Connect with us

Hukum

Merasa Diancam, Syahminan Bersama Kuasa Hukum Datangi Polres Banjar

Diterbitkan

pada

Datangi Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Banjar, wartawan senior Syahminan (pelapor) bersama kuasa hukum adukan dugaan intimidasi. foto: tim
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Datangi Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Banjar, wartawan senior Syahminan (pelapor) bersama kuasa hukum adukan dugaan intimidasi yang diduga dilakukan FR (terlapor) terhadap beberapa wartawan di Kabupaten Banjar.

FR sendiri diduga merupakan oknum wartawan gadungan di sebuah media online, sebelumnya diduga menipu seorang purnawirawan polisi –saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Banjarbaru.

Kasus ini sendiri bermula ketika terlapor merasa tersinggung, lantaran diduga berita online yang dimuatnya sama persis dengan berita online yang dimuat di salah satu media.

Sejumlah awak media mempertanyakan karya jurnalis tersebut dan memberi masukan terkait berita yang diduga di-copy pastenya itu, agar tidak nampak sama persis dengan media lain.



Diduga tidak terima masukan dari beberapa awak media, terlapor diduga menantang beberapa wartawan yang tergabung di Grub Mitra Polres Banjar untuk mendatanginya di Media Center di Martapura dengan ancaman berdarah-darah.

Datangi Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Banjar, wartawan senior Syahminan (pelapor) bersama kuasa hukum adukan dugaan intimidasi. foto: tim

Tidak hanya itu, terlapor juga sempat berfoto di lokasi yang dijanjikannya dan membagikannya di grub itu meminta ada wartawan yang tergabung di Grub Polres Banjar meladeninya.

BACA JUGA : Iming-imingi Bisa Kerja di Bandara, SM Lapor Polisi Ketipu Rp 10 Juta

Lantaran merasa diancam oleh terlapor, pelapor Syahminan bersama kuasa hukum didampingi beberapa saksi dan awak media mendatangi Polres Banjar mengkonsultasikan kasus tersebut.

“Kedatangan kita untuk mendampingi klien saya, mengkonsultasikan kasus yang diduga ada kekerasan ITE, kita datang juga membawa beberapa bukti screen shot dari Grub Mitra Polres Banjar itu, kita juga membawa beberapa saksi yang kebetulan juga teman-teman dari berbagai media di kalsel,” kata Jurkani, kuasa hukum pelapor Syahminan.

Ditambahkan Jurkani, Tim Divisi Hukum H2D ini, setelah bertemu dengan penyidik dan mengkonsultasikan kasus ini, dalam beberapa waktu dekat berencana akan  kembali datang ke Polres Banjar dengan membawa bukti laporan kronologis dasar.

“Tidak hanya ke Polres Banjar saja ya, rencananya kita juga akan membawa kasus ini ke Ditreskrim Polda Kalsel,” tutup Jurkani.

Apabila terbukti ada pengancaman ITE didalam kasus ini terlapor terancam  tindak pidana Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jo Pasal 45B UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dirumuskan dalam satu naskah. Terancam dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”. (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Hukum

Direktur Binapi ke Lapas Karang Intan, Lihat Langsung Kegiatan Produktif Warga Binaan  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Direktur Binapi Hendra Eka Putra mengunjungi Lapas Karang Intan, Rabu (21/10/2020). Foto : putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKAIMANTAN.COM, MARTAPURA – Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Dir Binapi Lakerpro) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Hendra Eka Putra, Rabu (21/10/2020), mengunjungi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Rombongan Dir Binapi Lakerpro didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel Abdul Karim, serta kepala satuan kerja Pemasyarakatan se-Banjar Raya, disambut langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas), Sugito beserta jajaran.

Direktur Binapi kemudian berkeliling melihat langsung kegiatan pembinaan yang sedang berlangsung di Lapas Karang Intan. Diantaranya perkebunan, perikanan, peternakan, pembuatan mebel dan sasirangan.

Pada tahun 2020, Lapas Karang Intan mendapat alokasi sebanyak 25 paket kegiatan pelatihan kemandirian. Hingga bulan Oktober 2020, 22 paket kegiatan telah terlaksana, dan 3 paket kegiatan sedang berlangsung.



Dari kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan, Lapas Karang Intan telah menyetorkan dana kepada kas negara sebanyak Rp 26.314.500 sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2020.

Kalapas Sugito mengatakan, Lapas Karang Intan bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pelaksanaan semua paket kegiatan pelatihan kemandirian, baik instansi pemerintah maupun perorangan yang membidangi.

