Connect with us

Bisnis

Memulai Bisnis dari Kamar 4 x 6 Meter, Bisnis Azna TTR Kini Membawahi 300-an Agen

Diterbitkan

pada

Foto: Dema
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Adalah Rona Hernawati -akrab disapa Rona-, pengusaha muda yang bergelut di bidang tour dan travel ini memulai bisnisnya sejak tahun 2015 lalu. Ia dan sang suami memilih nama Azna Tour and Travel Revolution sebagai merk dagang mereka dengan alamat Jalan Taruna Praja, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara.

“Azna itu gabungan dari nama suami saya, Azli, dan nama saya, Rona,” ucapnya.

Ia dan suami memulai usahanya ini dari sebuah kamar berukuran 4 x 6 meter, yang mana kamar tersebut berisikan kasur, lemari, kulkas dan meja komputer. Bisa dikatakan kamar ini adalah kamar kos.

“Jadi bagi orang-orang yang ingin tau apa sih bisnis tour and travel itu, kami memberikan penjelasannya juga di dalam kamar itu. Kalau mengingat-ingat masa lalu saat masih merintis usaha ini, jelas sangat mengharukan sekali bagi saya dan suami,” kenang Rona.



Rona dan sang suami, Azli memilih untuk bergelut di usaha tour and travel bukan tanpa alasan. Dasar mereka memilih usaha itu karena dua faktor, keadaan dan potensi prospek bisnis tour and travel yang sangat bagus dan cerah.

“Dasar yang pertama yaitu karena keadaan. Dulunya saya adalah seorang mahasiswi lulusan sekolah tinggi ilmu kesehatan yang bekerja di suatu instansi kesehatan, sebagai tenaga kerja sukarela. Soalnya ketika itu belum ada penerimaan tenaga honorer, tapi karena saya ingin mencari pengalaman kerja dan juga penghasilan, akhirnya saya bekerja di situ,” ujar perempuan yang memiliki hobi mengunjungi wisata sejarah ini.

Namun, penghasilan yang didapatkan dari bekerja di instansi kesehatan itu tidaklah mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya bersama suami tercinta. Sang suami dulunya sebelum bergelut di bisnis tour and travel ini, bekerja sebagai tukang upgrade handphone, hardware/software dan sebagainya.

“Bagaimana untuk membantu kehidupan orang tua kami, sedangkan untuk kehidupan kami saja masih belum mencukupi. Maka dari itu saya akhirnya memilih untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Alhamdulillah saya diterima bekerja di suatu perbankan dengan gaji yang bisa dikatakan lumayan. Tapi kehidupan kami selama 1 tahun ternyata bertahan seperti itu-itu saja,” beber pengusaha kelahiran Jorong, 2 Februari 1993 silam ini.

Untuk merubah kehidupan mereka, pada suatu ketika ia dan sang suami ditawari bisnis tour and travel oleh seseorang yang mereka anggap sudah sukses di bidang itu.

Tidak lama kemudian setelah mendapatkan tawaran itu, Rona berunding dengan suaminya untuk menentukan pilihan, bertahan dengan pekerjaan yang ada atau berani mengambil resiko menuju kesuksesan di bidang tour and travel.

“Akhirnya kami mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha tour and travel. Karena pada dasarnya bisnis usaha ini tidak ada matinya. Kita lihat saja bandara tidak pernah sepi, setiap hari pasti ada penerbangan dan penumpang. Artinya kebutuhan akan tiket pesawat oleh orang-orang begitu tinggi untuk bepergian kemanapun. Dari situ kami pikir ini memang usaha yang luar biasa untuk merubah kehidupan kami,” ungkapnya.

Pilihan mereka terbukti tepat. Kehidupan mereka kini telah berubah hingga bisa membuka kantor baru di sebuah Rumah Toko (Ruko), yang tentunya lebih besar dari kamar berukuran 4 x 6 meter yang mereka tinggali dulu. Awalnya hanya bisa jalan-jalan di dalam kota provinsi, kini mereka sudah bisa melakukan tur kemanapun mereka mau.

Foto bersama usai Launching Azna Tour and Travel

Azna Tour and Travel Revolution ini melayani biro perjalanan berupa tiket pesawat yang sudah menjalin kerjasama dengan seluruh maskapai yang ada di Indonesia. Pelayanan mereka tidak hanya tiket pesawat domestik saja, namun juga tiket pesawat untuk perjalanan ke luar negeri.

