Connect with us

HEADLINE

Novianti, Bocah Tertembak Saat Penyergapan Pencuri Sapi Meninggal

Diterbitkan

pada

Lokasi rumah duka Novianti, korban tertembak saat penyergapan pencuri sapi di Desa Batu Tungku, Kacamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. foto: banuapost.net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PELAIHARI, Novianti (8), bocah perempuan yang tertembak saat penyergapan pencuri sapi di Trans Tanjung Dewa, Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, Sabtu (7/9) lalu, akhirnya meninggal. Ia menjadi korban, sebagaimana anggota intel Polsek Panyipatan, Polres Tala, Brigadir Edi Rapi Susanto yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Novianti meninggal Selasa (10/9) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Penumpang mobil Toyota Innova yang dikendarai oleh tersangka Khairullah ini, sebelumnya sempat dirawat di RS Ciputra, Jl A Yani, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Ia mengalami luka tembak pada bagian kepala depan sebelah kanan.

Akibat luka tersebut, Novianti yang dalam kondisi koma langsung dirujuk ke RS Ciputra. Selama tiga hari dirawat, bocah malang tersebut takdapat diselamatkan. Sebelum dibawa ke rumah duka, jasad Novianti dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan visum.

Nampak hadir di rumah korban untuk memberikan ucapan duka cita, Kabag Ops Polres Tala, AKP Novy Adi Wibowo, Kasat Sabhara AKP Adenan dan Kapolsek Panyipatan, Ipda Subardi serta Camat Panyipatan, Syahid. Demikian dikutip dari Banuapost.net.

Baca Juga: Pelaku Pencuri Sapi yang Baku Tembak dengan Polisi Ternyata Mantan TNI

Sementara itu, hingga siang ini proses perburuan terhadap Khairullah, pelaku penembakan yang juga pecatan anggota TNI ini masih dilakukan.  Pencarian melibatkan Tim gabungan Polda Kalsel dan Polda Kalteng serta Polres Tala dan Polres Pulang Pisau.

Perburuan tersangka yang merupakan disersi anggota TNI tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan. Kawasan hutan karet yang sebelumnya menjadi lokasi kaburnya Khairullah, memang memiliki medan lumayan. Maka penyisiran juga dilakukan menggunakan trail dan kendaraan offroad.

Kapolres AKBP Sentot Adi mengatakan areal kebun karet yang relatif luas jadi kendala pencarian. Maka saat ini, fokus perburuan tersangka bergeser dari kawasan Trans Tanjung Dewa, Desa Batu Tungku. “Anggota sudah ditarik dari lokasi karena diperkirakan tersangka sudah tidak berada di sekitar kawasan itu,” katanya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifai mengatakan proses pengejaran oleh tim gabungan terus dilakukan. “Masih terus kita cari,” katanya.

Seperti diberitakan, Khairullah menjadi buruan Polres Pulang Pisau, Polda Kalteng, setelah melakukan pencurian sapi dengan modus memberi racun sebelum dipotong.

Saat dilakukan penyergapan, tersangka Khairullah dapat kabur dari hadangan polisi dengan kondisi luka tembak masuk ke hutan karet.

Baca: Terluka, Pencuri Sapi Penembak Polisi Tala Kabur ke Hutan Karet

Khirullah kini dalam pengejaran tim gabungan Resmob Polda Kalsel, Polres Tanah Laut, dan Polres Pulang Pisau, Polda Kalteng. Diketahui, tersangka masih memegang senjata api jenis pistol. Saat baku tembak dengan polisi, pistol itulah yang digunakan menembak.

“Yang digunakan baku tembak itu jenis pistol, ini masih dipegang tersangka, yang laras panjang kami temukan di bagasi mobil,” lanjut Sentot. Selama dalam pengejaran, polisi juga sudah menerjunkan anjing pelacak untuk membantu mengendus arah tersangka melarikan diri. “Kami minta bantuan polda untuk terjunkan anjing pelacak,” ucap Sentot sebelumnya.

Setelah olah TKP dilakukan penyelidikan baik berdasarkan info di lapangan maupun secara IT, diperoleh informasi pelakunya berada di Pelaihari, Kalsel. Tim Resmob Sat Reskrim Polres Pulang Pisau melakukan pengejaran terhadap pelaku di Kecamatan Pelaihari. Mereka sebelumnya berkoordinasi dengan Resmob Polda Kalsel kemudian dilanjutkan dengan Resmob Polres Tanah Laut.

