Connect with us

Kalimantan Timur

Pembunuh Wanita yang Mayatnya Dibuang di Kandang Buaya Ditangkap di Kalteng

Diterbitkan

pada

Ilustrasi mayat wanita. foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, TANJUNG REDEB – Pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita berinisial FS yang ditemukan di penangkaran buaya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil ditangkap polisi.

Pelaku ditangkap di kos-kosan milik keluarganya yang berada di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan setelah Polda Kaltim melakukan koordinasi dengan Polda Kalteng untuk menangkap pelaku, usai mengetahui keberadaan pelaku di tempat persembunyiannya.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku yang terakhir diketahui berinisial RA masih dalam perjalanan menuju Polres Berau.



Kepala Satreskrim Polres Berau AKP Rido Doly ketika dikonfirmasi Suara.com membenarkan penangkapan tersebut. Hanya saja, dia belum bisa merincikannya lantaran masih proses lidik.

“Benar, sudah berhasil diamankan. Saat ini masih lidik. Sabar dulu yah, nanti akan kami sampaikan dalam keterangan resmi,” ujarnya Senin (26/10/2020) sore.

Sementara saat disinggung, apa saja yang turut diamankan selain tersangka, Rido mengaku, bahwa mereka juga mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku saat melakukan pembunuhan.

“Yang bisa kami sampaikan, kami juga turut mengamankan barang bukti berupa alat yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya,” tambahnya.

Tak hanya itu, ditambahkannya lagi, pihak mereka juga telah berhasil mengamankan sepeda motor yang digunakan korban sebelum kejadian dan sudah diamankan ke Mapolres Berau.

“Sabar yah, masih itu yang bisa kami sampaikan, sebentar lagi akan kami rilis kok,” pungkasnya

Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial FS yang ditemukan tanpa celana dan mulut terlakban di Kabupaten Berau mulai menemukan titik terang.

Saat ini, pihak kepolisian telah mengantongi pelaku yang masih dalam pengejaran polisi. Meski begitu, pihak kepolisian masih merahasiakan pelaku.

“Nantilah kalau sudah bisa kami amankan (pelaku), baru kami jelaskan. Yang pasti kasus ini sudah ada titik terang,” kata Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning saat dikonfirmasi Suara.com pada Minggu (25/10/2020) malam.

Sosok pelaku pembunuhan sendiri, diketahui pihak kepolisian setelah memintai keterangan terhadap 13 saksi. Berdasarkan keterangan itulah, kasus ini mulai menemui titik terang. Tahu kalau korban dibunuh, meski pelaku masih dalam pengejaran.

Edy sendiri juga memastikan jika FS merupakan korban pembunuhan. Kekinian, petugas masih terus melakukan pengejaran.

“Kasus ini masih digarap tim kami di lapangan. Bisa dipastikan korban meninggal karena dibunuh,” kata Kapolres Berau. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Timur

Penjaga SMP di Samarinda Bikin Pil Koplo di Gudang Sekolah  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi obat-obatan. Foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, SAMARINDA – Seorang penjaga sekolah di Kota Samarinda, ditangkap polisi lantaran memproduksi pil kolpo jenis LL di dalam sekolah.

Pabrik pembuatan pil tersebut juga dilakukan di dalam gudang SMP Negeri 34, Jalan Aminah Syukur, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Ketika ditangkap, pelaku bernama Kushelianto (49) warga Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, tidak mengelak. Bersama tersangka, Polisi juga menemukan barang bukti ribuan pil koplo siap pakai, Sabtu (28/11/2020) malam.

Kasat Narkoba Polresta Samarinda, AKP Andika Dharma Sena menyebut, barang bukti yang ditemukan bahkan sudah siap diedarkan. Selain itu petugas juga mengamankan alat yang diduga untuk memproduksi Pil Koplo.



 

“Pengungkapan ini berdasar laporan dari masyarakat. Dengan memanfaatkan situasi Covid-19, pelaku memanfaatkan gudang sekolah yang tidak dipakai siswa belajar. Pelaku lantas menggunakan gudang sekolah untuk membuat pil-pil itu,” jelasnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku sudah 5 tahun bekerja sebagai penjaga di SMP itu. Pada Bulan Oktober lalu, pelaku berhasil mendapatkan alat produksi itu dari Jakarta.

