Connect with us

ACT KALSEL

Musibah Kebakaran di Satui, MRI-ACT Tanbu Bergerak Bantu Korban

Diterbitkan

pada

Tim MRI-ACT langsung bergerak merespon musibah kebakaran di Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Tanbu. Foto: act kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kalimantan Selatan. Kali ini, terjadi di Desa Sungai Danau RT 14, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Selasa (1/12/2020) siang.

Informasi yang dihimpun dari lapangan, kebakaran mengakibatkan 17 buah rumah hangus terbakar. Akibatnya, 52 jiwa kehilangan tempat tinggal. Banyaknya rumah yang terbakar, lantaran angin yang berhembus cukup kencang, sehingga sempat menyulitkan tim pemadam kebakaran gabungan untuk memadamkan api.

Usai pemadaman, Tim MRI-ACT Tanah Bumbu langsung bergerak. Selain melakukan pendataan korban kebakaran, tim relawan juga menyediakan makanan untuk penyintas musibah kebakaran.

“Alhamdulilah Relawan MRI-ACT beserta aparat pemerintah telah menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada masyarakat,” kata Indra Gunawan, relawan MRI-ACT Tanah Bumbu yang berada di lokasi kejadian.



 

Indra menambahkan, saat ini korban kebakaran di Satui memilih mengungsi di rumah sanak saudaranya yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Selain itu, selain makanan, korban musibah kebakaran juga sangat membutuhkan pakaian dan obat-obatan.

“Alhamdulillah sudah ada donasi yang telah masuk untuk korban kebakaran di Satui. Warga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan,” pungkas Indra.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengajak masyarakat untuk turut serta membantu para korban musibah kebakaran di Satui. Guna meringankan beban korban kebakaran yang menghanguskan 17 buah rumah ini.

“Apalagi, masih segar dalam ingatan kita, sebulan lalu telah terjadi kebakaran di Kabupaten Kotabaru yang menghanguskan 150 buah rumah. Maka dari itu, mari kita juga membantu penyintas kebakaran di Satui,” ucap Zainal. (act kalsel)

Reporter : act kalsel
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ACT KALSEL

Pelipur Lara untuk Hairunisa di Momen Hari Guru Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Forum Sahabat Guru Indonesia (FSGI) Kalsel melakukan aksi galang dana untuk sesama guru honorer yang tertimpa musibah kebakaran yaitu Hairunisa (28) Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2020, seharusnya menjadi momen penting bagi bangsa ini untuk memuliakan para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik generasi masa depan. Bahkan dengan penghasilan yang tak seberapa.

Dengan semangat solidaritas yang tinggi, guru-guru honorer yang tergabung dalam Forum Sahabat Guru Indonesia (FSGI) Kalsel melakukan aksi galang dana untuk sesama guru honorer yang tertimpa musibah kebakaran yaitu Hairunisa (28 tahun). Hairunisa yang merupakan guru honorer di SD Murung Raya 1 Banjarmasin itu menjadi salah satu korban kebakaran besar di Pulau Bromo tepat sebulan yang lalu. Rumahnya habis terbakar.

Hasil galang dana “Dari Guru untuk Guru” itu diserahkan oleh Sarlinda dan Jahrah pada Rabu (25/11/2020) pagi tadi, bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN). “Kami ingin saling menguatkan dengan aksi sosial ini, semoga bermanfaat dan menjadi ajang silaturahmi sesama guru honorer,” ucap Jahrah.

Hairunisa terharu dengan kehadiran kedua guru honorer tersebut. Dirinya mengaku senang dan beriterimakasih atas kunjungan sesama rekannya yang memberikan bantuan unntuknya. “Ini sangat berarti bagi kami karena sampai saat ini belum selesai membangun kembali rumah,” ujar Hairunisa.



Sebulan pasca kebakaran, Hairunisa dan kedua orangtuanya harus hidup menumpang di rumah tetangganya. Ia bersyukur memiliki tetangga yang baik hati sehingga sampai sekarang masih dibolehkan menumpang. Senasib dengan Sarlinda, Hairunisa harus menyeberang Sungai Martapura setiap hari untuk mengajar.

