Connect with us

DPRD Barsel

Pemilik Kos Diminta Pantau Penghuninya

Diterbitkan

pada

Anggota DPRD Barsel, Rusinah Andelen. Foto : digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel) meminta pemilik kos memantau setiap penghuni yang menyewa tempat tinggal miliknya.

“Upaya pencegahan prostitusi di kos-kos dan barak, pemilik harus selalu mengawasi setiap pengunjung yang menyewakan kos maupun barak miliknya,” kata Rusinah Andelen, anggota DPRD Barsel kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (18/5).

Hal tersebut lebih tepat dari pada pihak berwajib melakukan penyisiran terhadap kos maupun barak. Jika petugas datang tiba-tiba dan melakukan pemeriksaan semua kamar kos justru akan menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat.

“Masyarakat nantinya akan menduga-duga kos A yang beralamat di jalan ini dijadikan tempat prostitusi, padahal kenyataannya tidaklah demikian. Akhirnya penghuni yang ada meninggalkan kos itu, inilah yang saya tidak setuju kos dilakukan penyisiran,” tegas wanita yang juga akrap disapa Duin.

Namun masih kata Duin, ia mendukung razia jika hal itu dilakukan karena sebelumnya adanya laporan dugaan penyalahgunaan tempat tinggal misalnya sebagai lokasi mesum dan tempat pesta narkoba.

“Apabila memang ada oknum yang menjadikan kos sebagai tempat prostitusi, tempat pesta narkoba maka lokasi itu wajib dilaporkan untuk segera dilakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Semua hal yang dilakukan langkah paling tepat untuk mencegah penyalahgunaan barak dan kos ialah keterlibatan pemilik kos dengan penerapan aturan yang tegas.

“Misalnya, siapa saja yang tinggal, apakah sedang menempuh pendidikan atau bekerja, berkeluarga atau tidak dan pemberlakuan batas tamu berkunjung. Dari data sederhana seperti ini, pemilik kos dapat aktif melakukan pemantauan, sehingga penggunaan kos sebagai ajang mesum dapat diminimalisir,” tutur Duin.

Namun, kendala ialah keberadaan pemilik kos yang jauh dari lokasi penyewaan yang dimilikinya. Akibatnya dari pantauan yang tidak secara terus menerus dapat dilakukan.

“Apabila diduga kuat salah satu penghuni kos digunakan untuk perbuatan mesum segera dilaporkan baik ke RT/RW maupun ke Satpol PP untuk diambil tindakan,” pinta Duin.

Selanjutnya ia mengimbau seluruh masyarakat apabila mengetahui adanya tindakan negatif seperti perbuatan asusila, perselingkuhan dan perbuatan mesum lainnya untuk segera dilaporkan.

“Seluruh masyarakat Buntok untuk aktif melakukan pengawasan karena Masyarakat merupakan kontrol terdekat dalam melakukan pengawasan,” pungkas Duin. (digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

DPRD Barsel

Anak Muda Harus Berpacu Melawan Kemajuan Teknologi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Sementara DPRD Barsel, HM Farid Yusran. Foto : digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Ketua Sementara DPRD Barito Selatan, HM Farid Yusran ingin anak muda dapat berpacu melawan kemajuan teknologi. Demikian disampaikannya usai rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan, Jumat (16/8).

“Sesuai dengan pidato kenegaraan Presiden tadi hendaknya kita dapat berpacu melawan kemajuan teknologi yang semakin pesat,” kata Farid Yusran kepada Kanalkalimantan.com, usai acara.

Ia mengatakan, dengan berpikir secara konvesional saat ini maka akan ketinggalan dari kemajuan teknologi, terlebih saat ini kebanyakan yang maju berpikir tentang teknologi adalah anak muda.

“Untuk itu dalam hal melawan kemajuan teknologi ke depan kita banyak menggunakan anak muda, agar bisa mengejar dan melawan teknologi tersebut,” pinta Farid Yusran.

Lebih lanjut sebuatnya, setiap zaman punya tantangan masing-masing, zaman dahulu telah berjuang mempererat persatuan sebagai satu tumpah darah, satu bangsa, satu bahasa semuanya atas nama Indonesia.

