Connect with us

NASIONAL

Melihat Grafik Covid-19 di Sembilan Provinsi Usai 2 Pekan Ditangani Luhut

Diterbitkan

pada

Luhut ditunjuk Presiden Jokowi untuk menurunkan angka Covid-19 di sembilan Provinsi, termasuk Kalsel. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Hampir dua pekan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo bersama-sama mencoba menurunkan kasus Covid-19 di 9 provinsi. Bagaimana hasilnya?

Pada 15 September lalu keduanya mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo kepada Luhut dan Doni untuk menurunkan kasus Covid-19, angka kematian, dan meningkatkan kesembuhan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

Berdasarkan laman https://covid19.go.id/, grafik tambahan kasus covid-19 secara nasional dalam rentang waktu 15-28 September, cenderung meningkat.

Pada 15 September, tambahan kasus positif sebanyak 3.507, kemudian meningkat 3.963 pada keesokannya (16/9/2020). Lalu setelahnya menurun ke 3.635 (17/9/2020), namun meningkat kembali 3.891 (18/9/2020).



 

Setelahnya, tambahan kasus terus meningkat hingga capaian 4.168 kasus pada (19/9/2020), atau kali pertama menembus angka 4.000 kasus harian.

Bukannya menurun, tambahan kasus positif terus meningkat di angka 4.000 kasus. Bahkan tercatat tiga kali rekor berturut-turut pada 23-25 September.

Tambahan kasus pada 23 September sebanyak 4.465, 24 September 4.634, 25 September 4.823.

Dua hari selanjutnya pada 26-27 September, tambahan kasus Covid-19 mengalami penurunan, meski masih berada di angka 4.000 kasus dalam sehari. Tepatnya 4.494 (26/9/2020), dan 3.874 pada (27/9/2020).

Sementara Senin (28/9/2020) ada tambahan kasus sebanyak 3.509 kasus positif covid-19.

Secara akumulatif kasus positif selama September mencapai 103.926 kasus. Jauh lebih tinggi dari akumulatif kasus pada Agustus 66.420 kasus. Sementara periode 15-28 September ada penambahan 57.199 kasus baru.

Di 9 provinsi prioritas, akumulasi kasus positif selama dua minggu berturut-turut mengalami penurunan, meski ada beberapa provinsi masih menunjukkan peningkatan kasus.

Pada 15-21 September, di mana minggu pertama Luhut dan Doni menangani pandemi di 9 provinsi prioritas, akumulasi kasus Covid-19 di sana terhitung 27.329 kasus.

Kemudian minggu kedua menggunakan perhitungan 22-28 September sebanyak 19.836 kasus positif. Angka ini lebih rendah dibanding pekan sebelumnya.

Secara rinci, di 9 Provinsi prioritas seperti DKI Jakarta mencatat 8.219 kasus pada minggu pertama, kemudian turun pada minggu kedua 8.022 kasus.

Di Jawa Barat terjadi peningkatan, minggu pertama 2.911 kasus dan minggu kedua 3.941 kasus. Jawa Tengah 1.841 kasus minggu pertama dan 2.176 kasus minggu kedua.

Jawa Timur 2.645 kasus di minggu pertama, menurun di minggu ke dua menjadi 2.098 kasus. Kalsel 394 kasus, dan 420 kasus di minggu ke dua.

Sulawesi Selatan 927 kasus minggu pertama dan 951 kasus di minggu kedua.

Lalu di Bali 576 kasus di minggu pertama dan 751 kasus pada minggu kedua, Sumatera Utara 909 kasus minggu pertama dan 655 kasus di minggu kedua.

Terakhir, Provinsi Papua 604 kasus dan meningkat 823 kasus di minggu kedua.

Kemudian pada kasus kematian secara nasional dilihat dari grafik milik Satgas Covid-19 masih fluktuatif, namun cenderung menurun setelah tembus rekor 160 kematian dalam sehari.

Pada minggu pertama Luhut dan Doni menurunkan angka kematian di 9 provinsi, telah terakumulasi angka kematian berjumlah 608. Kemudian menurun di minggu kedua 569.

