Connect with us

HEADLINE

Pembunuh Sadis Bocah SD di Limpasu HST 5 Tahun Lalu Juga Pernah Habisi Nyawa Orang

Diterbitkan

pada

Pelaku pembunuhan sadis di Limpasu diamankan polisi Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BARABAI, Aksi sadis Ahmad (35) yang memenggal kepala bocah RA (9) di Kecamatan Limpasu, Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Seatan (Kalsel), Selasa (17/9) siang, ternyata bukan aksi pertama. Lima tahun lalu, tersangka juga pernah menghabisi nyawa orang.

Berdasar informasi yang dihimpun oleh Kanalkalimantan.com, Ahmad merupakan pasien gangguan jiwa yang memiliki temperamen tinggi. Bahkan, hal yang sama juga pernah dilakukan lima tahun lalu. Ahmad pernah membunuh seorang warga juga. Lihat: VIDEO TERBARU PENANGKAPAN PEMBUNUH SADIS BOCAH DI LIMPASU

“Sebelumnya dia pernah juga membunuh orang,” kata salah seorang warga saat mengantar dia ke kantor polisi.

Siang tadi, warga RT 08 RW 04 kampung Gayaba, desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah,  dibuat geger. Seorang anak kecil RA (9) tewas mengenaskan dengan kondisi kepala terpisah dari badan setelah dibunuh secara sadis oleh Ahmad yang diduga mengalami gangguan jiwa! Baca: SADIS. Bocah SD di Limpasu HST Tewas Dibunuh dengan Kepala Terputus!

Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sekitar pukul 12.30 Wita, RA belajar bersama dua kawannya, KK dan(8) dan K (6) di depan rumah pelaku. Dari penuturan kawan korban kepada orang tuanya, pelaku datang dari dalam rumah dengan membawa sebilah parang. Lihat: VIDEO PENANGKAPAN TERSANGKA YANG PENGGAL KEPALA BOCAH DI LIMPASU HST



Kemudian pelaku menghampiri korban dan menebas leher korban sehingga putus.“Melihat kejadian tersebut teman korban lari menyelamatkan diri dan menceritakan kepada Arbaidah, orang tua KK,” kata Rika. Baca: Pembunuh Sadis di Limpasu HST Dikenal Punya Gangguan Jiwa!

Usai membunuh, Ahmad menyembunyikan parang di bawah pohon bambu yang ada di belakang rumahnya.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo,membenarkan kejadian tersebut dan dan kasusnya sudah ditangani Sat Reskrim Polres HST dan Polsek Limpasu. “Tersangka sudah diamankan di Polres HST. Sekarang dalam proses pemeriksaan. Kami masih mendalami apa motif pelaku,” ujarnya.

Belum jelas apa motif pelaku membunuh korban dengan sadis tersebut. Namun pelaku sudah diamankan di Mapolres HST. “Saat ini kasus itu sudah dalam penanganan pihak Polres dan Polsek,” jelas Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo melalui Kasat Reskrim, Iptu Sandi didampingi Ps Paur Humas, Bripka Husaini.(rico/cel)

Reporter : Rico/cel
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Tanggap Darurat Banjarmasin Tak Diimbangi Fasilitas, Sulit Evakuasi Korban Banjir!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemko Banjarmasin kekurangan sarana evakuasi warga korban banjir Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN– Naiknya status bencana di Kota Banjarmasin menjadi Tanggap Darurat ternyata tidak diimbangi fasilitas penunjang. Berdasarkan informasi dari banyaknya laporan yang menghubungi nomor call center layanan siaga darurat penanganan bencana banjir Kota Banjarmasin, mayoritas meminta bantuan agar dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Harli Husaini membeberkan, bahwa saat ini pihaknya kesulitan untuk mengabulkan permintaan warga untuk dievakuasi.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi lantaran minimnya ketersediaan fasilitas yang dimiliki oleh BPBD Kota Banjarmasin.

