Connect with us

KRIMINAL HSU

Nasrudin, Nabi Palsu Asal HST Dinyatakan Mengalami Gangguan Jiwa Berat

Diterbitkan

pada

Nasrudin dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat Foto: dok kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BARABAI– Nasarudin, warga asal Desa Kahakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang sebelumnya mengaku sebagai Nabi, dinyatakan gangguan jiwa berat. Hal tersebut berdasarkan pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Hasan Basry, Kandangan, HSS.

Sebelum dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat, Nabi palsu tersebut diperiksa kejiwaannya secara intensif selama 26 hari sejak Desember 2019 lalu. Hingga kemudian disimpulkan oleh dokter memiliki gangguan kejiwaan berat!

Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dani Sulistiono mengatakan, meski berdasar pemeriksaan dokter mengalami gangguan jiwa berat, tapi proses hukum Nasrudin tetap berjalan. Saat ini polisi telah mengirimkan berkas tahap pertama ke Kejari. “Tinggal menunggu penelitian berkas dari kejaksaan. Jika dinyatakan lengkap nanti akan masuk tahap dua. Penyerahan berkas dan penyerahan tersangka,” terangnya, Selasa (14/01/2020).

Terkait kondisi itu, nantinya hakim yang akan memutuskan apakah tersangka dirawat di rumah sakit jiwa atau tetap menjalani proses hukuman. AKP Dani mengatakan, saat ini Nasrudin masih berada di tahanan Polres HST.



Nasrudin ditahan pada 2 Desember lalu, lantaran kelakuannya yang mengaku sebagai Nabi. Ia menyebut ajarannya merupakan Agama Selamat. Tak hanya di situ, ia juga membuat kitab sendiri yang bernama Al Furqon. Kitab ini merupakan kitab yang dibuatnya berdasarkan terjemahan ayat yang ada di Al Quran.

Nasrudin juga mengetik dan mencetak sendiri hasil terjemahannya. Hal itu berdasarkan barang bukti di kediamannya. Seperti laptop, printer, mesin laminating. Tak hanya itu, 25 lembar kertas yang berlaminating yang disebut Al Furqan juga ikut diamankan sebagai barang bukti. Nasrudin selama ini melaksanakan salat menggunakan bahasa Indonesia.

Kasus Nasrudin bukan perkara baru, pasalnya 2003 ia juga sempat melakukan kegiatan serupa. Fatwa MUI saat itu juga keluar menyatakan ajaran Nasrudin merupakan ajaran sesat. Bertahun-tahun Nasrudin vakum hingga akhirnya ajarannya kembali aktif pada 2018 hingga sekarang. Kasus penyimpangan agama yang dilakukan Nasrudin dikenakan pasal 156a KUHP.

Pasal ini berbunyi dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. (Kanalkalimantan.com/cel)

 

Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KRIMINAL HSU

Kadung Bayar 180 Juta, Rumah Tak Ada, Budi Dibawa ke Penjara

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Budi bersama kwitansi hasil penjualan rumah. Foto : humas polres HSU
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Budi (38) warga Desa Tigarun RT 01 Kecamatan Amuntai Tengah, harus mempertanggungjawabkan aksi penipuannya. Ia dibekuk Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Hulu Sungai Utara (HSU) jajaran Polda Kalsel lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan jual beli rumah.

Kepada polisi, pelaku yang berprofesi sebagai pedagang ini mengakui melakukan tindak pidana penipuan tersebut. Alhasil pelaku digelandang ke Mapolres HSU bersama sejumlah barang bukti berupa 1 lembar kwitansi penyerahan uang sebesar Rp 150 juta dan 1 lembar kwitansi penyerahan uang sebesar Rp 30 juta.

Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto SIK MH melalui Kasat Reskrim IPTU Kamarudin SH kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (11/8/2020) mengakui pihaknya telah mengamankan pelaku setelah menerima laporan korban bernama Mariani.

