Connect with us

HEADLINE

Maskapai Penerbangan Kurang Tepat Waktu, Puncak Arus Balik Belum Terlihat

Diterbitkan

pada

Tingkat ketepatan waktu terbang masih menjadi masalah di sejumlah bandara di Indonesia selama mudik 2019. Foto : bandara syamsudin noor
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mengakui adanya penurunan dari tingkat ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP) dari sejumlah maskapai penerbangan sepanjang bulan Ramadhan 1440 H.

Hal tersebut diungkapkan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti saat melakukan peninjauan fasilitas serta memantau arus balik pasca Hari Raya Idul Fitri di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Jumat (7/6) sore.

“Tidak hanya di sini, di seluruh Bandara juga OTP maskapai selama lebaran ini mengalami penurunan di bawah 80 persen. Rata rata, secara total 76 persen, termasuk di Bandara Syamsudin Noor,” ujarnya.

Dijelaskan Polana, sejumlah faktor yang menyebabkan menurunnya ketepatan waktu penerbangan, diantaranya seperti terjadinya rotasi pesawat, keterlambatan crew, maupun cuaca yang tidak mendukung. Namun meski begitu ia memastikan koordinasi pengawasan pelayanan angkutan udara selama angkutan Lebaran tahun ini menjadi kunci efek positif untuk kembali meningkatkan OTP maskapai.

“Saat ini Alhamdullilah di Bandara Syamsudin Noor, tidak ditemui adanya masalah signifikan. OTP ini kita usahakan tingkatkan lagi tiap harinya,” lanjutnya.

Sementara itu, dari hasil pemantauan Kemenhub RI di Bandara Syamsudin Noor, arus mudik dan balik terhitung dari H-7 sampai H+2 Lebaran, dinyatakan seluruh penumpang telah terlayani seluruhnya. Meski begitu, puncak arus balik masih belum nampak hingga hari ini.

“Sampai hari ini belum ada puncak arus balik, jadi belum ada kepadatan-kepadatan yang cukup menggangu,” tandas Polana.

Dari dari data posko terpadu angkutan Lebaran menunjukan puncak penumpang di Bandara Syamsudin Noor terjadi pada tanggal 30 Mei 2019 dengan total penumpang mencapai 11 ribu penumpang.

Sedangkan, pergerakan pesawat tertinggi terjadi pada H-3 Lebaran tepatnya tanggal 2 Juni 2019 dengan movement 91 pesawat yang mana pada hari-hari biasanya hanya 80 sampai 84 pesawat. Juga tercatat ekstra flight atau cadangan jadwal penerbangan yang sudah terealisasikan selama bulan Ramadhan di Bandara Syamsudin Noor berjumlah 66 Flight Aproval (FA).

Tidak ketinggalan, Kemenhub juga menyoroti terjadinya penurunan jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor dan bandara lainnya. Namun, pihaknya tetap optimis kedepannya akan terjadi kenaikan jumlah penumpang beberapa waktu kedepan.

Seperti yang diungkapkan, General Manajer (GM) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Indah Preastuty yang telah memprediksi akan terjadinya penurunan tren penumpang yang terlihat sejak awal tahun 2019. Ketika, sejumlah maskapai penerbangan menerapkan bagasi berbayar dan menaikkan harga tiket.

“Jadi kemungkinan penurunan tren karena dua faktor itu,” sebutnya.

Indah, menyebut pengguna jasa maskapai penerbangan selama 2019 mengalami penurunan sekitar 25 sampai 30 persen dibandingkan tahun lalu yang mana biasanya jumlah penumpang setiap harinya mencapai kisaran 10 ribu orang. Saat ini tercatat hanya tujuh ribu orang saja perharinya.

“Ini juga terjadi di daerah lain. Sementara faktor yang paling berpengaruh, penurunan jumlah penumpang karena tingginya harga tiket pesawat,” pungkasnya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Di Balik Aksi ‘Teroris Lokal’, Paparan Paham Radikalisme dan Terorisme di Kalsel Meningkat?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Terorisme dan radikalisme menjadi ancaman yang harus diwaspadai/ilustrasi. Foto: Tempo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, pada Senin (1/6/2020) dini hari lalu, menjadi catatan khusus akan potensi ancaman paham radikalisme dan terorisme. Sebab diketahui pelaku penyerangan berinisial AR yang mengaku sebagai simpatisan ISIS ini, ternyata adalah warga lokal.

