Connect with us

RELIGI

Menag Akan Terapkan Sertifikasi Dai dalam Waktu Dekat

Diterbitkan

pada

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan program dai/penceramah bersertifikat segera digulirkan dalam waktu dekat. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan bahwa program dai/penceramah bersertifikat segera digulirkan dalam waktu dekat. Ia menegaskan program tersebut sudah dibahas oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Kemenag pada tri wulan ketiga ini akan punya program dai bersertifikat. Ini sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres,” kata Fachrul dalam keterangannya dikutip dalam situs Kemenag, Kamis (13/8).

Lebih lanjut, Fachrul dilansir CNNIndonesia.com menegaskan, program tersebut bertujuan untuk mencetak dai yang berdakwah di tengah masyarakat tentang Islam rahmatan lil alamin. Ia pun berharap ke depannya masjid-masjid bisa diisi oleh para dai-dai bersertifikasi.

Fachrul berharap, masjid nantinya tidak hanya sekadar menjadi sarana sebarkan iman dan takwa. Lebih dari itu, masjid bisa dijadikan sarana menguatkan kerukunan bangsa. “Masjid bisa diisi para dai itu untuk mendakwahkan Islam yang damai dan penuh toleran,” kata dia.



Meski demikian, Fachrul menegaskan program dai bersertifikat ini sengaja tidak digelar secara mengikat. Program ini, kata dia, bisa diikuti bagi penceramah yang berkenan mengikutinya.

“Untuk dai yang tidak ingin ikut, juga tidak ada paksaan,” kata Fachrul.

Program sertifikasi dai atau penceramah sempat dilontarkan oleh Fachrul pada akhir 2019 lalu. Program itu dibentuk guna menangkal gerakan radikalisme lewat mimbar masjid. Dia sempat bercerita saat ini banyak penceramah yang membodohi umat lewat ceramah.

Fachrul berkata sertifikasi penceramah akan diterapkan mulai 2020. Program ini akan melibatkan ormas Islam yang ada di Indonesia. MUI sendiri sudah lebih dulu memulai program tersebut pada November 2019 lalu.

Wacana ini pun menimbulkan kontroversi di publik. Salah satunya datang dari PA 212 yang menuding ada agenda terselubung yang direncanakan MUI dan Kemenag dalam sertifikasi pendakwah. (rzr/cnnindonesia)

 

Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Kata Gus Baha tentang Azan ‘Hayya Alal Jihad’

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rais Syuriyah PBNU, KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha). Foto: NU Online/Ahmad Hanan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Belakangan ini viral beberapa video berisi sekelompok orang melantunkan azan dengan menambahkan bacaan ‘hayya alal jihad’. Fenomena itu tak pelak membuat sebagian umat Islam menjadi resah dan bingung tentang tujuan serta hukum atas azan yang berisi ajakan jihad tersebut.

Beberapa tokoh ulama telah memberikan tanggapan terkait peristiwa itu, salah satunya KH Bahauddin Nursalim atau yang dikenal dengan Gus Baha.

Gus Baha menuturkan, dahulu, bangsa Indonesia tergerak untuk berjihad saat dijajah oleh Belanda sesuai dengan konteksnya. Apalagi dikuatkan dengan fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari sebagai ulama yang berpengaruh dan disegani.

“Semua itu kan muqtadhol hal (مقتضى الحال) yakni sesuai dengan konteksnya. Kalau dalam keadaan damai, orang juga tidak suka jihad,” tutur Gus Baha saat menjawab pertanyaan seorang jamaah dalam sebuah majelis pengajian di Pondok Pesantren LP3IA, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (2/12/2020) disiarkan di Youtube melalui Official LP3IA.



 

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengaku pernah membaca di beberapa literatur klasik yang berisi kewajiban jihad. Hal itu penting sebagai tuntunan umat Islam dalam berjihad. Karena bila tidak ada referensi dari kitab tersebut, umat Islam tentu bingung saat ada kewajiban berjihad melawan Belanda dan Jepang.

“Hukum itu berdasarkan muqtadhol hal (konteks). Maka hukum itu jadi gugur ketika muqtadhol hal itu tidak ada. Di mana-mana jihad itu ada konteksnya,” terangnya.

Tetapi di luar konteks jihad, Gus Baha mengimbau umat Islam agar berpegang teguh pada sikap saling mencintai, melengkapi, menghormati, dan saling berdoa ‘Allahummahdina fiman hadait’ (Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk).

“Saya mohon, agama ini datang tidak suka adu-adu (pertikaian, red). Jadi yang tukang adu-adu harus tobat karena ancamannya berat. Termasuk contoh adu-adu, menyampaikan perkataan ini untuk membenturkan ini dan ini. Sudahlah, kamu dan kita semua membayangkan ketemu Allah berani tanggung jawab apa tidak?” pinta Gus Baha.

Pengasuh Pesantren LP3IA Rembang itu mencontohkan guru-gurunya seperti KH Maimoen Zubair dan ayahandanya KH Nursalim yang selalu berdoa ‘allahumma allif baina qulubina wa ashlih dzaata bainina’ dengan harapan agar hubungan selalu di antara sesama baik-baik saja.

“Jadi, kalau ingin Indonesia damai, semua wali, yang bukan wali, apalagi menjabat, harus berdoa. Yang bisa mendamaikan hanyalah kehendak Allah, kita tidak bisa, karena itu sudah sunnatullah,” harapnya.

“Saya mohon sekali, kita sering berdoa, kita disatukan oleh Indonesia, semuanya anak Indonesia harus kita hormati. Kita ingin Indonesia baik dan lebih baik. Karena PR kita ini banyak sekali, jangan habiskan hal-hal begitu. Ini bukan jawaban saya, tapi jawaban nurani seluruh Indonesia dan bangsa dunia,” pungkas Gus Baha. (nuonline)

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Kubah Datuk Kelampayan Kembali Ditutup, Setelah Sempat Sepekan Dibuka

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tangkapan layar surat resmi dari Yayasan Ukhuwah Keluarga Sepuluh Zuriyat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datuk Kelampayan). Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Setelah sempat sepekan dibuka, kini Kubah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datuk Kelampayan kembali ditutup, Senin (23/11/2020).

Penutupan Kubah Datu Kelampayan yang berada di Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel ini, setelah terbit surat resmi dari Yayasan Ukhuwah Keluarga Sepuluh Zuriyat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datuk Kelampayan).

Dalam surat itu disebutkan bahwa penutupan Kubah Datuk Kelampayan karena masih pandemi Covid-19, serta mendukung pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Surat tersebut berbunyi, sehubungan dengan kepedulian kita bersama mendukung program pemerintah dalam mencegah berkembangnya Covid-19 yang melanda di seluruh Indonesia, dengan ini kami selaku pengelola dan penanggung jawab maqam atau Kubah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari memberitahukan bahwa melakukan penutupan kembali maqam Kubah Datu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari untuk kegiatan ziarah dan majelis ta’alim sampai dengan waktu yang belum ditentukan.



Demikian pemberitahuan ini disampaikan semoga para peziarah agar bersabar dan menunggu sampai ada info resmi selanjutnya, demikian bunyi pemberitahuan resmi itu. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->