Connect with us

Kab. Barsel

Parkir Alat Berat Tanpa Rambu Berujung Maut, Operator Jadi Tersangka

Diterbitkan

pada

Sat Lantas Polres Barsel saat melaksanakan jumpa pers yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Barsel AKP Feriza Winanda Lubis. Foto : didgo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Lantaran memarkir alat berat penghampar aspal (Asphalt Finisher) di badan jalan tanpa tanda peringatan tanda bahaya menyebabkan kecelakaan, sehingga Doni Atmawijaya kehilangan nyawa pada Minggu (20/10/) lalu, Gatot Suroto (50), sang operator Asphalt Finsher ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Barito Selatan AKBP Devy Firmansyah SIK melalui Kasatlantas AKP Feriza Winanda Lubis mengatakan, setelah melalui penyelidikan dan gelar perkara bersama Satlantas, Reskrim dan Bidang Hukum Polres Barsel, Gatot ditetapkan sebagai tersangka penyebab kecelakaan tersebut. Gatot pun ditahan di Mapolres Barsel sejak Sabtu (23/11).

“Jadi Gatot Suroto selaku operator, resmi kita tetapkan tersangka dan sudah ditahan di Polres Barsel,” kata Feriza kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers, Rabu (27/11).

Kasatlantas menjelaskan, penetapan Gatot sebagai tersangka sudah berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP. Ditemukan bahwa bersangkutan memarkir Asphalt Finisher di tengah badan jalan sebelah kiri dari arah Sanggu menuju kota Buntok. Lebih lanjut olehnya dengan parkir alat berat di tengah badan jalan tanpa memasang tanda peringatan bahaya dan tanpa lampu penerangan tersebut, kemudian diduga menyebabkan kecelakaan maut itu.

“Korban berkendara dari arah Sanggu menuju kota Buntok, kemudian menabrak asphalt finisher yang terparkir di badan jalan sebelah kiri, tanpa dilengkapi dengan segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya ataupun lampu pengaman lainnya,” beber Feriza.

Ia juga mengatakan, saat ini pihaknya selain menahan tersangka, juga telah menyita barang bukti berupa sepeda motor yang dikendarai korban saat kecelakaan, kelengkapan surat menyurat kendaraan dan SIM korban, serta satu unit asphalt finisher yang disewa oleh PT Argo Sunjoyo yang ditabrak korban.

“Barang bukti Vixion dengan nopol KH 6916 DD, STNK, SIM atas nama Doni Atmajawijaya dan kita juga menahan satu unit asphalt finisher,” ungkap Feriza.

Sementara ini berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel, dan masih ada kemungkinan tersangka lainnya dalam kasus ini, karena saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan, serta menunggu petunjuk dari Kejaksaan.

“Mungkin adanya tersangaka masih dilakukan pengembanganlainnya, sehingga nanti kami sambil menunggu petunjuk dari Jaksa,” pungkas Feriza.

Kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan Raya Ampah-Buntok, ruas Desa Sababilah menuju kota Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel, melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha Vixion dengan Nopol KH 1916 DD dengan satu unit asphalt finisher pada Minggu (20/10/2019), sekitar pukul 19.00 WIB. Roda dua yang dikendarai Doni Atmajawijaya, seorang pegawai kesehatan melaju dari arah Desa Sanggu menuju Buntok.

Tiba-tiba pada saat di jalan lurus sekitar bundaran Sanggu, korban menabrak asphalt finisher milik PT Argo Sunjoyo yang terparkir di badan jalan tanpa diberikan rambu atau tandap eringatan bahaya, serta lampu penerangan lainnya. Korban yang saat kejadian berkendara seorang diri, tewas seketika di tempat kejadian dengan kondisi kepala pecah dan tangan kiri putus. (digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kab. Barsel

Tak Punya Biaya untuk Persalinan Anaknya di RS, Idul Fitri Dibantu Parpol dan Ormas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Partai Golkar, PAN dan Ormas PP membantu untuk biaya proses kelahiran anak Idul Fitri. Foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Ramadhan menjadi bulan untuk menebar kebaikan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak masyarakat mengalami kesulitan ekonomi. Seperti dialami Idul Fitri, ayah dari bayi 4,1 kg yang baru lahir dengan operasi di RS Jarse Buntok.