Senjata api yang digunakan tersangka pelaku pencurian sapi saat pengejaran. foto : polres tala

Pada Sabtu (7/9) sekira jam 12.00 WIB, tim Resmob 2 Polres menuju ke sasaran rumah tersangka dengan sebelumnya mampir di Polsek Panyipatan. Kemudian 1 anggota intel Polsek dan 1 anggota Reskrim Polres Pulang Pisau mengecek keberadaan tersangka di rumahnya.

Setelah dilihat bahwa di rumah tersebut ada mobil tersangka (sama dengan mobil yang dilihat saksi di TKP pencurian sapi), 2 anggota tetrsebut kembali ke Mapolsek untuk berkoordinasi guna melakukan penangkapan.

Usai berkoordinasi dengan sisa tim lainnya, tim berangkat menuju rumah tersangka menggunakan 3 mobil mendekati rumah tersangka. Tim melihat mobil tersangka keluar dari rumah kemudian dikejar. Sekira jarak 1,5 km dari rumah tersangka, 2 mobil anggota mendahului mobil tersangka dan 1 mobil anggota mengepung dari arah belakang lalu memblokade jalannya mobil tersangka.

Mengingat saat penyelidikan didapatkan informasi bahwa tersangka memiliki 1 pucuk senjata api genggam rakitan dan 1 pucuk senjata laras panjang, maka anggota setelah memblokade memerintahkan untuk penumpang turun dan memberikan tembakan peringatan.

Namun ternyata, dari dalam mobil terdengar suara tembakan dan mengenai punggung bawah kiri Brigadir Edi Rapi Susanto, anggota Intel Polsek Panyipatan yang turut membackup giat penangkapan.

Baca Juga: Peluru Bersarang di Dada Kanan, Operasi Pengangkatan proyektil Makan Waktu 3 Jam

Melihat hal tersebut sebagian anggota menolong angggota yang tertembak, sebagian lagi menembak balik mobil Toyota Innova warna silver Nopol : DA 8372 BH .

Setelah itu mobil tersangka berjalan lagi dengan menabrak mobil aanggota. Baik yang melakukan blokade di depan maupun yang di belakang dan melarikan diri. Sekira kurang lebih 2 Km dari lokasi penembakan, mobil tersangka berhenti dengan kondisi pintu sudah terbuka semua. Di dapati ternyata di dalam mobil tersebut ada 3 orang penumpag (1 dewasa atasnama Irwansyah, dan 2 anak kecil laki-laki atasnama Gazali Akbar dan seorang anak perempuan atas nama Novianti binti Pariyono.) Mereka warga desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan dengan posisi duduk. Dan anak perempuan atasnama Novianti terluka tembak di bagian kepala depan sebelah kanan, yang akhirnya meninggal dunia. (rico)

Reporter : rico
Editor : cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Lonjakan 109 Kasus Baru, Kenaikan Angka Covid-19 Kalsel Terbesar di Indonesia!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kalsel mencatat kenaikan terbesar Covid-19 di Indonesia hari ini Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah mengumumkan adanya tambahan 585 kasus positif virus corona Covid-19 pada Kamis (4/6/2020). Dari jumlah tersebut, kenaikan tertinggi angka infeksi corona terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni 109 orang.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, kenaikan kasus positif corona di Kalimantan Selatan karena adanya kontak erat yang terjadi di dua pasar pada sepekan lalu.

“Jumlah ini cukup banyak dan hari ini tidak ada yang dilaporkan sembuh (di Kalimantan Selatan),” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (4/6), dilansir Katadata.co.id.

Data yang dihimpun Kanalkalimantan.com, jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Kalsel hingga awal Juni 2020 ini belum menunjukkan grafik penurunan, bahkan cenderung terus meningkat. Data yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Kamis (4/6/2020) menunjukkan adanya lonjakan kasus baru positif Covid-19, sehingga kini tercatat ada 1.142 kasus positif Covid-19 di Kalsel.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 109 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, Kamis (4/6/2020) sore.
Penambahan itu, papar dia, didominasi dari Kota Banjarmasin sebanyak 103 kasus, Kota Banjarbaru sebanyak tiga kasus, Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak dua kasus dan Kabupaten Tanahbumbu sebanyak satu kasus.

Saat ini, dari 1.142 kasus positif Covid-19, sebanyak 948 kasus di antaranya menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus. Di samping itu, lanjut dia, kasus kematian akibat Covid-19 juga mengalami kenaikan.

