Connect with us

Kabupaten Banjar

Panen Lebih Awal, Harga Ikan Patin Dipasaran Anjlok

Diterbitkan

pada

Harga ikan patin di pasaran mengalami penurunan dari biasanya. Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Dinas Perikanan Kabupaten Banjar mengatakan harga jual ikan patin saat ini mengalami penurunan. Puncaknya diperkirakan terjadi pasca lebaran nanti. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan Banjar Riza Dauly.

“Saya melihat ke lapangan, jadi harga ikan khususnya patin, mengalami penurunan yang cukup lumayan hingga Rp 17.000/kg dari harga rata-rata Rp 26.000/kg,” Bebernya.

Dauly menjelaskan penurunan harga ikan patin diakibatkan beberapa pembudidaya melakukan panen lebih awal dari pada biasanya. Dengan harapan dapat memberikan kondisi keuangan lebih pada pembudidaya menjelang dan menghadapi lebaran Idul Fitri 1440.

Disampingi itu, penurunan harga ikan patin ini hampir terjadi di setiap tahunnya seperti yang terjadi pada 2018 lalu. Dimana harga ikan patin waktu itu jatuh hingga Rp 13.000/kg.Faktornya sama, petani panen lebih awal dengan harapan dapar menambah penghasilannya.

“Harga Rp 17 ribu itu sebenarnya tidak terlalu anjlok juga, apabila kita bercermin dari tahun kemaren yang menyentuh hingga sampai Rp 13 ribu,” Ujarnya.

Guna menahan harga tetap stabil Dauly menghimbau kepada pembudidaya agar tidak menjual seluruh ikan patinnya, sehingga tidak over produksi dan harga diharapkan bisa lebih stabil sehingga tidak merugikan pembudidaya ikan itu sendiri. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kabupaten Banjar

Masjid Al Karomah Dibuka Kembali Sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Teks: sekda Banjar, HM Hilman Foto: media center kabupaten banjar Editor: KK
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Banjar dilanjutkan dengan pelaksanaan New Normal.

“Kita tidak melaksanakan lagi PSBB. Kita melangkah ke tahap berikutnya yang kita sebut New Normal dengan artian tatanan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19,” ujar Sekda Banjar, HM Hilman, saat Video Conference (Vidcon) bersama sejumlah jurnalis Banjar di Command Center Barokah, Martapura, Rabu (3/06/2020).

Dia mengatakan, dengan new normal bukan berarti bebas seperti sebelum Covid-19, tapi masyarakat diberi kesempatan melakukan pembatasan dan kelonggaran yang disesuaikan dengan kearifan lokal daerah.

“Intinya kepatuhan dan ketertiban masyarakat sesuai protokol penanganan Covid-19, yang nanti dibantu TNI dan Polri, kemungkinan akan diberlakukan adanya sanksi, dan kami sudah meminta kepada DPRD Banjar agar dipersiapkan perdanya,” katanya.

Sekda juga menambahkan dalam waktu dekat akan melonggarkan dan membuka kembali sektor yang sebelumnya diberlakukan pembatasan.

Dia mengatakan, akan dimulai dari sektor ibadah. Dimulai dari Masjid Al Karomah Martapura yang akan dibuka kembali sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Maje|is-majelis taklim namun teknisnya akan segera dibahas. Dan Pasar dalam rangka menunjang produktivitas masyarakat, ritel-ritel modern, tidak berlaku Iagi pembatasan waktu seperti masa PSBB, tetapi ada protokol yang harus tetap diikuti. (kanalkalimantan.com/McBanjarkab/dhani)

 

Reporter : Dhani/Mcbanjarkab
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Keracunan Massal di Aluh-aluh, Sampel Makanan Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Puskesmas Aluh-aluh mengirim sampel makanan ke laboratorium. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Peristiwa keracunan massal di desa Pulantan RT 03, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar pada Minggu (31/5/2020) kemarin, mengakibatkan 49 warga desa itu mengalami mual dan muntah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

Diduga 49 warga desa itu mengalami keracunan usai menyantap beberapa makanan pada suatu pesta ulang tahun. Seperti masakan masak habang dengan telur serta kue.

