Connect with us

Bisnis

Naik 8,5%, UMP Kalsel 2020 Ditetapkan Jadi Rp 2.877.448

Diterbitkan

pada

Pemprov Kalsel tetapkan UMP tahun 2020. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Pemerintah Provinsi Kalsel resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun 2020 mendatang sebesar Rp 2.877.448. Angka tersebut naik 8,5 persen dibanding UMP pada tahun 2019 lalu yang hanya berkisar di angka Rp 2.651.781.

Formulasi penetapan UMP Kalsel tahun 2020 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 tahun 2015‎ tentang pengupahan. Dimana untuk penetapan UMP memakai formulasi UMP tahun sebelumnya x (tingkat inflasi + laju pertumbuhan ekonomi).

“Di Kalsel UMP tahun 2019 lalu adalah Rp 2.651.781. Sedangkan pertumbuhan ekonominya mencapai angka 3,39 persen dan inflasinya sebesar 5,12 persen. Dari angka tersebut setelah diformulasikan maka UMP Kalsel Tahun 2020 ini menjadi Rp 2.877.448.59,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel Sugian Noorbah, Jum’at (1/11/2019) disela kegiatan sosialisasi UMP Kalsel tahun 2020 dan Pengupahan di Aston Banua Hotel.

Dengan sudah ditetapkannya UMP Kalsel di tahun 2020 mendatang, maka diharapkannya para pengusaha bisa patuh dalam melaksanakannya mulai awal tahun 2020 mendatang.

“Bagi pekerja yang berstatus tetap, tidak tetap maupun dalam masa percobaan. Upah diberikan oleh pengusaha paling sedikit sebesar upah minimum. Kemudian upah minimum hanya berlaku bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 tahun,” tambahnya.

Selain itu UMP Kalsel sebagai mana dimaksud dalam Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0868/KUM/2019 ini adalah upah minimum bulananan terendah untuk waktu kerja 7 jam sehari, atau 40 jam seminggu.

“Jika ada perusahaan yang tidak patuh, maka kami harapkan peran aktif pekerjanya untuk melaporkan kepada kami. Karena jika terbukti bersalah akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel Salim Fahri mengaku siap mensosialisasikan UMP tahun 2020 kepada para pengusaha yang bergabung di Apindo hingga organisasi lainnya di Banua.

Walau pun kondisi ekonomi Banua belum membaik bagi para pengusaha, pihaknya mengaku tetap akan berupaya melaksanakan keputusan tersebut. Kemudian jika ada pengusaha yang merasa berat dalam membayar gaji sesuai UMP terbaru kepada karyawannya, Apindo mempersilahkan pengusaha yang bersangkutan untuk berkordinasi dengan instansi terkait.

“Nanti kan ada aturan mainnya bagaimana jika sebuah perusahaan tidak bisa membayar gaji karyawan sesuai UMP. Yang penting berkordinasi saja dulu kepada instansi terkait agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,” ungkapnya.

Dilain pihak, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel H Sadin Sasau sebenarnya belum dapat menerima secara sepenuhnya terkait penetapan UMP Kalsel Tahun 2020 tersebut.

Baginya selama pemerintah dalam menetapkan UMP sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 Tahun 2015‎ tentang pengupahan, maka tidak akan pernah dapat mengakomodir kepentingan para buruh.

“Akibat berpatokan pada PP tersebut, tiap tahunnya kenaikan UMP tidak sampai 10 persen. Dengan kondisi inflasi dan kebutuhan yang semakin meningkat, kenaikan yang sangat rendah ini tidak akan berdampak signifikan bagi kesejahteraan buruh,” tukasnya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Bisnis

Lion Air Group Beroperasi Kembali, Ini Syarat untuk Calon Penumpang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana kabin pesawat Boeing 737-900ER yang dioperasikan Lion Air Group sebelum pandemi Covid-19. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Setelah sempat menghentikan sementara operasional, grup maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia Lion Air Group kembali beroperasi sejak Senin (1/6/2020). Namun demikian, calon penumpang harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan.

Menurut Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, selain harus tiba empat jam sebelum keberangkatan maupun melengkapi dokumen seperti surat tugas, calon penumpang juga harus menyertakan surat keterangan atau sertifikat bebas Covid-19. Seperti hasil rapid test, hasil Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif Covid-19 yang berlaku maksimal 7 hari dan surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun rapid test.

“Calon penumpang juga harus mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan keluar dari bandar udara, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat. Perlu diketahui, calon penumpang membawa hand sanitizer sendiri,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (2/6/2020).

Peraturan ini sendiri berlaku untuk seluruh penerbangan Lion Air Group di Indonesia. Tak terkecuali penerbangan dari dan atau menuju Banjarmasin.

Lalu, bagaimana dengan penerbangan Lion Air Group di Banjarmasin? Dihubungi pada Selasa (2/6/2020) siang, Area Manager Lion Air Group Kalselteng Agung Purnama menambahkan, setelah beroperasi normal, frekuensi penerbangan Lion Air Group ke Banjarmasin masih menyesuaikan dengan kebutuhan.

“(Untuk) frekuensi penerbangan kita sufaj menyiapkan untuk antisipasi new normal (kenormalan baru) ini. Namun tetap akan disesuaikan dengan kebutuhannya,” kata Agung.

Lanjut Agung, untuk saat ini, maskapainya akan melihat kebutuhannya. Saat ini, maskapai tengah menunggu dasar hukum protokol kesehatannya.

