Connect with us

HEADLINE

Penusuk Ayah Tiri Sudah Lama Simpan Dendam, Beberapa Kali Berucap Ingin Habisi Korban

Diterbitkan

pada

Perkelahian yang menyebabkan korban tewas dengan luka tusuk Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Perkelahian berujung maut antara anak dan ayah tiri di Jalan Padat Karya, Komplek Purnama Permai II Jalur 6, Banjarmasin, Jumat (4/10) pukul 10 pagi tadi, akumuasi dari dendam lama pelaku. Menurut informasi, pelaku AR sudah beberapa kali berucap ingin menghabisi Riduan (Duan) 40, ayah tirinya tersebut.

Keterangan yang disampaikan oleh saksi kejadian, Hendri Gunadi mengatakan, korban merupakan ayah tiri dari si pelaku penusukan AR. Menurut Hendri yang berada di lokasi kejadian, berdasarkan keterangan istri pelaku, AR memang sudah mempunyai dendam lama dengan si korban.

“Kata istrinya, si pelaku kalau marah sama ibu kandungnya, pasti pelampiasannya ke ayah tirinya. Dia juga sudah beberapa kali berucap mau menghabisi ayah tirinya,” cerita Hendri.

Awalnya korban dan pelaku sama-sama bertemu di simpang lampu merah Sungai Andai. Kemudian korban dan pelaku datang rumah ke keponakan dari istri korban yang berada di Jalan Padat Karya Komplek Purnama Permai II Jalur 6. Untuk korban sendiri berkediaman di Keruing dan pelaku berdiam di Kelayan.



Sebelum penusukan, sempat terjadi adu mulut antara korban dan pelaku. Istri pelaku pun sempat melerai keduanya. Namun tiba-tiba saja pisau tajam yang telah dipersiapakan AR sejak awal menancap di sisi perut bagian kanan Riduan.

Informasi lainnya mengatakan, duel maut dipicu saat AR hendak meminta uang ke korban. Karena tak diberi, memicu kemarahan pelaku hingga berakhir cekcok mulut dan perkelahian yang menyebabkan korban tewas.  “Pelaku minta uang kepada korban, tapi tidak diberi” kata Pejabat Sementara Panit Patroli Polsekta Banjarmasin Utara, Eko Budi ditemui di RS Ansari Saleh.

Hendri ketika itu sempat ingin membawa korban ke rumah sakit menggunakan motornya. Namun ia tidak berani karena si pelaku masih berada di jarak yang dekat dengannya. Hingga akhirnya pelaku kabur menggunakan motor Scoopy miliknya. Menurut si istri pelaku, suaminya tersebut mungkin saja pergi mengarah ke Keruing.

Saat itu, kondisi korban yang berlumur darah tak dapat segara ditolong. Hal ini dikarenakan tidak ada satu pun alat transportasi yang bisa digunakan untuk mengantak korban. Hendri Gunadi mengatakan, ia sempat mencari lokasi BPK untuk mencari mobil yang bisa ia pinjam tapi pihak BPK tidak memberi tumpangan.

Hal ini wajar ucap Hendri, sebab ia sendiri bukan warga yang tinggal di lokasi penusukan sehingga tentu para BPK tidak akan meminjamkan mobilnya ke sembarang orang. Hendri merupakan Ketua Satuan Komunitas Scout 3 Penjuru, sebuah organisi yang bergerak di bidang pramuka dan sosial. Lokasi sekretariatnya berada di lokasi yang sama dengan lokasi penusukan.

Untungnya ada satu mobil pribadi milik warga sekitar yang bisa digunakan. Korban yang bernama Duan, ditemani istri dan dua warga menggunakan mobil tersebut ke Rumah Sakit Ansari Saleh. Sempat sampai ke Rumah Sakit Ansari Saleh, tapi sayang nyawa korban tidak tertolong lagi.

Sementara Yuli, istri korban mengaku tak mengira kalau anaknya sendiri yang menusuk suaminya. Dikatakan Yuli, sekitar tujuh jam sebelum kejadian, korban membuat status di facebooknya.

Statusnya bertuliskan “Terima kasih atas semuanya, mungkin ini yg terakhir kalinya”.

