Connect with us

Ragam

PCNU Kabupaten HSU 2020-2025 Dilantik

Diterbitkan

pada

PCNU Kabupaten HSU resmi dilantik, Rabu (19/2/2020), di aula Dr KH Idham Chalid kota Amuntai. Foto : dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Setelah Konferensi Cabang ke-11 Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada 25 Desember 2019, akhirnya PCNU Kabupaten HSU resmi dilantik, Rabu (19/2/2020), di aula Dr KH Idham Chalid kota Amuntai.

Pelantikan PCNU Kabupaten HSU Masa Khidmat 2020-2025 memposisikan H Muhammad Taufik sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten HSU dan Wakil Ketua H Humaidi Lc, Kifli Buqran, Abdul Muthalif, Ahmadar Rifa’i, dan nama lainnya dalam kepengurusan. Begitupula untuk posisi Sekretaris diisis Soleh Maulana serta sejumlah aktivis NU muda di Kabupaten HSU.

Pelantikan tersebut dipimpin Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel H Abdul Haris Makkie.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel H Haris Makkie mengharapkan kepengurusan yang baru dilantik ini agar dapat merebut kembali kejayaan NU seperti masa lalu.



“NU betul-betul di kelola tetap mempertahankan tradisi-tradisi NU yang sudah ada dan mengembangkannya dengan tekhnologi secara modern agar dapat mempermudah kita untuk melakukan koordinasi,” ujar Haris Makkie.

Sementara itu, Ketua Tanfiziyah PCNU HSU H Muhammad Taufik mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh keluarga besar NU atas kepercayaan yang telah diberikan untuk melanjutkan kepengurusan dengan mengemban amanah sebagai Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten HSU masa khidmat 2020-2025.

 

“Kami berserta seluruh pengurus cabang tidak akan mennyia-nyiakan amanah dan kepercayaan yang diberikan, kami juga akan bertekad dan berkomitmen akan menjadikan kepengurusan NU masa khidmat 2020-2025 ini menjadi lebih,” ungkap Taufik.

Selain itu, dirinya juga mengaku akan berusaha maksimal untuk menggerakkan organisasi NU untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat, berperan dalam menjaga stabilitas kehidupan di masyarakat berbangsa dan beragama.

Seiring dengan itu, Bupati HSU H Abdul wahid HK sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Kerja PCNU HSU mengatakan, PCNU HSU harus mampu mengemban amanah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

“Menjalin kebersamaan dan kerjasama pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas dan pembinaan kepada masyarakat demi terwujudnya kemajuan daerah,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter : Dew
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ragam

Terkubur 30 Tahun, Jasad Soewardi Utuh, Kain Kafan Tak Rusak

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jasad kakek Soewardi masih utuh meski terkubur 30 tahun. Foto: via Suaraindonesia.co.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Sebagian warga Kabupaten Banyuwangi dihebohkan dengan jasad seorang kakek yang telah terkubur puluhan tahun ternyata masih utuh. Sontak, kondisi jasad bernama Soewardi itu mengejutkan warga dan keluarga.

Selain utuh, kain kafan yang melekat pada jasadnya juga utuh dan bahkan tidak berbau.

Kondisi jasad kakek Soewardi terungkap masih utuh usai makamnya dibongkar oleh pihak keluarga pada Minggu (20/12/2020).

Makam kakek Soewardi dibongkar karena keluarga hendak memindahkan jasadnya dari makam keluarga di Dusun Truko, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, ke makam umum di wilayah setempat.



 

Dikarenakan makam istri dan anaknya berada di pemakaman umum wilayah tersebut.

Dilansir dari Suaraindonesia.co.id -jaringan Suara.com-, cucu Soewardi, Dedi Utomo merasa kaget setelah melihat jenazah kakeknya yang masih utuh usai dibongkar.

Kata dia, sudah 30 tahun kakeknya meninggal. Namun setelah dibongkar jenazah almarhum masih utuh, kain kafannya juga utuh tidak ada yang sobek.

“Saya sempat kaget saat dibongkar karena masih utuh jenazahnya dan tidak ada bau sama sekali, hanya saja warna kain kafan yang kecoklatan, tapi tidak ada yang sobek sama sekali,” ungkap Dedi.

