Connect with us

Ragam

Mah Sajajar Group Berbagi Berkah Ramadhan

Diterbitkan

pada

Managemen Mah Sajajar Group memberikan uang saku kepada anak yatim dari Rumah Zakat. foto : arief rahman
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Komitmen Mah Sajajar Group dalam memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar usaha terus dibuktikan.

Memanfaatkan di momen Ramadhan, Mah Sajajar Group menggelar kegiatan buka bersama dengan para nasabah, mitra kerja dan anak yatim di Rumah Zakat, Sabtu (19/5/2019), di kantor Mah Sajajar Group Km 6 Banjarmasin.

“Kegiatan ini rutin kita gelar tiap momen Ramadhan. Hal tersebut sebagai upaya kami dalam rangka menjaga tali silaturahmi dengan nasabah dan mitra kerja, sekaligus memberikan sedikit keuntungan usaha kepada mereka yang berhak,” tegas Owner Mah Sajajar Group, Ali Hasni disela kegiatan.

Managemen Mah Sajajar Group bersama Rumah Zakat disela kegiatan buka bersama. foto : arief rahman

Sejauh ini dikatakan Ali Hasni, usaha tanah kapling sebagai lini bisnis utama Mah Sajajar Group terus mengalami perkembangan. Bahkan kini sudah merambah ke komplek perkaplingan baru yang tidak kalah strategis dan memiliki nilai jual tinggi di masa depan.



“Kami tentunya ingin terus memberikan investasi tanah kapling yang berkualitas bagi nasabah. Berkualitas disini artinya mampu memberikan nilai jual yang lebih besar di masa depan bagi mereka yang membeli tanah kapling di tempat kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Rumah Zakat Provinsi Kalsel, Muhammad Luthfi Alfin menambahkan, sangat bersyukur bisa menjalin kerjasama dengan Mah Sajajar Group di momen Ramadhan kali ini.

Ia pun dalam kesempatan tersebut membuka kesempatan yang sebesar-besarnya bagi organisasi, perusahaan swasta maupun pemerintahan yang ingin menjalin kerjasama dengan Rumah Zakat untuk menggelar berbagai kegiatan amal di momen Ramadhan.

“Banyak sekali program Rumah Zakat yang bisa diikuti oleh donatur, mulai dari penyaluran infaq, sadaqah dan zakat hingga beasiswa untuk anak yatim juara,” pungkasnya. (arief)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ragam

Kali Pertama, Polwan Arab Saudi Ikut Amankan Ibadah Haji Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka'bah. Foto: Saudi Ministry of Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Polisi wanita (Polwan) Arab Saudi untuk pertama kalinya bertugas mengamankan ibadah haji tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19. Menyusul kebijakan Arab Saudi yang memperbolehkan wanita bergabung dengan dinas militer dan kepolisian.

“Ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal.” ujar Afnan Abu Hussein, seorang anggota polwan kepada Al-Ekbriya TV .

Haji dimulai pada hari Rabu (29/7) ketika para jemaah memulai perjalanan mereka dari Masjidil Haram di Mekah di tengah aturan keamanan yang ketat.

“Setiap kelompok jemaah memiliki pemimpin untuk memfasilitasi dan mengendalikan gerakan mereka untuk memastikan jaga jarak sosial,” kata Sari Asiri, direktur jenderal urusan Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan disadur dari Arab News.



 

“Selain itu, setiap kelompok juga didampingi oleh seorang profesional kesehatan untuk memantau status kesehatan dan membantu mereka ketika dibutuhkan,” tambahnya.

Pejabat kementerian melakukan proses seleksi yang ketat untuk memastikan kesejahteraan jemaah sebelum kedatangan mereka di Mekah.

“Kami mengunjungi setiap jemaah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatannya, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel,” kata Asiri.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Semua pekerja yang melayani jemaah haji tahun ini juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19, dan rumah sakit dan pusat kesehatan Mekah sudah disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.

Hari Tarwiyah (mengambil air), pada hari Rabu, adalah hari pertama ritual haji. Jemaah menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Saee antara bukit Safa dan Marwah.

Ratusan jemaah yang datang ke Masjidil Haram tahun ini berjalan dalam kelompok-kelompok kecil di sepanjang jalur khusus mengikuti pemandu mereka.

Protokol kesehatan selama haji dirancang dan diimplementasikan oleh Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah dan otoritas keamanan.

Kepresidenan juga membuat pintu masuk dan keluar khusus untuk setiap kelompok jemaah haji untuk mencegah keramaian dan menginhadari antrean.

Pasukan Pertahanan Sipil meningkatkan kesiapan mereka di Mina untuk menerima para jemaah di mana mereka akan menghabiskan malam sebelum pindah ke gunung Arafat.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Sementara itu, Keamanan Publik Saudi mengumumkan bahwa mereka menangkap 244 pelanggar pedoman haji yang berusaha memasuki wilayah haji tanpa izin.

