Connect with us

Hukum

Mantan Ketua KPU Banjarmasin Jalani Sidang Kode Etik, DKPP Rahasiakan Hasilnya

Diterbitkan

pada

Ida Budiarti, anggota DKKP RI. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim penyidik Polres Banjarbaru telah menetapkan Gusti Makmur sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap anak. Kini, Ketua KPU Banjarmasin yang sudah di non-aktifkan tersebut harus menjalani sidang kode etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Digelar di aula Mapolres Banjarbaru, Kamis (20/2/2020) siang, sidang kode etik dilaksanakan secara tertutup. Nampak hadir, dua Anggota DKPP RI, yakni Profesor Muhammad dan Ida Budiarti, serta jajaran KPU Kalsel dan Bawaslu Kalsel.

Meskipun begitu, keputusan maupun hal-hal apa saja yang dibahas dalam sidang ini sangat dirahasiakan. Anggota DKPP RI, Ida Budiarti, mengatakan terkait hasil pemeriksaan perkara, pihaknya akan melaporkan dalam forum pleno di KPU.

“Kami terikat dengan kode etik tim pemeriksa, tidak boleh menyampaikan hasil pemeriksaan,” katanya saat di wawancara usai sidang.



Ditanya hal sama, Ketua Divisi Humas KPU Kalsel Edy Ariansyah, juga mengaku tidak dapat berkomentar lebih jauh dengan alasan, bukan ranahnya. Dia menjelaskan, sebagai pihak terkait dalam kasus Gusti Makmur, KPU Kalsel hanya menjelaskan bagaimana proses pengawasan dan pengendalian internal terhadap jajaran KPU kabupaten/kota di Kalsel.

“Hal-hal mengenai pengawasan dan pengendalian itu sudah kami sampaikan di dalam sidang,” katanya.

Edy juga menerangkan sampai saat ini sudah ada dikeluarkannya dua keputusan KPU RI terkait kasus pencabulan yang dilakukan Gusti Makmur. Yakni, pemberhentian sebagai Ketua KPU Banjarmasin dan pemberhentian sementara sebagai anggota KPU.

“Keputusan itu sudah keluar pada 5 Februari 2020. KPU RI telah menetapkan Rahmiati sebagai Ketua KPU Banjarmasin menggantikan Gusti Makmur,” ujarnya.

Ditanya bagaimana respons Gusti Makmur selama sidang DKPP, Edy menuturkan bahwa Ketua KPU Banjarmasin  itu kooperatif setiap kali dimintai keterangan. “Yang bersangkutan (Gusti Makmur) kooperatif menjelaskan apa yang dijelaskan dalam klarifikasi KPU,” tuturnya.

Sebagai penyegar ingatan, Gustri Makmur resmi ditahan oleh Polres Banjarbaru pada tanggal 1 Januari 2020. Penahanan Gusti Makmur, setelah pihak kepolisian memeriksa 7 orang saksi termasuk Gusti Makmur sendiri sebagai tersangka.

Polres Banjarbaru juga telah menyerahkan berkas perkara Gusti Makmur kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru, untuk meminta kelengkapan apa saja yang harus dipenuhi. Disisi lain, jelang berkas perkara yang nantinya akan naik tahap II (P21), Kejari Banjarbaru dalam penanganan kasus ini telah menunjuk jaksa senior yang profesional. Bahkan, juga disebut sudah beberapa kali menangani kasus serupa dengan capaian 100 persen terbukti.

Gusti Makmur diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, pada tanggal 25 Desember 2019, di toilet Grand Dafam Q Hotel.

Korban merupakan seorang pegawai magang di hotel tersebut. Saat itu, Gusti Makmur dan korban bertemu di toilet dan terjadilah aksi pencabulan itu. Gusti Makmur mengiming-imingi korban akan dibelikan pakaian sambil melakukan aksi pencabulan itu.

Atas perbuatannya, Gusti Makmur disangkakan pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hukum

Suami Jaksa Pinangki, AKBP Napitupulu Dimutasi Kapolri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kapolri Jenderal Idham Azis saat ditemui wartawan di kantor Kompolnas. Foto: Suara.com/Stephanus Aranditio
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis kembali melakukan rotasi ratusan perwira di tubuh kepolisian. Salah satu nama yang terimbas adalah AKBP Napitupulu Yogi Yusuf yang diketahui merupakan suami dari Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Berdasarkan pantauan Suara.com, rotasi tersebut tertuang dalam surat telegram rahasia (TR) yang keluar pada Senin (3/8/2020) kemarin. Surat itu terlihat ditandatangani oleh AS SDM Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan dengan nomor ST/2247/VIII/KEP./2020.

