Connect with us

NASIONAL

Pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Sholah Dikabarkan Kritis

Diterbitkan

pada

Gus Sholah dikabarkan sedang menjalni perawatan di rumah sakit Foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Irfan Asy’ari Sudirman Wahid alias Ipang Wahid mengabarkan kondisi ayahnya, yakni Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah kini sedang kritis akibat sakit. Dia menyampaikan itu melalui akun Instagram pribadinya.

“Dengan segala kerendahan hati, kami memohon keikhlasan doa untuk ayahanda kami Gus Solah yang sedang dalam keadaan kritis,” ucap Ipang melalui akun Instagram, Minggu (2/2).

Dia lalu meminta doa dan berharap agar ayahnya yang berusia 77 tahun diberikan kesembuhan. “Semoga Allah mencabut sakit beliau tanpa disertai rasa sakit,” imbuhnya dilansir cnnindonesia.com.

Pada pertengahan Januari lalu, Gus Sholah dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Dia menjalani tindakan medis ablasi. Pada 2018, Gus Solah sempat dirawat di RSUD Jombang, Jawa Timur karena sakit di bagian lambung. Dia lalu dirujuk ke RSCM Kencana, Jakarta.



Gus Sholah merupakan tokoh nasional yang beberapa kali menjabat posisi penting. Dia juga identik dengan sesepuh Nahdlatul Ulama dan pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang.

Gus Sholah pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas HAM. Pernah pula menjadi anggota MPR pada masa awal reformasi. Pada Pilpres 2004 silam, Gus Sholah menjadi calon wakil presiden. Kala itu dia mendampingi Wiranto yang menjadi calon presiden. Namun, Wiranto-Gus Solah kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Gus Sholah juga merupakan adik kandung dari mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mereka merupakan anak dari pasangan Wahid Hasyim-Sholehah. Kakek mereka adalah Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama. Gus Sholah sempat menjadi anggota Dewan Etik Mahkamah Konstitusi. Namun, pada 2018 lalu, dia mengundurkan diri karena sakit. Kini Ahmad Syafii Maarif yang menggantikannya di posisi tersebut. (bmw.cnnindonesia)

Reporter : Bmw.cnnindonesia
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

NASIONAL

Kata Basarnas Soal Tanda SOS di Pulau Laki yang Muncul di Google Maps

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sejumlah prajurit TNI melakukan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Tanda SOS di Pulau Laki yang nampak di Google Maps diduga berasal dari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Munculnya tanda SOS di Pulau Laki membuat Basarnas siaga.

Diketahui pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di Kepulauan Seribu di dekat Pulau Laki.

Basarnas menegaskan tak ada penumpang yang selamat dalam kecelakaan Sriwijaya Air di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta. Sehingga mustahil jika tanda SOS di Pulai Laki dari penumpang Sriwijaya Air yang hidup.



Hal itu dipastikan Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS. Hanya saja Basarnas akan tetap memeriksa sumber tanda SOS di Pulau Laki dekat lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang terlihat di Google Maps pada Rabu (20/1/2021).

Rasman menjelaskan bahwa memang ada beberapa tim SAR yang mendirikan posko di Pulau Laki untuk memudahkan pencarian, namun belum dapat memastikan sinyal SOS itu berasal dari mana.

Brigjen Rasman menyebut pihaknya hingga kini belum mendapatkan informasi terkait kebenaran tanda SOS tersebut.

“Sampai saat ini saya belum menerima informasi tersebut, belum menerima datanya, nanti kita akan cek, sesuai dengan informasi yang diberikan tadi,” kata Brigjen Rasman kepada wartawan di JICT, Tanjung Priok, Rabu (20/1/2021).

Tanda SOS di Pulau Laki hilang

“Tim penyelam kita itu ada yang berposko di Pulau Lancang dan Pulau Laki, dan Tanjung Kait, jadi mereka membentuk posko itu untuk memudahkan mereka bergerak, karena tidak semua ada di atas kapal, kapal jumlahnya terbatas, mereka lebih mudah jika berada di pulau itu, mungkin itu, tapi saya tidak mau berspekulasi, nanti kita akan cek,” jelasnya.

Rasman juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tanda-tanda adanya korban selamat dari peristiwa jatuhnya pesawat Boeing 737-500 tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada keterangan yang kita dapatkan bahwa ada penumpang yang hidup, jadi tanda sos tadi kita coba dalami nanti, saya tidak mau berspekulasi,” tegasnya.