Sehingga kini tercatat ada 93 kasus meninggal dunia akibat Covid-19. “Dua pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal pada 22 dan 23 Mei 2020 lalu terkonfirmasi positif covid-19 pada 2 Juni 2020,” ungkap Muslim.

Di sisi lain, penambahan kasus positif corona terbanyak kedua berasal dari Jakarta, yakni 94 orang. Meski demikian sudah ada tambahan 21 orang di Ibu Kota yang dilaporkan sembuh dari virus tersebut pada hari ini.

Di Jawa Timur terdapat tambahan 90 orang yang terkonfirmasi positif corona. Namun jika dibandingkan pada hari sebelumnya, jumlah kasus Covid-19 di wilayah ini mengalami penurunan. Pada Rabu (3/6), jumlah kasus positif corona di Jawa Timur sebanyak 183 orang. “Secara signifikan pasien yang sembuh ada 209 orang untuk Jawa Timur,” kata Yurianto.

Sedangkan total 28.818 orang yang dinyatakan positif corona di Indonesia hingga saat ini. Dari angka tersebut 8.892 dinyatakan telah sembuh dan 1.721 meninggal dunia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama TNI, dan Polri untuk fokus mengendalikan virus corona di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Ini lantaran laju penyebaran Covid-19 di ketiga wilayah tersebut hingga saat ini masih tinggi.

“Tolong ini dijadikan perhatian khusus sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video, Kamis (4/6). (Kanalkalimantan.com/fikri/katadata)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Jokowi Sorot Tingginya Covid-19 di Kalsel, Gugus Tugas hingga Kementerian Diminta Fokus!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jokowi menyorot tingginya kasus Covid-19 di Kalsel Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Tingginya sebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian khusus Presiden Jokowi. Saat membuka rapat terbatas dengan menteri terkait membahas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Jokowi menyoroti kasus corona yang masih tinggi di Kalsel bersama dua provinsi lain yakni Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Saya ingin kita konsentrasi Gugus Tugas, kementerian, TNI Polri utamanya konsentrasi di tiga provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi,” ucap Jokowi dalam rapat virtual, Kamis (4/6) dilansir Suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Kalsel, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan merupakan tiga provinsi dengan kasus corona tertinggi. Maka Jokowi minta penyebaran corona di provinsi itu dikendalikan. “Tolong jadi perhatian khusus sehingga angka penyebaran bisa kita tekan lebih turun lagi,” pungkas Jokowi.

Seperti diulas sebelumnya, sebaran kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat masif. Hanya perlu waktu 73 hari dari temuan pertama pasien positif pada Minggu (22/3/2020) lalu, kini angka Covid-19 di Kalsel sudah mencapai 1.142 kasus. Sementara itu, belum ada indikasi kurva kasus ini melandai atau bahkan turun.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 109 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, Kamis (4/6/2020) sore.
Prediksi bahwa jumlah kasus Covid-19 di Kalsel akan mencapai ribuan, sudah diprediksi jauh hari sebelumnya. Pakar emidemologi yang juga Direktur RSJ Sambang Lihum Kalsel dr IBG Dharma Putra, mengatakan berdasarkan hasil kajian epidemiologis, didapat angka sebesar 2.100 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 2.100 orang itu, 15.750 orang merupakan orang tanpa gejala. Padahal, prediksi tersebut disampaikan Dharma ketika saat itu angka kasus positif di Kalsel baru mencapai 400 kasus.

Masifnya Covid-19 di Kalsel ini memang cukup menghawatirkan. Bahkan dibanding provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) yang lebih dulu mengkonfirmasi kasus pertama Covid-19, kini jumlah kasus Kalsel dua hingga tiga kali lipat.

Dari data yang dihimpun Kanalkalimantan.com, per Rabu (3/6/2020), jumlah kasus Covid-19 di Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat 202 kasus, Kalimantan Timur sebanyak 310 kasus, Kaliamantan Tengah (Kalteng) sebesar 456 kasus, dan Kalimantan Utara (Kaltara) ada 165 kasus positif.

Diakui Dharma, Covid-19 merupakan penyakit mahal dan sulit. Artinya, dari 5.250 orang misalnya yang terpapar, dibutuhkan waktu 2,5 bulan jika ingin benar-benar mengonfirmasi dan memastikan bahwa orang tersebut benar-benar positif Covid-19.