Dedi pun menceritakan, kalau semasa hidupnya kakek Soewardi menjadi pengurus masjid. Dedi juga ingat betul bagaimana didikan kakeknya soal agama.

“Saya dulu pernah dipukul karena lebih mementingkan main daripada sholat dan beribadah. Kakek sangat keras kalau ada anak atau cucunya yang meninggalkan sholat,” ujar Dedi.

Masih kata Dedi, sebelum jadi pengurus masjid, kakek Soewardi aktif menjadi veteran yang berjuang melawan partai komunis Indonesia (PKI), orangnya pun dikenal baik di kalangan masyarakat.

Dedi juga menceritakan nasab dari almarhum kakeknya ini, bahwa kakek Soewardi masih keturunan dari Bupati pertama Banyuwangi, yakni Tumenggung Wirogono I atau biasa disebut Mas Alit.

Dari situlah, jiwa agamis dan nasionalisnya tumbuh, dikarenakan masih ada hubungan darah dari Mas Alit yang (keturunan Prabu Tawangalun, raja pertama Blambangan).

“Semoga dengan kejadian ini masyarakat lebih menebalkan imannya dalam hal ibadah,” imbuh dia. (suara.com)

Reporter: suara.com
Editor: KK


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Kambang Sarai, ‘Si Cantik’ Pembawa Berkah di Bulan Maulid

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pedagang kambang sarai di Pasar Martapura, banyak dicari pembeli untuk acara Maulid Nabi. Foto: agustina
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bulan Maulid menjadi berkah bagi penjual bunga di Pasar Martapura. Setelah lesu beberapa bulan sebelumnya, datangnya bulan kelahiran Rasulullah SAW ini benar-benar membawa keberuntungan bagi mereka.

Salah satu bunga yang paling banyak diminati pembeli saat Maulid, adalah kambang (bunga) sarai. Kambang sarai merupakan rangkaian bunga melati khas buatan tangan perempuan-perempuan di Martapura yang biasanya digunakan untuk acara-acara besar keagamaan.

Saudah, yang sehari-harinya berjualan bunga rampai mengaku bahwa ketika bulan Maulid tiba keuntungan penjualannya lebih besar. “Biasanya kalau bulan Maulid yang paling banyak dicari orang itu kambang sarai, harganya beda, jadi keuntungan lebih banyak dari biasanya,” ujarnya.

Harga kambang sarai berkisar mulai dari Rp 50 ribu-200 ribu. Tergantung besar rangkaian dan banyaknya bunga yang dipakai. “Kalau yang harga Rp 50 ribu yang ada di meja ini (katanya menunjuk rangkaian bunga sarai di depannay, red). Tapi kalau yang Rp 200.000 an itu biasanya khusus pesanan orang,” lanjutnya.



Pembeli juga bisa memesan langsung, atau whatsapp yang tertera di spanduk yang terpasang di depan masing-masing meja pedagang. Kemudian pesanannya bisa diambil langsung ke rumah penjual atau diantarkan ke rumah pembeli.

“Pembeli pun beragam, ada yang dari sekitaran Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin bahkan tidak jarang ada pesanan yang harus di antar sampai ke Barabai dan Kandangan,” terang Saudah.

Walau demikian, keuntungan penjualan kambang sarai di bulan Maulid ini tidak bisa dihitung secara pasti. Karena terkadang pesanan tidak menentu, ada yang satu hari bisa membuat tiga rangkaian ada juga yang lebih. “Tapi kadang juga tidak ada yang beli,” katanya.

Namun secara umum, Saudah mengatakan bahwa pembeli jauh lebih banyak daripada di hari biasanya. Hal ini karena banyaknya acara Maulid yang diselenggarakan di berbagai daerah. Bunga atau kambang yang tidak laku terjual sudah tidak bisa digunakan lagi, oleh karena itu penjual hanya berani merangkai bunga dengan ukuran kecil, sehingga kerugiannya tidak terlalu besar jika tidak terbeli.

Selain pada bulan Maulid, kambang sarai juga banyak di cari saat bulan Rajab dan Haul Abah Guru Sekumpul.(kanalkalimantan.com/agustina)

 

Reporter : Agustina
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->