Connect with us

MEDIA

Mengusung Tema “Never Give Up”, Summit XIII Forum Diskusi Radio Digelar Virtual

Diterbitkan

pada

Summit XIII FDR 2020 akan berlangsung virtual. Foto: FB FDR
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Summit XIII Forum Diskusi Radio (FDR) sejatinya digelar di Banjarmasin, namun hadirnya pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan Summit XIII ini dialihkan secara virtual.

Berbicara dengan Kanalkalimantan.com Herru Soleh, Vice President FDR menyampaikan, situasi pandemi Covid-19 membuat Summit XIII diputuskan untuk digelar secara virtual.

“Mengingat mobilisasi manusia yang rentan saat pandemi Covid-19 ini dan penerapan protokol kesehatan yang tidak memungkinkan, maka pada September diputuskan digelar secara virtual,” ucapnya.

Herru Soleh atau yang karib disapa Babe ini menyampaikan dengan tetap digelarnya Summit walau secara virtual, tidak mengurangi semangat anggota FDR dalam berbagi strategi bisnis radio kala pandemi maupun nanti di masa yang akan datang.



 

FDR Summit XII, 15-17 November 2019 di Banyuwangi. Foto: FB Forum Diskusi Radio

Sekadar diketahui saja, Forum Diskusi Radio (FDR) adalah sebuah perkumpulan insan radio yang resmi berdiri pada 17 November 2007 silam.

“Kondisi pandemi membuat situasi radio menjadi pasang-surut, sejak Maret 2020 lalu radio mengalami penurunan pendapatan secara drastis. Summit XIII FDR tetap dijalankan dengan mengusung tema Never Give Up, dimana peserta melakukan aktivasi dengan dengan membayar Rp 100 ribu dan akan mendapatkan akses webinar beserta kaos Summit FDR XIII,” ujar Babe.

Sementara itu, Bonny Prasetya menambahkan pendaftaran sudah dibuka sebulan yang lalu, dan sudah ada 170 pendaftar yang siap ikut di Summit virtual, pada Sabtu 28 November 2020 pukul 13.00 WIB.

“Ini tentu melebihi target peserta, berarti memang mereka sangat antusias mengikuti summit ini dan di masa pandemi. Kami dari FDR tentu saja mengajak teman-teman radio untuk tetap semangat, meskipun kita tahu pandemi ini meluluhlantakkan semua aspek ekonomi, begitu juga radio pasti terkena dampaknya, namun kami yakin, potensi radio di tahun-tahun mendatang ketika pandemi selesai, akan sangat melaju pesat,” ujarnya optimis.

“Semua membahas atau sharing soal cara mereka bertahan di masa pandemi, karena masing-masing radio punya kiat sendiri untuk menghadapi masa pandemi,” pungkas Bonny

Rangkaian acara dan pembicara Summit XIII FDR 2020 nanti adalah

Pembicara : Errol J (CEO-Suara Surabaya Media)
Guest Speaker : Meli (Ganie Radio Simalungun)
Moderator : Mamiek

Sesi Kedua
Pembicara : Iwoch Imansyah (masima radionet)
Guest Speaker : Rofiq Huda (Andika FM kediri)
Moderator : Wien

Sesi Ketiga
Pembicara : Denny Sompie
Guest speaker : Aris
Moderator : Wilsa

Tentang Forum Diskusi Radio

Forum Diskusi Radio (FDR) resmi berdiri pada 17 November 2007 silam. Forum ini hadir untuk menumbuhkan rasa percaya diri, semangat juang para insan radio di tanah air tercinta. Harley Prayudha (Presiden FDR) menyebut para anggota FDR dengan “Taliban” radio. Dikutip dari majalah Info (edisi 4 2014), dalam sambutannya di acara FDR Summit VII, 7-9 November 2014, di Kota Batu, Malang. Pria bernama lengkap Harliantara Prayudha mengungkapkan bawa berdirinya Forum Diskusi Radio merupakan sebuah kebetulan saja.

Herru Soleh (kiri) dan Harley Prayudha (kanan) dua orang pencetus berdirinya Forum Diskusi Radio. Foto: FB Forum Diskusi Radio.