Seorang juru bicara Keamanan Publik Saudi meminta warga dan ekspatriat untuk mematuhi hukum dan instruksi haji, juga menekankan bahwa pasukan keamanan memberlakukan penjagaan ketat di sekitar Mekah dan tempat-tempat suci lainnya.

Mereka yang ditangkap di tempat-tempat suci tanpa izin berisiko terkena denda hingga 10.000 riyal (sekitar Rp 39 juta), denda dapat meningkat juga mereka mengulang kesalahan yang sama.

Setiap tahun, sekitar 2,5 juta jemaah haji datang ke Mekah, namun karena pandemi Covid-19 hanya sekitar 1.000 yang akan dapat melaksanakannya tahun ini. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Ragam

Mengintip Kualitas Speaker di Masjidil Haram Makkah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Imam Masjidil Haram. (Foto: Dok. Haramain)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagi Anda yang pernah shalat di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, mungkin akan merasa kagum pada kualitas speaker (pelantang) dan sound system (tata suara) yang digunakan. Di setiap sudut masjid, nyaris suara bacaan imam dan muadzin dapat terdengar merata dan jelas. Tidak terdengar sedikit pun gangguan suara-suara seperti storing ‘nging’, ‘kresek-kresek’ ataupun check sound ‘test… satu, dua, tiga’.

Dikutip dari laman Haramain, jumlah speaker yang digunakan di masjid terbesar di dunia ini sebanyak 6.000 buah. Pelantang-pelantang itu ditempatkan di pelataran dalam dan luar serta sepanjang jalan. Sound system di Masjidil Haram ini menjadi salah satu rangkaian tata suara terbesar di dunia.

Ruang kontrol. foto: dok.Haramain

Tata suara ini terhubung ke ruang kontrol yang dikendalikan oleh 50 teknisi khusus. Tidak hanya satu unit mesin yang digunakan untuk menjaga kualitas suara di masjid suci umat Islam ini. Ada tiga mesin sound system keluaran Sennheiser, Jerman, yang dioperasikan dengan fungsi masing-masing.

“Setiap imam dan muadzin memiliki pengaturan suara khusus disesuaikan dengan jenis suara dan nadanya untuk memastikan kejernihan dan keseimbangan suara di seluruh sudut Masjidil Haram,” jelas laman Haramain.



Microfon di tempat imam Masjidil Haram Makkah. foto: dok.Haramain

Tiga mesin yang digunakan ini terdiri dari satu mesin utama dan dua mesin sebagai cadangan (back up). Ini bisa terlihat dari mikrofon yang berada di depan imam saat shalat. Mikrofon sebelah kanan merupakan mic utama, bagian tengah adalah cadangan pertama dan bagian kiri merupakan cadangan kedua.

Ketika tata suara utama tidak berfungsi, maka cadangan pertama akan secara otomatis hidup dan berfungsi. Dan ketika cadangan pertama juga tidak berfungsi, maka cadangan kedua akan hidup secara otomatis. Inilah sistem yang menjadikan hampir tidak ada masalah tata suara di Masjidil Haram.

Teknisi khusus sound system di Masjidil Haram. foto: dok. Haramain

Kualitas tata suara ini sangat mendukung kekhusyuan dan kualitas jamaah dalam beribadah khususnya shalat berjamaah. Para jamaah mampu meresapi dan menikmati suara adzan dan bacaan imam Masjidil Haram yang terkenal memiliki kekhasan suara masing-masing.

Para imam dan muadzin di Masjidil Haram pun memiliki kriteria khusus yang telah ditentukan oleh pihak pengelola masjid.

Muadzin ditentukan oleh pengelola Masjidil Haram. foto: dok.Haramain

Di antaranya harus berkebangsaan Arab Saudi, tidak boleh berumur di bawah 30 tahun, dan minimal lulusan S2 dari salah satu perguruan tinggi Ilmu Agama Islam di Arab Saudi. Imam juga harus hafal Al-Qur’an dan memiliki kualitas suara yang bagus.

Di samping suara yang bagus, muadzin Masjidil Haram juga harus memiliki kemampuan ilmu di bidang hukum dan tata cara adzan serta shalat.

Kualitas suara imam dan muadzin masjid yang dipadu dengan kualitas tata suara ini tentu semakin menjadikan umat Islam seluruh dunia yang beribadah di dalamnya kian menikmati ibadahnya. Hal ini juga yang menjadi salah satu faktor munculnya rasa kangen setiap muslim untuk dapat datang kembali ke Masjidil Haram. (muhammad faizin/nuonline)

Reporter : muhammad faizin/nuonline
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->