Connect with us

RELIGI

Ngaji Pasanan, Gus Mus Jelaskan Makna Qolbu

Diterbitkan

pada

Gus Mus Foto : nuonline
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KHA Musthofa Bisri (Gus Mus) menjelaskan makna qolbu bukanlah hati secara fisik. Melainkan qolbu adalah sesuatu yang berhubungan dengan jiwa, nafsu, dan akal yang sifatnya ghaib.

Demikian itu disampaikan dalam malam pertama Ngaji Pasanan Kitab Kimya as-Sa’adah karya Imam Al-Ghazali di Pondok Raudlatuth Thalibien Leteh Rembang, Senin (6/5/2019) malam.

“Qolbu bukanlah potongan daging yang berada di dada sebelah kiri. Sebenarnya yang digambarkan orang-orang mengenai hati itu adalah jantung bukan hati. Dan yang dikatakan mengenai hati tidak seperti yang diperkirakan banyak orang,” kata Gus Mus.

Kalau di Arab, lanjut Gus Mus, orang mau beli hati hewan itu juga tidak bisa pakai istilah qolbu tetapi qibdah. Maka di kitab ini Imam Al-Ghazali merumuskan qolbu itu bukan potongan daging itu yang dimaksud. Sebab hati yang bisa dilihat itu berasal dari alam syahadah (bisa disaksikan), padahal qolbu itu sifatnya ghaib. Hanya dia sendiri dan Allah yang tahu kondisi qolbu seseorang.

“Adapun hakekat hati adalah bukan dari alam syahadah. Tetapi hanya ada di alam ghaib. Jadi bukan jantung atau hati secara fisik, tetapi memang hakekat hati (qolbu) itu sesungguhnya ghaib,” ujar Gus Mus.

Meski begitu, kata Gus Mus, dalam diri manusia qolbu ini tetap butuh sandaran. Ia melekat pada hati yang secara fisik bisa dilihat itu. Maka dikatakan dalam Hadits ada salah satu bagian tubuh manusia yang jika baik maka seluruhnya baik dan jika rusak maka rusaklah seluruhnya.

“Qolbu itu bukan dari alam syahadah tetapi dari alam ghaib. Ia bersandar pada hati secara fisik itu, tetapi bukan yang kelihatan itu. Dan qolbu itu adalah raja, ia bisa mengenali Allah, dan sifat-sifat keindahan alam semesta ini dikenali qolbu,” jelasnya.
Gus Mus mengatakan bahwa qolbu ini hanya diberikan kepada manusia. Maka sejatinya yang dihukum sebab dosa itu pertama kali ya hati (qolbu) itu, maka termasuk yang menjadi bagian dari qolbu adalah akal.

“Taklif atau akal itu berada dalam qolbu. Yang kamu merasa sedih, perihatin, susah itu tempatnya di qolbu. Begitu juga yang kamu merasa bahagia sampai lupa diri itu juga sebab ada qolbu,” paparnya.

Gus Mus melanjutkan, orang yang hilang nyawanya, hilang juga hatinya. Maka Imam Al-Ghazali dalam kitab itu mengatakan wajib bagi manusia untuk sungguh-sungguh dalam mengenal qolbu. Sebab qolbu menurut Imam Al-Ghazali adalah inti yang mulia dari jenisnya inti malaikat.

“Maka kadang (qolbu) ini disebut hati nurani karena bentuknya cahaya, bukan bersifat fisik atau jasad,” pungkas Gus Mus dengan kata Tsumma qola, Wallahu A’lam Bisshowab.

Ngaji Pasanan akan dilanjutkan malam ketiga Ramadhan dan seterusnya setelah sholat tarawih. Bagi netizen yang ingin mengikutinya bisa menonton siaran langsung (live streaming) di YouTube pada Gus Mus Channel atau NU Channel. (nuonline)

Reporter:Nuonline
Editor:KK

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

RELIGI

KABAR BAIK. Nikah di Rumah Ibadah Diperbolehkan Lagi, Ini Ketentuannya!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Prosesi pernikahan di sebuah masjid/ilustrasi Foto: ruangmuslimah
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Memasuki tahap new normal atau kenormalan baru, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan Surat Edaran 15 Tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman corona di masa pandemi.

Dalam panduan itu terdapat aturan mengenai penyelenggaraan pernikahan di rumah ibadah. Aturan tersebut tertuang dalam poin E angka 6. Di dalamnya disebutkan bahwa pernikahan di rumah ibadah kembali diperbolehkan namun dengan sejumlah syarat.

Berikut ketentuannya:
a. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19:
b. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen (dua puluh persen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang; dan
c. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

Ketentuan itu dikeluarkan untuk mengatur kegiatan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah berdasarkan kondisi riil saat pandemi. Aturan ini berlaku di lingkungan rumah ibadah yang tidak terjadi penularan Covid-19. Namun, rumah ibadah harus mengantongi Surat Keterangan Aman Covid-19 dari Gugus Tugas setempat.
Selain itu, petugas dan penanggungjawab rumah ibadah harus memperhatikan sejumlah hal yang berkaitan pencegahan penularan virus corona. Hal itu tertuang dalam poin E angka 4 Surat Edaran tersebut.

