Connect with us

Dispersip Kalsel

Pemusnahan 26.585 Berkas Kepegawaian, Depo Arsip Butuh Waktu Sebulan Lebih

Diterbitkan

pada

Pemusnahan ribuan berkas kepegagawain di depo Arsip Pemprov Kalsel di Banjarbaru. Foto: dispersip kalsel for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemusnahan arsip Kepegawaian Sekretariat Daerah Tingkat I Kalsel. Sedikitnya, 26.5858 berkas dalam kurun waktu tahun 1973-1987 dimusnahkan dan membutuhkan waktu satu bulan lebih, yang semuanya dilakukan di Depo Arsip Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

“Ini merupakan pemusnahan arsip terbesar sepanjang sejarah kearsipan di Provinsi Kalsel,” tutur Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie, Jum’at (22/5/2020) pagi.

Pemusnahan berkas sendiri sejatinya sudah dimulai pada 22 April 2020 silam. Namun, diakui Bunda Nunung -sapaan akrabnya- pekerjaan ini masih belum selesai.

“Padahal petugas sudah lembur siang dan malam, bahkan sampai kita bantu dengan tenaga staf Pelayanan Perpustakaan dan Tata Usaha di Perpustakaan Palnam. Maklum, jutaan lembar yang harus dihancurkan, termasuk pula boks arsipnya yang sudah lapuk,” jelas mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini.

Pemusnahan ribuan berkas kepegagawain di depo Arsip Pemprov Kalsel di Banjarbaru. Foto: dispersip kalsel for kanalkalimantan

Bunda Nunung menambahkan, jumlah berkas yang dimusnahkan selama 3 tahun terakhir semakin bertambah. Di tahun 2018 saja, jajarannya melakukan pemusnahan arsip Inspektorat Kalsel dari tahun 1992 hingga 2001 dengan jumlah 294 berkas.

Sementara, di tahun 2019, Dispersip Kalsel kembali melakukan pemusnahan arsip Biro Keuangan Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat I Kalsel dari tahun 1963 hingga 1995 dengan jumlah 870 berkas.

“Pemusnahan arsip yang kita musnahkan selama 3 thn terakhir meningkat tajam. Bahkan untuk tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pemusnahan arsip,” pungkas Bunda Nunung. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Advertisement
Komentar

Dispersip Kalsel

Depo Arsip Pemprov Kalsel Ganti 6000 Boks dengan yang Baru

Tampilan Lobi Depo Arsip Pemprov Kalsel Ikut Diganti

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penggantian boks arsip di Depo Arsip Pemprov Kalsel. foto: dispersip kalsel for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan renovasi dan penggantian boks arsip di Depo Arsip Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Selasa (26/5/2020).

Sejumlah boks yang usang diganti dengan boks yang baru (reboxing) sebanyak 6000 boks. Juga pembenahan toilet, mushola, ruang pertemuan dan ruang lobi. Depo Arsip bekerja usai lebaran ini, satu persatu box yang usang diganti dan disusun kembali.

“Reboxing ini kami lakukan sekaligus pendataan arsip guna pemusnahan di tahap berikutnya,” kata Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie.

Ada 6000 boks baru yang disiapkan Depo Arsip Pemprov Kalsel di Banjarbaru –belakang Balai Kota Banjarbaru-. Penggantian boks arsip dengan yang baru tujuanya untuk melakukan efisiensi ruangan maupun biaya pemeliharaan.

“Sebab nanti setelah reboxing ini akan dipilihi arsip mana yang akan dimusnahkan di tahap selanjutnya. Karena jika arsip yang lama tidak dimusnahkan memerlukan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit,” kata Kadispersip Kalsel.

Sebelumnya, Depo Arsip Pemprov Kalsel sudah memusnahakan 26.5858 berkas.

Salah satu sudut di Depo Arsip Pemprov Kalsel yang segera direnovasi karena rusak. foto: dispersip kalsel for kanalkalimantan

“Target kita 2021 sebanyak 28.000 berkas lagi dimusnahkan,” kata Bunda Nunung -biasa disapa-. Arsiparis Pelaksana Dispersip Kalsel, Muhammad Al Fajri menambahkan, memang dalam pemusnahan arsip tidak sembarang memusnahkan.

“Harus sesuai masa retensi arsip. Arsip keuangan misalnya itu masa retensinya 10 tahun dan arsip kepegawaian 5 tahun,” kata arsiparis Dispersip Kalsel ini.

“Nah, kalau masa retensinya di atas 10 tahun maka harus ada persetujuan arsip nasional. Setelah arsip nasional memberikan rekomendasi maka nanti gubernur akan membuat SK lagi untuk penghapusan,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Dispersip Kalsel

Terlibat Perangi Covid-19, Dispersip Kalsel Terapkan Literasi Preventif dan Promotif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dispersip Kalsel turut mengedukasi masyarakat akan keawaspadaan terhadap Covid-19 Foto: Dispersip for Kanal

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kendati Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel meliburkan pelayanan perpustakaan karena pandemi Covid-19, tapi bukan berarti instansi yang membidangi perpustakaan dan kearsipan daerah ini berdiam diri.

