Connect with us

Kabupaten Banjar

Pepesan Kosong Hak Angket, 26 Anggota Dewan Mangkir Paripurna!

Diterbitkan

pada

Rapat dengan agenda hak angket DPRD banjar gagal digelar kembali Foto : rendy

MARTAPURA, Rapat Paripurna DPRD Banjar dengan agenda Pemandangan Akhir Fraksi DPRD terhadap Hak Angket dan Pengambilan Keputusan Terhadap Tata Tertib DPRD Kabupten Banjar bertempat di ruang rapat paripurna Lt II, Senin (15/10)  gagal digelar. Gara-garanya persoalan klasik yang terus terulang. Tidak kuorum!

Sekian lama tidak terdengar kabar kelanjutannya, DPRD Banjar kini kembali mengagendakan tindak lanjut hasil kerja panitia hak angket. Namun, upaya itu ternyata jauh panggang dari api. Sebab hasilnya pun, ternyata batal terlaksana.

Pantauan kanalkalimantan.com, sebelum rapat dibatalkan nampak kehadiran para wakil rakyat tersebut tidak mencukupi. Dari sebanyak 45 anggota DPRD Banjar waktu itu hanya dihadiri 17 anggota DPRD Banjar saja.

Sempat diskorsing dua kali dengan waktu total 20 menit, Rapat Paripurna yang tidak dihadiri oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman tersebut juga tidak berubah. Hanya mendatangkan dua orang wakil rakyat yang waktu itu berjumlah total 19 orang.

Karena tak memenuhi syarat kehadiran anggota minimal 30 orang, Wakil Ketua DPRD Banjar Saidan Fahmi memutuskan untuk mengetuk palu bahwa sidang tersebut ditunda hingga batas waktu yang masih belum ditentukan.

Menurut Saidan Fahmi, rapat paripurna dengan dua agenda ini memang gagal digelar dan kedepan akan mengagendakan kembali rapat tesebut mengingat keadaan yang memang tidak memenuhi syarat kehadiran anggota. “Karena sidang ini gagal untuk digelar, kita akan berkordinasi lagi dengan anggota Badan Musyawarah (Banmus) untuk mengagendakan hal serupa entah itu bulan ini atau awal bulan tanggal 1 November depan,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada kekhawatiran beberapa anggota DPRD Banjar sehingga tidak hadir di sidang paripurna yang digelar dengan agenda hak angget ini? Saidan tidak banyak berspekulasi, mengingat itu dinilainya adalah sudut pandang politik masing-masing.

“Jika ditanya hal seperti itu, kita juga tidak mengetahui, mungkin itu tergantung sudut pandang masing-masing. Kita selaku pimpinan hanya melihat dari tataran formal kehadiran saja. Kita hanya menjalankan tugas sesuai tata tertib, jika kehadiran formal tidak mencukupi jumlahnya, maka akan kita skor selama dua kali, lalu jika itu tidak kuorum juga maka kita tutup,” ujarnya.

Dia juga mengatakan sebelumnya agenda ini sudah ditetapkan oleh Banmus pada tanggal 24 Oktober. Namun dimajukan pada tanggal 15 Oktober, hanya saja jadwal yang begitu padat dan dikhuatirkan terbentur dengan agenda yang lain.

“Iya memang benar jadwal itu dimajukan dari jadwal sebelumnya yang sudah ditetapkan di Banmus, yaitu tanggal 24 Oktober. Namun ini hanya masalah tekhnis saja, mengingat banyak agenda yang terlalu padat dengan agenda yang lainnya juga, namun saya pastikan dua agenda ini harus selesai pada akhir tahun nanti,” ujarnya.

Ditanya apakah anggota DPRD yang lain mengetahui adanya perubahan jadwal tersebut, Saidan mengatakan anggota yang lain kemungkinan sudah mengetahui. Mengingat sebelum diadakan agenda ini, para anggota sudah diberikan info pemberitahuan yang diedarkan melalui bentuk pisik maupun electronic atau grub di Wa App.

