Connect with us

HEADLINE

Menembus ‘Tol Baru’ Poros Awang Bangkal, Banjar-Km 52 Mentewe, Batulicin (Bagian-2)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

‘Tol baru’ poros Awang Bangkal-Batulicin sebuah proyek mercusuar pada awal perintisan jalan ditentang aktivis lingkungan karena diduga menabrak kawasan hutan lindung.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Jalan poros Awang Bangkal-Batulicin Foto : bie
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Abi Zarrin Al Ghifari, Awang Bangkal-Batulicin

Jalan ‘tol baru’ poros Awang Bangkal-Batulicin memang jelas memangkas jarak dan waktu perjalanan dari Batulicin-Banjarmasin. Saat ini perjalanan dari Batulicin-Banjarmasin harus memakan waktu 5 sampai 6 jam. Namun adanya poros Awang Bangkal, Banjar-Km 52 Mentewe, Batulicin, jauh lebih dekat dan hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam.

Sepanjang Kanalkalimantan.com menembus jalan poros dari titik Km 0 di Awang Bangkal hingga Km 52 Mentewe, Tanah Bumbu, jalan ini memang membelah kawasan hutan ‘perawan’ di tengah pegunungan Meratus. Di sisi kiri kanan jalan seluas mata memandang tak ada kampung atau permukiman warga. Mata kita hanya disajikan dengan kawasan pegunungan dan hutan hijau yang dimanfaatkan oleh sebagian warga.

Pembangunan jalan bebas hambatan sepanjang 164,5 kilometer yang menghubungkan antara Awang Bangkal, Kabupaten Banjar dengan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu boleh jadi menjadi salah satu mega proyek yang ditunggu-tunggu warga Banua, namun tidak bagi para pecinta lingkungan.

Awal tahun 2017 silam ketika awal pembabatan jalur poros ini, para aktivis lingkungan menentang pengerjaan jalan yang dikerjakan dibagi menjadi dua arah yaitu dari Awang Bangkal, Kabupaten Banjar dan Mentewe, Batulicin menggunakan anggaran dari pemerintah provinsi Kalsel.

Berdasarkan analisis peta hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang berhasil didapatkan Walhi Kalsel, jalan poros yang melintasi daerah Kabupaten Banjar itu membabat puluhan kilometer kawasan hutan lindung dan produksi.

Menurut catatan Walhi Kalsel, berdasarkan analisis peta hasil studi kelayakan sedikitnya ada 25 kilometer dari total panjang 164,5 kilometer jalan yang dibangun, masuk kawasan hutan lindung.

Kala itu, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengungkapkan melalui peta hasil FS dapat dilihat 25 kilometer dari pembangunan akan memakan kawasan hutan lindung.

47 kilometer diantaranya masuk dalam kawasan hutan produksi. “Selain itu, 20 kilometer lagi berada di hutan produksi yang dapat dikonversi, dan sisanya 5 kilometer berstatus hutan produksi terbatas,” kata Kisworo pada medio awal tahun 2017 silam.

“Coba hitung, sepanjang 25 kilometer dikali lebar jalan. Berapa puluh hektare kawasan hutan lindung akan dibuka sebagai dampak pembangunan jalan tol?” ujarnya.

Pemprov Kalsel segera mengkaji ada banyak dampak lingkungan yang ditimbulkan, salah satunya potensi kerusakan yang terjadi di kawasan hutan lindung.

Dampak lainnya yang dikhawatirkan adalah ancaman terjadinya praktek illegal logging (pembalakan liar) termasuk munculnya kegiatan tambang di wilayah tersebut. “Pembangunan jalan itu dengan cara membabat hutan lindung jelas memperparah kondisi darurat ruang dan ekologis Kalsel,” ucap Kisworo. Saat ini saja, 33 persen wilayah Kalsel sudah dikuasai izin pertambangan dan 17 persen perkebunan sawit.

