Connect with us

Kota Banjarbaru

Operator Sempat Melompat Sebelum Ekskavator Meledak dan Terbakar di TPA Gunung Kupang

Diterbitkan

pada

Ekskavator di TPA Gunung Kupang terbakar Foto: polsek banjarbaru timur
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Terbakarnya salah satu alat ekskavator yang digunakan untuk mengeruk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, membuat para pegawai syok.

Kapolsek Banjarbaru Timur, Iptu Khamdari, menceritakan awal kejadian saat salah seorang pegawai TPA yang bertugas sebagai operator ekskavator sedang menyimpun tumpukan sampah. Namun, tiba-tiba saja ekskavator yang dikendalikan tersebut meledak.

“Saat ekskavator meledak, operator langsung melompat. Beruntung yang bersangkutan selamat dan tidak mengalami luka,” ujar Kapolsek kepada Kanalkalimantan.com

Ihwal apa yang membuat alat ekskavator tersebut meledak, Kapolsek sendiri belum dapat menjelaskannya. Terlebih lagi, kata Kapolsek, pihaknya saat ini belum dapat meminta keterangan para pegawai di TPA lantaran masih syok pasca kejadian.



“Kita belum bisa tanyakan lebih jelas lagi. Kondisi para pegawai TPA masih belum tenang,” terang Iptu Khamdari.

Dalam kejadian ini, pihak pemadam kebakaran hingga BPBD Banjarbaru dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Jarak tempuh ke lokasi yang cukup jauh dan terbatasnya sumber air, membuat pemadaman tadinya semoat terkendala.

Rekanan Banjarbaru Rescue, Zaini, melaporkan bahwa sekitar pukul 14.20 Wita, api telah berhasil dipadamkan. Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Sudah dapat di atasi, tinggal pembasahan. Petugas pemadam masih ada yang dalam perjalanan menuju ke sini, tapi sudah kita sampai bahwa api sudah berhasil dikuasai,” katanya.

Atas kejadian ini, alat ekskavator yang terbakar tersebut mengalami kerusakan mesin. Hingga kini pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Banjarbaru, belum dapat dikonfirmasi ihwal apa langkah selanjutnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Terima DIPA 2021 Sebesar Rp 680 M, Turun Dibanding Tahun 2020

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan serahkan DIPA tahun anggaran 2021 kepada Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, di gedung KH Idham Chalid Banjarbaru. Foto: humpro banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemetintah Kota (Pemko) Banjarbaru menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2021 sebesar Rp 680 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (1/12/2020) pagi.

DIPA tersebut diserahkan Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan kepada Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, di gedung KH Idham Chalid Banjarbaru.

Sebagaimana diketahui, DIPA merupakan dasar dalam penggunaan anggaran yang telah disetujui pemerintah pusat.

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menyampaikan arahan Presiden RI Joko Widodo, yakni agar DIPA bisa digunakan untuk meningkatkan aspek belanja dan konsumsi masyarakat. Sehingga hal itu nantinya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat hingga di lapisan bawah.



Sementara itu, Pjs Wali Kota Banjarbaru melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarbaru Jainuddin menerangkan, terjadi penyusutan atas DIPA tahun anggaran 2021, dibanding tahun sebelumnya. Hal itu katanya tidak lepas akibat pandemi Covid-19.

“Memang kalau dibandingkan tahun kemarin, ada penurunan. DIPA yang kita terima di tahun 2020 itu sekitar Rp 755 miliar. Mungkin ada kaitannya dengan Covid-19, sehingga negara butuh penyesuaian,” terangnya.

Atas penyusutan DIPA, kata Jai -akrab disapa-, tentu ada dampaknya bagi Banjarbaru. Hal ini juga yang membuat Pemko perlu menata ulang struktur belanja APBD dengan menyesuaikan kebutuhan.

“Soal dampak, ya secara langsung memang ada. Intinya Pemko harus memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan-kebutuhannyang mendesak. Terkhusus upaya dan penanganan pemulihan ekonomi atas dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Masih di kesempatan yang sama, Banjarbaru juga turut mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laoran keuangan Pemerintah Daerah tahun 2015 – 2018.

Dijelaskan Kepala BPKAD Banjarbaru, penghargaan ini merupkan yang ke lima kalinya diterima oleh Pemko Banjarbaru. Melalui penghargaan ini katanya Banjarbaru, berperluang mendapatkan dana insentif daerah di tahun mendatang.

“Ini adalah perhargaan yang kelima kalinya diterima Pemko Banjarbaru secara berturut-turut. Penghargaan opini WTP ini adalah pintu agar Banjarbaru bisa mendapatkan dana instentif daerah dari pemerintah pusat,” lugasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Bandara Internasional Syamsudin Noor Salurkan Bantuan Operasi Katarak dan Sulur Gratis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Operasi katarak gratis yang digelar Bandara Syamsudin Noor Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor menggalang bantuan bina lingkungan berupa pengadaan operasi katarak dan sulur gratis di RS AU Sjamsudin Noor, Sabtu (28/11/2020) pagi.

Sebanyak total 31 orang peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 21 orang peserta operasi katarak dan 10 orang peserta operasi sulur. Para peserta merupakan masyarakat di sekitar area bandara.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya manajemen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar bandara. Kami berharap penyaluran bina lingkungan melalui program ini bermanfaat bagi para peserta agar memiliki penglihatan yang lebih jelas dan lebih produktif nantinya,” terang Amiruddin Florensius, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Para peserta telah menjalani sejumlah pemeriksaan pada screening yang diselenggarakan pada pekan lalu RS AU Sjamsudin Noor. Tercatat lebih dari 80 orang pendaftar telah menjalani proses tersebut.



Salah seorang peserta mengungkapkan kebahagiaannya usai menjalani operasi, “Saya berharap setelah ini saya dapat melihat lebih jelas lagi. Saya sangat bahagia mendapatkan kesempatan ini,” ujar Abdul Hafiz.

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan penerapan prosedur protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Masing-masing peserta maupun panitia yang terlibat wajib menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan hari ini.

Selain itu, penggunaan masker juga diwajibkan untuk semua pihak yang terlibat. Penyediaan handsanitizer, tempat cuci tangan, dan jaga jarak juga diperhatikan. Selama kegiatan berlangsung pun diinformasikan himbauan menerapkan protokol kesehatan secara berkala.

“Kami sangat bahagia melihat para peserta antusias mengikuti kegiatan ini dan patuh mengikuti protokol kesehatan. Semoga kita semua sehat selalu,” pungkas Amir. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->