“Apakah SE Menhub Nomor 5 Tahun 2020 dan KM 25 tahun 2020 yanh berlaku hingga tanggal 7 Juni 2020 diperpanjang atau dicabut, kita sedang menunggu itu,” lugas Agung.

Disinggung soal keterisian itu, diakui Agung untuk periode tanggal 1 hingga 4 Juni 2020 masih di bawah 50 persen. Mengapa demikian? “Karena kemungkinan banyak calon penumpang yang belum siap terkait kelengkapan dokumen perjalannya,” pungkas Agung. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Banyak Penumpang Gagal Paham, Lion Air Group Setop Operasional Penerbangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lion Air Group hentikan sementara operasional penerbangan domestik. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air menghentikan sementara operasional penerbangan domestik. Hal ini dilakukan setelah banyak penumpang yang gagal paham terkait pembukaan penerbangan domestik.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali dengan segala biaya yang telah dikeluarkan, hanya karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman atas ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara.

Dengan demikian, lanjutnya, Lion Air Group berkesimpulan bahwa para calon penumpang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif agar lebih mengetahui dan memahami secara jelas terkait dengan ketentuan-ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk rencana bepergian menggunakan pesawat udara.

“Calon penumpang belum sepenuhnya mengetahui dan memahami bagaimana dokumen-dokumen perjalanan dipenuhi dan dimana calon penumpang mendapatkannya,” ujar Danang dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

Danang menuturkan, berdasarkan kondisi di atas, bahwa masih dibutuhkan waktu agar para calon penumpang lebih mengetahui dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara.

Sehingga Lion Air Group memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif melalui website dan kantor-kantor cabang serta menghentikan sementara operasional penerbangan selama lima hari, yaitu mulai 27 Mei sampai dengan 31 Mei 2020.

“Lion Air Group memfasilitasi kepada calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899,” imbuh Danang. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Industri Farmasi Raup Untung Besar di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Industri yang mendapat untung besar adalah sektor industri farmasi yang menjual obat-obatan. Foto: Shutterstock
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 yang menekan banyak aktivitas ekonomi ternyata memiliki dampak positif untuk sejumlah perusahaan. Salah satu bidang industri yang mendapat untung besar adalah sektor industri farmasi yang menjual obat-obatan.

Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus positif pertama virus corona di Indonesia, sejumlah obat-obatan untuk penambah daya tahan tubuh atau imun meningkat tajam penjualannya, seperti multivitamin hingga obat-obatan herbal yang mengandung rempah-rempah.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) misalnya, produk-produk lansiran mereka banyak diborong pembeli. Hal tersebut terlihat dari kinerja produsen tolak angin ini sepanjang Kuartal I 2020. Demikian dilansir suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Dari laporan keuangan perseroan yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia terlihat bahwa sepanjang periode tersebut penjualan dari segmen jamu dan suplemen menjadi penopang pendapatan perseroan sebesar 68,45 persen, disusul oleh segmen makanan dan minuman sebesar 27,06 persen dan segmen farmasi yang hanya berkontribusi sebesar 4,49 persen dari total omset.

SIDO berhasil membukukan kenaikan laba sebesar 10,85 persen menjadi Rp 231,53 miliar, dari semula Rp 208,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan dari sisi penjualan, perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp 730,72 miliar, naik 2,39 persen dibanding kuartal I/2019 yakni Rp 713,68 miliar.

Sementara itu perusahaan plat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengaku telah mengantongi pendapatan hingga Rp 1,8 triliun, pendapatan ini didorong dari meningkatnya permintaan sejumlah produk Kimia Farma saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama KAEF, Verdi Budidarmo, pasar industri farmasi masih memiliki prospek positif di kuartal I 2020. Asumsi ini berdasar pada adanya kebutuhan farmasi dari pemerintah dan meningkatnya kebutuhan obat serta produk-produk suplemen di kalangan masyarakat saat wabah virus corona melanda.

“Covid-19 telah menyebabkan permintaan dan kebutuhan produk kesehatan meningkat sehingga akhirnya turut berdampak terhadap pendapatan perseroan,” kata Verdi dalam keterangannya.

Selain itu yang mendapat untung besar adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dimana produk obat-obatan yang mereka juga juga laku dipasaran, bahkan manajemen juga mengaku tengah bersiap membuat vaksin dan obat-obatan untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan mengaku telah melakukan penjajakan kerjasama dan kolaborasi dengan beberapa perusahaan multinasional dari luar negeri untuk membuat vaksin dan obat anti virus corona. “Ada beberapa calon produk yang direncanakan untuk penanganan virus Corona (Covid-19) dan virus lainnya,” tulis manajemen Kalbe Farma.

Sepanjang Kuartal I 2020 KLBF membukukan penjualan bersih hingga Rp 5,8 triliun. Jumlah ini bertumbuh 8,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,37 triliun. Adapun penopang kenaikan penjualan di kuartal I 2020 ini berasal dari segmen distribusi dan logistik yang meningkat hingga 13,21 persen year on year (YoY) menjadi Rp 1,8 triliun.

Setelahnya disusul oleh segmen nutrisi sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat 5,26 persen YoY. Untuk segmen obat resep, juga mengalami persentase pertumbuhan yang sama dengan segmen nutrisi, menjadi Rp 1,4 triliun. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->