“Alat dan bahan saya dapatkan dari teman saya bernama SU, alat dan bahan dari Jakarta. Saya juga belum pernah menjual. Kalua bikin, sehari bisa membuat 300 butir,” ujarnya.

Karena perbuatannya, pelaku terancam melanggar UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman 5 tahun penjara. (suara.com)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Timur

Ricuh, Sejumlah Pendemo Tolak Omnibus Law di Kaltim Ditangkap Polisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Demo tolak Omnibus Law juga memanas di Kalimantan Timur Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, SAMARINDA – Tak hanya di Kalsel, aksi mahasiswa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) di depan Gedung DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda dengan tuntutan menolak pengesahan Undangu-ndang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (5/11/2020) berakhir ricuh.

Dalam aksi yang diikuti ratusan massa aksi tersebut, polisi menangkap 10 mahasiswa. Mereka yang ditangkap pun mendapat perlakuan represif.

Kericuhan terjadi sekira pukul 17.28 Wita saat ratusan massa aksi dari mahasiswa, buruh dan aktivitas terus merangsek hendak memasuki gedung DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang.

Tak berselang lama, petugas kepolisian dari balik pagar besi setinggi lima meter, langsung menembakan air dari mobil water canon. Saat itu juga polisi berpakaian sipil langsung menciduk satu persatu mahasiswa yang mulai terurai.



 

Dari pantauan Suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com, enam massa aksi langsung ditangkap dan mendapatkan pukulan hingga tendangan dari polisi. Keenam peserta demontrasi ini dianggap sebagai provokator didalam aksi yang seharusnya berjalan damai.

Massa sempat terkejut, mengetahui teman-teman mereka sudah ditangkap dan mendapatkan tindakan represif dari petugas yang sedang menyamar.

Massa aksi sempat mengira sekumpulan pria dengan menggunakan atribut seperti id card dan rompi pers, seperti wartawan yang sedang bertugas melakukan peliputan.

Namun sejumlah orang tersebut menyamar sebagai wartawan. Mengetahui rekan-rekan mereka ditangkap, massa sempat kembali mendekat. Namun langsung dicegah polisi dengan tembakan gas air mata. “Lepaskan teman kami,” seru beberapa peserta aksi.

Tak terima melihat rekannya ditangkap, para demonstran mulai menghujani petugas dengan lemparan batu. Kondisi yang kian memanas ini akhirnya membuat petugas kepolisian mengerahkan water canon. Mobil water canon bersama puluhan polisi mengenakan alat pelindung diri lengkap mulai memukul mundur barisan massa.

Tak hanya polisi yang menggunakan alat pelindung diri lengkap, namun belasan motor trail petugas Batalyon B Pelopor Brimob Polda Kaltim juga terus memaksa massa aksi untuk mundur. Sekira satu kilometer dari arah simpang tiga Tengkawang ke simpang tiga Jalan Ulin.

Sekira pukul 17.56 Wita terlihat suasana mulai dapat dikuasai petugas kepolisian. Massa aksi pun tak lagi terlihat dan diduga menarik diri ke titik kumpul mereka di halaman Masjid Islamic Center. Perlahan arus lalu lintas pun mulai lancar kembali ruas jalan Teuku Umar, MT Haryono dan Tengkawang pun kembali dipadati kendaraan.

Dari aksi kali ini, petugas menangkap 10 demonstran, enam di antaranya diduga kelompok anarko. Sementara empat sisanya diketahui masih berstatus pelajar dikenakan sanksi pembinaan dan langsung dibebaskan pada malam ini.

“Kami amankan enam orang. Satu di antaranya membasa sajam (senjata tajam),” ucap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasubbag Humas, AKP Anisa Prastiwi, dilansir SuaraKaltim.

Anisa mengemukakan, tindakan tegas yang diambil kepolisian ini dikarenakan massa aksi yang semakin beringas. Tak hanya melempar batu, lanjut Anisa demonstran juga melakukan pengrusakan fasilitas publik seperti pagar kantor DPRD Kaltim. (suara)

Reporter : Suara
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->