Selain itu, Azna Tour and Travel Revolution juga melayani Tur Wisata Domestik serta Tur Wisata Mancanegara. “Misalnya tur ke Bali, Jogja, Malang, Bandung dan lainnya. Sedangkan untuk yang mancanegara kami melayani tur ke Jepang, Sepang, Korea, Singapura, Kuala Lumpur dan lainnya,” jelasnya.

Tidak hanya tur wisata domestik dan luar negeri, Azna TTR juga melayani perjalanan Umroh 5 Gratis 1. Maksudnya adalah, apabila ada 5 orang yang mau umroh menggunakan jasa Azna TTR, maka gratis untuk 1 orang lainnya.

“Kami sebagai pengusaha travel juga tidak hanya berdiam diri di kantor saja. Kami juga sering mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Indonesia. Selain untuk menambah wawasan, kami juga membawa rombongan tur biasanya,” akunya.

Dari sekian banyak destinasi wisata yang ia dan suami kunjungi, Jogja merupakan daerah wisata yang menurutnya paling berkesan. Pasalnya, Kota Jogja merupakan kota di luar Kalimantan Selatan yang pertama kali mereka kunjungi menggunakan dana dari hasil jerih payah mereka di bisnis ini, selain karena Jogja memiliki budaya asli Indonesia yang cukup kental.

Dari yang awalnya mandiri merintis usaha Tour and Travel hingga berkembang sedemikian pesat, kini Azna Tour and Travel telah menaungi travel agen kurang lebih 300 orang yang tersebar tidak hanya di Kalimantan Selatan, namun juga di beberapa wilayah yang ada di Indonesia.

Perkembangan destinasi wisata baru yang ada di Kalimantan Selatan juga turut berdampak kepada usaha Azna Tour and Travel Revolution ini. Banyak orang di luar Kalimantan Selatan, yang ingin merasakan dan menikmati langsung objek-objek wisata yang ada di Kalimantan Selatan, menggunakan jasa Azna Tour and Travel Revolution.

Rencana ke depan dari Azna TTR ini adalah membuka peluang atau kesempatan kepada orang-orang yang ingin menjadi pengusaha TTR. Rona menyampaikan usaha ini bisa dijalankan tanpa modal yang besar, hanya perlu niat dan kemauan yang kuat untuk sukses dan terbuka bagi siapa saja.

“Semoga ke depannya juga kami bisa membantu orang-orang yang belum mempunyai pekerjaan, dengan menawarkan menjadi pengusaha tour and travel ini. Kami selalu berusaha amanah dalam mengelola bisnis ini serta menjaga kepercayaan masyarakat yang menggunakan jasa tour and travel kami,” lugasnya.

Layanan PPOB (Payment Point Online Bank) juga ditawarkan oleh Azna TTR. Seperti pembayaran BPJS, Leasing, PLN Bulanan, Token Listrik, TV berlangganan, pulsa HP, tiket kereta api, bus travel dan lain sebagainya (23 hak usaha). (dema)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Lima Tahun Budidaya Madu, Produk Madu Chairul Sampai Keluar Negeri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Chairul Mufti, pengusaha madu yang sukses membudidayakan madu lebah dan madu kelulut. Foto: dok.pribadi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang pria warga jalan Karang Karya, Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, sukses membudidayakan lebah madu dan lebah kelulut hingga ekspor ke sejumlah negara.

Adalah Chairul Mufti, menekuni usaha budidaya madu sejak tahun 2015 hingga saat ini. Ia mengaku sudah memiliki dua lokasi usaha budidaya madu kelulut di Tankisung, Kabupaten Tanah Luat dan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kepada Kanalkalimantan.com, Senin (26/10/2020), Chairul menceritakan kisahnya sebagai pengusaha madu kelulut dan madu lebah.

“Saat itu saya baru resign dari salah satu perusahaan kelapa sawit, saya berpikir mau usaha apa yang bisa dijalankan, usaha yang tidak mudah rusak, tapi mudah didapatkan, serta mudah saat dipasarkan, dan diperlukan semua kalangan umur,” katanya.



 

Ia mengatakan salah satu bentuk usaha yang tidak mudah rusak, mudah didapat, mudah dipasarkan, dan diperlukan semua kalangan umur, adalah jenis produk madu. Ia pun langsung serius menggeluti usaha madu tersebut.

“Ketika sudah menemukan usaha ini, saya mulai fokus dan serius untuk menjalankannya. Memang awalnya bingung bagaimana memulainya, tapi saya tidak menyerah begitu saja, terus belajar dan belajar, Alhamdulillah usaha saya bisa bertahan sampai saat ini,” ungkapnya. Sudah berjalan lima tahun lamanya Chairul mengeluti usaha madu kelulut tersebut.