Yuli tak mengira kalau status yang dibuat suaminya di facebook merupakan firasat, dan meninggalkan dia untuk selama-lamanya.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Tanggap Darurat Banjarmasin Tak Diimbangi Fasilitas, Sulit Evakuasi Korban Banjir!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemko Banjarmasin kekurangan sarana evakuasi warga korban banjir Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN– Naiknya status bencana di Kota Banjarmasin menjadi Tanggap Darurat ternyata tidak diimbangi fasilitas penunjang. Berdasarkan informasi dari banyaknya laporan yang menghubungi nomor call center layanan siaga darurat penanganan bencana banjir Kota Banjarmasin, mayoritas meminta bantuan agar dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Harli Husaini membeberkan, bahwa saat ini pihaknya kesulitan untuk mengabulkan permintaan warga untuk dievakuasi.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi lantaran minimnya ketersediaan fasilitas yang dimiliki oleh BPBD Kota Banjarmasin.

“Kita sangat kesulitan untuk mengevakuasi warga yang saat ini masih terjebak banjir. Kita sangat memerlukan bantuan alat yang dimiliki oleh Pemadam Kebakaran untuk memberikan pertolongan kepada warga,” ucapnya, Jumat (15/01/2021).



Sebetulnya, BPBD Kota Banjarmasin sendiri diketahui memiliki satu buah perahu lipat yang merupakan hibahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Sayangnya, perahu tersebut saat ini berada di Kabupaten Tanah Laut untuk membantu proses evakuasi warga yang masih terjebak oleh kepungan banjir.

Hal itu terjadi karena ketika bencana banjir yang melanda Kabupaten Tanah Laut itu terjadi, Kota Banjarmasin masih belum dalam keadaan darurat bencana.

“Kita memang punya perahu lipat, tapi saat ini perahu tersebut masih berada di sana (Tanah Laut). Waktu kita instruksikan untuk kembali agar bisa menolong warga, mobil yang membawa perahu lipat ini tertahan karena putusnya jembatan yang menghubungkan Tala dan Banjarmasin,” paparnya.

Tidak hanya sampai di situ, petugas juga telah mencari jalan alternatif lain agar bisa masuk ke Banjarmasin. Namun jalan alternatif tersebut juga terputus oleh aliran banjir.

“Kita sangat memerlukan itu. Kemudian Banjarmasin juga sangat memerlukan perahu karet dalam jumlah yang mumpuni karena jumlah warga yang terdampak saat ini cukup banyak,” ungkapnya.

Menurutnya, wilayah yang saat ini banjirnya terbilang cukup tinggi seperti Sungai Lulut, Pemurus dan Kelayan, itu daerah yang paling parah banjirnya. Karena sementara ini ketinggian air di wilayah itu sudah mencapai pinggang orang dewasa.

“Itu sudah sangat menghambat aktivitas warga, jadi mereka perlu di evakuasi ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya.

Sehingga pihaknya masih menunggu bantuan alat berupa perahu karet dari pihak lain seperti yang dimiliki oleh Kepolisian.

“Mau minta bantuan ke Provinsi tapi sudah dipakai untuk penanganan banjir di daerah Kabupaten Banjar,” tuturnya. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Terus Berdatangan, 558 Jiwa Tempati Lokasi Pengungsian di Stadion Demang Lehman!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Warga terus berdatangan di lokasi pengungsian di Stadion Demang Lehman Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Selang dua hari, korban terdampak banjir yang mengisi lokasi pengungsian Stadion Demang Lehman Indrasari Martapura, kian bertambah.

Pantauan Kanalkalimantan.com, di lokasi pengungsian, Jumat (15/1/2021) malam, warga terdampak banjir terus berdatangan ke Stadion Demang Lehman. Begitu juga bantuan logistik terus mengalir dari dermawan.

Sekretaris Desa Indrasari, Sutiah mengatakan, hingga saat ini jumlah pengungsi sementara ada sebanyak 558 Jiwa.



“Sementara saat ini jumlah pengungsi yang ada di Stadion Demang Lehman ada sekitar 558 jiwa, dari berbagai macam desa. Bahkan ada beberapa jiwa yang dari Kurau Tanah Laut yang mengungsi disini,” ucapnya kepasa kanalkalimantan.com.

Dia juga mengatakan, yakni Desa Labuan Amas, Kecamatan Bumi Makmur, Tanah Laut 8 Jiwa, Desa Handil Maluka, Kecamatan Bumi Makmur Tanah Laut, 8 Jiwa, Desa Handil, Maluka Kurau Tanah Laut, 24 jiwa.

 

“Saya sendiri juga tidak menyangka, pengungsi yang dari Kurau Tanah Laut, tiba mengungsi di sini,” bebernya.
Hingga pukul 22:09 Wita, pengungsian masih terus berdatangan, dari berbagai macam Desa hingga kabupaten. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->