Idul yang dengan ekonomi pas-pasan, merasa kesulitan memenuhi biaya untuk proses kelahiran anaknya. Terlebih dimasa pandemi Covid-19, pria asal Kabupaten Tanah Laut yang kini mengadu nasib di Desa Patas, Kecamatan Gunung Bintang Awai, merasa bingung belum ada kesiapan untuk proses kelahiran anaknya. Namun ia tak mengira, ada saja bantuan menyelamatkannya.

“Saya sangat berterima kasih untuk segela pihak yang mau membantu di tengah kesusahan ini. Saya juga tidak menyangka sekali apakah ini bantuan dari tuhan lewat para penderma yang membantu saya,” ucap Idul kepada Kanalkalimantan.com, di Rs Jarse Buntok Minggu (2/5/2020).

Idul menyampaikan banyak terima kasih kepada Partai Golkar Buntok, PAN, dan Ormas Pemuda Pancasila, serta Dirut RS Jarse Buntok yang telah membantu segala biaya proses kelahiran hingga keluar Rumah sakit.

“Untuk biaya jujur saya bisa dibilang tidak punya sama sekali. Beruntung banyak pihak yang ikut membantu dari biaya proses melahirkan hingga keluar rumah sakit, bahkan untuk warga Desa Pamait bersedia menampung kami saat keluar nanti untuk tinggal sementara,” ucap Idul.

Di tempat yang sama, pengurus Partai Golkar Barsel, Evatro mengatakan, bantuan dari pihak Golkar ini merupakan wujud peduli mereka kepada semasa terlebih dimasa pandemi Covid-19. “Kita akui dimasa pandemi covid-19 ini semua serba susah, oleh itu kiranya lewat bantuan ini paling tidak bisa meringankan beban dari pihak keluarga pasien,” ujar Evatro.

Pun disampaikan perwakilan PAN Buntok Zain Mukthair. Ia mengatakan, bantuan jangan dipandang dari nominalnya, namun kepedulian untuk menolong yang sedang dalam kesusahan. “Paling tidak lewat bantuan ini kiranya bisa meringankan beban dari keluarga pasian dan tanda peduli dari kita kepada sesama,” ujar Zain.

Begitu pula dari Ormas Pemuda Pancasila Barsel yang langsung oleh Ketua Jailani Abdul Kadir mengatakan, kiranya bantuan ini merupakan wujud peduli kami dan bukti bahwa keberadaan Pemuda Pancasila di Barsel untuk terus sebisanya mungkin membantu sesama. “Kita dari Pemuda Pancasila akan terus buktikan sebisa kita membantu semua masyarakat Barsel, terlebih untuk kemajuan Barsel,” tandas Jailani.(kanalkalimantan.com/digdo)

 

 

Reporter : Digdo
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. Barsel

Sekber Barsel Bagikan 1.000 Sembako kepada Warga Terpapar Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sekber membagikan paket sembako di Desa Wungkur Baru dan Pamangka Kecamatan GBA. Foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Sekretariat bersama penanganan sosial Covid-19 yang tergabung dalam 4 dinas terkait yakni Disnakertrans, DSPMDes, Disdagkop dan Disbudpar Barsel, membagikan paket sembako kepada sejumlah warga terpapar Covid-19.

Kepala Disnakertrans Barsel melalui Sekretaris Ida Sapitri mengatakan, Sekber bekerja sama dengan PKK Barsel sejak beberapa hari lalu membagikan 1.000 paket sembako.

“Jadi kita Sekber dan PKK Barsel sudah mendistribusikan paket sembako di beberapa kecamatan kepada warga tidak mampu dan lebih utama yang terpapar covid-19,” kata Ida kepada Kanalkalimantan.com, di kantornya Rabu (29/4/2020).

Ia juga mengungkapkan dari 1.000 paket ini, yang lebih utama telah disalurkan sebanyak 141 paket untuk warga yang memang terpapar covid-19, baik ia berstatus ODP, PDP bahkan keluarga dari warga yang telah positif Covid-19.