“Alhamdulillah sudah berjalan lima tahun lamanya dari 2015 sampai saat ini, bagi saya ini adalah usaha yang sangat mengiurkan, disamping karena madu adalah obat kesehatan, juga sangat mudah dipasarkan,” tuturnya.

Selama lima tahun menggeluti usaha madu tersebut, Chairul berhasil memasarkan madu hasil produksinya ke seluruh Indonesia dari Aceh sampai ke Papua, bahkan sampi keluar negeri.

“Selain di Indonesia, produk saya juga sudah diorder sampai luar negeri, diantaranya Arab Saudi, Kuwait, China, Korea dan beberapa negara lainnya,” katanya.

Hasil produk lebahnya ada dua jenis yakni lebah yang tanpa sengat dan lebah yang bersengat.

“Di depan rumah saya memang sengaja saya buat empat tempat madu yang tidak bersengat hanya sebagai contoh saja,” katanya.

Memang waktu awal pandemi Covid-19 melanda, penjualan madu sempat menurun, tetapi sering berjalannya waktu, saat ini penjualan sudah meningkat. “Mungkin saat ini usaha lain lagi turun, tapi untuk madu sampai hari ini pesanan masih terus mengalir,” tuturnya.

Lanjut Chairul, untuk harga jenis madu bantal, madu lebah, rasanya manis untuk ukuran 100ml Rp 35.000, sedangakan ukuran 250ml Rp 80.000 ribu, dan ukuran 500ml Rp 150.000 ribu.

Sedangkan untuk jenis madu kelulut/klanceng dengan rasa asam manis, ukuran 100ml Rp 60.000 ribu, sedangkan ukuran 250ml Rp 130.000 ribu, 500ml Rp 250000 ribu, dan 500ml Rp 300.000 ribu, untuk bee polen kelulut Rp 80.000 ribu/cup.

Tertarik membudidayakan madu, Chairul siap menjadi teman sharing terkait budidaya madu.

“Saya terbuka kepada siapapun yang datang, yang ingin belajar ayo kita sama-sama saling berbagi ilmu,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Erick Thohir Catat Sejarah, Bank Syariah BUMN Merger Hari Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Suara.com/Achamad Fauzi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir hari ini, Selasa (13/10/2020) bakal menyatukan semua bank syariah BUMN. Merger Bank Syariah BUMN jadi tonggak sejarah di industri keuangan tanah air.

Sore ini, bank syariah BUMN yang diantaranya BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah akan menandatangani Conditional Merger Agreement Bank BUMN Syariah.

Jika terjadi, hal ini akan menjadi sejarah perbankan syariah Indonesia yang mana semua Bank Syariah milik pemerintah akan bersatu.

Pasalnya, mimpi Kementerian BUMN membuat bank-bank BUMN jadi satu akan terwujud. Sehingga, bisa membuat produk-produk yang menarik untuk nasabah Indonesia.



Sebelumnya, Erick juga melakukan merger pada Bank-bank Syariah milik Himbara. Dengan penduduk muslim terbesar di dunia pasti membutuhkan produk-produk syariah dari perbankan.

“Nah kalau syariah di-merger ia bisa menjadi top Indonesia bank yang menjadi alternatif pilihan. Ini yang kita coba lakukan segmentasi yang ada di Himbara supaya tidak kanibal dan memperkaya pada market,” tutur Erick beberapa waktu lalu.

Selain itu, Erick Thohir akan menata kembali Himpunan Bank Negara (Himbara). Alih-alih bakal membentuk Holding, Erick justru memiliki pemikiran lain.

Mantan Bos Mahaka Media ini akan membuat Himbara fokus pada satu segmen pasar. Dengan begitu, masing-masing bank tak saling bersaing.

“Contohnya BTN saya support ia menjadi bank fokus pada perumahan apakah dengan konsep mendorong mereka bersinergi BUMN seperti KAI seperti TOD, atau Perumnas, saya harap berfokus disitu,” ujar Erick.

Selanjutnya, tutur Erick, pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan fokus menyalurkan kredit mikro atau UMKM. Sedangkan, Bank Mandiri akan fokus menggarap segmen korporasi besar.

“BNI saya challenge, saya harap BNI menjadi source of international funding, contoh saja, mohon maaf ini baru permikiran saya tawarkan Direksi BNI, kalau BNI terus compete sama Bank Mandiri dan lain-lain apa bedanya? Saya harap BNI ini menjadi international banking kita. Footprint BNI sudah ada di New York, Hong Kong dan lain-lain,” ucap dia. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->