Connect with us

Kab. HSS

Oprit Jembatan Sungai Tabirai Ambles Sepanjang 20 Meter

Diterbitkan

pada

Oprit di Jembatan Sungai Tabirai, Desa Karang Paci, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengalami ambles sekitar pukul 05.30 Wita. Foto : ant
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN, Oprit di Jembatan Sungai Tabirai, Desa Karang Paci, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengalami ambles sekitar pukul 05.30 Wita. Peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya lubang yang cukup dalam dengan radius 20 meter.

Camat Kalumpang Auliya Sofi Azmi, di Kalumpang, Selasa (16/7), mengatakan pihaknya telah memberikan himbauan kepada warga agar berhati-hati saat melintas karena adanya jalan yang berongga dan retak, begitupun untuk angkutan berat agar bisa menggunakan jalur alternatif lainnya.

“Jalan dan jembatan ini merupakan jembatan jalur jalan nasional dan kami sudah koordinasi terkait kondisi ini melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten HSS untuk diteruskan ke Balai Jalan Nasional Wilayah XI di Banjarmasin,” katanya.

Dijelaskan dia, Pemerintah Desa Karang Paci juga telah membuat tanda himbauan berupa rambu-rambu agar berhati-hati bagi pengguna jalan agar tidak terjadi kecelakaan. Saat ini, jalan tersebut masih bisa dilewati kecuali angkutan berat diminta  menggunakan jalur lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR HSS Teddy Soetedjo mengatakan, jembatan tersebut berada di perbatasan antara Kabupaten HSS dan Tapin.Sedangkan  oprit yang ambles masuk wilayah wilayah HSS.

Karena ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional, sehingga pembangunan jembatan tersebut menjadi tanggung jawab Balai Jalan Kalimantan. Menurut dia, pihaknya telah melaporkan kondisi jalan tersebut ke Balai Jalan Nasional, pada Selasa (16/7) pagi.

“Setelah kita melaporkan kondisi jalan tersebut, pihak Balai langsung menuju lokasi. Pihak Balai juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk memberikan tanda atau memasang patok di jalur jalur yang ambles terseut, termasuk di lubang-lubang jalan dipasang tiang-tiang. Oprit yang ambles tersebut merupakan urukan di daerah rawa, sehingga tidak menutup kemungkinan lokasi tersebut rentan terjadi ambles, karena tanah belum stabil,” katanya.

Menurut dia, wilayah rawa berbeda dengan daerah dataran yang lebih padat,  infrastruktur yang dibangun di rawa bisa terjadi penurunan. Sehingga perlu dilakukan penguatan untuk menstabilkan bangunan. “Biasanya tanah rawa yang diuruk akan bisa stabil setelah berumur tiga hingga empat tahun, karena  tidak ada lagi penurunan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, oprit dan Jembatan Sungai Tabirai merupakan milik Balai Jalan Nasional di perbatasan Desa Karang Paci, Kecamatan Kalumpang, HSS dan Sei Kandang Masta, Kabupaten Tapin ambles  subuh tadi, namun beberapa jam setelah kejadian Tim Dinas PUTR HSS dan pihak Kecamatan Kalumpang langsung mengecek lokasi, kemudian langsung diberi tanda jalan ambrul.

Bersama warga setempat tim dan kecamatan saling bantu untuk memberikan tanda atau rambu, dan jalan masih dalam pemeliharaan dan statusnya merupakan milik Balai Jalan Nasional, dan bukan jalan Kabupaten dengan panjang kerusakan sekitar 25 hingga 30 meter dengan kedalaman yang ambles bervariasi.(cel/ant)

Reporter :Cel/ant
Editor :Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kab. HSS

Silaturahmi, Guru Kapuh Ingatkan Pemimpin Tak Lakukan Money Politik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

silaturahmi Denny Indrayana dengan Guru Kapuh di HSS Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN, Denny Indrayana terus memantabkan langkahnya untuk maju dalam pertarungan Pilgub Kalsel. Selain aktif menggalang pertemuan dengan relawan dan pendukung di berbagai tokoh masyarakat maupun ulama. Seperti saat bersilaturahmi dengan Guru Kapuh atau KH Muhammad Riduan Basri, di Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis (14/11).

Denny yang didampingi sejumlah relawan mengatakan, kedatangannya ke ulama dan tokoh kharismatik di Kandangan tersebut untuk bersilaturahmi sekaligus minta nasihat sehubungan pencalonannya sebagai bacagub Kalsel 2020. “Tentunya kami sangat menghormati para ulama dan tuan guru sebagai panutan yang harus ditaati. Pendapat dan nasihat beliau menjadi suport moral bagi perjuangan kami untuk mewujudkan Banua ini lebih bagus lagi ke depannya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Guru Kapuh menerima dengan hangat kedatangan Denny dan rombongan. Hampir satu jam, kedua tokoh tersebut saling bertukar pendapat dan masukan untuk kemajuan Kalsel.