Berdasarkan hasil penyelidikan Senin (10/8/2020) sekitar 08.30 Wita, Unit Jatanras Polres HSU jajaran Polda Kalsel berhasil meringkus pelaku saat berada di sebuah rumah di Desa Harus RT 03 Kecamantan Amuntai Tengah.



Menurut keterangan Kasatreskrim, kasus penipuan ini berawal ketika pada tahun 2017 tepatnya pada Rabu (7/6/2017) pelaku Budi dan saksi Usup yang datang ke rumah Mariani jalan Negara Dipa No 11 RT 010 Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah yang berniat menjual rumahnya.

“Saat itu Budi ingin menjual rumahnya dengan harga Rp.300 juta kepada korban, Budi pun bilang kepada korban kalau sertipikat rumahnya sebagai jaminan hutang di BRI Cabang Amuntai dan sisa hutang di bank masih sekitar Rp 150 juta,” jelas Kasatreskrim

Namun, tambah Kasatreskrim karena korban sementara hanya ada memiliki uang Rp 150 juta alhasil korban bersedia membeli rumah itu, dan meyerahkan uang tersebut kepada Budi tanda jadi uang muka pembelian rumah.

Korban menyuruh Budi untuk melunasi hutang di bank sebesar Rp 150 juta dengan menggunakan uang yang telah disetorkan sebagai uang muka.

Sisa uang pembelian rumah sebesar Rp 150 juta rencananya akan dilunasi sekitar bulan September 2017, setelah anak korban selesai melangsungkan pernikahan.

Namun, belum sampai bulan September yang direncanakan, sekitar bulan Juli 2017 pelaku Budi meminta pembayaran uang sisa pembelian sebanyak dua kali, masing-masing mengambil uang sebanyak Rp 15 juta. Saat itu korban langsung mengantar uangnya ke rumah Budi dan pada bulan Januari 2018 dibuatkan kwitansi sebesar Rp 30 juta.

Sekitar bulan September 2017 korban sempat menanyakan masalah sertipikat apa sudah diambil dari bank dan mau menanyakan masalah menyelesaikan dan melunasi uang sisa pembelian rumah sebesar Rp 120 juta. Korban mencari Budi ke rumahnya tetapi tidak mau menemui korban. Merasa tidak ada tanggapan kemudian korban pun pulang.

Namun betapa terkejutnya korban setelah sekian lama, pada 22 Juli 2020 mendapatkan kabar bahwa Budi telah menjual rumah tersebut kepada orang lain tanpa sepengetuhan korban.

Atas kejadian tersebut, merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres HSU guna proses Lebih Lanjut.(kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter: Dew
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

KRIMINAL HSU

Pria Berumur Setengah Abad Ketangkap Jual Kupon Putih di Alabio

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penjual judi kupon putih ditangkap jajaran Polres HSU. Foto: polsek sei pandan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Anggota Polsek Sungai Pandan (Alabio) Kabupaten HSU berhasil mengungkap kasus perjudian kupon putih.

Adalah AB, pria berusia setengah abad lebih kedapatan sedang merekap pesanan pelanggan judi kupon putih. Pria usia 53 ini ditangkap di Desa Sungai Pandan Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.



AB diciduk saat berada di sebuah rumah kontrakan Desa Sungai Pandan Hulu pada Kamis (23/7/2020) sekira pukul 22.45 Wita.



 

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp 550.000, sebuah Handphone merk Nokia TA-1034 warna biru hitam, 10 lembar potongan kertas yang bertuliskan angka-angka, dan sebuah alat tulis. Barang bukti diamankan ke Mapolsek Sungai Pandan guna proses lebih lanjut .

Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto SIK MH melalui Kapolsek Sungai Pandan Iptu Agus Sumitro membenarkan tentang adanya penangkapan kasus perjudian kupon putih di daerah hukum Polres HSU. “Mudah-mudahan kasus serupa tidak terulang lagi, kepada warga kami imbau mari kita bersama-sama menjaga Sitkamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Kapolsek.

Pengungkapan penyakit masyarakat ini dalam menjaga dan memelihara situasi keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) sesuai program Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta, SIK SH MH. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->