Connect with us

Kota Banjarbaru

Nostalgia Nonton Ala Era 80-an, Bioskop Misbar di Taman Pintar Bisa Jadi Pilihan

Diterbitkan

pada

Peresmian bisokop Misbar di RTH Taman Pintar, Senin (13/1/2020) malam. foto : rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Bioskop mini terbuka bernama Gerimis Bareng (Misbar) akhirnya diresmikan oleh Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan, Senin (13/1/2020) malam.

Bioskop yang berada di dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Pintar jalan Panglima Batur Barat, Kecamatan Banjarbaru Utara ini, resmi dibuka dengan ditayangkannya film perdana karya anak lokal, berjudul “Rumah Jomblo”.

Turut hadir Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Kartika Nadjmi Adhani, PLT Diskominfo Kota Banjarbaru Iwan Himawan, dan Kadis Porabudpar Kota Banjarbaru Hidayaturahman.

Peresmian bisokop Misbar di RTH Taman PIntar Banjarbaru. foto: rico

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengaku sangat bersyukur atas diresmikannya Bioskop Misbar, Taman Pintar, dan Skate Park di kota Banjarbaru yang merupakan bagian dari upaya pemerintah  mempersiapkan dan melakukan perubahan-perubahan ruang publik.



“Ini merupakan bagian dari upaya kita mempersiapkan dan melakukan perubahan ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat secara mudah, murah dan gratis,” kata Nadjmi Adhani.

Selain itu, Walikota Banjarbaru mengungkapkan kehadiran Bioskop Misbar, Skate Park dan Taman Pintar dapat memancing masyarakat untuk mengekspresikan diri, di ruang publik yang telah disediakan dan dihadirkan Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Sebelumnya kami juga telah meresmikan Mess L, dan tahun ini kita bersama-sama meresmikan Taman Pintar, Bioskop Misbar, dan Skate Park,” ungkapnya.

Perlu diketahui,  Bioskop Misbar dulunya memeiliki kejayaan dalam era pemutaran film di Kalsel. Pada tahun 70-an hingga akhir tahun 80-an sebagian besar pemutaran film di Kalsel di tempat terbuka. Misalnya, Misbar Bioskop Kamaratih, Belitung Permai, Bioskop Remaja (Intan Sari) dan lainnya.

Semua Misbar ini dulu paling disukai masyarakat dan menjadi nostalgia tersendiri. Sebab tiket masuk murah, tetapi tidak ada kursi atau bangku, dan penonton hanya duduk di tanah atau balapak (Bahasa Banjar).

Seiring dengan perkembangan kemajuan zaman, semua bisokop di Banjarmasin akhirnya punah. Misalnya, Bioskop Kamajaya, Dewi, Merdeka, Presiden, Mujadi, Cempaka, termasuk bioskop Misbar di Banjarbaru. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

Kota Banjarbaru

Salah Kaprah Pemotor Boleh Tak Pakai Helm Asal Gunakan Masker, Satlantas: Tetap Kita Tilang!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Satlantas Polres Banjarbaru menegaskan akan menilang pengendara motor yang tak pakai helm meskipun pakai masker. Foto: Rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kebijakan pemerintah terhadap pengendara jalan untuk wajib menggunakan masker selama pandemi Covid-19, memunculkan dilema di kalangan masyarakat. Tak sedikit dari mereka yang menilai bahwa dengan penggunaan masker, membuat mereka kebal dari aturan lalu lintas.

Faktanya stigma ini juga turut terjadi di Kota Banjarbaru. Hal tersebut turut didapati Satlantas Polres Banjarbaru kala melaksanakan patroli di lapangan.

Ada saja pengendara yang ngotot merasa taat menerapkan protokol kesehatan Covid-19, meskipun tidak menggunakan helm.

Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Apriyansyah, yang menyoroti hal ini menegaskan bahwa aturan lalu lintas tetap ditegakan. Walaupun prioritas penggunaan masker kini tengah diprioritaskan, namun bukan berarti penegakam tata cara berlalu lintas ditiadakan.



“Bagi siapapun yang menggangap bahwa tidak apa-apa tak menggunakan helm asal menggunakan masker, saya tegaskan itu salah. Keselamatan lalu lintas itu menjadi prioritas utama dalam berkendara,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

AKP Apriyansyah menjelaskan baik helm dan masker memiliki fungsi masing-masing bagi pengenda dalam menjaga keselamatan diri. Oleh karena itu, jajaran Satlantas Polres Banjarbaru sendirii tak akan segan menjatuhkan sanksi tindakan langsung (tilang) kepada pengendara sepeda motor yang memakai masker tetapi tidak mengenakan helm pelindung kepala.

“Apapun alasannya, jika tak mengenakan helm saat berkendara di jalan, maka kita kenakan tilang. Tentu yang paling bagus adalah menggunakan kedua-duanya.

Helm iya, masker juga digunakan. Jangan hanya salah satu, karena ini demi keselamatan,” jelasnya.

Sejauh ini, diakuinya kalau hal seperti ini masih ada ditemui di lapangan.

Khususnya ketika jajarannya menggelar patroli rutin di wilayah hukum Polres Banjarbaru beberapa waktu ini.

“Kita tidak menggelar razia stasioner karena menyebabkan kerumunan. Jadi sekarang kita fokusnya patroli rutin.

Memang ada ditemui yang melanggar peraturan lalu lintas, salah satunya helm tadi,” ceritanya.

Ia pun menjelaskan dan berpesan agar pandangan jika hanya menggunakan masker tanpa helm bisa kebal dari hukum adalah pandangan keliru. Hal ini karena katanya membahayakan.

“Sekali lagi kita tekankan agar warga dan pengendara bersama-sama sadar akan pentingnya keselamatan, tidak hanya lalu lintas tapi juga kesehatan.

Karena dengan cara ini kita bisa melindungi orang lain,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Titik Api Muncul di Dekat Sekolah, Satgas Karhutla Polda Kalsel Lakukan Pemadaman  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tim Penanggulangan Karhutla Polda Kalsel memadamkan titik api di dekat SMPN 9 Banjarbaru, Senin (21/9/2020). foto: humas polda kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Polda Kalsel menemukan titik api di dekat SMPN 9 Banjarbaru, Loktabat Utara, Senin (21/9/2020).

Tim yang dipaimpin Kepala Satgas Preventif AKBP Sofyan Arief bersama anggota Operasi Karhutla Satgas langsung menuju titik api melakukan pemadaman.

Anggota yang lagi patroli gabungan mendapatkan laporan kebakaran lahan dari warga. Tim Operasi Karhutla Satgas Polda Kalsel langsung melakukan pemadaman dengan mesin semprot air yang sudah disiapkan.

Informasi yang didapatkan petugas di lapangan, sumber api berasal dari beberapa titik di tengah lahan dengan luas kurang lebih 3-4 hektare.



Terkait Karhutla yang mengancam wilayah Kalsel, Kapolda Irjen Pol Dr Nico Afinta mengimbau kepada masyarakat aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan kebakaran hutan atau lahan.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka hutan atau lahan dengan cara dibakar karena pelaku dapat dihukum pidana,” ucap Kapolda Kalsel.

Masyarakat harus tetap waspada dan siaga mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, mengingat saat sekarang adalah musim kemarau yang rentan akan kebakaran. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : kk

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->