Hanya saja ‘protes’ aktivis lingkungan saat itu tak didengarkan, buktinya jalan poros Awang Bangkal, Banjar-Km 52 Mentewe, Batulicin, kini sudah bisa ditembus dan terus dikerjakan. Jalan poros selebar lebih dari 50 meter itu, terus digenjot. Di beberapa titik jalan, sudah dibangun jembatan. Kanalkalimantan.com, sempat mendapati sedikitnya ada 5 jembatan beton sudah selesai dibangun dari titik 0 di Awang Bangkal hingga ke titik Km 13 di Desa Rantau Balai, meski belum bisa difungsikan. Tapi oprit dan badan jembatan sudah rampung dikerjakan. Hanya saja, di titik-titik proyek jembatan jalan poros Awang Bangkal-Km 52 Mentewe, Batulicin itu, tak ada satupun papan nilai proyek yang bisa menjelaskan pembangunan itu berasal dari dana mana.

Saat Kanalkalimantan.com singgah di daerah perbatasan Desa Ali Mukim-Sumber Baru, Kecamatan Sungai Pinang, mendapati warga yang biasa berkebun atau bahuma di atas gunung mengakui, jalan poros ini sudah tembus hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Banjar-Kabupaten Tanah Bumbu. “Memang saya juga belum pernah melewatinya hingga ke ujung jalan yang katanya tembus ke Batulicin ini, tapi dari beberapa pekerja proyek di camp Tamunih dan Sungai Kusan, para pekerja turun naik ke sana pasti lewat desa Sumber Baru,” beber Saniah, pedagang warung kecil di pinggir jalan desa Ali Mukim-Sumber Baru.

“Mereka yang berkerja di camp atas sana, sering singgah di sini, hendak ke atas atau mau pulang ke Pengaron, bisa lewat langsung ke Awang Bangkal lebih dekat, atau memilih turun ke Pengaron,” cerita warga Ali Mukim ini.

Sekadar diketahui saja, camp Sungai Tamunih dan camp Sungai Kusan merupakan titik para pekerja jalan poros Awang Bangkal-Batulicin sedang bekerja meneruskan pembuatan ruas ‘tol baru’ ini. Camp Sungai Tamunih  dan Sungai Kusan -Kabupaten Tanah Bumbu- berjarak tempuh sekitar 1 jam dari desa Sumber Baru, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, melintasi Desa Kahelaan dan Desa Hayupi terlebih dahulu.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor meminta dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk merealisasikan pembangunan jalan poros Awang Bangkal, Kabupaten Banjar-Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Gubernur Kalsel sekitar setahun silam, di Banjarmasin pada Kamis (1/3/2018), rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut merupakan salah satu program starategis Pemprov Kalsel untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batulicin. “Kita sangat berharap Kementerian PUPR bisa membantu untuk mewujudkan program tersebut,” katanya.

Proposal rencana pembangunan jalan bebas hambatan yang akan memangkas waktu perjalanan dari Banjarmasin-Batulicin yang kini 5-6 jam menjadi hanya tiga jam tersebut telah disampaikan.

Menurut Paman Birin, mewujudkan program tersebut pihaknya telah menyampaikan ke presiden dalam berbagai kesempatan, namun belum ada tindak lanjut. (bie)

Reporter:Bie
Editor:Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Covid-19 Kalsel Terus Melonjak, Kepala BNPB, Menkes, hingga Menko PMK Cek Langkah Provinsi!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Harian Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Abdul Harris Makkie menyampaikan rencana kedatangan kepala BNPB, Menkes dan Menko PMK ke Kalsel. Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tingginya kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Pusat, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, turun tangan. Mereka akan datang pada Minggu (7/6/2020), guna meninjau langsung penanganan Covid-19 di Kalsel.