Beberapa di antaranya seperti menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah; melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah; hingga menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan.

“Penerapan fungsi sosial rumah ibadah meliputi kegiatan pertemuan masyarakat di rumah ibadah (misalnya: akad pernikahan/perkawinan), tetap mengacu pada ketentuan di atas,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers secara daring di Graha BNPB, Sabtu (30/5/2020). (Kanalkalimantan.com/kum)

 

Reporter : Kum
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

RELIGI

PENTING. Ini Panduan Lengkap Pembukaan Rumah Ibadah di Masa New Normal

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaksanaan ibadah di masjid di masa pandemi Covid-19 harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Foto : dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Menteri Agama Fachrul Razi secara resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif Dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Fachrul menegaskan surat edaran ini diterbitkan sebagai respons atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing.

Meski demikian, Fachrul menyatakan para jamaah wajib menaati protokol kesehatan penyebaran Covid-19 saat beribadah di rumah ibadah masing-masing. “Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran Covid-19,” terang Menag di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Dalam surat edaran itu, rumah ibadah harus punya surat keterangan aman Covid-19 dari Ketua Gugus Tugas setempat agar bisa kembali menggelar ibadah keagamaan secara berjemaah. Demiian dilansir dari Cnnindonesia.com.

Selain itu juga ada panduan yang wajib diikuti oleh pengurus, masyarakat, dan dan rumah ibadah yang menyelenggarakan fungsi sosial.

Berikut adalah panduan pembukaan rumah Ibadah berdasarkan Edaran Menteri Agama RI :
1. Kewajiban bagi pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah:
a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah.
b. Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area rumah ibadah.
c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.
d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah.
e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu > 37,5°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah.
f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter.
g. Melakukan pengaturan jumlah jemaah/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak.
h. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.
i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat.
j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.
k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaah tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah.

2. Kewajiban bagi masyarakat/jamaah dalam melaksanakan ibadah:
a. Jemaah harus dalam kondisi sehat
b. Meyakini bahwa rumah ibadah yang digunakan telah memiliki Surat Keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang.
c. Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah.
d. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
e. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.
f. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 meter.
g. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib.
h. Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.
i. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

3. Kewajiban bagi penerapan fungsi sosial di rumah ibadah (semisal menggelar akad nikah/pernikahan di rumah ibadah):
a. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19.
b. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% (dua puluh persen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang.
c. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin. (Kanalkalimantan.com/cnni)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

RELIGI

Kembali Gelar Sholat Jum’at, Ini Kata Imam Masjid At Taqwa Amuntai

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Imam Rawatib Masjid At Taqwa Amuntai KH Sam'uni. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Meski pandemi Covid-19 belum tuntas, ratusan jemaah tampak memenuhi Masjid At Taqwa Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), setelah kembali melaksanakan sholat jumat, usai memperoleh izin memfungsikan kembali tempat ibadah.

“Alhamdulillah, hari ini kita laksanakan sholat Jumat setelah beberapa waktu yang lalu ditiadakan,” ungkap Imam Rawatib Masjid At Taqwa Amuntai KH Sam’uni kepada kanalkalimantan.com, Jumat (29/5/2020).

Muallim Sam’uni -biasa disapa- menyebut dalam pelaksanaannya tetap sesuai dengan aturan protokol standar kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Pelaksanaan sholat Jumat tetap dilakukan imbauan yang berkenaan dengan pencegahan penularan Covid-19 melalui pengumuman dan isi khotbah, serta memperpendek proses sholat Jumat itu sendiri,” ujar imam tetap masjid terbesar di Kabupaten HSU ini.

Masjid At Taqwa Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kembali menggelar sholat Jumat mulai Jumat (29/5/2020). foto: dew

Baca juga : Pemkab HSU Beri Izin, Mesjid At Taqwa Amuntai Gelar Sholat Jumat

Sementara itu, untuk keselamatan dan kenyamanan jemaah yang hendak melakukan ibadah sholat Jumat, telah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten HSU.

Termasuk penyedian sarana cuci tangan dan bilik disinfektan di setiap pintu masuk masjid.

“Setiap jamaah diharuskan mengikuti aturan sebelum memasuki mesjid dan tetap menjaga jarak saat mengikuti proses sholat Jumat,” kata Muallim Sam’uni.

Pelaksanaan sholat Jumat di Masjid At Taqwa tak lepas dari adanya izin pembukaan kembali tempat ibadah oleh Menteri Agama dalam persiapan penerapan new normal, kemudian ditindaklanjuti Bupati HSU dengan memberikan izin untuk melaksanakan sholat Jumat di masjid (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->