Guru Kapuh menyambut baik niat baik Denny Indrayana untuk mengabdi sebagai calon pemimpin Kalsel. Sebab tak banyak tokoh Banua yang sukses di luar, mau kembali untuk mengabdi demi perbaikan masyarakat Banua. “Saya cukup senang Denny Indrayana memutuskan untuk mengabdi ke Banua. Ini tidak banyak tokoh, yang sukses di luar daerah mau kembali untuk membangun Kalsel,” katanya.

Guru Kapuh mengatakan, selama ini banyak orang yang hanya memanfaatkan Banua. Bukan membangun dan mensejahterakan umat. “Sudah bukan rahasia lagi sungai-sungai yang dulu bersih, sekarang menjadi kotor dan tercemar. Ke depan ini yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para calon pemimpin,” pesannya.

Maka itu Guru Kapuh berpesan agar pemimpin ke depan berkomitmen untuk mendidik masyarakatnya semakin baik. “Jangan pemimpin mengajari yang tidak baik. Termasuk money politik yang bisa merusak tatanan. Sebab imbasnya nanti semua akan diukur dengan uang,” katanya.

Guru Kapuh juga berharap ke depannya Kalsel bisa menjadi lebih agamis. Semakin banyak tempat-tempat belajar agama dan pesantren yang bisa menjadi regenerasi ulama ke depannya. Hal itulah yang saat ini coba diterapkan di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hulu Sungai Selatan. “Di sini kami sengaja menampilkan anak-anak muda agar di depan. Dan ini imbasnya semakin baik, karena mereka memiliki inisiatif. Sehingga program MUI pun penuh,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Guru Kapuh juga berharap hubungan baik antara ulama dan umara yang makin harmonis. Hal tersebut sebagaimana Hadis Nabi SAW, bahwa ada dua golongan yang apabila keduanya baik, maka baiklah umat. Kedua golongan tersebut adalah ulama dan umara. “Maka di sinilah perlunya kerja sama antara ulama dan umara. Tentu saja sesuai dengan bidang masing-masing,” kata Guru Kapuh.

Ulama hendaknya tetap berada pada jalur untuk mendidik dan mendampingi umat. Dengan mengajar di pesantren, majelis-majelis taklim, dan lainnya untuk membimbing umat. “Karena itu juga saya tegaskan, saya tidak ikut-ikut dalam dukung-mendukung urusan politik. Saya netral aja dalam Pilkada karena ulama itu milik umat. Jadi siapapun yang datang ke sini, tentunya saya terima dengan terbuka,” ujar Guru.

Usai silaturahmi, malamnya Denny Indrayana menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di pesantren Guru Kapuh di Desa Kapu Madani, Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS. (Cel)

Reporter : Cel
Editor : chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. HSS

350 Rumah Tak Layak Huni di HSS Terima Bedah Rumah Program BSPS

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Salah satu rumah penerima manfaat milik Asiah yang akan direnovasi lewat program bedah rumah Kementerian PUPR. Foto : setiawan adi saputra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN, Sebanyak 350 rumah di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatyan bakal mendapat program bedah rumah. Rumah warga yang bakal diperbaiki itu tersebar di 8 desa, yaitu desa Batang Kulur Kiri, desa Tamiyang, desa Baru, Desa Sungai Raya Selatan, desa Paring Agung, desa Sarang Halang, desa Tanah Bangkang, dan desa Telaga Bidadari.

Hal tersebut terungkap saat sosialiasi program bantuan stimulan perumahan swadaya Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal  Penyediaan Perumahan didampingi perwakilan Bank Mandiri yang dipercaya sebagai penyalur bantuan, Rabu (31/7).

Sekadar diketahui saja, penyediaan perumahan Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN).

PPK Rumah Swadaya Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Kalsel, Yusuf Muskiono mengatakan, program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) ini untuk mengurangi tingkat rumah tidak layak huni (RTLH) agar angka masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan rumah tidak layak huni di Kalsel berkurang secara signifikan menjadi rumah layak huni .

“Penerima bantuan mendapatkan Rp 17.500.000, terbagi atas Rp 15.000.000 untuk bahan bangunan, dan Rp 2.500.000 untuk upah,” sebutnya.

Pada acara tersebut Sekda HSS, Muhammad Noor menyaksikan penandatanganan dan penyerahan buku tabungan secara simbolis kepada penerima manfaat.

Sekda HSS meyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Kalsel yang telah berkomitmen membantu untuk mengurangi  jumlah rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni di Kabupaten HSS.

“Mewakili masyarakat dan Bupati Hulu Sungai Selatan, kami sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah membantu masyarakat berpenghasilan rendah ini mewujudkan rumah yang nyaman, aman dan layak huni,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalsel, Iskandar Ismail mengharapkan bantuan stimulan perumahan swadaya ini sudah tepat peruntukannya kepada penerima manfaat yaitu masyarakat berpenghasilan rendah.

“Bantuan stimulan perumahan swadaya ini saya harapkan sudah tepat sasaran, tepat mutu dan tepat guna,” ujarnya.