Lalu, seberapa besar ancaman paham ini bagi Kalsel yang selama ini masyarakatnya dikenal memiliki sikap toleransi dan pemahaman keagamaan inklusif?

Sebelumnya, dalam suatu acara ‘Bersama Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Kalimantan Selatan’ yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel pada Selasa (31/12/2019), disebutkan bahwa sepanjang 2019, skala masyarakat Kalsel yang terpapar paham radikalisme dan terorisme berada pada angka 55.

Berdasarkan besaran angka yang didapatkan dari hasil riset dan suvei FKPT Kalsel tersebut, maka ancaman tersebut dikatakan masih dalam ambang menengah.

Sekretaris FKPT Kalsel, Mariatul Asiah menyebutkan, skala tersebut berarti paham radikalisme maupun terorisme di Bumi Lambung Mangkurat masih berada pada posisi tengah. “Masih sebatas pemikiran masyarakatnya, tidak ada aksi-aksi radikal yang ditemukan,” katanya ketika itu.

Namun demikian, posisi itu bukan berarti Kalsel yang dikenal kondusif ini dikategorikan aman dari paham-paham tersebut. “Kita harus tetap waspada agar Kalsel yang kondusif ini tetap bisa terjaga, serta yang terpenting bagaimana agar kita selalu mensinergikan semua elemen maupun kelompok masyarakat guna bersama-sama menangkal paham radikalismen dan terorisme,” tuturnya.

Sejauh ini, FKPT Kalsel telah melakukan berbagai upaya guna mencegah paham-paham tersebut supaya tidak tumbuh ataupun mengakar di kalangan masyarakat. Upaya-upaya tersebut dituangkan dalam riset tentang kearifan lokal sebagai daya tangkal berkembangnya paham radikalisme dan terorisme.

Sementara itu, sebelumnya juga ratusan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari 5 provinsi di Kalimantan mengikuti kegiatan rapat koordinasi daerah (Rakorda) Wilyah V Kalimantan juga membahas isu radikalisme ini.

“Radikalisme itu ada bagai bayang -bayang,” ujar Ketua MUI Kalimantan Selatan, KH Husin Nafarin ketika itu.

KH Husin Nafarin mengatakan, Islam itu Rahmatan lil alamin artinya orang Islam itu rahmat bagi semesta alam sebenarnya. “Tapi kalau ada orang Islam yang membuat kerusakan itu tidak benar Islamnya, tidak sempurna,” tegasnya.

Ditambahkan Sekretaris MUI Kalsel M Fadhli Mansur, bahwa sekarang ini harus terus kita waspadai terutama soal radikalisme. Namun, hal itu juga, katanya harus kita kenali apa saja ciri kelompok yang menganut paham yang bisa saja merugikan orang banyak.

Ia menegaskan, MUI sudah mengeluarkan fatwa! Bahwa perbuatan yang merugikan orang banyak apalagi mencelakakan orang itu haram. “Islam adalah agama wasatiah yakni berada di tengah-tengah. Daerah Banjar ini termasuk mayoritas muslim yang toleran terhadap ragam agama,” katanya dalam sebuah acara ‘Kupas Tuntas Radikalisme Terorisme dan Separatisme’ di Aula Kampus Uniska, ketika itu.

Ia ingin, kajian-kajian dakwah misalnya pada kampus-kampus dan masyarakat, perlu juga dibahas meluruskan apa radikalisme ini. Jangan sampai pemahaman sesuatu agama cendrung ke ekstrim kiri, sedikit sedikit menyalahkan orang seperti itu. Kemudian, ektrim kanan seperti memahami ayat yang hanya sepotong-sepotong.

“Perlu terus didakwahkan, Islam itu wasatiah, tolong menolong, toleransi mau bergandeng tangan ditengah perbedaan,” katanya.