Ketua Harian Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Abdul Harris Makkie mengatakan, hari ini ia telah menerima informasi langsung dari penghubung BNPB. Jika dipastikan datang, Kepala BNPB itu kemungkinan akan datang bersama dua menteri.

“Insyaallah hari Minggu beliau (Kepala BNPB) datang dan kemungkinan juga bersama dua menteri. Tapi kita belum dapat konfirmasi protokol, (karena) rencananya yang datang itu Menteri Kesehatan maupun Menko PMK yang akan datang ke Kalsel,” ungkap Harris Makkie di Banjarmasin, Jumat (5/6/2020) siang.

Kedatangan itu akan dikemas dengan beberapa kunjungan ke beberapa tempat lokasi, serta melihat lokasi-lokasi yang akan disepakati nantinya. Harris Makkie mengungkapkan, kedatangan Kepala BNPB dua menteri itu merupakan sebuah kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Kalsel.

“Kita mengapresiasi kedatangan menteri ke Kalsel itu positif, dan kita memanfaatkan kedatangan itu. Kita mengapresiasi kalau pemerintah pusat memperhatikan Kalsel, sehingga saya berharap bagaimana kita bersama pemerintah pusat dan teman media menangani ini semua,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kalsel merupakan satu dari tiga provinsi di Indonesia yang akan mendapat perhatian khusus dalam penanganan Covid-19. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo sudah memerintahkan Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Pusat untuk memberi perhatian khusus, mengingat penyebaran Covid-19 di tiga provinsi ini cukup masif.

Hingga Jumat (5/6/2020) sore, sudah tercatat sebanyak 1.213 kasus positif Covid-19 di Kalsel. Jumlah ini sendiri menjadikan Kalsel menduduki peringkat pertama dalam penyebaran Covid-19 di pulau Kalimantan.

Sebelumnya, Kamis (4/6/2020) lalu, Kalsel mencatat kenaikan tertinggi angka infeksi corona tingkat nasional. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, kenaikan kasus positif corona di Kalimantan Selatan karena adanya kontak erat yang terjadi di dua pasar pada sepekan lalu.

“Jumlah ini cukup banyak dan hari ini tidak ada yang dilaporkan sembuh (di Kalimantan Selatan),” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (4/6), dilansir Katadata.co.id.

Data yang dihimpun Kanalkalimantan.com, jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Kalsel hingga awal Juni 2020 ini belum menunjukkan grafik penurunan, bahkan cenderung terus meningkat. Data yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Jumat (5/6/2020) menunjukkan adanya lonjakan kasus baru positif Covid-19, sehingga kini tercatat ada 1.213 kasus positif Covid-19 di Kalsel.

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama TNI, dan Polri untuk fokus mengendalikan virus corona di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Ini lantaran laju penyebaran Covid-19 di ketiga wilayah tersebut hingga saat ini masih tinggi.

“Tolong ini dijadikan perhatian khusus sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video, Kamis (4/6). (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Pertama Kali Sejak Pandemi Covid-19, Masjid Jami Banjarmasin Dipadati Jemaah Sholat Jumat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana Sholat Jumat di Mesjid Jami Banjarmasin. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pelaksanaan sholat Jumat di Masjid Jami, Banjarmasin, berjalan khusyuk meski dengan aturan baru. Yaitu menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah guna mencegah paparan Covid-19 di tempat ibadah.

Dalam pantauan di lokasi, jemaah memadati ruang utama hingga ke halaman dari masjid yang berlokasi di Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara tersebut untuk menjalankan ibadah sholat Jumat.

Menurut salah satu pengurus dari masjid tersebut, H Radiansyah mengatakan, diizinkannya pelaksanaan sholat Jumat lantaran sudah memenuhi persyaratan dari pemerintah. Di antaranya tidak memakai karpet sebagai sejadah bersama, menyediakan sabun untuk mencuci tangan dan melakulan screening di pintu masuk halaman masjid.