Pulau Laki diketahui merupakan titik area jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak. Kekinian, warganet pun heboh karena muncul tulisan SOS di area tersebut pada aplikasi Google Map. Tampak terlihat simbol berwarna hijau bertuliskan SOS di Pulau Laki.

Tanda SOS di Pulau Laki itu masih terlihat hingga pagi ini saat diakses melalui aplikasi Google Maps. Hal itu dapat diketahui dengan menuliskan kata kunci Pulau Laki di Google Maps.

Sebagai informasi, pihak Google memang memberikan tanda khusus apabila terjadi bencana atau insiden tertentu, sampai artikel ini diturunkan pihak Google belum memberikan klarifikasi.(Suara)

Editor : Suara 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

NASIONAL

Polisi Cek Munculnya Tanda SOS Diduga Korban Sriwijaya Air di Pulau Laki

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Warganet mendadak heboh. Setelah melihat tanda minta pertolongan atau SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta. Dekat dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Beberapa netizen menduga, ada penumpang Sriwijaya Air yang selamat. Sehingga memberikan sinyal SOS di Google Maps.

Simbol SOS adalah tanda peringatan yang digunakan korban untuk meminta pertolongan. Jika terjadi musibah atau kecelakaan di sebuah daerah.

Jika membuka Google Maps dan mencari dengan kata kunci ‘Pulau Laki’, akan muncul di layar gambaran pulau yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut.



Pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh, empat menit usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, bertolak menuju Pontianak.

Upaya pencarian komponen penting pesawat dan korban Sriwijaya Air SJ182 terus dilakukan oleh tim gabungan.

Di belahan selatan Pulau Laki, terdapat simbol hijau bertuliskan SOS. Hal ini yang kemudian membuat publik ramai-ramai membanjiri unggahan akun Instagram Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Bassarnas), @SAR_Nasional).

Publik dalam kolom komentar memberi tahu soal munculnya simbol tersebut sehingga bisa ditindaklanjuti.

“Pak cek sinyal SOS di Pulau Laki,” kata @Tubagusilham27.

“Pak cek tandas SOS di maps Pulau Laki, Pak. Barangkali ada something yang butuh bantuan bapak. Tapi kalau cuma ada orang iseng, toong dicegurin laut aja,” balas @anindyamahestri.

“Pak tolong cek Google Maps untuk Pulau Laki ada sinyal SOS pak. Semoga ada keajaiban untuk para korban Sriwijaya Air SJ182,” timpal @thiaraiiu.

“Barusan saya cek Google Maps ada sinyal SOS di Pulau Laki. Barangkali ada mukjizat penumpang yang terdampar dan masih hidup. Berharap semoga ada tindakan pencarian lagi,” sahut @dindaagustiah_.

Pihak Google memang kerap memberikan tanda khusus apabila terjadi bencana atau insiden tertentu.

Sebelumnya, di area jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 juga sempat muncul simbol SOS berupa tanda seru bewarna merah dengan keterangan “Insiden Pesawat Sriwijaya AIr”.

Meski begitu, untuk pemberian sinyal SOS di Pulau Laki, pihak Google sampai artikel ini diturunkan belum memberikan klarifikasi.

40 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Berhasil Teridentifikasi

Tim DVI Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga Selasa (19/1/2021) sore telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 40 korban Sriwijaya Air SJ 182. Hari ini, tercatat terjadi penambahan sebanyak 6 korban yang teridentifikasi.

“Sampai pukul 17.00 WIB korban yang berhasil teridentifikasi bertambah 6, kemarin total korban yang teridentifikasi 34 sekarang ditambah 6 sehingga keseluruhan berjumlah 40,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/1/2021).

Keenam korban yang telah teridentifikasi hari ini adalah Kolisun (37), Grislend Gloria Natalies (28), Faisal Rahman (30), Andi Syifa Kamila (26), Shinta (23), dan Mulyadi (39).

Rusdi mengatakan, semua korban yang berhasil teridentifikasi hari ini semuanya dikenali dari pencocokan sampel DNA.

Adapun dari 40 korban yang berhasil teridentifikasi, sebanyak 27 korban sudah dipulangkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

“Hari ini sebanyak 4 korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sehingga total 27 korban sudah diserahkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, sebanyak 310 kantong jenazah dan 250 kantong properti yang diterima RS Polri seluruhnya sudah dilakukan identifikasi.(suara)

 

Editor: Suara

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->