“Kemungkinan, teman-teman anggota DPRD yang lain mengetahuinya, perubahan jadwal tersebut, mengingat mereka sudah diberikan info pemberitahuan melalui fisik surat maupun electronic ke grub Handphonenya masing-masing,” akunya.

Masih ditempat yang sama Ketua Panitia Khusus Hak Angket A Rozani Himawan menanggapi ketidak hadiran para anggota DPRD yang lain tidak bisa berpikiran negatif. Mengingat itu merupakan pandangan masing-masing oleh anggota bersangkutan.

“Kita tidak bisa berpikiran yang suudzon, namun pada intinya kita tetap on the track dijalur, bahwasanya Nasdem sendiri tetap sesuai dengan pandangan awal yang mana mendukung Hak Angket,” ujarnya.

Terkait pro dan kontra Hak Angket itu sendiri, orang yang akarap disapa Haji Jani ini mengatakan, dalam dunia perpolitikan hal itu wajar saja terjadi. Namun dirinya meminta kepada anggota yang lain bahwa yang diperjuangkan di sini bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga menyangkut ASN yang ada di Kabupaten Banjar, supaya ada kenyamanan dan ketenangan dalam berkerja.

“Sebenarnya Pro dan Kontra itu wajar saja terjadi di dunia politik ini, ini merupakan kepentingan bersama juga menyangkut kenyamanan ASN, karena jika seperti ini mereka bekerja juga tidak tenang. Disinilah tugas kita sebagai wakil rakyat untuk membela mereka,” ujarnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Kabupaten Banjar

Begini Dukungan Wabup Banjar pada PSBB di Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wakil Bupati Banjar, H Saidi Mansyur (kiri) berbincang dengan petugas Posko Desa Cindaialus. Foto: saidi mansyur for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Dukungan dari semua pihak terhadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah dilakukan di sejumlah daerah mutlak dilakukan.

Rabu (20/5/2020) malam, Wakil Bupati Banjar, H Saidi Mansyur menunjukkan dukungan dan perhatiannya dengan mengunjungi sejumlah posko PSBB, di antaranya di Kecamatan Kertakhanyar dan Kecamatan Martapura Kota.

Suasana akrab terjalin saat kunjungan yang dilakukan Saidi malam itu. Layaknya petugas, wabup juga sempat berinteraksi dengan sejumlah pengendara yang melewati posko di Desa Cindaialus, Kecamatan Martapura Kota.

Mengenakan sarung tangan dan masker, dalam kesempatan itu Saidi juga memberi dan menyerahkan masker kepada sejumlah pengendara yang lewat.

“Alhamdulillah, malam tadi dalam suasana PSBB ini saya sempat mengunjungi teman-teman yang menjalankan tugas di Posko Pencegahan Covid 19 yang ada di Kabupaten Banjar,” ujar Saidi, Kamis(21/5/2020) sore.

Saidi merasa senang dan bangga melihat semangat petugas posko yang penuh dedikasi menjalankan tugas melaksanakan PSBB, sebagai upaya melindungi masyarakat dari ancaman virus Covid-19.

Terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Saidi mengaku sangat mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat Kabupaten Banjar. Walaupun masih ada ditemui pelanggaran-pelanggaran.

Pada kesempatan itu, dia mengimbau, agar semua pihak memperhatikan kesehatan dengan meningkatkan pola hidup bersih sehat.

