Connect with us

HEADLINE

PDP Meninggal di Banjarmasin Negatif Covid-19, 5 PDP di RSUD Ulin Mulai Pulih

Diterbitkan

pada

Jubir Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, M Muslim. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pasien dalam pengawasan (PDP) dengan kode Ulin 6 yang meninggal di RSUD Ulin Banjarmasin pada Rabu (18/3/2020), dipastikan negatif terkena virus corona atau Covid-19.

Hal ini dipastikan oleh juru bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, M Muslim dalam keterangan resmi di Mahligai Pancasila di Banjarmasin, Sabtu (21/3/2020) sore.

“Yang menggembirakan adalah, kasus PDP yang meninggal dinyatakan negatif Covid-19,” kata Muslim.

Kendati belum menerima surat resminya, Muslim mengatakan bahwa hasil uji laboratorium terhadap PDP dengan nomor Ulin 6 yang meninggal kemarin bisa diumumkan kepada publik.



Di samping itu, Muslim juga memastikan, 5 pasien PDP yang tengah dalam perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin kondisinya sudah mulai membaik. Bahkan, ada pasien yang ingin pulang ke rumahnya.

Baca juga: Kadinkes: PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUD Ulin ASN Pemko Banjarmasin

“Tetapi sesuai dengan prosedur tetap kita lakukan perawatan. Sampai hasilnya sudah ada,” tambah Muslim.

Sampai saat ini, sudah ada 285 orang yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP). Namun demikian, sebagian ODP ini tidak mengalami gejala klinis yang mengarah pada COVID-19.

“Jadi tetap dipantau selama 14 hari ke depan dan ini sudah berproses, beberapa hari bisa saja orang ini tidak perlu dipantau,” jelas Muslim.

Namun, Muslim tidak menampik jumlah ODP akan terus bertambah. Misalnya, ada beberapa rombongan yang tiba dari luar Kalsel, maka akan dilakukan pemantauan kembali.

Baca juga: Ini Dia Perbedaan ODP, PDP, dan Suspect Virus Corona

Sebelumnya seorang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal di RSUD Ulin Banjarmasin meninggal dunia pada Rabu (18/3/2020) dini hari. PDP ini merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemko Banjarmasin.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (18/3/2020) siang, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Dr Machli Riyadi pun membenarkan informasi ini. “Ya, benar. PDP yang meninggal merupakan ASN Pemko Banjarmasin, persiapan untuk pensiun,” kata Machli kepada Kanalkalimantan.com.

Baca juga: BREAKING NEWS: Terjepit Dua Provinsi, Kalsel Naik Status Tanggap Darurat Covid-19

Machli yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin ini belum bisa memastikan kematian pasien dengan kode Ulin 6 ini karena terpapar Covid-19. Apalagi, yang bersangkutan tiba dari Kota Yogyakarta yang merupakan wilayah terinfeksi Covid-19.

Karena, belum ada hasil laboratorium sehingga pihaknya tidak bisa menjustifikasi Covid-19 sebagai penyebab kematian PDP di RSUD Ulin Banjarmasin ini.

“Sebelum beliau berangkat ke Yogyakarta, kondisi beliau sudah sakit. Begitu sampai di sana, dapat informasi bahwa beliau opname di sana. Karena menderita penyakit bawaan yaitu diabetes,” jelas Machli.

Selama di Yogyakarta, Machli menjelaskan, PDP ini sempat diopname di salah satu RS di Yogyakarta dan pulang ke Banjarmasin atas permintaan sendiri. Namun, beliau hanya semalam saja di Banjarmasin.  “Saat dirawat di sana, diagnosanya bukan Covid-19. Melainkan diagnosanya adalah diabetes mellitus. Juga ada ISPA,” tegas Machli. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Ini Nomor Urut Pilkada Banjarmasin. Haris-Ilham No 1, Ibnu-Ariffin No 2, Khairul-Habib No 3, Ananda-Mushaffa No 4

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

prosesi pencabutan nomor urut paslon di Pilkada Banjarmasin Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKAIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sempat molor, akhirnya empat paslon di Pilkada Banjarmasin telah mengantongi nomor urut. Hal ini setelah dilakukan acara pengundian nomor urut oleh KPU Banjarmasin di hotel Golden Tulip Galaxy Hotel, Kamis (24/9/2020) malam.

Pengundian nomor urut dihadiri pasangan Ibnu Sina-Arifin Noor, Ananda-Mushaffa Zakir, Haris Makkie-Ilham Nor, dan Khairul Saleh-Habib Ali.

Pada kesempatan tersebut juga dibacakan peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota dalam kondisi bencana nonalam Covid-19.

Wajah sejumlah paslon nampak cukup menegangkan saat pencabutan nomor urut. Dimulai dari pasangan Haris Makkie-Ilham Nor yang mengambil nomor undian, disusul pasangan Khairul Saleh-Habib Ali, lalu Ibnu Sina-Arifin Noor, dan terakhir Ananda-Mushaffa Zakir.



Mereka diminta memilih 4 bola twisball yang berisikan nomor urut pengambilan gulungan yang telah disediakan oleh KPU Kota Banjarmasin. Dimana di dalam gulungan tersebut berisi nomor urut paslon.

Pasangan yang berisi gulungan antrian nomor satu, berhak untuk menjadi pasangan pertama yang memilih dalam mengambil gulungan yang berisi nomor urut.

Hasilnya, dalam pengambilan nomor urut paslon yang berada di dalam gulungan pasangan Haris Makkie-Ilham Noor meraih nomor urut 1, pasangan Ibnu Sina-Ariffin mendapat nomor urut 2, pasangan independen Khairul Shaleh – Habib Ali Al Habsyi mendapat nomor urut 3, dan pasangan Ananda – Mushaffa mendapat nomor 4.

Sehabis acara pengambilan nomor urut paslon dilanjutkan dengan pendatanganan deklarasi dari paslon untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Dalam proses pencabutan nomor urut paslon dibuka dengan berbagai acara. Salah satunya tarian Adat Banjar serta penampilan dari Group Band yang menyanyikan lagu Banjar, dan dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. (Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter: Putra
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Ini Nomor Urut di Pilkada Banjarbaru, Iskandar-Iwansyah No 1, Aditya-Wartono No 2, Martinus-Jaya No 3!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Nomor urut Paslon di Pilkada Banjarbaru telah diundi di KPU. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tiga pasangan calon (paslon) melakukan penarikan nomor urut pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Banjarbaru, Kamis (24/9/2020) malam. Acara berlangsung dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarbaru.

Hasilnya, duet Gusti Iskandar Sukmar Alamsyah – AR Iwansyah mendapat nomor urut 1. Disusul pasangan Aditya Mufti Ariffin – Wartono dengan nomor urut 2, dan pasangan Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan mendapatian nomor urut 3.

Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa nomor urut yang telah diambil para paslon akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) tentang tahapan Pilkada.

Pihak KPU juga mengajak para paslon untuk tetap memprioritaskan protokol kesehatan Covid-19 saat masa kampanye nanti, yang akan dimulai pada 26 September mendatang.



“Selanjutnya kita melakukan pembacaan integritas dan penandatangan oleh ketiga paslon. Masing-masing paslon juga diberikan kesempatan untuk memberi sambutan,” kata Hegar. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->