Connect with us

INTERNASIONAL

Melihat Kehidupan Muslim di Wuhan, Kota Sumber Virus Corona

Diterbitkan

pada

Masjid Jiang An, Wuhan, China. foto: Ahmad Syaifuddin Zuhri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Belakangan ini Kota Wuhan menjadi ‘buah bibir’ masyarakat internasional. Pasalnya, ibu kota Provinsi Hubei, China itu dinilai sebagai kota sumber virus corona. Sebuah virus mematikan yang saat ini sedang mewabah di China dan menyebar ke beberapa negara lainnya. Hingga Ahad (9/2/2020), virus corona telah membunuh 871 orang dan menginfeksi puluhan ribu lainnya.

Luas Kota Wuhan adalah 8.494 kilometer persegi. Wuhan menjadi salah satu kota terpadat di China. Diperkirakan penduduk Kota Wuhan mencapai 11 juta jiwa, di mana—menurut sebuah survei yang dikeluarkan pada 2017- 1,6 persen dari total populasi adalah pemeluk agama Islam. Di sana, penduduk Muslim hidup berdampingan dengan penduduk lainnya.

Menurut mahasiswa Central China Normal University (CCNU) Wuhan yang juga Wakil Rais Syuriyah PCINU Tiongkok, Ahmad Syaifuddin Zuhri, ada empat masjid di Kota Wuhan. Pertama, Masjid Jiang An. Masjid ini memiliki empat lantai. Lantai satu untuk kantor, tempat wudhu, dan dapur umum. Lantai dua merupakan ruang shalat utama. Lantai ketiga adalah ruang-ruang kelas dan aula.

“Lantai keempat, kami tidak bisa masuk karena terkunci,” katanya.



Masjid Jiang An menjadi satu-satunya bangunan yang masih berdiri di lokasi situ. Bangunan di sekitarnya sudah dirobohkan karena rencananya di situ akan dibangun kompleks gedung modern. Rencananya, Masjid Jiang An akan dipindahkan lokasi baru, yang berjarak sekitar 1,3 kilometer dari lokasi yang sekarang. Disebutkan bahwa pembangunan masjid yang baru sudah selesai. Tinggal menunggu tahap akhir dan perizinan dari pihak yang berwenang.

Kedua, Masjid Hankou. Lokasi masjid ini cukup strategis karena terletak di petigaan besar, dekat dengan stasiun besar kereta api Hankou dan stasiun MRT line 1. Masjid Hankou terdiri dari enam lantai. Arsitekturnya merupakan perpaduan antara Arab, China, dan Eropa. Sementara di samping gerbang masuk masjid dibangun deretan toko.

Ketiga, Masjid Min Quan Lu. Masjid ini susah dicari karena berada di gang kecil dan di antara deretan toko penjual daging sapi dan kambing halal. Ada dua lantai yang digunakan ketika hendak dilaksanakan Shalat Jumat. Masing-masing lantai hanya mampu menampung 50 jamaah.

“Masjid ini yang terkecil yang saya temukan di antara masjid lainnya di Kota Wuhan,” ujarnya.

Keempat, Masjid Qiyi. Masjid ini terletak di distrik Wuchang. Luasnya mencapai 2.300 meter persegi dan mampu menampung hingga 500 jamaah. Masjid Qiyi juga menjadi basis Asosiasi Islam Provinsi Hubei. Selain masjid, di Jalan Qiyi pula berjejer toko-toko yang menjajakan makanan dan kebutuhan halal lainnya seperti daging, kue tradisional, roti naan Uighur, sayuran, buah-buahan, bumbu, hingga pakaian.

Zuhri menceritakan bahwa cukup mudah mencari warung halal di Kota Wuhan. Menurutnya, ada 12 warung halal yang ditemukannya di antara tempat tinggalnya hingga kampusnya, Central China Normal University (CCNU) Wuhan. Warung-warung halal tersebut dilengkapi dengan logo tulisan ‘Halal’ atau 清真 Qingzhen (baca: Tsingcen). Kebanyakan warung tersebut dimiliki Suku Hui Muslim. (muchlishon/nuonline)

Reporter : nuonline
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INTERNASIONAL

Bill Gates Kritik Uji Covid-19 di AS sebagai Tes Sampah!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bill Gates kritik kinerja mayoritas pengujian tes virus corona Covid-19 di AS. Foto: cnnindonesia
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Pendiri Microsoft, Bill Gates mengibaratkan kinerja mayoritas pengujian tes virus corona Covid-19 di Amerika Serikat sebagai sampah. Ia kecewa terhadap kinerja pengujian tes karena hasil tes memakan waktu lama.