Kegiatan rakor bertema ‘Bersama Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Kalimantan Selatan’ yang digelar FKPT Kalsel pada Selasa (31/12/2019). Foto: Rico

Perlu Counter Narasi

Dikatakan Mariatul Asiah, saat ini perlu terus menggalakkan sarana counter terhadap berita atau informasi yang boleh dibilang menyesatkan. Oleh karena itu penting adanya counter narasi yang diinisiasi dari kawula muda sendiri.

Maka, kami sangat mendorong agar anak-anak muda membuat video pendek yang kemudian akan dibagikan kembali ke media-media sosial yang banyak mereka gunakan,” tegasnya.

Apalagi saat ini pelaku terorisme telah menyasar kelompok perempuan. Hal inilah, yang ditegaskan agar menjadi perhatian bersama seluruh komponen masyarakat. “Oleh karena itu ketahanan keluarga harus terus dikuatkan, di antaranya dengan menanamkan nilai-nilai agama yang moderat serta memberikan pendidikan kebhinekaan. Sehingga nantinya perempuan dan anak sebagai kelompok rentan, tidak mudah terpapar paham radikal,” imbaunya.

Kasus penyerangan Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) hingga kini masih didalami oleh Polda Kalsel maupun Polres HSS. Sempat beredar informasi bahwa pelaku penyerangan yang dilumpuhkan oleh kepolisian dengan timah panas ini merupakan warga setempat.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Moch Rifa’i, Selasa (2/6/2020) siang. “Ya, betul. Warga setempat,” kata Kombes Rifa’i.

Ia menambahkan, pelaku yang merupakan OTK (orang tak dikenal) ini diketahui tinggal satu kampung dengan Brigadir Leonardo Latupapua. Sehingga, rumah keluarga pelaku dapat diketahui. “Tinggal satu kampung antara pelaku dengan korban. Bahkan agamanya pun sama yaitu Islam,” tambah Kombes Rifa’i. (Kanalkalimantan.com/rico/fikri)

 

Reporter : Fikri/Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Satu Keluarga Pedagang Terpapar Covid-19, Berujung Penutupan Pasar di Banjarbaru Utara

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Temuan kasus positif Covid-19 satu keluarga pedagang di sebuah pasar jalan Karang Anyar II, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara. Buntut temuan kasus Covid-19 tersebut berujung pada penutupan pasar yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Banjarbaru Utara, Selasa (2/6/2020) pagi.

Informasi ini sendiri dibenarkan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarbaru Rizana Mirza. Melalui sambungan telepon, ia mengatakan bahwa satu keluarga pedagang di pasar tersebut memang dinyatakan terpapar.

Namun begitu, satu keluarga ini tidaklah bertempat tinggal di kota Banjarbaru. Mereka merupakan warga Kabupaten Banjar yang berdagang di pasar yang ada di wilayah Banjarbaru.

“Jadi tidak ada warga kota Banjarbaru yang positif. Keluarga ini adalah warga Kabupaten Banjar dan karena bejualan di wilayah kita, maka menjalani pemeriksaan di Puskesmas Banjarbaru Utara,” kata Rizana.

Lantaran tidak terdata di tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarbaru,  Rizana mengaku tidak mengetahui jumlah pasti dari keluarga tersebut. Hanya saja, informasi yang dihimpun ialah pemeriksaan swab dari satu keluarga berjumlah 5 orang tersebut, hasilnya 4 orang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Atas temuan kasus baru Covid-19 ini, pihak Kecamatan Banjarbaru Utara memutuskan untuk menutup aktifitas pasar tersebut. Hal yang tak kalah mengejutkan, rupanya pasar itu juga tidak terdata di Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru.

“Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, pasar dadakan ini kita tutup. Kita akan sterilkan dulu area pasar ini lewat penyemprotan disinfektan. Keputusan menutup pasar juga didukung adanya bukti kuat bahwa ini bukan pasar resmi,” terangnya.

