Connect with us

KRIMINAL HST

Pengedar Sabu Asal Desa Hapulang HST Ditangkap Polisi

Diterbitkan

pada

Tersangka narkoba yang diamankan Polres HSU Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BARABAI, Sat Resnarkoba Polres Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku kasus narkoba dengan inisial NW (45), Kamis (7/11) pukul 21.30 Wita. Tersangka merupakan warga Desa Hapulang, RT004, RW 002, Kecamatan Haruyan.

Penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat bahwa pelaku sering mengedarkan narkoba. Menanggapi laporan tersebut, petugas dari Sat Res Narkoba Polres HST melakukan penyelidikan dan mendapati pelaku melintas di pinggir jalan Desa Hapulang, RT 002.

Ketika dilakukan penyergapan dan penangkapan terhadap pelaku yang saat itu mengendarai motor Honda Beat warna putih dengan nomor Polisi DA 6495 BV, petugas menemukan barang bukti 5 paket yang diduga sabu-sabu dan uang tunai Rp 550.000. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Hulu Sungai Tengah guna penyidikan lebih lanjut.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo mengatakan, “dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti 5 paket sabu seberat 4,53 gram, uang tunai Rp. 550.000,- diduga hasil penjualan sebelumnya, 1 buah timbangan digital, 1 buah Handphone Merk Nokia dan 1 buah sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor Polisi DA 6495 BV,” ungkapnya. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

KRIMINAL HST

Ungkap ‘Teror’ Pembakaran Sekolah di HST, Tim Forensik Mabes Polri Turun Tangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tim Forensik Mabes Polri mendatangi lokasi sekolah yang terbakar Foto: antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BARABAI- Polres Hulu Sungai Tengah (HST) mendatangkan tim dari Laboratorium Forensik Polri untuk mendalami penyelidikan kasus dugaan pembakaran beberapa gedung sekolah yang ada di Kabupaten HST, Rabu (5/2).

“Hari ini kami melakukan pemeriksaan pertama di SDN 2 Banua Jingah dan berhasil mengumpulkan sebanyak 10 alat bukti,” kata Kapolres HST, AKBP Danang Widaryanto melalui AKP Dani Sulistiono saat mengawal langsung penyelidikan.

Barang-barang yang diamankan di antaranya arang, besi, kawat dan bangkai dinamo kipas angin yang bekas terbakar. Serta meminta keterangan para dewan guru dan saksi warga sekitar yang saat itu melihat kejadian.

Kebakaran di SDN 2 Banua Jingah sendiri terjadi pada tanggal 2 Februari 2020 sekitar pukul 03.35 wita dan menghanguskan tiga bilik ruangan. Demikian dilansir Antara.

Selanjutnya, tim melakukan pemeriksaan di MAN 1 HST yang sempat menghanguskan sembilan ruangan untuk mencari penyebab kebakaran.

Berikutnya, ke SDN 1 Barabai Timur dan SDN 2 Barabai Timur yang menjadi sasaran percobaan pembakaran yang waktunya berbarengan dengan peristiwa kebarakan di MAN 1 HST, Senin (3/2), sekitar pukul 00.30 wita.

“Dari hasil pemeriksaan, kami mengumpulkan barang-barang yang ada hubungannya dengan kebakaran. Di SDN 2 Banua Jingah ada 10 alat bukti, di MAN 1 HST ada satu, SDN 1 Barabai Timur ada satu dan SDN 2 Barabai Timur ada dua,” kata Kasat Reskrim.

Setelah itu menurutnya, semua barang-barang tersebut nantinya dilakukan penelitian di Laboratorium Forensik dan hasilnya akan diserahkan ke Polres HST. “Jadi, untuk sementara, kita belum bisa menyimpulkan hasilnya dan masih perlu penyelidikan yang lebih mendalam serta menunggu hasil dari Laboratorium Forensik,” kata Dani.

Dia juga berpesan, sesudah terjadi kebakaran, kalau ada dugaan karena sengaja dibakar, maka lokasi kebakaran jangan langsung dibersihkan karena akan menyulitkan ketika melakukan pemeriksaan. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar melakukan pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah desanya masing-masing dan kepada pihak sekolah agar ada petugas jaga malam dan dipasang penerangan yang memadai. Kalau bisa juga dipasang CCTV untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuntasnya.(antara)

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

KRIMINAL HST

Ajaran Sesat Nasruddin, ‘Nabi’ Palsu yang Kini Meringkuk di Tahanan Polres HST

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tersangka Nasruddin saat diamankan polisi Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BARABAI, Warga Desa Kahakan Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) digegerkan penangkapan Nasruddin (59), warga Jalan Penas Tani IV Rt 003 / 011 Desa Kahakan Kecamatan Batu Benawa, KabupatenHST. Ia mengaku sebagai ‘nabi’ sekaligus mengajarkan ajaran sesat diluar syariat Islam.

Dalam konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana penistaan agama yang dipimpin langsung Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, terungkap ajaran yang disebarkan Nasrudin menuntut shalat wajib maupun sunah harus menggunakan bahasa Indonesia. Bukan menggunakan Bahasa Arab. “Selain itu Lafazd dua kalimat Syahadat juga turut diubah atas keinginan pelaku,” kata Kapolres.

Di depan rekan rekan wartawan media, AKBP Sabana juga mengatakan bahwa ilmu dari Kitab hikmah dan rahasia dari kitab Allah, semua bacaan sholat dari awal hingga akhir memakai bahasa Indonesia. “Sekarang tidak perlu di pakai lagi, karena Nabi Muhammad SAW sudah meninggal dunia. Begitu yang diajarkan pelaku,” lanjut Kapolres.