Amerika Serikat saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 berjumlah 5 juta orang. Dari jumlah kasus itu, 160 ribu orang meninggal, hampir seperempat dari total kematian akibat Covid-19 di dunia. Demikian dilansir CNNIndonesia.com.

“Ya itu (kecepatan pengujian) hanya kebodohan. Mayoritas dari semua tes AS sepenuhnya sampah, terbuang percuma,” kata Bill Gates kepada Wired.

Mengenai efisiensi, dan keterlambatan hasil tes Covid 19, Gates mengatakan laboratorium menghasilkan ‘uang konyol’ dengan jaminan penggantian meskipun hasil tertunda. Hal ini membuat ia mengatakan ‘mayoritas’ dari semua tes AS benar-benar sampah dan terbuang percuma.



“Anda harus meminta sistem penggantian membayar sedikit ekstra selama 24 jam, membayar biaya normal selama 48 jam, dan tidak membayar apa pun apabila tak kunjung selesai,” kata Gates.

Gates menyatakan optimis dengan kandidat vaksin Covid-19 yang saat ini tengah menjalankan uji klinis fase ketiga. Melalui Bill and Melinda Gates Foundation, Gates telah memberikan dukungan finansial kepada beberapa kandidat vaksin terkemuka, termasuk yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dengan Universitas Oxford.

Namun, Gates menegaskan bahwa vaksin yang lebih efektif membutuhkan waktu pengembangan yang lebih lama. Gates berharap pengobatan yang efektif untuk virus Covid-19 juga akan dikembangkan untuk menyelamatkan banyak nyawa, beriringan dengan kehadiran vaksin.

Dilansir dari Indian Express, Bill and Melinda Gates Foundation juga memutuskan untuk menyediakan dana US$150 juta untuk membantu Serum Institute of India (SII) dengan cepat memproduksi vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford-AstraZeneca dan Novavax.

Sebagai bagian dari perjanjian baru ini, SII akan bertanggung jawab untuk mengirimkan hingga 100 juta dosis vaksin dengan harga Rp45 ribu per dosis untuk India dan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.(Kanalkalimantan.com/cnnindonesia)

 

Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

INTERNASIONAL

Mantan Perwira Intelijen Saudi: ‘Putra Mahkota Ingin Saya Mati’

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Foto: VOA
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, RIYADH – Seorang mantan perwira intelijen Saudi mengatakan putra mahkota Saudi menginginkannya mati dan satu tim pembunuh yang dikirim ke Kanada untuk membunuhnya berhasil dihentikan oleh para petugas pabean yang waspada.

Saad al Jabri mengatakan dalam gugatan hukum yang diajukan hari Kamis di sebuah pengadilan federal AS bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman ingin membungkamnya karena ia memiliki “informasi memberatkan” mengenai putra mahkota.

Perwira kawakan itu mengatakan dalam gugatan yang tidak disertai bukti pendukung itu bahwa satu tim pembunuh dikirim ke Kanada, tempat tinggal mantan perwira intelijen itu, hanya beberapa pekan setelah penulis Jamal Khashoggi dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul.

Khashoggi diyakini telah dimutilasi di dalam konsulat itu, dalam operasi yang kemungkinan besar diperintahkan oleh Salman. Penulis, yang kritis terhadap Salman itu, ke konsulat untuk mendapatkan dokumen-dokumen bagi pernikahannya.



Beberapa anggota keluarga Jabri telah ditahan di Arab Saudi dalam upaya untuk membuatnya kembali ke negara kerajaan itu.

Jabri termasuk staf mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, di mana ia adalah penghubung bagi sejumlah organisasi mata-mata Barat.

Dokumen pengadilan menyebutkan tim yang dikirim untuk membunuhnya membawa bertas-tas berisi peralatan forensik untuk membersihkan lokasi kejahatan sewaktu mereka dihentikan oleh petugas perbatasan Kanada yang curiga.

Para pengamat menyatakan belum jelas apakah pengajuan gugatan di pengadilan itu akan dilanjutkan dalam sistem pengadilan AS. Tetapi pengajuan itu telah menimbulkan perhatian terhadap situasi yang dihadapi Jabri serta terhadap putra mahkota yang menargetnya. (uh/ab)

 

Editor: VOA


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->