Connect with us

PILKADA KALSEL

Pemeriksaan Kesehatan Lanjutan Bapaslon Pilkada Positif Covid-19, Dihelat 17 September

Diterbitkan

pada

Komisioner KPU Provinsi Kalsel Divisi Teknis Penyelenggaraan, Dr. Hatmiati Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – KPU Provinsi Kalsel akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan tahap kedua bagi bakal calon (balon) yang baru-baru ini terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga sempat tertunda. Pelaksanaan sendiri dilakukan mulai 17 September 2020 (sebelumnya diberitakan pada 13 September 2020).

Komisioner KPU Provinsi Kalsel Divisi Teknis Penyelenggaraan, Dr. Hatmiati menuturkan, pihaknya memfasilitasi KPU di lima kabupaten dan kota yang menyelenggarakan Pilkada, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan untuk balon yang terindikasi terpapar Covid-19.

“Itu akan dilakukan pada tanggal 17 sampai dengan 18 September di RSUD Ulin Banjarmasin,” kata Hatmiati usai Rapat Pleno Terbuka Penyampaian Hasil Penelitian Persyaratan Calon kepada Bapaslon di Best Western Hotel Banjarmasin, Minggu (13/9/2020) siang.

Kemudian, lanjut Hatmiati, pada tanggal 19 September 2020, tim dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan, akan menggelar rapat pleno terhadap hasil pemeriksaan kesehatan. Terakhir, pada 21 September 2020, hasil pemeriksaan kesehatan akan diserahkan ke balon yang positif Covid-19.



Lalu, apakah balon yang sebelumnya terpapar Covid-19 dapat menyodorkan hasil swab mandiri? “Mereka akan mengikuti tahapan yang sudah ditetapkan. Jadi, kita ada aturan yang mendasari itu. Kemudian kalau melihat dari tahapan tersebut, kalau misalnya pada tanggal 21 September itu hasil pemeriksaan kesehatan ternyata memenuhi syarat, artinya mereka bisa ditetapkan bersamaan pada 23 September,” terang Hatmiati.

Hatmiati menggarisbawahi, jika hasil pemeriksaan pada 17 September mendatang masih ada yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab, maka tidak menutup kemungkinan pemeriksaan kesehatan untuk balon tersebut kembali tertunda.

Namun begitu, jika hasil swab dinyatakan negatif Covid-19, maka balon dapat menjalani pemeriksaan kesehatan.
Nantinya, pada pemeriksaan kesehatan lanjutan, dokter spesialis paru akan melakukan pemeriksaan langsung kepada balon tersebut. Jika ada indikasi Covid-19, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan swab kembali.

Pemeriksaan kesehatan pada 17 September 2020 mendatang, disebut Hatmiati, bersifat keseluruhan, jadi bukan hanya pemeriksaan swab saja. Karena yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan sesuai PKPU.

“Kalau masih ada indikasi yang bersangkutan arahnya kesana (Covid-19) maka akan dilakukan swab lagi di RSUD Ulin Banjarmasin. Jadi tidak ada jeda waktu, langsung disana.

Untuk yang positif, maka akan kita lakukan penundaan pemeriksaan kesehatan. Intinya adalah Covid-19 tidak menjatuhkan persyaratan calon,” pungkas Hatmiati. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter: Fikri
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PILKADA KALSEL

Suhu Politik Menghangat, Ini Komentar Intelijen Daerah Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala BIN Daerah Kalsel Brigjen Pol Winarto. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pilkada serentak digelar di Kalsel, pemilihan Gubernur Kalsel dan Pilkada kabupaten dan kota di Kalsel. Lalu, bagaimana situasi di Kalsel jelang pelaksanaan Pilkada yang nantinya akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang?

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel Brigjen Pol Winarto memastikan, situasi di Kalsel tetap kondusif walau akan melaksanakan pesta demokrasi. Apalagi, saat ini masih berlangsung tahapan kampanye.

Winarto menekankan, pentingnya penyelenggara pemilu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya Pilkada. Kendati masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan.

“Intinya kedepan, bagaimana caranya pelaksana pemilu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa pentingnya Pilkada ini. Jangan sampai di tengah pandemi ini ada kegamangan di masyarakat tentang pelaksanaan Pilkada ini,” kata Winarto, Selasa (13/10/2020).



Winarto memastikan, hingga kini BIN belum mendeteksi adanya gejolak politik jelang pilkada serentak. “Masih kondusif,” sebutnya.

Namun demikian, ditanya titik-titik kerawanan pilkada di Kalsel, Winarto menyebut hal ini terjadi di kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk cukup tinggi, jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota yang berpenduduk sedikit. Sayangnya, Winarto tidak menyebut daerah yang dimaksud.

“Tapi perlu kita dalami juga. Biasa namanya suhu politik seperti itu. Tapi dalam pantauan kita, masih wajar dan masih bisa saling menjaga,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PILKADA KALSEL

Kaderisasi Ulama dan Beasiswa Calon Ulama Jadi Komitmen Ananda-Mushaffa

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mushaffa Zakir berkomitmen akan memperjuangkan kaderisasi ulama dan program beasiswa untuk calon ulama di Kota Banjarmasin. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjarmasin dikenal sebagai kota yang religius. Bahkan kota dengan sebutan Seribu Sungai ini banyak memiliki ulama yang dikenal tidak hanya di tanah air, namun juga mancanegara.

Melihat kenyataan tersebut, Calon Wakil Wali Kota Banjarmasin Mushaffa Zakir berkomitmen akan memperjuangkan kaderisasi ulama dan program beasiswa untuk calon ulama di Kota Banjarmasin.
Besarnya perhatian pasangan Ananda-Mushaffa dengan tagline berbenah Bersama nomor urut empat itu kepada ulama dan calon ulama bukan tanpa alasan. Karena sosok seorang ulama menjadi panutan dan penuntun umat menjalani kehidupan di dunia ini.

Hal tersebut diungkapkannya ketika berdialog dengan masyarakat, Minggu (4/10/2020) di Gang Sejiran Kelayan A dan Gang Bambu Kuning Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin.

“Bersama Calon Walikota Hj Ananda saya punya visi dan misi pembenahan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan keamanan. Salah satu penjabaran pendidikan yakni kaderisasi ulama dan beasiswa calon ulama,” ucapnya.



Ada pun untuk program kaderisasi ulama yaitu memberikan kesempatan kepada ulama untuk mengembangkan keilmuannya diberbagai bidang, misalnya ekonomi Syariah serta ilmu agama lainnya sesuai kebutuhan.

Selanjutnya untuk program kedua yaitu kesempatan beasiswa kepada calon ulama adalah membuka peluang beasiswa kepada calon ulama di Kota Banjarmasin untuk menambah keilmuan ke berbagai negara sumber ilmu seperti Mesir, Saudi Arabia, Yaman dan lainnya.

“Melalui dua program ini kami berharap kedepannya bisa lahir lebih banyak lagi ulama di Kota Banjarmasin yang mempunyai kompetensi mumpuni dan dikenal baik di tingkat lokal hingga mancanegara,” tukasnya. (Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->