Connect with us

PILKADA KALSEL

Paslon Pelanggar Protokol Covid-19, Dapat Sanksi Pemotongan Masa Kampanye!

Diterbitkan

pada

KPU mewacanakan memotong masa kampanye paslon yang langgar protokol Covid-19 Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – KPU berencana menerapkan sanksi pemotongan masa kampanye bagi pasangan calon (paslon) yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama Pilkada Serentak 2020.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyebut aturan tersebut akan dicantumkan dalam revisi PKPU 6 Tahun 2020. Draf aturan itu telah dibahas bersama pemerintah dan DPR pada Selasa (22/9/2020) malam.

“Memang ada satu lagi, yaitu sanksi untuk tidak berkampanye selama waktu tertentu untuk jenis kampanye yang dilanggarnya,” kata Dewa dalam diskusi daring di akun Youtube The Indonesian Institute, Rabu (23/9/2020) dilansir CNNIndonesia.

Selain itu, KPU juga akan mengatur sanksi administratif berupa teguran. KPU juga ingin mengatur sanksi pembubaran kegiatan kampanye yang tak mengindahkan protokol kesehatan.



Dewa berkata sejumlah sanksi baru ini dibuat KPU agar pilkada tetap bisa berjalan dengan penegakan protokol kesehatan yang ketat. Ia berharap pelanggaran yang terjadi di masa pendaftaran tak terulang kembali.

“Saya kira ini sanksi administratif yang sebetulnya bisa diharapkan memberikan satu penyasaran kepada pihak-pihak yang melanggar, apakah paslon atau tim kampanyenya,” tutur dia.

Dewa menyampaikan proses revisi sudah hampir selesai. Ia menargetkan aturan baru itu bisa rampung dan siap diterapkan pada pekan ini.

Sebelumnya, penyelenggara pemilu, pemerintah, dan DPR sepakat untuk tetap menggelar Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember. Salah satu syaratnya adalah memperketat aturan hukum soal penerapan protokol kesehatan.

Tuntutan penundaan pilkada menguat setelah 316 bapaslon di 243 daerah melanggar protokol kesehatan pada 4-6 September.

Sejumlah elemen masyarakat, seperti PBNU, PP Muhammadiyah, dan 14 LSM kepemiluan mendesak penundaan pilkada. (Kanalkalimantan.com/cnni)

 

Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PILKADA KALSEL

Suhu Politik Menghangat, Ini Komentar Intelijen Daerah Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala BIN Daerah Kalsel Brigjen Pol Winarto. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pilkada serentak digelar di Kalsel, pemilihan Gubernur Kalsel dan Pilkada kabupaten dan kota di Kalsel. Lalu, bagaimana situasi di Kalsel jelang pelaksanaan Pilkada yang nantinya akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang?

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel Brigjen Pol Winarto memastikan, situasi di Kalsel tetap kondusif walau akan melaksanakan pesta demokrasi. Apalagi, saat ini masih berlangsung tahapan kampanye.

Winarto menekankan, pentingnya penyelenggara pemilu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya Pilkada. Kendati masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan.

“Intinya kedepan, bagaimana caranya pelaksana pemilu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa pentingnya Pilkada ini. Jangan sampai di tengah pandemi ini ada kegamangan di masyarakat tentang pelaksanaan Pilkada ini,” kata Winarto, Selasa (13/10/2020).



Winarto memastikan, hingga kini BIN belum mendeteksi adanya gejolak politik jelang pilkada serentak. “Masih kondusif,” sebutnya.

Namun demikian, ditanya titik-titik kerawanan pilkada di Kalsel, Winarto menyebut hal ini terjadi di kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk cukup tinggi, jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota yang berpenduduk sedikit. Sayangnya, Winarto tidak menyebut daerah yang dimaksud.

“Tapi perlu kita dalami juga. Biasa namanya suhu politik seperti itu. Tapi dalam pantauan kita, masih wajar dan masih bisa saling menjaga,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PILKADA KALSEL

Kaderisasi Ulama dan Beasiswa Calon Ulama Jadi Komitmen Ananda-Mushaffa

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mushaffa Zakir berkomitmen akan memperjuangkan kaderisasi ulama dan program beasiswa untuk calon ulama di Kota Banjarmasin. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjarmasin dikenal sebagai kota yang religius. Bahkan kota dengan sebutan Seribu Sungai ini banyak memiliki ulama yang dikenal tidak hanya di tanah air, namun juga mancanegara.

Melihat kenyataan tersebut, Calon Wakil Wali Kota Banjarmasin Mushaffa Zakir berkomitmen akan memperjuangkan kaderisasi ulama dan program beasiswa untuk calon ulama di Kota Banjarmasin.
Besarnya perhatian pasangan Ananda-Mushaffa dengan tagline berbenah Bersama nomor urut empat itu kepada ulama dan calon ulama bukan tanpa alasan. Karena sosok seorang ulama menjadi panutan dan penuntun umat menjalani kehidupan di dunia ini.

Hal tersebut diungkapkannya ketika berdialog dengan masyarakat, Minggu (4/10/2020) di Gang Sejiran Kelayan A dan Gang Bambu Kuning Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin.

“Bersama Calon Walikota Hj Ananda saya punya visi dan misi pembenahan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan keamanan. Salah satu penjabaran pendidikan yakni kaderisasi ulama dan beasiswa calon ulama,” ucapnya.



Ada pun untuk program kaderisasi ulama yaitu memberikan kesempatan kepada ulama untuk mengembangkan keilmuannya diberbagai bidang, misalnya ekonomi Syariah serta ilmu agama lainnya sesuai kebutuhan.

Selanjutnya untuk program kedua yaitu kesempatan beasiswa kepada calon ulama adalah membuka peluang beasiswa kepada calon ulama di Kota Banjarmasin untuk menambah keilmuan ke berbagai negara sumber ilmu seperti Mesir, Saudi Arabia, Yaman dan lainnya.

“Melalui dua program ini kami berharap kedepannya bisa lahir lebih banyak lagi ulama di Kota Banjarmasin yang mempunyai kompetensi mumpuni dan dikenal baik di tingkat lokal hingga mancanegara,” tukasnya. (Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->