Diawali pada tahun 2007, saat Harley terpilih sebagai ketua HPPI (Himpunan Praktisi dan Penyiar Radio Indonesia) Daerah Jawa Timur. Pertemuannya dengan Heru Soleh, merupakan awal sebuah diskusi kecil-kecilan membahas perkembangan radio dan orang-orang yang berkecimpung di dalamnya.

Tak lama berjalan dari pertemuan kedua insan radio yang telah lebih berkecimpung lebih dari 10 tahun di dunia radio, mereka pun bertemu dengan Bony Prasetya dari Yogyakarta, kemudian Agung menyusul. Hebatnya, Agung adalah seorang pembaca dari buku yang dituliskan oleh Harley, yakni “Pengantar Praktik Penyiaran Radio” tahun 2005.

Tak pelak setiap kali bertemu dengan Harley, Agung selalu membedah isi buku tersebut dengan penulisnya langsung. Mereka akhirnya memutuskan untuk membuat milist, sebagai media diskusi di dunia maya. Selain memudahkan untuk menjaring para insan radio di seluruh pelosok Indonesia, melalui milist berbagai kendala yang dialami oleh para insan radio di tanah air pun terungkap.

Mulai dari manajemen pengelolaan, teknis, hingga kesulitan menaikan rating.
Milist akhirnya mewadahi para insan radio untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan akan dunia penyiaran radio, tak heran pula jika jumlah anggotanya semakin banyak. Dan yang paling mereka tunggu-tunggu dari kegiatan diskusi adalah “Kopdar” yang diadakan satu tahun sekali dalam kemasan FDR Summit.

Tentang Summit Forum Diskusi Radio

FDR Summit, pertemuan para “Taliban” radio tahun demi tahun anggota FDR pun bertambah, terlebih ketika diselenggarakan pertemuan kecil-kecilan yang dikenal dengan Summit. Menurut Heru Soleh, Vice president FDR, istilah summit diambil agar terdengar lebih sederhana dan menarik. Teristimewa dalam setiap gelaran summit FDR adalah peserta dan pembicara datang dengan biaya sendiri, bertemu, berdiskusi dan saling berbagi disetiap kesempatan saat Summit.

Dibandingkan menggunakan istilah seminar yang cenderung statis, terlebih di dalam Summit diadakan coaching clinic, seminar dan diskusi yang mendatangkan narasumber yang kompeten di bidang penyiaran, juga terdapat demo aplikasi mutakhir yang mendukung dunia penyiaran radio. Di tahun pertamanya, FDR Summit I 2007 diselenggarakan di DIY Yogyakarta, pesertanya masih sedikit. Namun dengan militansi “Taliban” berdarah ‘R’ (Radio), peserta dan anggota FDR Summit pun bertambah.

Hingga kini Forum Diskusi Radio sudah melaksanakan 13 Summit yang diantaranya: Summit I Yogyakarta (2008), Summit II Surabaya (2009), Summit III Bandung (2010), Summit IV Bogor (2011), Summit V Semarang (2012), Summit VI Solo (2013), Summit VII Batu Malang (2014), Summit VIII Bali (2015), Summit IX Pekanbaru (2016), Summit X Jakarta (2017), Summit XI
Padang (2018), Summit XII Banyuwangi (2019), Summit Virtual XIII (2020). (kanalkalimantan.com/andy)

Reporter : Andy
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MEDIA

Siaran di Medsos Bebas! MK Tolak Gugatan RCTI soal Siaran Berbasis Internet

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: Antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA Suara.com – Mahkamah Konstitusi akhirnya menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Kamis (14/1/2021).

Permohonan judicial review itu diajukan PT Visi Citra Mulia (INEWS TV) dan PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) terkait siaran berbasis internet.

Dalam persidangan di gedung Mahkamah Konstitusi yang disiarkan secara daring, Hakim Konstitusi Arief Hidayat menegaskan internet bukan media atau transmisi pemancarluasan siaran.

Mahkamah Konstitusi menilai media lainnya yang dimaksud dalam Pasal 1 ayat 2 UU Penyiaran bukanlah internet.



Diketahui Pasal 1 angka 2 UU Penyiaran selengkapnya berbunyi “Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran”.

