Connect with us

HEADLINE

Pasar Bauntung Mendekati Rampung, Pedagang Dijanjikan Keringanan Biaya Sewa

Diterbitkan

pada

Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan saat meninjau Pasar Bauntung yang masih dibangun, Selasa (22/9/2020). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan meninjau proyek pembangunan Pasar Bauntung baru yang berlokasi di Jalan RO Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Selasa (22/9/2020) pagi.

Pasar modern yang dibangun sejak Desember 2019 itu, kini telah mendekati rampung. Deretan bangunan ruko berlantai 2 telah berdiri megah di bagian depan pasar. Sementara di bagian gedung induk Pasar Bauntung telah terpasang atap dan telah dipenuhi los para pedagang untuk berjualan nantinya.

“Alhamdulillah, sebentar lagi kita punya pasar yang representatif bagi penjual dan pembeli untuk merasa nyaman dalam aktivitas berbelanja. Pasar ini apabila dioperasionalkan harus ditata dengan baik dan harus dijaga kebersihannya,” kata Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Adapun pembangunan Pasar Bauntung baru ini telah memasuki minggu ke-42 dan progres pembangunannya dilaporkan telah mencapai 86,42 persen. Progres tersebut menunjukan kemajuan yang signifikan melebihi dari target yang direncanakan sebelumnya yakni 81,65 persen.



Menurut Jaya -sapaan akrab Wakil Wali Kota-, kelak Pasar Bauntung baru akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banjarbaru. Ia juga mengungkapkan dengan dibangunnya pasar ini diharapkan mampu menggerakan ekonomi masyarakat kecil.

“Tentu Pasar Bauntung baru ini menjadi kebahagian kami. Ini keinginan kita bersama dan salah satu wujud perjuangan almarhum Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani,” akunya.

Terakhir, Wakil Wali Kota Banjarbaru juga menjanjikan keringanan biaya kepada para pedagang yang nantinya akan berjualan di Pasar Bauntung. Hal tersebut, katanya diperlukan mengingat kondisi sulit saat ini akibat merebaknya pandemi Covid-19.

“Kami berkomitmen memberi fasilitas kemudahan dan biaya seringan-ringannya agar pedagang bisa berjualan di sini. Saat ini, kita masih menghitung kemampuan keuangan daerah. Intinya kita memahami kondisi sulit saat ini akibat merebaknya pandemi,” pungkas Jaya.

Pembangunan Pasar Bauntung ini merupakan salah satu misi Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memciptakan pasar rakyat yang dikelola secara modern. Dengan luas lahan mencapai 3,9 hektare, pasar ini dibangun dengan alokasi dana mencapai 86,2 miliar.

Sebagaimana diketahui, Pasar Bauntung yang ada saat ini masih beroperasi, terletak di tengah kota dan dinilai tak lagi mampu menampung perkembangan pedagang. Khususnya pedagang kaki lima (PKL), sehingga banyak pedagang yang berjualan di jalan. Hal ini menyebabkan ruas jalan yang sebetulnya merupakan jalan akses menjadi tertutup dan tidak dapat dilewati kendaraan.

Seiring dengan berlangsungnya pembangunan saat ini, ada ribuan pedagang yang akan direlokasi ke Pasar Bauntung baru di jalan RO Ulin tersebut. Dalam hal ini, Dinas Perdagangan Banjarbaru telah melakukan pendataan terhadap para pedagang, dengan mengelompokan sesuai dengan apa yang dijual. Sehingga, nantinya akan menentukan zonasi dagangan sesuai dengan design di Pasar Bauntung yang baru. (kanalkalimantan.com/rico)

 

 

Reporter: Rico
Editor: Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, 3 Paslon Pilkada Banjarbaru Dipanggil Bawaslu

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru AR Iwansyah (kiri) bersama Calon Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin (kanan) memenuhi panggilan Bawaslu Banjarbaru, Sabtu (24/10/2020). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Suhu politik Pilkada di Kota Banjarbaru kembali menghangat. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarbaru melakukan pemanggilan terhadap tiga pasangan calon (Paslon) yang berkontestasi di Pilkada 2020, Sabtu (24/10/2020) siang.

Kepada Kanalkalimantan, Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar mengungkapkan bahwa pemanggilan ketiga paslon tersebut menyusul adanya kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan pelanggaran pasal 188 jo pasal 71 ayat 3 dan ayat 5 UU No 10 tahun 2016, tentang Pilkada.

“Tanggal 22 Oktober kemarin, kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana pemilihan. Laporan itu sudah memenuhi syarat baik secara formil dan materil. Dan hari ini kita tindak lanjuti dengan melakukan klarifikasi dan meminta keterangan, dari terlapor, saksi dan penyenggara pemilu,” katanya.

Ditanya ihwal siapa paslon yang dilaporkan dalam kasus ini, Dahtiar memilih irit bicara. Ia hanya menegaskan bahwa pemanggilan ketiga paslon sekadar melakukan proses klarifikasi saja.



Calon Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Foto : rico

“Untuk sekarang kita belum bisa membukanya. Intinya, kasus ini sedang ditangani Sentra Gakkumdu Banjarbaru, yang beranggotakan Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan,” sebut Dahtiar.

Jika menilik pasal dan ayat yang disangkakan oleh Bawaslu Banjarbaru, maka pelanggaran dalam kasus ini diduga menyangkut penyalahgunaan wewenang, program dan kegiatan oleh salah satu paslon saat aktif menjabat sebagai Wali Kota atau Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Seperti dimuat dalam Pasal 188 jo pasal 71 ayat 3, yakni Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

Pantauan di kantor Bawaslu Banjarbaru, pemanggilan ketiga paslon dilakukan pada jam yang berbeda. Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 3, Darmawan Jaya Setiawan, menjadi orang pertama yang hadir. Lalu disusul oleh Calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin dan Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 3, AR Iwansyah.