“Kita sangat kesulitan untuk mengevakuasi warga yang saat ini masih terjebak banjir. Kita sangat memerlukan bantuan alat yang dimiliki oleh Pemadam Kebakaran untuk memberikan pertolongan kepada warga,” ucapnya, Jumat (15/01/2021).



Sebetulnya, BPBD Kota Banjarmasin sendiri diketahui memiliki satu buah perahu lipat yang merupakan hibahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Sayangnya, perahu tersebut saat ini berada di Kabupaten Tanah Laut untuk membantu proses evakuasi warga yang masih terjebak oleh kepungan banjir.

Hal itu terjadi karena ketika bencana banjir yang melanda Kabupaten Tanah Laut itu terjadi, Kota Banjarmasin masih belum dalam keadaan darurat bencana.

“Kita memang punya perahu lipat, tapi saat ini perahu tersebut masih berada di sana (Tanah Laut). Waktu kita instruksikan untuk kembali agar bisa menolong warga, mobil yang membawa perahu lipat ini tertahan karena putusnya jembatan yang menghubungkan Tala dan Banjarmasin,” paparnya.

Tidak hanya sampai di situ, petugas juga telah mencari jalan alternatif lain agar bisa masuk ke Banjarmasin. Namun jalan alternatif tersebut juga terputus oleh aliran banjir.

“Kita sangat memerlukan itu. Kemudian Banjarmasin juga sangat memerlukan perahu karet dalam jumlah yang mumpuni karena jumlah warga yang terdampak saat ini cukup banyak,” ungkapnya.

Menurutnya, wilayah yang saat ini banjirnya terbilang cukup tinggi seperti Sungai Lulut, Pemurus dan Kelayan, itu daerah yang paling parah banjirnya. Karena sementara ini ketinggian air di wilayah itu sudah mencapai pinggang orang dewasa.

“Itu sudah sangat menghambat aktivitas warga, jadi mereka perlu di evakuasi ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya.

Sehingga pihaknya masih menunggu bantuan alat berupa perahu karet dari pihak lain seperti yang dimiliki oleh Kepolisian.

“Mau minta bantuan ke Provinsi tapi sudah dipakai untuk penanganan banjir di daerah Kabupaten Banjar,” tuturnya. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Terus Berdatangan, 558 Jiwa Tempati Lokasi Pengungsian di Stadion Demang Lehman!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Warga terus berdatangan di lokasi pengungsian di Stadion Demang Lehman Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Selang dua hari, korban terdampak banjir yang mengisi lokasi pengungsian Stadion Demang Lehman Indrasari Martapura, kian bertambah.

Pantauan Kanalkalimantan.com, di lokasi pengungsian, Jumat (15/1/2021) malam, warga terdampak banjir terus berdatangan ke Stadion Demang Lehman. Begitu juga bantuan logistik terus mengalir dari dermawan.

Sekretaris Desa Indrasari, Sutiah mengatakan, hingga saat ini jumlah pengungsi sementara ada sebanyak 558 Jiwa.



“Sementara saat ini jumlah pengungsi yang ada di Stadion Demang Lehman ada sekitar 558 jiwa, dari berbagai macam desa. Bahkan ada beberapa jiwa yang dari Kurau Tanah Laut yang mengungsi disini,” ucapnya kepasa kanalkalimantan.com.

Dia juga mengatakan, yakni Desa Labuan Amas, Kecamatan Bumi Makmur, Tanah Laut 8 Jiwa, Desa Handil Maluka, Kecamatan Bumi Makmur Tanah Laut, 8 Jiwa, Desa Handil, Maluka Kurau Tanah Laut, 24 jiwa.

 

“Saya sendiri juga tidak menyangka, pengungsi yang dari Kurau Tanah Laut, tiba mengungsi di sini,” bebernya.
Hingga pukul 22:09 Wita, pengungsian masih terus berdatangan, dari berbagai macam Desa hingga kabupaten. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->