Namun ada kenaikan angka kematian di Jawa Barat, pada minggu pertama tercatat 20 kasus kematian, meningkat di minggu kedua 71 kasus.

Lalu kasus sembuh, dilihat berdasarkan grafik sembuh nasional masih fluktuatif.

Beberapa kali kasus sembuh menunjukkan kenaikan yakni pada 18 September (4.022 kasus), dan 25 September (4.343 kasus). Kasus sembuh di 9 provinsi meningkat pada minggu kedua sebanyak 19.609 kasus, dari minggu sebelumnya 15.701 kasus.

Hingga 28 September 2020, jumlah kasus positif di 9 provinsi tersebut adalah:
1. Bali: Positif 8.639 positif, 7.126 sembuh, 263 meninggal
2. DKI Jakarta: 71.339 positif, 57.657 sembuh, 1.695 meninggal
3. Jawa barat: 21.443 positif, 13.181 sembuh, 390 meninggal
4. Jawa Tengah: 21.930 positif, 15.574 sembuh, 1.397 meninggal
5. Jawa Timur: 43.174 positif, 36.323 sembuh, 3.138 meninggal
6. Kalimantan Selatan: 10.237 positif, 8.682 sembuh, 417 meninggal
7. Sulawesi Selatan: 15.354 positif, 11.503 sembuh, 413 meninggal
8. Sumatera Utara: 10.123 positif, 6.636 sembuh, 423 meninggal
9. Papua: 5.999 positif, 3.743 sembuh, 80 meninggal
(Kanalkalimantan.com/cnnindonesia)

Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

NASIONAL

Wajah Pembakar Halte Sarinah Diungkap, Publik: Ayo Kawal Sampai Ditangkap!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Narasi TV mengungkap para pelaku pembakar Halte Sarinah Jakarta saat demo tolak UU Cipta Kerja. Wajah-wajah terduga pelaku dipaparkan dalam sebuah video kronologis.(Narasi TV)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Narasi TV melalui kanal Youtube mereka mengungkap para pelaku pembakar Halte Sarinah Jakarta saat demo tolak UU Cipta Kerja. Wajah-wajah terduga pelaku dipaparkan dalam sebuah video berdurasi hampir 10 menit.

Dalam video tersebut, nampak wajah-wajah pelaku yang diduga menjadi pelaku pembakaran halte yang kerugiannya mencapai angka Rp 65 miliar ini. Narasi TV menayangkan penelusuran rekaman CCTV dan dokumentasi yang beredar di media sosial guna menelisik lebih dalam siapa dalang di balik perusakan Halte Sarinah.

Dari temuan mereka, ternyata para pelaku bukan berasal dari rombongan pengunjuk rasa di sana. Selain itu, ulah mereka nampak terorganisir dan dilakukan dengan penuh kesengajaan. Berangkat dari foto para pelaku pembakaran halte yang viral di media sosial, mereka menelusuri sejumlah unggahan di media sosial dan kamera CCTV.

Tim Mata Najwa menelusuri pergerakan para pelaku tersebut sebelum akhirnya melakukan aksi mereka. Disimak dari video Mata Najwa, orang yang menyulut api tiba-tiba datang dari arah Jalan Sunda. Sebelum melancarkan aksinya, mereka nampak seperti melakukan observasi lebih dulu.



Narasi TV mengungkap para pelaku pembakar Halte Sarinah Jakarta saat demo tolak UU Cipta Kerja. Wajah-wajah terduga pelaku dipaparkan dalam sebuah video kronologis.(Narasi TV)

Selain memastikan keadaan sekitar, segerombolan pria itu juga mengetik di ponsel seakan berkomunikasi dengan pihak lain. Menjelang petang, mereka datang ke lokasi unjuk rasa. Namun, gelagatnya berbeda dengan para demonstran lainnya. Pasalnya, arah gerak langkah mereka berseberangan.

Dalam rekaman CCTV beberapa dari mereka terekam bolak-balik mencari api untuk dibawa ke halte. Pertama, mereka melakukan pembakaran di halte sisi selatan. Salah satu pelaku kemudian merusak halte sisi utara. Dari rekaman CCTV yang didapatkan tim Mata Najwa, sejumlah orang yang merusak dan membakar halte terlihat saling mengenal satu sama lain.