Nyatanya, Dispersip Kalsel turut serta bergerak dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel. Tentunya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yaitu memberikan literasi preventif (pencegahan) dan promotif terhadap penanganan Covid-19, sesuai dengan arahan Ketua Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel.

“Tim Dispersip Kalsel beberapa pekan terakhir turut serta dengan melibatkan 2 buah unit mobil minibus dan 6 personel, guna melakukan pendataan masyarakat yang terkena ataupun terindikasi Covid-19 di beberapa wilayah pedesaan di Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala yaitu Desa Teluk Tamba dan Desa Tabukan Raya,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie, Selasa (19/5/2020) sore.

Bunda Nunung –biasa ia disapa- menambahkan, Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel yang berasal dari Dispersip Kalsel mendatangi beberapa desa tersebut, tentunya dengan difasilitasi oleh Camat dan Kepala desa. Hal ini dilakukan agar koordinasi lebih intens dalam pelaksanaan sosialisasi pencegahan dan pendataan ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) maupun pasien yang terindikasi Covid-19.

“Sekaligus Tim Gugus dari Dispersip Kalsel mendata berapa banyak masyarakat miskin yang perlu dibantu di desa tersebut akibat wabah Covid-19. Selanjutnya data tersebut dikumpulkan setiap hari ke Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel,” terang mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini.

Dengan adanya upaya ini, harapannya dapat membantu dan mempermudah penanganan, pencegahan serta promosi terhadap pandemi Covid-19 di Kalsel, sekaligus mendapatkan data yang akurat terhadap masyarakat yang memang memerlukan bantuan akibat pandemi Covid-19.

Bunda Nunung memastikan, kepala desa dan tokoh masyarakat menerima Tim Pendataan Covid-19 Dispersip Kalsel dengan senang hati dan telah menjalankan protokol Covid-19 di desanya masing masing. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat di desa telah turut aktif dan turut serta melakukan pencegahan terhadap pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing dengan kebersamaan dan kekompakan sehingga dapat meminimalisir masyarakat desa setempat terpapar covid 19, apalagi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bumi Selidah. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell
Lanjutkan membaca

Dispersip Kalsel

Kalsel Masih ‘Darurat’ Arsiparis, Tahun Ini Hanya Diisi 4 Orang Saja!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala Dispersip kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie mengungkapkan, provinsi ini masih kekurangan arsiparis! Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMARIN – Hari Kearsipan Nasional diperingati setiap tahunnya di tanggal 18 Mei. Di tengah peringatan Hari Kearsipan Nasional, nyatanya Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menyimpan cerita cukup suram. Bagaimana tidak, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Dra. Hj. Nurliani Dardie mengungkapkan, provinsi ini masih kekurangan arsiparis!

“Kalian lihat dan tahu sendiri bagaimana kondisi SDM (sumber daya manusia) dan sarana prasarana kearsipan kita. Namun dengan segala keterbatasan yang ada kami bergerak bersinergi untuk perlahan namun pasti guna meningkatkan kuantitas maupun kualitas SDM serta sarpras Bidang Kearsipan. Terlebih Pemprov Kalsel sudah mencanangkan Gerakan Sadar dan Tertib Arsip beberapa waktu yang lalu di tahun 2019,” ungkap Nurliani kepada awak media, Senin (18/5/2020).

Bunda Nunung –sapaan akrabnya- bercerita, SDM Kearsipan Dispersip Kalsel di tahun 2019 hanya 6 orang. Itupun masih dikurangi 1 org arsiparis unit kearsipan di Perpustakaan Palnam yang memasuki masa pensiun pada akhir 2019 kemarin.

“Sehingga total arsiparis yang kami punya saat ini hanya lima orang. Itupun pada bulan Agustus mendatang akan ada satu orang yang akan pensiun, sehingga nantinya cuma tersisa empat orang arsiparis saja,” sebut mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini.

Diakui Bunda Nunung, tugas seorang arsiparis sangat banyak dan cukup berat. Yaitu membina dan mengawasi 13 Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten/Kota, membina Unit Kearsipan seluruh SKPD lingkup Pemprov Kalsel, BUMD, organisasi massa dan organisasi politik di daerah.

Ia menambahkan, jajarannya sudah menyurati BKD Provinsi Kalsel agar membuka formasi tambahan ASN untuk mengisi jabatan fungsional Arsiparis. Bahkan, komunikasi lisan dengan BKD Provinsi Kalsel sudah dilakukan, agar sesegera mungkin dicarikan solusi untuk mengatasi kekurangan SDM Kearsipan.

“Kami berharap bahwa permintaan kami ditanggapi serius bukan sekedar angin lalu,” tegasnya.

Kendati demikian, untuk sarana prasarana Kearsipan, Bunda Nunung mengaku bersyukur gedung induk depo arsip sudah dibangun di tahun 2018.

Hanya saja, untuk penganggaran gedung baru ini di tahun 2020 sebesar Rp 15 miliar tidak digunakan karena refocusing sebagai dampak pandemik Covid-19. “Tidak mengapa, karena kami masih ada depo yang saat ini,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->