“Kita bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pelaksanaan kegiatan, diantaranya Balai Latihan Kerja Kalsel, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, pengrajin sasirangan dan lain-lain, sejauh ini instruktur merasa nyaman memberikan pelatihan bagi warga binaan, karena warga binaan memiliki antusias yang tinggi dengan pelatihan yang mereka jalani, sebagai bekal kehidupan di luar Lapas nanti,” tutur Sugito.

Lebih lanjut orang nomor satu di Lapas Karang Intan ini menambahkan, pada tahun 2021 nanti, Lapas Karang Intan mendapatkan 10 paket kegiatan, dan akan lebih memanfaatkan lahan di dalam Lapas yang saat ini masih belum maksimal pemanfaatannya, agar lebih produktif dan bermanfaat bagi semua.

“Tahun depan (2021) Kita mendapatkan 10 paket kegiatan pelatihan, dan Kita akan memanfaatkan lahan yang ada di dalam Lapas, untuk dikelola agar menjadi lahan produktif, kita maksimalkan kegiatan warga binaan di dalam Lapas,” ujar Sugito.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Binapi Hendra Eka Putra berharap agar kedepannya Lapas Karang Intan dapat menjadi Lapas produktif, sesuai dengan program revitalisasi pemasyarakatan yang aktif menjalankan program pembinaan produksi.

Direktur Binapi berpesan agar Lapas Narkotika Karang Intan dapat menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan dengan baik, sesuai dengan yang telah menjadi ketetapan, jangan melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas.
(kanalkalimantan.com/putra)

Reporter : Putra
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Buntut Postingan Perpesanan di WhatsApp, ASN Pemko Banjarbaru Ditetapkan Tersangka

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Postingan status perpesanan aplikasi WhatsApp yang menyeret FM berurusan dengan hukum. Foto : Polres Banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru menetapkan seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru berinisial FM (46) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana penyebaran berita hoaks.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, melalui Kassubag Humas Iptu Tajuddin Noor mengungkapkan penetapan status FM sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan pemeriksaan sejak Kamis (15/10/2020) kemarin, termasuk pemanggilan sejumlah saksi.

“Terhadap saudara FM, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, baik anggota maupun orang umum yang mengetahui status atau postingan FM. Kita juga sudah melakukan gelar perkara untuk menetapkan dari lidik ke sidik,” katanya, Jumat (16/10/2020) siang.

Adapun dalam perkara ini, kata Iptu Tajuddin, tersangka terjerat dalam perkara dugaan tindak pidana penyebaran berita hoaks atau berita bohong sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.



“Ancamannya, lebih dari 3 tahun penjara,” tambahnya. Kabar bahwa FM yang saat ini tengah ditahan di Polres Banjarbaru, dibantah Iptu Tajuddin. Ditegaskannya, sampai saat ini FM tidak ada ditahan dan pihaknya tidak bisa melakukan penahanan.

“Mengingat ancaman hukuman 3 tahun, maka terhadap tersangka tidak bisa dilakukan penahanan. Namun proses hukum tetap berlanjut,” pungkas Kassubag Humas Polres Banjarbaru.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini menyeret kala FM mengunggah postingan melalui status perpesanan via WhatsApp pada Kamis (15/10/2020) pagi. Dalam komentarnya, ia menuliskan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung di Banjarmasin, akan rusuh jika dikawal oleh pihak kepolisian. Bahkan, ia juga menuliskan aksi demo akan disusupi petugas intel dari Polda Kalsel.

“Demo hari ini di Banjarmasin akan damai ketika dikawal TNI namun sebaliknya jika POLRI maka akan rusuh. Kepada adek-adekku dan kawan-kawan sekalian yang demo, hati-hati penyusup dari intel berpakaian almamater karena tidak tampak terlihat dari Polda ada beberapa intel yang membawa almamater patut di duga ini provokasi yang dilakukan oleh mereka untuk rusuh” begitu tulis FM.

Atas postingannya itu, Polres Banjarbaru melalui unit Resmob mengamankan FM di tempat kerjanya, yakni di kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru, Kamis (15/10/2020) sekitar pukul 11.00 Wita.

Menurut hasil pemeriksaan di Mapolres Banjarbaru, FM berdalih bahwa postingan status perpesanan di aplikasi WhatsApp tersebut tidak bermaksud untuk menyingung salah satu instansi. FM juga mengaku bahwa postingannya itu hanya menyampaikan kegelisahannya terkait situasi politik yang berkembang sekarang ini. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->