Connect with us

Kota Banjarbaru

Pendidikan Inklusif Anak Berkebutuhan Khusus Itu Berbeda Dengan SLB

Diterbitkan

pada

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru sosialisasi pendidikan inklusif di Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (10/4). Foto : devi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Pendidikan inklusif  merupakan sistem layanan pendidikan  mengatur agar difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksebilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Sartiyuni saat sosialisasi pendidikan inklusif di Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (10/4).

Pendidikan inklusif dapat berarti penerimaan siswa atau mahasiswa yang memiliki hambatan ke dalam kurikulum, lingkungan, interaksi sosial dan konsep diri (visi-misi) sekolah atau universitas.

“Pendidikan inklusif bertujuan untuk menyatukan atau menggabungkan pendidikan reguler dengan pendidikan khusus ke dalam satu sistem lembaga pendidikan yang dipersatukan untuk mempersatukan kebutuhan semua,” kata Ketua Pokja Inklusif Sartiyuni. Pendidikan inklusif bukan sekedar metode atau pendekatan pendidikan melainkan suatu bentuk implementasi filosofi yang mengakui kebhinekaan antar manusia yang mengemban misi tunggal untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik.

“Tujuan pendidikan inklusif adalah untuk menyatukan hak semua orang tanpa terkecuali dalam memperoleh Pendidikan,” kata Sartiyuni.

Sasaran utama kegiatan para peserta dapat membagikan ilmu pengetahuan yang didapat kepada masyarakat umum tentang apa artinya pendidikan inklusif. Peserta sosialisasi adalah Ketua RT/RW, tokoh agama/masyarakat dan unsur perempuan Kelurahan se Kecamatan Landasan Ulin.

“Pada peringatan Hari Anak Nasional beberapa waktu lalu, Banjarbaru dijadikan kota inklusif. Dimana bila ada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mau masuk ke sekolah reguler maka harus diterima dengan syarat di sekolah tersebut harus ada guru khusus yang menangani anak Berkebutuhan Khusus,” kata Husnul Khatimah, narasumber kegiatan.

Foto : devi

Karena sekolah inklusif berbeda dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak luar biasa. Adapun karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. “Contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat,” sebut Husnul Khatimah.

Oleh karena itulah sangat penting sosialisasi pendidikan inklusif dilaksanakan agar masyarakat dapat menerima adanya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ini di masyarakat.

Masyarakat bisa mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya tentang layanan pendidikan inklusif. Terlibat dan berperan aktif serta berfartisifasi dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif dengan memberikan dukungan sumber daya dalam perencanaan, pengawasan dan evaluasi program. (devi)

Reporter : Devi
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

Panen Raya di Tengah Pandemi, Mimpi Banjarbaru sebagai Sentral Distrbusi Melon di Kalsel!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Nadjmi melakukan panen raya melon di Banjarbaru Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru masih bisa menggelar panen raya di tengah pandemi Covid-19. Seperti halnya pada Senin (13/7/2020) siang, ratusan lebih buah melon dipanen, di kawasan kantor Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan panen raya melon tersebut dihadiri oleh Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Kartika Rini Nadjmi Adhani beserta Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya Setiawan. Nampak hadir pula Kepala Dinas DKP3, Siti Hamdah, beserta Camat dan Lurah Cempaka beserta seluruh kelompok tani Cempaka.

Menurut salah satu petani yang tergabung dalam kelompok tani Cempaka, Slamet, budidaya melon berkualitas merupakan salah satu solusi untuk meraih penghasilan di tengah pandemi. Terlebih lagi, panen raya ini menjadi bukti dari pihaknya bahwa kualitas buah melon di wilayah Banjarbaru tak kalah bersaing dengan kualitas di luar pulau Kalimantan.

“Dengan bimbingan dan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarbaru inilah membuat petani yang ada di khususnya kecamatan Cempaka mampu menghasilkan kualitas melon yang sangat baik. Bahkan melon yang kami hasilkan ini sudah didistribusikan ke Kabupaten Kota se-Kalimantan. Melon yang kami panen ini jenis melon madu,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, mengaku bangga dengan menyaksikannya hasil panen raya melon yang luar biasa hari ini. Khususnya, untuk kelompok tani yang bekerjasama dengan Dinas DKP3 Kota Banjarbaru.

“Kita membuktikan bahwa Melon yang hasilkan tidak kalah bagus dari segi kualitas ukurannya dan jumlah produksinya. Ini adalah hasil dari kerja keras kelompok tani yang ada di Kota Banjarbaru yang harus diberikan dukungan dan harus dikembangkan lagi,” tegasnya.

Wali Kota juga berharap nantinya kelompok tani di Banjarbaru dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani yang di daerah-daerah lain. Terlebih lagi, mimpi untuk membuat Kota Banjarbaru dikenal dengan identik buah melon juga bisa saja terwujud.

