Connect with us

Kalimantan Tengah

Miliki 2 Paket Sabu, MT Diringkus Satresnarkoba Polres Mura

Diterbitkan

pada

MT kedapatan menyimpan sabu. Foto : polres mura
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PURUK CAHU, Satresnarkoba Polres Murung Raya (Mura) berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial MT (25), diduga pengedar Narkotika jenis sabu di Perumnas RT 14, RW 13, Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, pada Kamis (3/10/2019) pukul 20.30 WIB.

Kasatresnarkoba Iptu GS Rahail SH mengatakan, pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi narkotika jenis sabu di Perumnas Bahitom.

“Selanjutnya kami lakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi dan keberadaan pelaku tersebut,” tutur Iptu Rahail.

Pada saat diperoleh info bahwa tersangka berada TKP, segera dilakukan penyergapan terhadap tersangka, saat dilakukan penggeledahan badan ditemukan barang bukti 2 paket sabu seberat 0,38 gram. Kemudian dilakukan lagi penggeledahan di kediaman tersangka ditemukan alat isap sabu/bong miliknya.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Mura guna proses penyidikan lebih lanjut. Kepada tersangka kita kenakan pasal 112 ayat 1 sub 127 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dan denda minimal Rp 800 juta, maksimal 8 miliar,” ungkap Iptu Rahail. (dew)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kalimantan Tengah

Jadi 3 Orang, Pasien Positif Covid-19 di Kalteng Semua Berdomisili di Palangka Raya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA– Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menjelaskan, pada Selasa (24/3/2020) jumlah pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak satu orang dan jumlah keseluruhannya menjadi tiga orang.

“Pasien positif Covid-19 ini berumur 55 tahun, 20 tahun dan 12 tahun. Semuanya berdomisili di Palangka Raya,” katanya di Palangkaraya.

Sugianto menegaskan, saat ini Palangka Raya masuk dalam kategori zona merah dan kondisi itu jangan sampai diabaikan. Apa saja yang menjadi imbauan pemerintah, seperti menjaga pola hidup sehat dan pembatasan sosial atau ‘social distancing’ agar dipatuhi. Demikian dilansir Antara.

“Tolong ini menjadi perhatian kita semua. Saat ini kami bersama seluruh instansi terkait sudah dan sedang bekerja keras, untuk itu masyarakat juga harus sadar dan disiplin,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul menjelaskan, saat ini riwayat kontak satu pasien terakhir yang dinyatakan positif Covid-19 masih ditelusuri oleh Dinas Kesehatan Palangka Raya. “Riwayatnya masih ditelusuri oleh teman-teman di Dinas Kesehatan Palangka Raya, karena itu merupakan tugas mereka,” jelas Wakil Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng tersebut.

Pasien yang baru dinyatakan positif Covid-19 itu merupakan anak-anak berusia 12 tahun dan sebelumnya masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Saat ini ia masih dirawat di rumah sakit.

Kasus ini terus pihaknya selidiki dan kembangkan, pasalnya untuk dua kasus positif sebelumnya disebut ‘impor’, sebab satu pasien diketahui baru pulang dari ibadah umroh dan satunya lagi baru melakukan perjalanan dari Pemalang-Jakarta-Palangka Raya.

“Pasien positif terakhir ini kalau tidak pernah ke luar kota, berarti kasusnya transmisi lokal. Tapi semua masih kami selidiki,” tegas Suyuti Syamsul usai pelaksanaan jumpa pers terkait perkembangan COVID-19 di Kalteng. (antara)

Editor: antara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Tengah

Polisi Tangkap Perempuan Pembuang Sepasang Bayi Kembar di Sampit

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel memantau pemeriksaan seorang ibu yang menjadi tersangka pembuang bayi kembarnya. Tersangka (rambut panjang) dan seorang saksi (bukan suami tersangka) saat dimintai keterangan di Sampit, Rabu (18/3/2020) malam. Foto: ANTARA/Norjani
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, SAMPIT – Tidak sampai 24 jam, Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengungkap kasus pembuangan bayi kembar di Sampit yang pelakunya diduga adalah perempuan berinisial NR (25), yang merupakan ibu kandung kedua bayi itu sendiri.

“Tersangka mengaku melakukan itu lantaran takut dimarahi suaminya karena sebelumnya sang suami sudah mewanti-wanti tidak ingin punya anak lagi,” kata Kepala Polres Kotawaringin Timur, AKBP Mohammad Rommel, di Sampit, Kamis (19/3/2020).

NR dijemput di rumah kerabatnya di Jalan Samekto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Rabu sekitar pukul Rabu malam (18/3/2020) sekitar pukul 21.00 WIB. Lokasinya tidak jauh dari dia membuang kedua bayi kembarnya di Jalan Muchran Ali, depan Depo Pertamina.

Rommel bersama Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Ahmad Budi Martono, dan Kepala Polsek Baamang, Inspektur Polisi Satu Paramita Harumi, langsung datang ke lokasi. Awalnya NR tidak mengakui perbuatannya dengan berbagai dalih.

Setelah polisi memanggil bidan untuk memeriksa kondisinya, perempuan yang sudah mempunyai dua anak yakni laki-laki dan perempuan ini akhirnya mengakui bayi laki-laki kembar itu adalah bayi yang dilahirkannya, kemudian dibuangnya dalam kardus bekas di tempat pembuangan sampah.