“Ketidaksamaan karakter antara penyiaran konvensional dengan penyiaran yang berbasis internet tersebut tidak berkorelasi dengan persoalan diskriminasi yang menurut para pemohon disebabkan oleh adanya multitafsir pengertian atau definisi penyiaran,” ujar Arief Hidayat membacakan pertimbangan.

Ia menuturkan layanan over the top (OTT/berbasis di jaringan internet) tidak dapat disamakan dengan penyiaran hanya dengan cara menambah rumusan pengertian dengan frasa baru.

Memasukkan begitu saja penyelenggaraan penyiaran berbasis internet ke rumusan pengertian atau definisi penyiaran tanpa perlu mengubah secara keseluruhan undang-undang dikatakannya justru akan menimbulkan persoalan ketidakpastian hukum.

Dengan ditolaknya permohonan itu, masyarakat tetap dapat memanfaatkan fitur siaran sejumlah media sosial. (suara)

Editor: suara

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

MEDIA

Selama Pandemi, Radio Masih Memiliki Tempat di Hati Pendengarnya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Erick Tohir Ketua Umum PRSSNI. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Radio masih memiliki tempat di hati pendengarnya bahkan di masa pandemi seperti saat ini.

Survey Nielsen menunjukkan jumlah pendengar radio periode April-Juni 2020 untuk Jakarta mengalami kenaikan lebih dari setengah juta pendengar. Begitu pula jumlah pendengar di 10 kota di Indonesia mengalami kenaikan lebih dari satu juta pendengar dari periode Januari-Maret 2020 (sebelum pandemi).

Data Radio Advertising Expenditure (Radex) yang diterbitkan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) pada Desember ini diharapkan dapat memberikan gambaran seberapa besar industri radio masih dipercaya oleh pengiklan untuk mempromosikan produknya.

Realisasi belanja iklan radio periode Januari hingga Oktober 2020 sebesar Rp947 miliar. Angka itu memperlihatkan bahwa belanja iklan radio di setiap bulan pada periode tersebut mengalami naik turun.




Kabar baiknya adalah pada September dan Oktober 2020 memperlihatkan adanya tren positif, dimana belanja iklan radio mengalami kenaikan mendekati pencapaian di bulan Januari 2020.

Data Radex PRSSNI menunjukkan produk minuman, produk kesehatan dan sosialisasi program pemerintah merupakan tiga kategori produk yang paling banyak beriklan di radio selama periode Januari-Oktober 2020.

Ketua Umum PRSSNI Erick Thohir berujar, “Data Radex yang dikeluarkan oleh PRSSNI mencakup hampir 60% dari jumlah kota yang memiliki Kepengurusan Daerah PRSSNI, dengan jumlah radio yang dimonitor sebanyak 20% dari 580 radio anggota PRSSNI. Dan PRSSNI akan terus berupaya memperbanyak jumlah kota dan jumlah radio agar data Radex bisa semakin mewakili nilai belanja iklan radio yang sesungguhnya.”

Pada ulang tahun ke-46 yang jatuh pada 17 Desember 2020, PRSSNI sebagai organisasi radio siaran swasta mengadakan edisi spesial ZOOMPA, yaitu kegiatan ngobrol bareng radio siaran se-Indonesia, membahas beragam topik diskusi untuk memajukan radio melalui platform Zoom Webinar.

Presiden Joko Widodo turut mengapresiasi eksistensi radio di Indonesia dengan memberikan ucapan selamat ulang tahun dan ungkapan terima kasih kepada seluruh radio swasta di Indonesia. “Radio telah menjadi partner efektif bagi pemerintah memerangi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Selain itu juga ada ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota PRSSNI dari Ketua Umum PRSSNI, Erick Thohir. “PRSSNI telah mengambil posisi strategis sebagai partner pemerintah, berkolaborasi memerangi Covid-19.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh pendengar radio Indonesia, beserta seluruh stakeholder industri radio Indonesia,” ujar Erick.

Dalam rangka HUT ke-46, PRSSNI juga menyelenggarakan lomba iklan layanan masyarakat (ILM) Radio Lawan Covid-19. Lomba ini khusus bagi radio anggota PRSSNI serta lomba ILM terkait sosialisasi 3M; mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak untuk para pendengar radio dengan total hadiah puluhan juta rupiah. (kanalkalimantan.com/andy)

Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->