Sedangkan zaman sekarang, dituntut menguasai teknologi terus berpacu dengan dirinya sendiri, melahirkan berbagai hal yang tak pernah disangka sebelumnya.

“Maka dari itu untuk para pemuda sangat dibutuhkan untuk dapat membantu pemerintah dalam pembangunan di segala bidang,” tegas Farid Yusran. (digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DPRD Barsel

DPRD Barsel Minta Pemerintah Daerah Lebih Membuka Diri pada Investasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ideham Anggota DPRD Barsel Foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK,  DPRD Barsel meminta pemerintah terus membuka diri dan menerima setiap bentuk investasi.

“Yang pasti dengan masuknya investasi pemerintah harus bisa memperjuangkan agar masyarakat tidak hanya jadi penonton saja,” kata Ideham, anggota DPRD Barsel, kepada Kanalkalimantan.com, di kantornya, Selasa (2/7).

Ia juga mengatakan, kehadiran investor di Barsel diperlukan agar dapat mempercepat proses pembangunan. Oleh sebab itu dengan kehadiran investor dapat dipastikan secara nyata memberikan kesempatan lapangan kerja, serta dapat memberikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Namun sebelum beroperasinya investor diharuskan dan wajib melakukan sosialisasi di sekitar di wilayah tempat operasional terlebih dahulu,” tegasnya.

Ideham mengatakan, sosialisasi di sekitar wilayah operasional, diharapkan dapat membuat masyarakat mengerti sejauh mana dampak positif yang dirasakan. “Sebelum pihak investor untuk melakukan ke tahapan-tahapan selanjutnya yang lebih jauh,” ujar Ideham.

Menurutnya, dengan melakukan sosialisasi akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat dan keuntungan investasi. Serta tau apa itu dampak positif atau negatifnya, sehingga masyarakat dapat menilai dan memberikan masukan kepada pihak investor.

“Disamping itu diharapkan pentingnya komunikasi antara pihak Investor, Pemerintah dan masyarakat. Pasalnya apabila hal tersebut terjalin dengan baik, dapat meminimalisir berbagai permasalahan yang akan timbul di kemudian hari,” pungkasnya.(digdo)

Reporter:Digdo
Editor:Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DPRD Barsel

Minta Awasi Jajanan Anak-anak

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Anggota DPRD Barsel Ida Riani. Foto : digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dituntut melakukan pengawasan terhadap jajanan anak-anak di sekolah yang beragam, karena dinilai rawan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Kalau dilihat dari jenis jajanan yang dijual di pinggir jalan maupun sekolah terlihat seperti tak higienis, bahkan dari segi kesehatan sangat diragukan, begitu kata Anggota DPRD Barsel Ida Riani.

“Dinas terkait hendaknya juga harus proaktif mengontrol jenis makanan yang dijual pedagang di sekolah, jangan tunggu ada korban baru melakukan pemeriksaan,” kata Ida kepada Kanalkalimantan.com.

Masih kata Ida, penjaja makanan di pinggir jalan kini telah menjangkau hingga ke pelosok desa di Barsel. Bahkan, lanjut dia, apabila diamati secara sekilas selain jumlah penjaja makanan semakin banyak, namun sampai kini belum ada upaya dari pemerintah untuk melakukan pengendalian maupun pengawasan.

“Jajanan dijual itu juga kan belum teruji dari segi kesehatanya, terlebih apakah memakai zat pewarna dan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia, khususnya anak-anak,” ujar Ida.

Ditambahkan olehnya, orang tua bisa saja mengingatkan ataupun melarang anaknya tidak membeli makanan secara sembarangan. Hanya, larangan tersebut bisa saja dilanggar apabila melihat jajanan itu menarik serta terlihat enak.

“Jangan hanya menyerahkan masalah makanan yang dimakan anak-anak menjadi tugas orang tua maupun guru, pemerintah juga berkewajiban untuk mengawasinya,” tandas Ida. (digdo)

Reporter :Digdo
Editor :Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->