Selama ini NR tidak mengakui sedang hamil. Kepada sang suami, dia mengatakan badannya memang sedang gemuk karena berat badannya bertambah.

Ia melahirkan bayi kembar laki-laki itu kebetulan saat suaminya berangkat ke Palangka Raya. Ia melahirkan bayi itu sendiri tanpa bantuan bidan pada Selasa dini hari (17/3/2020).

Baca juga: Bayi Laki Kembar Dibuang di TPS, Badan Kotor Penuh Sampah

Usai melahirkan, dia sempat beberapa kali menyusui kedua bay laki-laki yang baru dilahirkannya itu. Ia mengaku sangat takut dimarahi suaminya karena melahirkan lagi sehingga dia berpikir membuang bayi kembar itu. Niat itu akhirnya dilaksanakannya pada Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 21.30 WIB.

Usai membuang bayinya, NR berdiam diri di rumah. Ia mengaku memang berharap ada orang menemukan dan merawat anak ketiga dan keempatnya itu.

Bayi kembar NR ditemukan warga yang melintas dan mendengar suara tangisan. Kedua bayi laki-laki malang itu kemudian dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk dirawat secara intensif.

“Kasus ini masih kami dalami. Sejauh ini dia mengaku membuang bayinya karena takut dimarahi suaminya. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 305 atau 308 KUHP. Iia masih diperiksa penyidik, sekaligus bersama sejumlah saksi,” kata Rommel.

Kondisi kedua bayi itu dalam keadaan sehat. Bayi kembar itu masih dirawat secara intensif di RSUD dr Murjani Sampit hingga kondisinya membaik.

Setelah berita penemuan bayi tersebar, banyak warga yang berniat mengadopsi bayi laki-laki kembar itu, bahkan ada yang berasal dari luar daerah seperti Palangka Raya. Saat ini proses hukum masih berjalan. (antara)

Reporter : antara
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Tengah

Bayi Laki Kembar Dibuang di TPS, Badan Kotor Penuh Sampah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kondisi bayi kembar saat ditemukan dalam kardus di sebuah tempat pembuangan sampah di Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Hulu, Selasa (17/3/2020) malam. Foto: ANTARA/HO-Polsek Baamang
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, SAMPIT – Bayi kembar berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kardus di sebuah tempat pembuangan sampah di Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa (17/3) malam.

“Bayi sudah dirawat di RSUD dr Murjani Sampit. Beratnya 2,5 kg dan 1,970 kg. Alhamdulillah, menurut keterangan tenaga medis yang merawat, bayi dalam keadaan sehat. Satu bayi sudah mau minum susu, sedangkan bayi yang satunya masih pakai selang,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel, di Sampit, Rabu (18/3/2020).

Penemuan bayi kembar itu berawal ketika satu keluarga yang sedang menaiki sepeda motor melintas di sebuah tempat pembuangan sampah dekat Depo Pertamina Sampit, Selasa (17/3) sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat itu, suami istri dan dua anaknya ini mendengar suara tangisan bayi, namun mereka tidak langsung memeriksanya. Mereka kemudian singgah berbelanja di sebuah warung tidak jauh dari lokasi itu, dan menceritakan telah mendengar suara tangisan bayi.

Mereka kemudian bersama-sama mendatangi lokasi dengan menelusuri asal suara tangisan bayi yang terdengar dari arah tempat pembuangan sampah. Setelah diperiksa, mereka kaget ternyata ada dua bayi sedang menangis.

Dua bayi berjenis kelamin laki-laki yang diduga kembar itu dibalut seprai hijau dimasukkan sebuah kardus bekas. Keduanya terlihat dalam kondisi sehat dan diperkirakan baru dilahirkan, karena tali pusar masih menempel.

Saat ditemukan di tempat pembuangan sampah yang berlokasi di depan Depo Pertamina itu, sebagian tubuh bayi kotor terkena sampah.

Ketua RT 007 RW 002 Kelurahan Baamang Hulu Bakhrudin kemudian melaporkan penemuan bayi kembar itu ke Polsek Baamang dan petugas kesehatan setempat. Mereka juga meminta bantuan petugas keamanan Depo Pertamina Sampit untuk mengevakuasi bayi ke RSUD dr Murjani Sampit untuk diperiksa dan dirawat secara intensif.

Polisi masih menyelidiki siapa orang tua maupun orang yang membuang bayi kembar itu. Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk mengungkap siapa pelaku pembuang bayi kembar tersebut.

“Kami masih menyelidiki ini untuk mengetahui siapa orang tuanya dan siapa yang membuang dua bayi tersebut. Kami berharap bantuan informasi dari masyarakat supaya kejadian ini bisa segera kita ungkap,” ujar Rommel.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 305 KUHP, yakni barang siapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Namun, warga setempat bersyukur karena kedua bayi tersebut masih hidup. Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat. Mereka tampak emosional karena kasihan terhadap bayi kembar itu, dan marah terhadap orang tua atau orang yang tega membuat kedua bayi tersebut.

“Kalau tidak sanggup merawat, mending diberikan kepada orang lain, pasti banyak yang mau mengadopsi, apalagi itu kembar. Jangan dibuang. Kasihan. Untung ditemukan saat masih hidup,” kata Zahra, warga Sampit mengomentari peristiwa itu. (suara.com)

Editor : suara.com

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->