“141 paket sembako dari kemaren telah kita salurkan hingga hari ini juga masih disalurkan, langsung door to door ke rumah warga yang terpapar covid-19 itu,” jelas Ida.

Dalam dua hari pihaknya telah selesai menyalurkan di dua kecamatan pada beberapa desa. Yakni Kecamatan Gunung Binta Awai dan hari ini di Kecamatan Dusel hingga Desa Tanjung Jawa. “Jadi dalam dua hari kita telah menyalurkan di dua Kecamatan yakni kemaren GBA dan hari ini Dusel, hingga sampai ke Desa Tanjung Jawa,” beber Ida.

Ditambahkan olehnya sekaligus berharap kiranya bantuan ini masih bisa terus berlanjur dan tentunya sangat mengharapkan dukungan donatur dari segala pihak, sehingga kegiatan ini dapat terus berlanjur dalam membantu warga yang memang sangat perlu bantua dari dampak pandemi covid-19 ini.

“Kita berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan kiranya untuk para donator yang ingin mendonasikan dalam membantu warga kita yang membutuhkan bisa langsung ke Sekretariat Sekber di Disnakertrans Barsel,” pungkas Ida.(kanalkalimantan.com/digdo)

 

 

Reporter : Digdo
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. Barsel

Pakai SOP Covid-19, UPT PPD Buntok Tetap Operasional Beri Pelayanan Masyarakat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala UPT PDD Trisnawati SE mengenalkan sistem pajak online dan pelayanan samsat buntok bertarap SOP covid-19. Foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Meski saat ini Kabupaten Barsel berstatus zona merah Covid-19, namun sejumlah pelayanan dalam Unit Pelayanan Teknis Pelayanan Pendapatan Daerah (UPT PPD) atau Samsat Buntok tetap berjalan sesuai Standar Pelayanan Oprasional (SOP).

Kepala UPT PDD Trisnawati SE mengatakan, untuk pelayanan di samsat Buntok saat pandemi Covid-19 tetap berjalan normal. Namun dilaksanakan sesuai SOP yakni sesuai dengan anjuran pemerintah terkait jaga jarak baik antara petugas Samsat maupun pengunjung.

“Jadi kita tetap melakukan pelayanan seperti biasanya namun sekarang lebih menyesuaikan seperti anjuran Pemerintah, yakni dilakukan sesuai SOP sekarang,” kata Trisnawati kepada Kanalkalimantan.com, di kantornya Selasa (28/4/2020).

Dijelaskan olehnya, para pemohonan yang datang untuk mengurus izin akan dilakukan pengecekan suhu memakai alat termogan. Selain itu disediakannya alat cuci tangan dan hand sanitizer dan para pemohon juga dilakukan jarak saat menunggu proses pelayanan. “Jadi dari tempat cuci tangan dan antis kita sediakan, selain itu pemohon juga dilakukan pengecekan suhu tubuh serta saat menunggu proses dilakukan jarak sesama pemohon lain,” beber Trisnawati.

Lebih lanjut olehnya untuk capain target realisasi penerimaan UPT PDD pada tri wulan pertama tahun 2020 ini masih bisa dibilang mencapai target untuk samsat Buntok sendiri. Yakni 31,55% tidak jauh dengan capain target yang ditargetkan oleh samsat Buntok. “Jadi walaupun ditengah pandemi covid-19, untuk capain target kita pada tri wulan pertama masih bisa dibilang mencapai target yang di inginkan,” ujar Trisnawati.

Ditambahkan olehnya selain pelaksanaan pembayaran pajak langsung ke Samsat Buntok, pihaknya juga telah membuka pelayanan Samsat Online atau Samolnas jadi pemohon tidak usah sampai antri lagi nanun bisa lakukan proses pembayaran dengan sistem online.

“Jadi kita juga telah membuka sistem online sehingga pemohon bisa mengurus pajaknya lewat online dan tidak perlu ikut antri melakukan pemohonan pembayaran pajak,” pungkas Trisnawati.(kanalkalimantan.com/digdo)

 

Reporter : Digdo
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->