Connect with us

Bisnis

Luncurkan Amplang Mitra Idaman, Buah Tangan dari Kota Idaman

Diterbitkan

pada

Peluncuran produk Amplang Mitra Idaman. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani meresmikan peluncuran Amplang Mitra Idaman produksi Koperasi Mitra Idaman yang beralamat di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Rabu (8/1).

Pada kesempatan ini, Walikota juga meresmikan rumah produksi dan menyerahkan Sertifikasi Halal produk Amplang Mitra Idaman. Pembuatan Amplang Mitra Idaman berbahan dasar ikan tenggiri dan diolah oleh anggota koperasi sendiri.

Koperasi Mitra Idaman binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru mendapatkan bantuan dana CSR dari PT PLN (Persero), sehingga mereka bisa menggelar pelatihan membuat amplang dan usaha pengembangan.

H Nadjmi Adhani mengaku sangat bangga karena Koperasi Mitra Idaman berhasil melaksanakan RAT, artinya manajemen koperasi berjalan baik.



Apalagi Koperasi MItra Idaman telah mampu memproduksi sendiri panganan amplang yang rasanya sangat enak dan gurih. Bahkan amplangnya dikemas dalam bungkusan kecil berisi 5 potong dan dibagikan sebagai souvenir.

Bagi Walikota, pembuatan Amplang Mitra Idaman adalah ide yang kreatif dan inovatif. Ia sendiri optimis kemasan kecil amplang ini bisa dibagikan ke Bandara dan pesawat sebagai bentuk promosi.

“Saya ingatkan kepada anggota koperasi untuk mempromosikan produk ini. Ini juga menjadi tugas Dinas Koperasi juga. Setelah mendapatkan CSR, membuat pelatihan, melakukan pembinaan rumah produksi, ini tugas selanjutnya Dinas Koperasi,” kata Nadjmi.

Selain, karena banyaknya pengusaha amplang di Banjarbaru, Walikota Banjarbaru juga mengingatkan untuk tetap bersaing secara sehat, pasarnya luas dan masing-masing sudah ada rezekinya.

“Saya berharap kedepannya koperasi ini maju dan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,” pungkasnya.

Dalam acara ini, Walikota Banjarbaru didampingi Ketua TP PKK dan General Manajer PT PLN (Persero) melakukan pemotongan pita meresmikan rumah produk sekaligus meninjau rumah produksi Amplang Mitra Idaman dan ikut membuat adonan amplang bersama anggota koperasi yang lain. (Rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Ekonom Unpad: UMKM Bakal Jadi Lead Project RUU Cipta Kerja

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Diskusi  virtual bertajuk "Akankah RUU Cipta Kerja Disahkan?", Rabu (12/8/2020).
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANDUNG  – Ahli ekonomi bisnis dari Universitas Padjadjaran, R Anang Muftiadi berpandangan bahwa RUU Cipta Kerja akan sangat fokus untuk memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jika nanti disahkan.

Hal tersebut seperti dikemukakan Dosen Unpad ini dalam diskusi  virtual bertajuk “Akankah RUU Cipta Kerja Disahkan?”, Rabu (12/8/2020).

“Undang-Undang ini akan menyentuh ke UMKM untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak. UMKM ini akan jadi lead project dari RUU Cipta Kerja karena ini area yang perlu diperhatikan. Karakteristik bisnisnya macam-macam, aspek tenaga kerjanya juga berbeda-beda,” kata Anang Muftadi

Semangat RUU Cipta Kerja untuk kemudahan berusaha dan peningkatan investasi, juga harus dilihat secara luas terutama untuk sektor UMKM.



“Investasi itu harus dilihat konteksnya secara luas, tidak selalu investasi itu dari asing loh. Ketika kelas menengah dan kecil memulai usaha, ini juga bisa disebut investasi dalam negeri yang juga mendorong terciptanya lapangan pekerjaan,” ujar Anang.

Menurut Anang, Indonesia adalah salah satu negara dengan sistem pengupahan paling kompleks di dunia jika merujuk pada banyaknya versi Upah Minimum. Penerapan aturan yang lebih sedikit mengenai pengupahan seperti yang dicanangkan di RUU Cipta Kerja, sangat mungkin mendorong pengusaha-pengusaha kecil dan menengah untuk terus bermunculan.

“Kita ini (Indonesia) paling sulit untuk memulai usaha. Ketika ada UMKM yang mau membuka usaha dan melihat aturan UMK dan UMP yang versinya bisa sangat berbeda-beda di tiap wilayah, mereka pasti akan pikir-pikir lagi,” jelas Anang.

Lebih jauh, Anang beranggapan perlu adanya fokus dari pemerintah untuk memastikan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) di bawah RUU Cipta Kerja bisa terinstitusionalisasi dengan baik.

“Ini supaya operasional dari Undang-Undang ini bisa tepat sasaran dan efektif. Jangan sampai nanti di daerah-daerah masih bingung soal aturan turunan untuk penerapan kebijakan besarnya,” imbuhnya. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : rls
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Ketua Dekranasda HSU Optimis Kerajinan Purun Bisa Bangkit

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Dekranasda HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj Anisah Rasyidah Wahid meyakini kerajinan purun asal HSU bisa bangkit di masa adaptasi kebiasaan baru.

Purun merupakan tumbuhan rawa yang banyak yang dijumpai di Kabupaten HSU karena hampir 80% di seluruh wilayah HSU dikelilingi rawa, sehingga tumbuhan purun mampu di manfaatkan oleh sebagian masyarakat HSU.

Anisa menjelaskan, kerajinan purun merupakan salah satu produk Industri Kecil Menengah (IKM) dari Kabupaten HSU yang telah banyak dikenal baik di dalam daerah hingga nasional.

Purun sampai kini menjadi sumber ekonomi selain bertani bagi sebagian masyarakat desa di HSU karena sudah membudaya dikalangan masyarakat HSU.



“Tanpa harus dipaksa, banyak tangan yang terampil membuat kerajinan khas alam ini,” kata Anisah.

Anisah menambahkan dari purun berbagai kerajinan dapat dihasilkan oleh para pengrajin diantara seperti tas, tikar, topi, bakul, hiasan dinding, aksesoris lainnya bahkan sedotan yang kini diekspor sampai ke luar negeri.

Selain itu, kata Anisah tak jarang kerajinan purun asal kabupaten HSU ini mengikuti ajang di pameran-pameran nasional untuk dipromosikan.

Anisah mengakui, meski pada masa pandemi covid 19 ini pemasaran kerajinan menurun hampir 30% yang disebabkan oleh menurunnya daya beli konsumen, kenaikan harga bahan baku, kenaikan biaya produksi. Serta terhambatnya distribusi produk, namun hal itu tidak serta merta membuat para pengrajin berhenti sama sekali.

Karena segala permasalahan tersebutlah Dekranasda HSU semakin berupaya kembali untuk meningkatkan kembali produksi kerajinan, antaralain melalui pelatihan digital marketing kepada pelaku IKM. Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga untuk pemasaran produk di antaranya dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Restorasi Gambut (BRG).

“Di era saat ini pemasaran produksi kerajinan meningkat  20%, Alhamdulilah kenaikan sudah terlihat signifikan untuk pemasaran produksi dan pemasaran produk kerajinan,” kata Ketua Dekranasda HSU.

Lebih jauh, Anisa menghimbau kepada masyarakat HSU untuk bersama-sama menggunakan produk buatan kabupaten HSU sembari berharap agar produk kerajinan asal HSU dapat kembali normal dipasarkan seperti biasanya baik di dalam negeri maupun keluar negeri. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: dew
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->