“Saat ini yang paling penting adalah kita harus lebih mendisiplinkan diri dan keluarga dalam menjaga kesehatan.
Ayo gunakan masker saat beraktivitas, dan sering-sering cuci tangan. Mudah-mudahan melalui pelaksanaan PSBB, permasalahan Covid 19 di Kabupaten ini dapat kita tanggulangi dan tuntaskan,” harap dia. (kanalkalimantan.com/dhani)

 

Reporter : Dhani
Editor : Dhani

 

Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Sebar Kabar Bohong Positif Covid-19, Dua Wanita Ini Minta Maaf

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dua wanita penyebar kabar bohong saat meminta maaf kepada pihak keluarga Hj Enong. foto: rdy

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Sebarkan informasi tidak benar, Ketua DPRD Banjar Muhammad Rofiqi memanggil dua warga penyebar kabar bohong alias hoax yang mengatakan keluarga Hj Enong terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia pun memastikan tidak benar bahwa ada keluarga maupun karyawan usaha kue keluarga Hj Enong yang terpapar virus corona.

Sekadar diketahui saja, H Muhammad Rofiqi adalah putra pengusaha kue kenamaan asal kota Martapura, Kabupaten Banjar, dengan label usaha kue Hj Enong.

“Beberapa hari ini memang ada info hoax yang mengganggu kami terutama ibu saya, dan keluarga, kami konfirmasi lagi kami sudah di tes dan hasilnya non reaktif waktu itu, artinya kami semua sekeluarga sehat,” aku Rofiqi.

Lebih jauh Rofiqi secara peribadi mewakili orang tuanya mengajak masyarakat khususnya di Kabupaten Banjar untuk bijak bermedia sosial. Kendati dimaafkan secara pribadi, dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak menimbulkan masalah dan merugikan orang banyak. Sehingga hanya mempercayai informasi dari sumber yang jelas, terutama seperti gugus tugas Covid-19, seperti halnya kasus yang satu ini.

Sementara itu, kedua orang penyebar hoax yang dipanggil pihak keluarga Hj Enong, mengakui kesalahan yang telah dilakukannya, sehingga meminta maaf secara lisan dan tertulis kepada pihak keluarga Hj Enong.

“Memang benar saya yang menyebar informasi tersebut, informasi itu memang tidak benar adanya dan berjanji akan menghapus postingan tersebut dan saya berjanji tidak akan mengulangi,” katanya. (kanalkalimantan.com/rdy)

Reporter : rdy
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Penyemprotan Disinfektan di Pasar Martapura Dilakukan Malam Hari

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penyemprotan disinfektan di kawasan Pasar Batuah Martapura, Selasa (19/5/2020) malam. foto: mckominfo banjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pencegahan penyebaran Covid-19, Perusahaan Daerah Pasar Bauntung Batuah (PD PBB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Pasar Batuah Martapura, Selasa (19/5/2020) malam.

Penyemprotan tersebut dilakukan di beberapa tempat sarana umum di kantor PD PBB, Pusat Pertokoan CBS, Plaza Martapura dan area pasar malam.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah mengatakan, sengaja dilakukan pada malam hari pukul 21.00 WITA saat sebagian pedagang bersiap untuk menutup dagangannya agar tidak menggangu aktifitas jual beli.

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, pihaknya terus mengimbau para pedagang untuk meningkatkan kebersihan untuk diri pribadi dengan melakukan pencucian tangan dengan sabun. “Selalu menggunakan masker untuk pedagang, pembeli dan siapapun yang melakukan aktifitas di pasar,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pihaknya juga mengimbau seluruh pegawai PD Pasar untuk melakukan pengaturan jam kerja dan meningkatkan kebersihan di lingkungan kantor.

“Kegiatan penyemprotan disinfektan ini rutin kami jadwalkan di seputar pasar Martapura, sambil terus melakukan pemantauan dan memberi imbauan agar selalu mengunakan masker,” katanya.

Yang lebih diutamakan seperti pertokoan CBS yang banyak dikunjungi orang dan juga kawasan kuliner serta pertokoan yang ada di pasar Batuah Martapura.

“Selanjutnya juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh pasar-pasar unit area, seperti Astambul, Gambut, Kertak Hanyar,” tambah Rusdi. (kanalkalimantan.com/rdy/adv)

Reporter : rdy
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Copy link
Powered by Social Snap