Sementara untuk hari kegiatan pengajian yang dilaksanakan Nasruddin dan para jemaahnya dilakukan pada hari Senin, Jumat, dan Sabtu.

Kapolres mengatakan sebelum Nasrudin diamankan oleh kepolisian, permasalahan tersebut telah dibawa dan ditangani dalam beberapa kali Rapat PAKEM (Pengawasan Terhadap Aliran Kepercayaan Dan Keagamaan) Kabupaten HST dengan menghadirkan tersangka. Hingga disimpulkan, bahwa ajaran Nasruddin adalah aliran sesat. Bersamaan dengan itu, juga dikeluarkan Surat Rekomendasi kepada Bupati tertanggal 18 Oktober 2019 agar mengeluarkan SK Pelarangan ajaran Nasruddin.

Hingga akhirnya, Senin (2/12) pukul 10.00 wita dilaksanakan pemeriksaan terhadap Nasrudin beserta para pengikutnya dan didapat alat bukti berupa surat lembaran yang diakui sebagai Kitab Al – Furqon berbahasa Indonesia sebagai pegangan ajarannya.

Selanjutnya, penyidik melakukan Gelar Perkara dan menetapkan NS sebagai tersangka dan melakukan penangkapan serta penahanan. Dari penggeledahan di rumah dan pondok tempat menyebarkan ajarannya, petugas dari Polres HST mengamankan barang bukti berupa 1 buah laptop merk Toshiba warna hitam lengkap dengan chagernya, 1 buah mesin laminating merk Origin Or-330, 1 buah printer merk Pixma ip 1980 warna hitam, dan 25 lembar kertas yang berlaminating yang disebut Al – Furqan.

Dalam Konferensi pers ini, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K, M.H. menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu isu yang tidak benar dan percayakan proses hukum kepada Kepolisian. “Apabila ada temuan baru yang berkaitan dengan hal ini akan kami kabarkan kembali. Sekali lagi, serahkan semuanya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tutup AKBP Sabana Atmojo. (polres HST)

Reporter : Polres HST
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

KRIMINAL HST

Nasruddin, ‘Nabi’ Palsu Asal Batu Benawa Akhirnya Ditahan Polres HST

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Nasruddin diamankan polisi HST karena mengaku sebagai Nabi Foto: net/apahabar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BARABAI, Mengaku sebagai nabi, Nasruddin (59) warga Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel ini, harus meringkuk di tahanan. Pria yang mengaku sebagai ‘Nabi’ ke-26 ini diamankan polisi karena perbuatannya yang meresahkan.

Bukan kali ini saja tukang mebel ini mengaku sebagai nabi di hadapan pengikutnya. Tahun 2003 silam, ia juga melakukan hal sama.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Trimo saat jumpa pers dengan awak media, Selasa (3/12) mengatakan, Nasruddin dikenala Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman 5 tahun penjara. “Kasus ini bermula dari laporan MUI (Majelis Ulama Indonesia) HST yang ditindaklanjuti dengan menggelar penyelidikan,” terangnya.

Pada tahun 2003, Kejaksaan Barabai pernah memeriksa Nasruddin dan dinyatakan ajaran yang disampaikan menyimpang dan sesat. Namun sejak 2018 ia kembali berulah dengan mengaku sebagai nabi. “Ia shalat menggunakan bahasa Indonesia dan mengajarkan kitab hasil terjemahannya sendiri,” kata Kapolres.

Kitab dari Nasruddin itu mulanya dari Al Quran yang disadur dengan pengertiannya sendiri. Kemudian diketik menggunakan laptop dan dicetak. Hasil dari cetakan itu disatukan dan dibawa ke majelis untuk diajarkan ke jemaah-nya yang digelar tiga kali dalam seminggu.

Sementara Ketua Tim Pakem dari Kejari HST, Trimo menyatakan hasil penetapan ini tak lepas dari hasil rapat rakor Pakem yang dihadiri Bupati dan Forkopimda serta tokoh di HST. “Dari hasil rapat itu disimpulkan perkara ini dilakukan tindakan oprasional, lidik hingga penyidik dari Polres. Karena ini merupakan pidana umum,” katanya.

Nasruddin mengatakan, pengangkatannya sebagai nabi kurang lebih 14 tahun yang oleh suatu suara malaikat Jibril yang datangnya bersamaan cahaya yang memenuhi tempat tinggalnya di Desa Benawa. Sejak saat itu Nasruddin tidak pernah lagi melaksanakan salat sebagaimana disyariatkan oleh Islam. Nasruddin menganjurkan pengikutnya untuk menggunakan bahasa Indonesia saat salat, dari awal sampai akhir.

Nasruddin menyatakan bahwa semua syariat Nabi Muhammad tidak berlaku baginya, dan semua pengikutnya. Ia juga disebut tidak lagi memakai hadis nabi. Lantas, orang-orang di luar pengikut Nasruddin dinyatakan sesat atau kafir.

Maka pada 2003, Kejari HST menyatakan ajaran Nasruddin bertentangan dengan syariat islam. Ilmu yang disampaikan Nasruddin dan kitabnya dianggap mengada-ada. Dengan keyakinan itu, Nasruddin dan pengikut-pengikutnya dianggap keluar dari agama Islam alias murtad. (net/cel)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->