Namun demikian, saat dikonfirmasi pada Senin (1/6/2020) siang, Kepala Puskesmas Aluh-aluh drg Surati Widiyanti belum bisa memastikan makanan mana yang mengakibatkan 49 warga Desa Pulantan ini mengalami keracunan. Menurutnya, saat ini sampel makanan telah dibawa ke laboratorium di Martapura untuk diuji.

“(Kita belum pastikan) sampai hasil uji laboratoriumnya keluar. Sudah kami kirim ke Martapura untuk diproses,” kata Wiwid, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, peristiwa keracunan massal pernah terjadi di kecamatan yang sama. Yaitu di Desa Terapu pada Februari 2020 silam.

Lalu mengapa ini bisa terjadi sebanyak dua kali? Ia mengaku belum bisa memastikan lebih lanjut.

“Kejadian (keracunan massal) ini yang kedua kali. Hanya saja mengapa ini bisa terjadi? Karena sebenarnya kalau dipikir-pikir, dalam sehari-hari kita mengkonsumsi makanan yang ada kemungkinan bisa bikin kejadian jika tidak hati-hati (dalam mengolahnya), mas,” jelasnya

Kendati demikian, 49 orang yang mengalami keracunan sudah dinyatakan pulih usai ditangani di Puskesmas Aluh-aluh. Sehingga diperbolehkan untuk pulang pada malam harinya.

“Sebenarnya kalau dia mendapat cairan yang cukup, ada obat anti muntah dan makanan yang menyebabkan keracunan sudah dimuntahkan, sudah tidak ada lagi yang merusak badan yang bikin keracunan,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

38 Warga Pulantan Mual dan Muntah, Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Perayaan Ulang Tahun

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penanganan medis warga yang mengalami keracunan di Puskesmas Aluh-aluh. Foto: Zaini (Relawan Emergency) for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Perayaan ulang tahun seorang warga di Desa Pulantan, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Minggu (31/5/2020) siang berubah menjadi kepanikan.

Pasalnya, sekitar 30 lebih warga desa itu mengalami keracunan usai menyantap makanan perayaan ulang tahun anak dari salah seorang warga desa yakni, Diauddin.

Relawan Emergency, Muhammad Zaini, mengungkapkan bahwa puluhan warga tersebut dievakuasi ke puskesmas setempat. Mereka diyakini keracunan setelah memakan nasi kotak perayaan ulang tahun yang dibagikan pihak keluarga yang berulang tahun.

“Saat ini, para korban dalam tahap pemulihan. Data terakhir korban yang keracunan ada sebanyak 38 orang,” katanya.

Saat mendatangi lokasi kejadian, kata Zaini, petugas BPBD ataupun relawan harus menempuh perjalanan melewati sungai.

Menurut Zaini, hingga Minggu malam itu para korban sudah dalam tahap pemulihan.

Kronologi keracunan massal ini bermula saat pihak keluarga mengadakan syukuran ulang tahun anaknya pada pukul 13.00 Wita. Acara tersebut mengundang anak-anak tetangga sekitar di lingkungan rumah.

Selesai acara, semua undangan yang hadir diberi suguhan makanan berupa nasi kotak yang di dalamnya berisi nasi kuning dengan lauk telur bebek masak habang (bumbu merah).

Selang waktu, sekitar pukul 15.00 Wita warga yang menyantap makanan itu mulai mengalami tanda-tanda keracunan seperti mual dan muntah.

Selanjutnya mereka dibawa ke Puskesmas Aluh-aluh pada pukul 16.00 Wita guna mendapatkan penanganan medis.(kanalkalimantan.com/rico)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->