Connect with us

Kota Banjarmasin

Lonjakan Kasus Tertinggi Covid-19 di Kalsel, Didominasi Hasil Tracing di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Jubir Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN  – Tren lonjakan kasus per hari terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali terjadi. Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel mencatat, jumlah kasus pada Kamis (28/5/2020) sore sebanyak 819 kasus.

“Ada penambahan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 116 kasus,” beber Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Kamis (28/5/2020) petang.

Dari jumlah kasus baru tersebut, 14 kasus diantaranya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan rincian 4 kasus dari RSUD Ulin Banjarmasin, satu kasus dari RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin, 4 kasus dari RS Bhayangkara Banjarmasin dan satu kasus dari RS Ciputra Banjarmasin. Semuanya berasal dari Kota Banjarmasin.

Sedangkan 4 kasus lainnya berasal dari Kota Banjarbaru dan dirawat di RSD Idaman Banjarbaru. Selebihnya, sebanyak 102 kasus lainnya berasal dari hasil tracing di Kota Banjarmasin, yang seluruhnya merupakan tracing di pasar-pasar tradisional.

“Ini merupakan hasil swab yang dikirim ke laboratorium BBTKLPP Banjarbaru, yang mana juga merupakan hasil tracing di beberapa tempat di pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Banjarmasin,” kata Muslim.

Dari 819 kasus, 666 kasus diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit maupun dalam karantina khusus. Di mana, 133 kasus menjalanu perawatan di rumah sakit, sedangkan 533 kasus lainnya menjalani karantina khusus. (Kanalkalimantan.com/fikri/andy)

 

 

Reporter : Fikri/Andy
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarmasin

Dinyatakan Reaktif Covid-19, Tiga Calon Mahasiswa ULM Gagal Ikut UTBK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tiga calon mahasiswa ULM gagal ikut ujian tertulis berbasis komputer karena dinyatakan reaktif Covid-19 Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tiga calon mahasiswa baru tidak bisa mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur seleksi bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Pasalnya, tiga orang calon mahasiswa tersebut terkonfirmasi reaktif Covid 19 berdasarkan hasil rapid test.

Penyelenggaraan sendiri dilakukan di Kampus ULM di Kawasan Kayu Tangi Banjarmasin pada Minggu (5/7/2020) siang. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr H Aminuddin Prahatama Putra.

“Ada tiga calon mahasiswa baru asal Kalimantan Selatan yang tidak bisa mengikuti tes, karena tiga orang tersebut dinyatakan reaktif Covid 19,” ucap Aminuddin.

Terkait tiga orang yang dinyatakan reaktif tersebut, Aminuddin enggan memberikan detail asal daerah bakal calon mahasiswa tersebut. Karena, ketiganya didapati reaktif sebelum pelaksanaan tes UTBK. “Untuk informasi tiga orang tersebut kita dapati sebelum dilaksanakannya, pelaksanaan tes UTBK ini,” terangnya.

Ia menyampaikan, untuk tiga orang yang tidak diperkenankan mengikuti tes UTBK itu, sudah disampaikan kepada masing-masing orang tua yang bersangkutan. Selain kepada orang tua yang bersangkutan, Aminuddin mengungkapkan, pihaknya menyampaikan informasi tersebut kepada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi di Jakarta.

“Sebab jika ada peserta yang dinyatakan reaktif ataupun positif maka akan kami sampaikan untuk dilakukan proses penanganan,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Tambah Rumah Karantina, Pemko Banjarmasin Incar Gedung BBPPKS Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemko Banjarmasin berencana menambah rumah karantina baru Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hingga kini, Pemko Banjarmasin masih menggunakan satu gedung sebagai pusat karantina bagi pasien positif Covid-19 yang merupakan orang tanpa gejala (OTG). Yaitu Gedung Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kalimantan Selatan, di Jalan Perdagangan, Kelurahan Kuin Utara.

Namun, muncul rencana jika Pemko Banjarmasin melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin mengincar satu gedung lagi sebagai rumah karantina bagi pasien Covid-19 yang merupakan OTG. Yaitu Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, yang berlokasi di Kompleks Mulawarman, Jalan Batu Besar, Kelurahan Teluk Dalam.

Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi, jajarannya sudah menyambangi Gedung BBPPKS Banjarmasin kemarin, bersama dengan Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Setelah meninjau lokasi, Machli menyebutkan bahwa gedung ini layak dijadikan pusat karantina pasien Covid-19. Karena, gedung ini memiliki sanitasi yang layak dan tempat tidur yang nyaman dan bisa diisi oleh dua orang.

“Sangat representatif sekali. Jumlah tempat tidur yang bisa ditampung sebanyak 72 tempat tidur,” kata Machli saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Jumat (3/7/2020) sore.