Ditambahkannya mengacu pada Peraturan Menteri  Nomor No.07/PRT/M/2018 tentang  BSPS, agar terwujud rumah layak huni pada Pasal 21 sampai 23 bahwa pencairan BSPS bentuk uang dilakukan melalui bank/pos penyalur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Penyaluran BSPS bentuk uang dilakukan oleh bank/pos penyalur ke rekening penerima BSPS dalam satu tahap,” sebutnya.

Sedangkan di pasal 23 dijelaskan lebih rinci tentang penggunaan uang  tersebut di Pasal 23

pemanfaatan BSPS dalam bentuk uang dilakukan oleh penerima BSPS dengan cara transfer uang dari rekening penerima BSPS ke rekening toko/penyedia bahan bangunan untuk pembelian bahan bangunan. Sementara penarikan tunai untuk pembayaran upah kerja.

transfer uang dilakukan setelah bahan bangunan dikirim oleh toko/penyedia bahan bangunan dan diterima penerima BSPS.

“Pembayaran ke penyedia bahan bangunan melalui transfer atau pemindahan bukuan dari penerima manfaat ke rekening toko bangunan,” jelasnya.

Asiah (69), satu di antara penerima manfaat  warga desa Batang Kulur Kiri pun bersyukur telah mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk merenovasi rumahnya.

“Alhamdulillah, terimakasih sudah membantu saya untuk bisa memperbaiki rumah, saya mau ganti lantai yang sudah lapuk, atap bocor, dan dinding berlubang,” ungkapnya. (setiawan adi saputra)

Reporter:Setiawan Adi
Editor:Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. HSS

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gelar KKN di Loksado

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penyerahan cindera mata dari pihak UIN Sunan Kalijaga dan UIN ANtasari Banjarmasin kepada Pemkab HSS. Foto: humas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN, Desa Lumpangi Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menjadi lokasi kuliah kerja nyata (KKN) 15 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga,Yogyakarta dan UIN Antasari, Banjarmasin.

Kedatangan mahasiswa disambut Sekda HSS H Muhammad Noor beserta jajaran pemerintahan HSS, Kamis (18/7) di Aula Rakat Mufakat Kantor Sekretariat daerah.  Hadir pada penyambutan kepala SKPD terkait, Camat Loksado Sar Ipansyah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Lapangan, Dosen Pembimbing UIN Antasari Banjarmasin serta Kades Lumpangi.

Sekda M Noor menyatakan, kehadiran mahasiswa UIN untuk melaksanakan KKN merupakan kehormatan bagi HSS. Ia menilai, penempatan di wilayah Loksado sudah tepat, karena Loksado merupakan ikon pariwisata HSS.

Mahasiswa KKN pun diharapkan bisa berinteraksi dengan kearifan warga setempat, yang masih menerapkan gaya hidup tradisional. Meski demikian, dari sisi komunikasi dan informasi, warga Loksado sudah tak lagi terisolasi. “Akses jalannya juga tak masalah lagi, sudah mudah dicapai sarana transportasi,” kata M Noor.

Selain itu, ia juga mengimbau pada Camat, Kepala Desa, maupun pihak terkait lainnya, agar segera berkoordinasi dengan cepat tanggap jika ada mahasiswa peserta KKN yang mengalami sakit. “Atas nama Pemkab HSS kami menyampaikan terima kasih kepada UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari Banjarmasin yang memilih wilayah HSS sebagai tempat KKN, dengan harapan memberi manfaat untuk masyarakat setempat,” ujarnya.

Para mahasiswa pun diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat masyarakat di HSS yang  tradisional dan religius serta menghormati waktu-waktu ibadah dengan tidak membuat keributan. Masyarakat Loksado juga masih  kental kekeluargaan dan gotong royongnya dimana sebagian besar bermata pencaharian petani dan berkebun.

Koordinator KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Didik Krisdiyanto menyatakan apresiasi atas penerimaan jajaran Pemkab HSS. Mulai penjemputan di Bandara, hingga diantar ke lokasi KKN bahkan  diberikan fasilitas tempat tinggal. “Kami diberi amanah lumayan berat untuk mendidik para mahasiswa, agar mereka memiliki bekal kemampuan tak hanya ilmu akademis dan keagamaan. Tapi juga bekal sosial kemasyarakatan,” katanya.

Didik  mengungkapkan Program KKN diharapkan mendidik lebih dari sekedar mahasiswa. JIka dulu program tersebut hanya dilakukan di sekitar Yogya dan Pulau Jawa, kali ini di luar Pulau Jawa, bahkan ke luar negeri. “Mohon bantuan dari pemerintah daerah di sini dan warga Desa Lumpangi, agar mahasiswa kami mendapatkan pengetahuan lebih luas di Kabupaten HSS,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dosen Pembimbing KKN UIN Antasari Yahya Mof  menyampaikan pihaknya memiliki program KKN Nusantara, regular dan ada pula pengiriman mahasiswa KKN ke Luar negeri, di antaranya Serawak. “Kami titipkan lima mahasiswa kami bersama mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk belajar memahami desanya. Tak sebatas kuliah dan paham  teori. Tapi harus paham apa yang terjadi di masyarakat”, katanya. (cel/hms)

Reporter:cel/hms
Editor:Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->