Operandi mereka nampak terorganisir karena terlihat seolah sudah berbagi tugas sehingga saat pembakaran mereka lakukan dengan tenang dan fokus. Dari video penelusuran Mata Najwa tersebut, kemudian muncul dugaan bahwa para pelaku perusakan dan pembakaran halte bukan berasal dari massa aksi, melainkan orang yang memang sengaja datang untuk membakarnya.

Hal ini lantaran mereka datang ke lokasi kemudian memperlihatkan mereka langsung ke titik pembakaran dan secara terencana mengumpulkan sejumlah benda untuk di bakar di halte. Sampai saat ini belum diketahui identitas dari sejumlah orang yang merusak dan membakar halte Sarinah tersebut. Kendati begitu, Najwa Shihab selaku pembawa acara menuturkan bahwa pihaknya telah mengajukan video itu ke polisi untuk ditindak lanjuti.

“Sebelum ditayangkan di Mata Najwa, video ini sudah kami kirim ke polisi,” cetus Najwa. Sebelumnya diketahui, Halte TransJakarta Sarinah dibakar pada Kamis (8/10/2020). Api berkobar menghanguskan fasilitas angkutan umum ini

Pantauan reportase Suara.com di lokasi di saat yang sama, kondisi halte sudah terbakar. Bahkan hampir seluruh kaca halte ini sudah pecah berantakan. Pembakaran yang terjadi sekitar sore menjelang malam ini masih berlangsung sampai pukul 18.30 WIB. Di tiga titik, saat itu terlihat api masih menyala di halte ini.

Sejumlah warganet turut mengapresiasi unggahan video tersebut. Di saat yang bersamaan mereka menyayangkan langkah lamban dari kepolisian untuk mengungkap para pelaku. “Viralkan. Kawal sampai pelaku yang sebenarnya terungkap,” kata bagus tri dalam unggahan Youtube terkait.(suara)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

NASIONAL

Hari Sumpah Pemuda, Ini Pesan Pangeran Khairul Saleh

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pangeran Khairul Saleh (istimewa)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Perjalanan sumpah pemuda telah memasuki 92 tahun sejak diikrarkan oleh pemuda dan pemudi Indonesia dengan penuh semangat dan keberanian pada 28 oktober 1928.

Mencermati isi dari sumpah pemuda itu pada hakekatnya adalah pengakuan diri sebagai bangsa indonesia yang selalu mengembangkan rasa persatuan yang sudah barang tentu harus dijunjung tinggi dan dijadikan pijakan untuk melangkah ke depan. Semua menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan pemuda sebagai generasi penerus bangsa.

“Oleh karena itu pemuda harus siap menghadapi berbagai tantangan dengan meningkatkan kompetensinya terutama di era industri 4.0 yang mengedepankan adanya daya saing,” ujar anggota DPR Pangeran Khairul Saleh, Rabu (28/10/2020).

Menurut dia, kita juga masih mengalami tantangan arus globalisasi di berbagai aspek kehidupan yang kalau tidak waspada akan menggerus nilai-nilai persatuan dan budaya bangsa.



 

“Saat ini juga Indonesia masih diliputi masalah pandemi COVID 19 yang menimbulkan dampak di berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan ekonomi masalah pengangguran dan lain-lain.

Karenanya, tegas dia, Komisi III mengharapkan agar peringatan sumpah pemuda ini para pemuda dan pemudi harus optimistis , berpikiran jernih, visioner dan selalu mengedepankan persatuan untuk menghadapi segala tantangan dan menjadi pelopor untuk bangkit membangun Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan.

“Ingat pesan Bung Karno yang mengatakan berilah aku 10 pemuda maka aku akan mengguncang dunia. Sekali lagi kami mengajak pemuda untuk menjadi garda terdepan membangun Indonesia yang lebih maju. Jayalah Indonesiaku,” tegas dia. (kanalkalimantan.com/dhani)

Reporter : Dhani
Editor : Dhani


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->