sekitar lokasi sana (Jalan Alalak Berangas) tidak keberatan. Kita hanya menunggu konfirmasi dari pemilik kapal,” imbuhnya.

Disamping itu, pihaknya juga membatasi waktu operasional penyeberangan, mulai dari pukul 08.00- 18.00 Wita. “Maksimal sampai jam 6 sore paling tidak sampai jam 7 malam, langsung saya tutup kalau sudah sampai batas waktunya,” tegasnya
Keputusan tersebut merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara pihak pemilik kapal dan warga sekitar dengan pertimbangan waktu istirahat warga. “Apalagi di sana banyak warga yang sudah tua dan anak-anak yang perlu istirahat. Jadi kita batasi waktunya,” tandasnya.

Atas dihentikannya operasional kapal tambahan ini juga disayangkan oleh para sopir truk yang mengantre, “Sangat disayangkan sekali kapal tambahan guna mempercepat penyebrangan ke Alalak Brangas ini dihentikan, semoga bisa cepat diselesaikan perizinan oleh pemilih kapal dan pihak kepolisian,” harap Andi (32), sorang sopir muatan alat bangunan. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Imbas Banjir Kalsel, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Merangkak Naik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasokan kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Banjarmasin terimbas banjir besar Kalsel. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sepekan lebih harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Banjarmasin alami kenaikan.

Sejumlah harga sayur mayur yang dipasok dari Pulau Jawa ikut naik, seperti kentang, wortel, kol, brokoli, dan tomat.

Kenaikan harga tersebut disebabkan musim hujan dan banjir di beberapa daerah pemasok yang mengakibatkan terhambatnya distribusi sembako.

Beberapa pedagang sembako di pasar sejumput Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rusli (34) mengatakan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh bencana banjir di Kalimantan Selatan dan telah membuat distribusi sembako terhambat.



 

“Naiknya karena banjir. Harga sayur yang naik dari Jawa itu seperti kol awalnya Rp 6.000 sekarang Rp 9.000 per kilogram, wortel dari Rp 10.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram, kalau kentang dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram,” ujarnya.
Terlebihnya kenaikan harga sembako ini sudah berlangsung selama seminggu terakhir.

“Utamanya harga yang naik pada bahan bumbu masak, seperti cabai dan bawang, seperti kentang, wortel, kol, brokoli, dan tomat yang sudah beberapa minggu terakhir sudah naik,” tuturnya, Senin (25/1/2021).

Ia juga mengatakan harga sayur naik dimulai dari sayur kol naik dari harga Rp 6.000 menjadi Rp 9.000 per kilogram, wortel yang biasanya Rp 10.000 menjadi Rp 14.000-15.000 per kilogram, tomat dari semula Rp 12.000 menjadi Rp 17.000-19.000 per kilogram, sedangkan kentang dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Hal serupa juga diungkapkan Asiah (42) pedagang sayur di Pasar Lama Banjarmasin, meski mengalami kenaikan harga sayur mayur, para pembeli tidak mengeluhkan kenaikan harga tersebut.

“Tomat juga naik dari Rp 12.000 jadi Rp 17.000 per kilogram. Harga naik karena musim hujan,” ujar Asiah.

Pantauan Kanalkalikalimantan.com di beberapa pasar mengalami kenaikan signifikan yaitu harga bawang merah dan bawang putih serta brokoli. Bawang merah dan bawang putih dari Rp 20.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Sedangkan brokoli Rp 80.000 naik menjadi Rp 120.000 per kilogram. Harga kangkung naik dua kali lipat, dari harga Rp 1.500, saat ini dibanderol Rp 3.000 per ikat, dan bayam dari harga Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per ikat.

Imah (41), pedagang sayur di Pasar Kelayan Banjarmasin, dengan naiknya harga tersebut menimbulkan minat pembeli menurun sehingga tak kadang menurunkan harga dan keuntungan berkurang.

“Kangkung dari harga Rp 1.500, sekarang Rp 3.000 per ikat, bayam dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per ikat, karena dari sana lahannya kebanjiran, sementara jika tidak laku akan dijual murah,” ujar Imah.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut sangat memberatkan terutama bagi konsumen dari para pedagang penjual makanan.

Pedagang penjual makanan siap saji di Pasar Lama Banjarmasin, Inur (42) mengeluh kenaikan harga sembako tidak bisa diiringi dengan kenaikan produk yang dijualnya.

“Kalau saya naikkan harga jual takutnya konsumen saya tidak akan mau beli,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah segera mengantisipasi hal tersebut, dengan segera mengoperasikan armada laut, karena kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan.

“Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama, karena kita bisa bangkrut, bila harga kebutuhan pokok terus melambung,” katanya.

Akan tetapi ia mengatakan atas kenaikan harga sembako adalah hukum ekonomi, dan berharap agar musibah banjir ini segara pulih, agar bisa kembali normalnya harga sembako.

“Permintaan tinggi, stok terbatas, ini sudah hukum ekonomi, semoga bencana ini segera berlalu agar bisa kembali normal semuanya,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/putra)

Reporter: putra
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->