Sehingga, lanjut Dharma, waktu 2,5 bulan akan menjadi waktu terbuang menjadi sumber penularan, karena tidak pasti. Sementara, laboratorium yang ada di Kalsel hanya mampu memeriksa 100 sampel dalam sehari.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan mengungkapkan bahwa dari temuan kasus berdasarkan hasil tracing, sebagian besar tidak ditemukan gejala-gejala yang berarti. Atau hanya memiliki gejala ringan.

“Jadi kasus sebesar 75,98 persen ini adalah kasus yang saat ini tidak mengalaminya gejala yang berarti. Sedangkan 202 kasus lainnya memerlukan berbagai perawatan baik perawatan secara intensif maupun perawatan lainnya di beberapa rumah sakit,” tegas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Awasi Gugus Tugas Selama PKM, DPRD Banjarbaru Bentuk Pansus Penanganan Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

DPRD Banjarbaru bentuk Pansus Penanganan Covid-19 Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – DPRD Kota Banjarbaru membetuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Covid-19. Terbentuknya Pansus ini bertujuan melakukan pengawasan kinerja Tim Gugus Tugas Pencegahan Penanganan Covid-19, selama diberlakukannya upaya penangan baru yakni Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Hal ini sebagaimana keputusan dalam rapat kerja yang digelar di kantor DPRD Banjarbaru, Kamis (4/6/2020) siang, bersama Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarbaru dan seluruh anggota legislatif DPRD Banjarbaru.

Rapat pembahasan ini secara langsung dipimpin Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, selaku Ketua Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 dan Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah. Nampak hadir pula Wakil Wali Kota Darmawan Jaya Setiawan dan Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso.

Dikatakan Nadjmi, pembentukan Pansus Penanganan Covid-19 menunjukan semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi. Pembentukan Pansus juga didasari hasil evaluasi penerapan PSBB di Banjarbaru yang telah berlangsung dua pekan lalu.

“Hari ini kita menyampaikan evaluasi penerapan PSBB kepada anggota DPRD. Secara umum, PSBB bisa dikatakan relatif efektif menekan angka kasus sebaran Covid-19. Tapi, tidak 100 persen juga bisa dikatakan berhasil,” aku Nadjmi.

Fakta ini menyimpulkan bahwa penanganan Covid-19 melalui pemberlakuan PSBB belum dirasa cukup. Oleh karena itu, saat ini Pemerintah Kota Banjarbaru memberlakukan upaya penanganan lainnya yakni PKM. Meskipun polanya sama dengan PSBB, namun selama pemberlakuan PKM, aktivitas masyarakat lebih dilonggarkan.

“Selama PKM, kita mulai membuka keran aktivitas masyarakat, baik itu di sektor ekonomi maupun peribadahan. Tapi tetap ada jam-jam dan aturan yang kita mainkan. Pos yang kita dirikan saat PSBB, juga ada yang kita lanjutkan di area-area tertentu. Masyarakat perlu kita tetap kawal dengan adanya kehadiran Polri dan TNI,” tuturnya.

Pemberlakuan PKM bertujuan untuk mendisplinkan perilaku masyarakat dalam menyongsong New Normal. Oleh karena itu Pansus Penanganan Covid-19 beranggotakan para legislatif DPRD Banjarbaru, diharapkan membantu tercapainya tujuan PKM tersebut.

“Agar tujuan pemberlakukan PKM ini tercapai, maka perlu adanya peran pengawasan dari para Wakil Rakyat -anggota DPRD-. Saat ini angka kasus Covid-19 di Banjarbaru mengalami peningkatan bahkan sudah ada kasus kematian. Untuk itu kita ingin Pansus mengawasi kinerja tim Gugus Tugas selama pemberlakuan PKM,” jelas Nadjmi.

Sementara itu, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah, mengatakan pihaknya telah memberikan masukan dalam evaluasi penerapan PSBB. Menurutnya, Pansus Penanganan Covid-19 yang telah dibentuk, akan lebih tajam dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

“Pansus yang dibentuk ini akan terus menempel Tim Gugus Tugas. Apapun gerak-gerik Tim Gugus Tugas, baik itu kebijakan yang diambil akan kita terus awasi. Sehingga tujuan pemberlakuan PKM untuk mendisplinkan aktivitas masyarakat juga bisa tercapai,” katanya.

Tak hanya mengawasi kinerja Tim Gugus Tugas, Pansus Penanganan Covid-19 juga akan mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Anggota Pansus Penanganan Covid-19 berjumlah 12 orang, 3 diantaranya adalah para pimpinan DPRD Banjarbaru dan 9 anggota lainnya berasal dari seluruh fraksi di DPRD Banjarbaru. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->