Connect with us

Kota Banjarmasin

News Video: Ribuan Mahasiswa Seruduk Rumah Banjar Tolak Omnibus Law Ciptaker!

Diterbitkan

pada

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah sebelumnya sempat melakukan aksi demonstrasi pada Kamis (8/10/2020), ribuan mahasiswa dari BEM se Kalimantan Selatan kembali menggelar aksi serupa, Kamis (15/10/2020) siang.

Pantauan di lokasi, ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Kalsel menggelar long march dari Jalan Anang Adenansi hingga Jalan Lambung Mangkurat. Tuntutannya pun sama, menuntut pencabutan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan masyarakat.

Sembari berjalan menuju Gedung DPRD Provinsi Kalsel di Banjarmasin, ribuan mahasiswa meneriakkan yel-yel menuntut pencabutan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Hingga berita ini ditulis, mahasiswa masih menyampaikan aspirasi. Sementara itu, sekitar 1.500 aparat gabungan tambak berjaga-jaga di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel. (Kanal Kalimantan.com/fikri)

Reporter: Fikri
Videografer: Putra
Editor: Cell/Andy




  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Kota Banjarmasin

Stok Bahan Pangan Aman, Toko dan Supermarket di Banjarmasin Terkendala Pengiriman

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Stok kebutuhan pangan di supermarket di Banjarmasin masih aman Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Musibah banjir juga berdampak pada kondisi pertokoan penyedia bahan pangan di Kota Banjarmasin. Sejumlah supermarket yang ada memiliki keluhan yang hampir sama, yaitu sulitnya dalam proses pengiriman barang dari gudang atau produsen.

Rahma (30), manager toko atau supermarket Glow mengatakan, saat ini, untuk stock barang masih terbilang cukup banyak. Hanya saja yang menjadi kendala proses pengiriman dari penyuplai yang terhambat karena musibah banjir ini.

“Untuk saat ini stock barang seperti sembako, popok bayi, susu balita dan lain-lain, masih terbilang banyak persediaannya. Memang selama banjir ini, juga berdampak bagi toko kami, karena proses pengiriman dari suplaier menjadi terhambat, jadi untuk mengantisipasi kurangnya stock, karena pihak suplaier tidak bisa melakukan pengiriman, jadi kami sendiri yang mengambil barang tersebut,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com. Rabu (20/1/2021).

Selama musibah banjir ini, untuk sembako terutama mie instan lebih banyak terjual. Jika biasanya cuma 100 sampai 150 kotak per harinya, meningkat menjadi 200 sampai 300 kotak per harinya. Pasalnya banyak para relawan atau donatur yang membeli mie instan dalam jumlah banyak guna untuk disumbangkan kepada para korban banjir.



Sementara Zainal (35), menager toko Dewimart, juga membenarkan hal tersebut.
“Ya untuk saat ini menjadi kendala yaitu proses pengiriman dari suplaier atau gudang, menjadi terhambat karena banjir ini. Jadi untuk mengantisipasi kondisi ini, pihak toko akan meminta stock yang lebih banyak dari biasanya, dan juga kami sendiri yang akan mengambil barang ke distributor, agar ketersediaan stock barang tetap mencukupi,” ucapnya. (Kanalkalimantan.com/Tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Pengungsi di Banjarmasin Mulai Keluhkan Gangguan Kesehatan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pengungsi di Banjarmasin mulai keluhkan gangguan kesehatan Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN- Sejumlah pengungsi di Kota Banjarmasin mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Mulai sakit perut, pusing, demam, darah tinggi, hingga yang paling banyak dikeluhkan adalah gangguan kulit akibat terendam banjir dalam waktu lama.

Seperti yang dialami warga terdampak banjir yang tinggal di pengungsian terminal Km 6 Banjarmasin. Para pengungsi mengeluhkan gatal-gatal, pusing, batuk pilek, serta demam. Mereka mendatangi posko kesehatan guna melaporkan diri.

“Mulai gatal, belancat kalau kata orang Banjar. Ini karena terlalu lama terendam air,” kata Niah (37), kepada kanalkalimantan.com, Rabu (20/1/2021).

Di posko milik Dinas Kesehatan yang beroperasi sejak Senin (18/1/2021), dalam sehari rata-rata 30 lebih warga yang datang untuk berobat. Keluhan penyakit yang sampaikan para pengungsi kali ini rata-rata didominasi gangguan kulit.



“Rata-rata orang yang datang kesini dalam sehari bisa 30 lebih. Setengahnya mengeluhkan gatal-gatal,” kata Dr Nawis. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->