Guna memuluskan rencana ini, Machli yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini menyatakan, jajarannya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI. Karena, gedung ini berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial RI.

“Kita tinggal menunggu jawaban surat dari Kementerian Sosial. Apakah diperkenankan menggunakan tempat itu, (karena) sangat bagus sekali,” ucap mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu.

Diakui Machli, lokasi gedung BBPPKS Banjarmasin memang berlokasi dekat dengan kawasan permukiman. Namun demikian, ia berharap agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari, seperti penolakan dari warga sekitar yang terjadi beberapa waktu lalu di Kelurahan Pangeran dan Kelurahan Kuin Utara. Karena ia mengklaim, kepentingan masyarakat harus diutamakan.

Lalu, langkah apa yang ditempuh agar tidak terjadi penolakan seperti dua kejadian sebelumnya? “Kita sudah meminta pihak kecamatan dan lurah untuk mendisuksikan hal itu kepada ketua RT setempat dan mengedukasi atau mensosialisasikan kepada warga setempat, agar diinformasikan bahwa gedung BBPPKS kami gunakan untuk karantina bagi OTG,” tandas Machli. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Silang Informasi Status Zona Hitam Covid-19 Dua Kelurahan di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

perkembangan kasus Covid-19 di Banjarmasin Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tingginya angka kasus Covid-19 ternyata membuat dua kelurahan di Kota Banjarmasin resmi masuk dalam kategori zona hitam. Kedua wilayah tersebut merupakan Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Namun, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin membantah dengan mengatakan statusnya zona merah tua!

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin, Dr. Machli Riyadi mengatakan, dari 52 kelurahan di Banjarmasin, kedua kelurahan tadi sudah masuk dalam zona hitam. Hal ini dikarenakan, Kelurahan Pekapuran Raya tercatat ada 76 kasus terkonfirmasi positif, 21 sembuh dan 7 meninggal dunia. Sedangkan untuk Kelurahan Pemurus Dalam tercatat ada 61 kasus terkonfirmasi positif, 8 sembuh dan 7 meninggal dunia.

“Ini sesuai dengan analisa dan pendapat ahli, jika jumlah warga yang positif Covid-19 di suatu kelurahan sudah di atas 50 kasus maka masuk zona hitam,” kata Machli, Kamis (2/7/2020) malam.

Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan kedua wilayah yang masuk dalam status zona hitam tersebut untuk mendapat perlakuan khusus. Yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Ia menegaskan, bahwa disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan adalah kunci utama dalam mengatasi kondisi wabah Covid-19 di Kota Banjarmasin. Ditambah dengan edukasi yang dilakukan oleh jajarannya, dengan tujuan agar masyarakat mau mentaati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Strategi yang kita lakukan ini sesuai dengan kebijakan menteri kesehatan. Pokoknya edukasi harga mati, edukasi tanpa henti pada setiap harinya,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin itu.

Dari data seluruh kota Banjarmasin dari lima kecamatan yang mendekati zona hitam diantaranya Kelurahan Teluk Dalam dan Pemurus Baru. “Saat ini kondisi dua kelurahan ini (Kelurahan Teluk Dalam dan Pemurus Baru) sudah masuk dalam zona merah tua. Yang sudah masuk zona hitam itu Pekapuran Raya dan Pemurus dalam,” kata Machli.

Di samping itu, ia membeberkan, saat ini terdapat sekitar 500 spesimen swab yang masih belum keluar hasilnya. Hal itu dikarenakan antrian yang begitu panjang. “Ada sekitar tiga ribu sample swab yang masih diperiksa,” jelasnya.

Dari 3 ribu sampel itu dibagi ke beberapa tempat untuk melakukan pemeriksaan hasil swab tersebut. “Salah satunya diperiksa di RSUD Ansari Saleh sekitar 3 ratus sampel dan sisanya dikirim ke Banjarbaru,” pungkas Machli.

Sayangnya, apa yang disampaikan oleh Jubir GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin terkait status zona hitam tersebut, berbeda dengan data perkembangan kasus Covid-19 yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada Kamis (2/7/2020) petang.

Karena, jumlah kasus yang terjadi di kedua kelurahan yang disebutkan masuk dalam zona hitam itu masih menunjukkan zona merah tua. Atau dengan kata lain, belum termasuk zona hitam.

Berdasarkan data yang diterima, suatu kelurahan bisa dikatakan masuk dalam zona hitam apabila terdapat sedikitnya 81 hingga 100 kasus terkonfirmasi positif. Sedangkan Kelurahan Pekapuran Raya hanya terdapat 76 kasus dan Kelurahan Pemurus Dalam ada 61 kasus terkonfirmasi positif.

Sehingga dapat disimpulkan, kedua kelurahan tersebut belum termasuk zona hitam. Melainkan, masih pada zona merah tua. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->