Connect with us

Kabupaten Banjar

Menpar Arief Yahya Kunjungi Destinasi Wisata di Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Menpar ROI Arief Yahya saat berada di workshop penggosokan batu permata di desa Sungai Sipai. Foto : rendy

MARTAPURA, Ditengah kemajuan teknologi sekarang ini, Mentri Pariwisata RI DR Ir Arief Yahya MSc sarankan anak muda di Provinsi Kalimantan Selatan untuk memajukan sektor pariwisata melalui sosial media.
“Anak muda Kalsel saya sangat sarankan untuk mempromosikan pariwisata di Kalsel dengan digital media, komunitas digital ini sangat berpengaruh. Contoh saja, kedatangan saya ini sudah menjadi trending topik nasional itu pasti karena ulah komunitas,” kata Arief Yahya disela kunjungan kebeberapa objek wisata di Kabupaten Banjar, Senin (12/8).
Setidaknya ada empat lokasi yang dikunjungi anggota Kabinet Indonesia Kerja itu, pertama, sekitar pukul 06.00 Wita mengunjungi objek wisata Pasar Terapung di Lok Baintan di Kecamatan Sungai Tabuk.


Didampingi rombongan pejabat teras Pemerintah Provinsi Kalsel, Arief meluncur ke Lok Baintan setelah shalat Subuh dari kota Banjarmasin. Didampingi Sekda Kalsel A Haris Makkie, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, dan Kadis Perindustrian Kalsel Mahyuni.
Sekitar dua jam berada di Lokbaintan, melihat dari dekat aktivitas di pasar terapung setempat dan berinteraksi dengan sejumlah pedagang dan warga, Menpar RI melanjutkan perjalanan ke kota Martapura.
Menpar RI mengunjungi tempat pelatihan (workshop) penggosokan batu permata di desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, disambut sejumlah pejabat Pemkab Banjar. Diantaranya Asisten Bidang Ekobang I Gusti Nyoman Yudiana, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Haris Rifani, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian HM Farid Soufian, Kepala Disperindag I Gusti Made Suryawati, dan Kepala Satpol PP HM Ali Hanafiah. (rendy)

Reporter : rendy
Editor : bie

Kabupaten Banjar

Kabulkan Eksepsi, PN Banjarmasin Bebaskan Dirut PT RMM

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suhardi didampingi penasihat hukumnya Foto: putra

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin membebaskan Dirut PT Rahmah Mandiri Mulia (RMM), Suhardi bersama istrinya, yang sempat ditahan di Dit Krimsus Polda Kalsel sejak 21 Juli 2020.

Dalam putusan sela eksepsi yang disampaikan penasihat hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Rosmawati SH, MH, menyebutkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa dilanjutkan. Majelis hakim yang beranggotakan Heru Kuntcoro SH, Daru Swastika Rini SH, juga mengabulkan eksepsi dan membebaskan para terdakwa dari tahanan.

Sebelumnya, Suhardi bersama istrinya dilaporkan oleh mitra kerjanya di PT RMM yang berlokasi di Kabupaten Balangan terkait penggelapan jabatan dan dugaan pencurian sebesar Rp3,37 miliar. Atas laporan tersebut, keduanya sempat ditahan Polda Kalsel dalam penyidikannya terhitung dari 21 Juli 2020 Sampai 16 September 2020 guna penyidikan lebih lanjut saat sebelum ditetapkannya tidak terbukti.

Terkait putusan tersebut, Suhardi menyatakan terima kasih dan menilai majelis hakim telah memutus perkara dengan bijak. “Kami ucapkan terimakasih kepada majelis hukum telah memutus perkara ini dengan adil,” katanya.



Di sisi lain, kauasa hukum Samsul Hidayat mengatakan, bahwa perkara perdata yang disumberkan menjadi pidana dengan keputusan ketua majelis hakim kepada kliennya, menjadikan perkara tidak bisa dilanjutkan.

“Tentunya saya bersama klien saya akan mengambil sikap dengan merapatkan ke tim kuasa hukum untuk langkah lanjutan,” katanya.

Sebab sebelumnya, Suhardi pernah melaporkan tindak pidana pencurian dan penggelapan dalam jabatan ke Polres Banjar pada tanggal 29 Maret 2020 lalu. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan.

Terkait hal tersebut, Suhardi bersama penasihat hukumnya mendatangi Polres Banjar, Selasa (22/9/2020) guna menanyakan hal tersebut. Apalagi, Polda Kalsel juga telah mengeluarkan surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pengawasan Penyidikan (SP2HP2).

Dimana didalamnya memberikan petunjuk dan arahan kepada Subdit dan Polres Banjar untuk melaksanakan penyelidikan tindak pidana, serta melaksanakan penyidikan profesional, obyektif, transparan dan akuntabel.

Namun Kasat Rreskrim Polres Banjar belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut. (Kanalkalimantan.com/putra)

Reporter : Putra
Editor : Cell

Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Penataan Sekumpul Dimulai Tahun Depan, Tata Kelola Kawasan Didiskusikan Khusus

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Diskusi tahap pertama penyusunan rencana pembangunan insfrastruktur permukiman wilayah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, di aula Barakat, Selasa (22/9/2020). Foto: mckominfobanjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemkab Banjar gelar forum diskusi tahap pertama penyusunan rencana pembangunan insfrastruktur permukiman wilayah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, di aula Barakat, Selasa (22/9/2020).

Diskusi dipimpin Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Selatan Dardjat Widjunarso dihadiri Sekda Banjar HM Hilman, Kepala Bappedalitbang Banjar Galuh Tantri Narindra, tim konsultan Kementrian PUPR, koordinasi lintas sektor, juga dari PLN, Telkom, PDAM.
Dalam diskusi ini mendengarkan saran dan masukan, sekaligus menyamakan persepsi terkait rencana pembangunan infrastruktur pemukiman wilayah Sekumpul yang akan mulai dilaksanakan tahap pertama pada 2021, hingga tiga tahun kedepan.

Dardjat Widjunarso, Kepala BPPW Kalsel mengatakan, perlu adanya kerjasama lintas sektor demi perbaikan penataan wilayah Sekumpul menjadi sebuah kawasan religius, agamis, dinamis, tertata dan dapat meningkatkan kegiatan religi, sosial dan ekonomi masyarakat.

“Perlu adanya kerjasama pemerintah daerah dengan pihak terkait demi kelancaran penataan kawasan Sekumpul, agar proses pembangunan bisa tepat waktu sesuai deadline,” kata Dardjat Widjunarso.



 

Sementara itu, tim konsultan Kementerian PUPR Taufik memaparkan tata ruang kawasan Sekumpul akan diatur sedemikian rupa sehingga kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan yang bertumpu kepada pengembangan ekonomi melalui potensi religi dan potensi kota Martapura.

“Kawasan Sekumpul ditata sedemikian rupa agara kondisi ruang kota dimanfaatkan dan dikembangkan potensinya, beriringan dengan pertumbuhan ekonomi khas Martapura, dengan memelihara dan revitalisasi potensi kesejarahan dan religi, menciptakan kehidupan sosial, ekonomi dan budaya yang berkualitas,” pungkas Taufik. (kanalkalimantan.com/mckominfo/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->