Calon Wakil Wali Kota nomor urut 3, Darmawan Jaya Setiawan saat dikonfirmasi terkait pemanggilannya, memilih menutup diri. “Konfirmasi langsung ke Bawaslu lah,” tulisnya melalui via WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, Calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin, mengungkapkan bahwa dirinya hanya diminta klarifikasi dalam kasus ini. Ia turut membenarkan bahwa memang ada salah satu paslon yang diduga telah melakukan pelanggaran tersebut.

“Memang benar jika di antara kami ada yang diduga telah menyalahgunakan wewenang program pemerintahan untuk menyukseskan kemenangan di Pilkada. Itu berdasarkan laporan dari masyarakat. Kami sama sekali tidak terlibat dalam hal ini,” terangnya.

Menurut Aditya, penyalahgunaan wewenang tentu sangat merugikan, baik pihaknya maupun paslon lain. Apalagi, memanfaatkan sistem pemerintahan yang notabene berasal dari uang rakyat.

“Kita sebagai paslon, menjunjung tinggi asas pemilu yang demokratis, jujur, dan adil. Tentu kami menuntut keadilan, jika memang ada program dan kewenangan di pemerintahan kota Banjarbaru yang disalahgunakan. Tapi kita lihat dulu dari pemeriksaan Bawaslu apakah benar ada unsurnya atau tidak,” tegas Aditya.

Senada, Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 1, AR Iwansyah menyayangkan apabila dugaan penyalahgunaan tersebut memang terbukti. Ia menuturkan bahwa setiap paslon seharusnya sudah mengetahui aspek apa saja yang tidak boleh dilanggar dalam mengikuti ajang pesta demokrasi.

“Saya tadi malam diberi perintah oleh pak Gusti Iskandar, untuk memenuhi panggilan Bawaslu. Memang ada salah satu paslon yang diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Hari ini saya memberikan keterangan sebenar-benarnya terhadap Bawaslu bahwa kami memang dirugikan,” tegasnya.

Adapun sanksi yang ditegakkan apabila kasus ini terbukti, maka paslon yang dilaporkan terancam dibatalkan sebagai peserta Pilkada 2020 oleh KPU Banjarbaru. Hal itu sebagaimana tertera dalam pasal 188 jo pasal 71 ayat 5, yakni dalam hal Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati dan Walikota atau Wakil Walikota selaku petahana melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) petahana tersebut dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Buntut Camat SE Hadiri Kampanye, Cabup Banjar Diperiksa Bawaslu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

H Saidi Mansyur : Beliau Tidak Diundang, Beliau Secara Spontan Ikut Dalam Kegiatan Tersebut


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cabup Banjar H Saidi Mansyur memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Banjar, Sabtu (24/10/2020). foto: tim
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Calon Bupati Banjar H Saidi Mansyur dipanggil Bawaslu Kabupaten Banjar, Sabtu (24/10/2020) siang, klarifikasi kehadiran Camat Aluh-aluh SE yang nongol di kampanye tatap muka terbatas.

Calon Bupati (Cabup) Banjar H Saidi Mansyur memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Banjar, buntut pelaporan dugaan pelanggaran netralitas ASN.

H Saidi Mansyur mengakui dirinya dicecar sekitar 30 pertanyaan dari penyidik di Sentra Gakkumdu Bawaslu Banjar. Ia pun menjelaskan kronologi kehadiran Camat Aluh-aluh SE saat kampanye Paslon H Saidi Mansyur-Said Idrus Alhabsyi di Desa Pemurus Dalam pada Kamis (15/10/2020) lalu.

Setelah memberikan keterangan kepada penyidik di Sentra Gakkumdu Banjar, Cabup Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, pihaknya tidak mengundang Camat Aluh-aluh SE pada kampanye, Kamis tanggal 15 Oktober 2020 itu.



Menurut H Saidi Mansyur, Camat Aluh-aluh SE hadir secara spontan di wilayah yang dipimpinnya itu. “Beliau (SE) tidak diundang, beliau secara spontan ikut  dalam kegiatan tersebut,” jelasnya, Sabtu (24/10/2020).

Kampanye tatap muka terbatas yang diduga melibatkan ASN Pemkab Banjar di Kecamatan Aluh-aluh. Foto : ist

Camat Aluh-aluh, kata H Saidi Mansyur hadir untuk menyampaikan tentang adanya Pilkada di Kabupaten Banjar yang diikuti 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Beliau mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam menyemarakan pesta demokrasi dan pada hari H tidak golput,” pungkas Cabup Banjar nomor urut 1 H Saidi Mansyur.

Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN dan pidana pemilu bermula dari laporan warga Kecamatan Aluh-aluh Kasmayuda. Camat SE dilaporkan melanggar netralitas sebagai seorang ASN yang hadir di kampanye Paslon Bupati Banjar Nomor Urut 1 H Saidi Mansyur-Habu Idrus Alhabsyi. Pelapor menyerahkan sejumlah berkas dan bukti dukung berupa foto hingga video kegiatan kampanye yang diduga melibatkan kehadiran Camat SE.

Sekadar diketahui Pemerintah Kabupaten Banjar sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : 800/458PPK.2/BKDPSDM tentang netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) yang langsung diturunkan dan diteken oleh Bupati Kabupaten Banjar H Khalilurrahman kepada seluruh SKPD di Pemkab Banjar.

*Klik disini untuk baca atau download SE Pemkab Banjar tentang netralitas ASN dalam Pilkada (red)

Jika terbukti melanggar netralitas, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banjar, Camat Aluh-aluh SE bakal kena sanksi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->