“Kita tidak perlu lagi mendatangkan melon dari luar dan kitalah Banjarbaru menjadi sentral melon Kalimantan Selatan. Kita bisa melayani Banjarmasin, Banjar dan daerah tetangga lainnya. Mudah-mudahan suatu saat nanti kita bisa buktikan,” harap Nadjmk.

Selain di kawasan kantor Sekda Prov Kalsel, Pemko Banjarbaru rencananya juga telah menyiapkan lahan di 2 lokasi untuk bertani buah melon. Salah satunya di Kelurahan Sungai Ulin, yang hari ini juga di panen. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Petani di Cempaka Mampu Panen Melon Madu saat Pandemi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

etani di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru menggelar panen raya buah melon di tengah pandemi Covid-19, Senin (13/7/2020). foto: humpro banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Petani di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru menggelar panen raya buah melon di tengah pandemi Covid-19. Ya, Senin (13/7/2020) siang, ratusan lebih buah melon dipanen, berada tak jauh dari kawasan kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan panen raya melon tersebut dihadiri Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru Siti Hamdah, dan kelompok tani.

Menurut Slamet, salah satu petani yang tergabung dalam kelompok tani Cempaka, budidaya melon berkualitas merupakan salah satu solusi untuk meraih penghasilan di tengah pandemi. Terlebih lagi, panen raya ini menjadi bukti dari pihaknya, kualitas buah melon di wilayah Banjarbaru tak kalah bersaing dengan kualitas dari luar pulau Kalimantan.

“Bimbingan dan dukungan dari pemerintah membuat kami khususnya Kecamatan Cempaka mampu menghasilkan melon yang sangat baik. Bahkan melon yang kami hasilkan ini sudah didistribusikan ke daerah lain di Kalimantan. Melon yang kami panen ini jenis melon madu,” ujarnya.

 

Panen raya melon madu dilakukan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Senin (13/7/2020). foto: humpro banjarbaru

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, mengaku bangga dengan menyaksikannya hasil panen raya melon. Khususnya bagi kelompok tani yang bekerjasama dengan Dinas DKP3 Kota Banjarbaru.

“Kita membuktikan bahwa melon yang hasilkan tidak kalah bagus dari segi kualitas ukurannya dan jumlah produksinya. Ini adalah hasil dari kerja keras kelompok tani yang ada di Banjarbaru yang harus diberikan dukungan dan harus dikembangkan,” ujarnya.

Wali Kota berharap nantinya kelompok tani di Banjarbaru menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya.

“Kita tidak perlu lagi mendatangkan melon dari luar, Banjarbaru bisa menjadi sentral melon Kalimantan Selatan. Kita bisa melayani Banjarmasin, Banjar dan daerah tetangga lainnya. Mudah-mudahan suatu saat nanti kita bisa buktikan,”  harap Nadjmi menyamangati.

Selain di kawasan kantor Sekda Prov Kalsel, Pemko Banjarbaru rencananya juga telah menyiapkan lahan di dua lokasi untuk budidaya buah melon. Salah satunya di Kelurahan Sungai Ulin yang juga melangsungkan panen raya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Evaluasi Layanan Kesehatan Covid-19 di Banjarbaru, Perlu Perhatian Khusus Tenaga Medis yang Terpapar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wali kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani memimpin langsung rapat evaluasi penanganan pelayanan kesehatan Covid-19 di Kota Banjarbaru, Senin (13/7/2020).

Rapat  evaluasi berlangsung di ruang tamu utama Wali Kota Banjarbaru dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru HR Budiman bersama anggota Komisi I DPRD Kota Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengatakan, rapat evaluasi penanganan pelayanan kesehatan Covid-19 upaya memikirkan bagaimana pemerintah melindungi kesehatan para tenaga medis dan masyarakat.

“Tenaga medis setiap hari harus berjibaku atau berhadapan langsung  di garda terdepan dengan pasien Covid-19. Oleh kerena itu Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarbaru perlu masukan terkait teknis perlindungan para tenaga medis kita,” ujarnya.

 

Nadjmi mengakui, saat ini tenaga medis di Banjarbaru mulai banyak yang terpapar Covid-19. Karena itu perlu perhatian bersama kepada para tenaga medis. “Dimana mereka terpapar, bagimana pola kemungkinan mereka terpapar itu yang akan kita coba antisipasi,” kata Nadjmi.

“Bisa jadi kawan-kawan yang kena akibat ruangan yang sempit, panjangnya sistem antrean dan juga sistem pelayanan yang harus mendapat perubahan,” sebut Nadjmi.

Ia mengingatkan, para tenaga medis juga harus diberikan tambahan suplemen vitamin, melakukan karantina bagi yang terpapar.

“Termasuk melakukan rekrutmen untuk tenaga medis baru, sehingga waktu mereka untuk istirahat dan bergiliran semakin panjang,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->