Sarlinda dan Jahrah berharap aksi-aksi seperti ini bisa terus mereka lakukan. Meski kecil, mereka yakin hal tersebut bisa saling menguatkan. “Kami berharap guru-guru honorer makin solid untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama,” tutup Sarlinda.

Sahabat Guru Indonesia (SGI) sendiri, merupakan program dari Global Zakat – Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bertujuan memberikan bantuan kepada guru-guru yang kurang beruntung. Di Kalimantan Selatan sendiri, ada puluhan guru penerima manfaat SGI yang sebagian besar merupakan gruu honorer.

“Semoga bantuan dari Program SGI ini benar-benar bermanfaat untuk para guru. Apalagi, di momentum Hari Guru Nasional, sudah seharusnya pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapatkan apresiasi. Maka dari itu Global Zakat – ACT pun hadir untuk membersamai mereka,” kata Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan, Zainal Arifin.(Kanalkalimantan.com/act)

 

Reporter : Act
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

ACT KALSEL

Tinjau Lokasi Kebakaran Kotabaru, ACT Kalsel Upayakan Rehabilitasi Ekonomi Korban

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

kondisi lokasi pasca kebakaran di Kotabaru beberapa waktu lalu Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KOTABARU – Sepekan setelah musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Patmaraga, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kabupaten Kotabaru pada Jumat (30/10/2020) silam, tim Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan berkesempatan meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu (7/11/2020) pagi.

Didampingi tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kotabaru, rombongan tim yang dipimpin oleh Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin melihat langsung dampak musibah kebakaran yang menghanguskan lebih dari 150 buah rumah dan 500 jiwa lebih kehilangan tempat tinggal.

Usai meninjau lokasi kebakaran, Zainal menuturkan, upaya yang akan dilakukan oleh ACT Kalimantan Selatan yaitu penyusunan implementasi program-program untuk recovery (pemulihan) pasca musibah kebakaran di Kotabaru. “Hasil dari assessment ini, kita sudah mencoba menyusun beberapa program yang coba kita kolaborasikan dengan beberapa mitra. Khususnya kita berdiskusi dengan Arutmin Kotabaru. Kita akan tawarkan program kita untuk masa-masa recovery seperti ini,” kata Zainal.

Zainal menekankan upaya recovery di bidang perekonomian. Karena, berdasarkan catatan yang diterima, ada 15 warga terdampak musibah kebakaran yang juga kehilangan tempat usahanya. “Kita coba membangkitkan ekonomi masyarakat yang terdampak. Minimal mereka bisa bangkit kembali dengan bantuan modal usaha kita dari ACT dan juga nanti dari Arutmin,” imbuh Zainal.



Zainal juga memastikan, posko kemanusiaan yang didirikan tak jauh dari lokasi kebakaran akan tetap menerima bantuan untuk korban musibah kebakaran di Kotabaru. Dimana, sampai dengan Kamis pekan depan, posko kemanusiaan masih terus dilanjutkan oleh relawan MRI Kotabaru yang menjalankan aktivitas di posko. ”Harapannya tetap di-support oleh masyarakat dan donator yang ada di Kalimantan Selatan maupun Indonesia pada umumnya,” harap Zainal.

Sementara itu, Ketua MRI Kotabaru, Hamas Al-Qosam menambahkan, selama sepekan ke depan MRI Kotabaru tetap mengelola dapur umum yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Dapur umum yang berlokasi di Jalan Putri Cipta Sari, Kotabaru ini memproduksi sedikitnya 600 porsi setiap satu kali makan dalam sehari.

“Kita juga sambil melakukan pendataan untuk anak-anak usia sekolah. Ke depan kita usahakan untuk bantuan peralatan sekolah yang sampai saat ini masih belum terjamah,” kata Hamas.(kanalkalimantan.com/act)

 

Reporter : Act
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->