Terlihat nama AKBP Napitupulu di dalam surat tercantum dalam nomor urutan ke-92. Adapun ia dirotasi dari jabatan lamanya sebagai Kasubbagopsnal Dittipideksus Bareskrim Polri menjadi Kasubbagsismet Bagjiansis Rojianstra Slog Polri.

Sementara itu, Kabid Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa rotasi tersebut merupakan penyegaran biasa. Ia membantah hal itu ada sangkut pautnya dengan kasus Jaksa Pinangki terkait Djoko Tjandra.



“Itu mutasi biasa untuk penyegaran organisasi saja,” kata Argo kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Sebelumnya, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi telah mencopot jabatan Jaksa Pinangki Sirna Malasari karena terbukti melanggar disiplin dan kode etik menyusul beredarnya foto Pinangki dengan buronan, Djoko Tjandra.

Hukuman tersebut dijatuhkan berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa Pembebasan dari Jabatan Struktural.

“Wakil Jaksa Agung telah memutuskan tentang penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari jabatan struktural atau di-nonjob-kan kepada terlapor (Pinangki),” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu malam.

Penjatuhan hukuman dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Pinangki. Pinangki menjabat sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.

Dari hasil klarifikasi Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung terhadap Pinangki diketahui bahwa Pinangki telah melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin pimpinan sebanyak 9 kali serta bertemu dengan diduga Djoko Tjandra. (suara.com)

Reporter: suara.com
Editor: kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Tiga Pemuda Desa Mintin Batal Berlebaran karena Terlibat Pengeroyokan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tiga tersangka diamankan Reskrim Polsek Selat. Foto : Agus
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALAKAPUAS – Bukannya merayakan Idul Adha 1441 H, tiga pemuda asal Mintin, Kabupaten Pulangpisau, malah mendekam di ruangan berjeruji besi di Mapolsek Kapuas.

Pasalnya, ketiga pemuda itu terlibat pengeroyokan terhadap seorang warga desa Basungkai Kecamatan Basarang. Tiga pemuda itu diringkus Reskrim Polsek Selat, Kabupaten Kapuas.

Sedangkan korban yqng diketahui berinisial AM (31) sampai dibuat luka-luka dan memar di bagian wajah oleh para pelaku.

Aksi pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (29/7/2020) malam, di Jalan Sumatera, Kualakapuas.



Akibat aksi brutalnya para pelaku, masing-masing berinisial SN (22), ND (27), dan AN (20) dijebloskan ke dalam sel Mapolsek Selat.

“Satu lagi tersangka yang masih dalam pencarian kami berinisial F. Semua tersangka ini warga Desa Mintin, Kabupaten Pulangpisau,” jelas Kapolsek Selat AKP Christian Maruli Tua Siregar, Jumat (31/07/2020) siang.

Adapun kronologi pengeroyokan bermula saat korban datang ke tempat kos-kosanya, Jalan Sumatera, Gang IX, Kabupaten Kapuas.

“Korban datang ke kosnya membawa knalpot motor, cuma karena knalpotnya panas lalu dijatuhkan korban,” terang kapolsek Selat.

Pada saat itu, lanjut AKP Christian, ada empat orang tersangka dan satu perempuan yang korban tidak kenal.

Diduga karena tersinggung lalu terjadi cekcok mulut antara tersangka dengan korban.

Karena banyak warga sekitar, korban pun berjalan keluar menuju depan gang yang diikuti juga oleh keempat tersangka.

Sesampainya korban di depan gang, tiba-tiba tersangka A memukul korban dari samping kemudian tangan korban dipegangi dua orang tersangka lainnya.

“Tersangka A lalu memukul korban berkali-kali dengan tangan kosong. Kemudian ada juga yang menabrak korban dari arah belakang menggunakan sepeda motor. Lalu ada warga yang datang dan para tersangka pun pergi meninggalkan korban,” jelas AKP Christian.

Atas penganiyaan secara bersama-sama tersebut korban pun mengalami luka di bibir dan memar di bagian wajah.

“Korban merasa keberatan lalu melapor ke Mapolsek Selat dan langsung kami tindaklanjuti. Tiga tersangka sudah kami amankan, sedangkan satu tersangka lagi masih dalam pencarian,” kata Kapolsek Selat.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (kanalkalimantan.com/agus)

Reporter : Agus
Editor : Dhani



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->