Penyemprotan disinfektan di pasar jalan Karang Anyar II oleh tim gugus tugas Covid-19 Banjarbaru. Foto: Camat for Kanal

Fakta bahwa pasar dadakan ini tidak resmi, juga turut dipekuat oleh pernyataan Camat Banjarbaru Utara, Aqli. Dalam hal ini, Aqli menuturkan bahwa pasar tersebut berdiri atas izin pemilik tanah. Hanya saja, belum mengantongi izin resmi sebagai pasar di bawah pembinaan dari Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru.

“Terlepas adanya temuan kasus Covid-19 dari salah satu pedagang. Fakta bahwa pasar ini tidak punya izin dari Pemerintah Kota Banjarbaru, maka kita putuskan untuk ditutup. Dimulai dari hari ini hingga waktu yang tidak ditentukan,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Pesan Sabu Lewat Telepon ke RH, Awal Mula ASN Basarnas Banjarmasin Ditangkap

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penggeledahan di ruang kerja IS di Kantor Basarnas Banjarmasin. Foto: humas polres banjarbaru for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kepala Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Banjarbaru AKP Elche akhirnya angkat bicara terkait penangkapan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Basarnas Banjarmasin.

Kepada Kanalkalimantan.com, AKP Elche menceritakan kronologi penangkapan terhadap IS (36) yang bertugas di bidang humas Kantor Basarnas Banjarmasin tersebut. Berawal, saat pihak kepolisan mendapati informasi dari masyarakat sejak beberapa bulan lalu.

“Pelaku berinisial IS ini telah menjadi target operasi kita sejak Maret lalu. Tapi, giat penangkapannya tidak menjadi prioritas,” katanya, Selasa (2/6/2020) sore.

Awalnya, Satres Narkoba melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisal RH yang merupakan seorang pejual narkoba pada Senin (1/6/2020) kemarin. Dalam hal ini petugas mendapati barang bukti 2,15 gram sabu dari tangan RH.

Dari pengakuan RH inilah, diketahui bahwa kristal haram tersebut sering dibeli oleh IS. Sialnya, bertepatan saat RH sedang diamankan, IS menelpon dengan maksud membeli serbuk putih itu.

Walhasil, pihak kepolisian menjebak dan mengamankan IS di lokasi yang dijanjikan sebagai tempat bertransaksi yakni di sebuah pinggir jalan di Kecamatan Landasan Ulin.

“IS tidak berkutik saat kita amankan sedang bertransaksi narkoba. Saat itu, kita minta IS menunjukan sisa sabu yang dikonsumsi. Ternyata disimpan di jok motor seberat 0,27 gram berserta alat hisap,” lanjut Kasatres Narkoba.

Baca juga: Pernah Tes Urine Narkoba di Basarnas Banjarmasin, Kepala Kantor Basarnas: Waktu Itu Tidak Ditemukan Ada Pegawai Positif

Fakta lainnya, IS mengkonsumsi narkoba dengan kategori kecanduan parah. Selain itu, IS berdalih kepada petugas dirinya mengkonsumsi narkoba lantaran permasalahan rumah tangga.

“Dengan tertangkap tangan dan temuan barang bukti sabu-sabu serta alat pipet, pelaku kita kenakan pasal 122 subsider 127 UU Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas AKP Elche.

Baca juga: BREAKING NEWS. Oknum ASN di Basarnas Banjarmasin Ditangkap, Diduga Tersandung Kasus Narkoba

Selasa (2/6/2020) pagi, Satres Narkoba Polres Banjarbaru juga melakukan penggeledahan di ruang kerja IS di Kantor Basarnas Banjarmasin. Penggeledahan yang berlangsung kurang lebih satu jam itu, petugas mendapati plastik klip dan korek api yang sudah dimodifikasi berada dalam lemari kerja IS.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banjarbaru Sunarto menegaskan, pihaknya akan selalu kooperatif dalam kasus tertangkapnya IS. Ia juga menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

“Kita tidak akan ikut campur, meskipun yang bersangkutan adalah petugas dari Basarnas. Jika, terbukti maka kita ikuti proses hukumnya. Sanksi dari Basarnas kepada yang bersangkutan bisa jadi pemecatan, jika kasus ini sudah inkrah,” tuturnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->