“Jemaah yang sholat juga diwajibkan untuk mengenakan masker, dan membawa sajadah sendiri untuk digunakan dalam pelaksanaan sholat berjamaah,” ucapnya, Jumat (5/6/2020) siang.

Ia mengaku sangat bersyukur atas izin yang diberikan pemerintah untuk menggelar salat Jumat berjamaah secara terbuka. Kendati shaf salatnya sendiri diberi jarak, hingga khutbah dan pelaksanaan sholat tak begitu lama. “Hanya memakai surah pendek saja. Ini dilakukan untuk meminimalisir terjadi penularan Covid-19 saat pelaksanaan ibadah di masjid,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu jemaah salat Jumat, Fahmi mengakui bahwa dirinya masih ada rasa takut dalam menjalankan ibadah dalam pelaksanaan salat berjamaah yang pertamakali digelar sejak ditemukannya kasus Covid-19 di Banjarmasin. “Ya tentu masih ada rasa takut. Karena kita khawatir terjadi penularan di tempat ibadah ini,” ujarnya.

Kendati demikian, ia ikut merasa senang dengan dibukanya kembali aktivitas masjid. Walaupun dengan beberapa catatan yang harus dipenuhi lebih dulu oleh jemaah. “Asalkan jemaahnya disiplin dan petugasnya selalu proaktif dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan, Insyaallah risiko penularan bisa ditekan,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Pemko Banjarmasin Sediakan Lahan Pemakaman Khusus Kematian Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lokasi TPU di bawah pengelolaan Pemko Banjarmasin di Jalan A. Yani Km 22 Banjarbaru. Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hingga Kamis (4/6/2020) sore, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan tercatat ada 93 kasus. Di mana, 78 kasus di antaranya tercatat berada di Kota Banjarmasin. Lalu, di manakah korban Covid-19 ini dimakamkan?

Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi, sebagian besar dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum milik Pemko Banjarmasin yang berlokasi di Jalan A. Yani Km. 22, Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru.

“Memang disediakan di sana oleh Pemko Banjarmasin. Saya kira masyarakat bisa paham, bahwa bisa dimakamkan di alkah keluarga dan di mana saja,” kata Machli, Kamis (4/6/2020) lalu.

Sehingga, masyarakat tidak boleh melarang adanya pemakaman korban Covid-19. Apalagi sampai harus ditolak untuk dimakamkan.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah pada Jumat (5/6/2020) siang, Kabid Pertamanan Sarana Dan Prasarana (PSP) Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Tarianto menambahkan, hingga kini pemakaman jenazah Covid-19 berjumlah 86 lahat dari 6 rumah sakit pengirim. Yaitu RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Sultan Suriansyah, RS Bhayangkara Banjarmasin, RS Suaka Insan Banjarmasin, RS Islam Banjarmasin dan RS Sari Mulia Banjarmasin.

“Lahan yang kita sediakan cukup sedang, yang bisa kita makamkan dan khusus warga yang mempunyai KTP Kota Banjarmasin,” kata Tarianto.

Ia menjamin, petugas pemakaman sudah menjalani rapid test dengan hasil yang non reaktif negatif. Bahkan, DLH Kota Banjarmasin juga dapat bantuan APD, vitamin, dan desinfektan dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan BPBD Kota Banjarmasin khusus untuk petugas pemakaman.

“Pemko menyediakan tanah makamnya saja gratis. Sedangkan penyelenggaraan pemulasaraan jenazahnya khusus dari pihak rumah sakit atau Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kota Banjarmasin,” tandas Tarianto.

Diketahui, luas lahan pemakaman khusus untuk korban Covid-19 asal Kota Banjarmasin disediakan seluas 2 ha. Sementara itu, petugas makam baik untuk di Tpu Muslimin Masjid Jami Banjarmasin dan Tpu Muslimin Km 22 Banjarbaru sebanyak 8 orang dan 1 oranh khusus pemandian atau pemulasaran. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->