Connect with us

HEADLINE

“Perang” Kadishub Ichwan Vs Ketua Komisi III, Ada Sentimen Pribadi?

Diterbitkan

pada

Kadishub Banjarmasin Ichwan Noor Chalik (kanan) dan Ketua Komisi M Isnaini (kiri). foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kisruh antara Komisi III DPRD Banjarmasin dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin diduga bermula dari sentimen pribadi antara Ketua Komisi Muhammad M Isnaini dengan Kadishub Banjarmasin Ichwan Noor Chalik. Hal ini diakui oleh Ichwan, saat ditemui di Balaikota Banjarmasin pada Senin (13/1/2020) pagi.

“Selama ini saya diam saja. Karena apa? Karena saudara Isnaini selalu menyerang pribadi (saya). Setiap rapat Banggar dan komisi, itu selalu menyerang pribadi saya,” kata Ichwan.

Ichwan mencoba flashback 7 tahun lalu. Saat itu, dirinya menjadi Kasatpol PP Banjarmasin dan pernah mendapatkan perintah untuk mengambil aset Pemko Banjarmasin berupa mobil yang tak dikembalikan oleh Isnaini.

“Mohon maaf, saya pernah mengepung rumahnya. (Bahkan) saya pernah mengejar sampai ke bandara. Mungkin yang bersangkutan marah dan dendam sampai sekarang,” papar Ichwan.



Lebih lanjut Ichwan menjelaskan, Isnaini tidak pernah menerima jawaban atau alasan yang disampaikan oleh dirinya. Sehingga, tentu membuat dirinya kecewa. Ichwan sendiri, menyayangkan persoalan pribadi antara dirinya dengan Isnaini, sampai pada ranah institusi. Sehingga, mengharuskan Ichwan untuk tidak memenuhi panggilan Komisi III.

Baca juga: Mangkir dari Panggilan Komisi III, Ini Alasan Kadishub Ichwan

“Kalau seperti ini, untuk apa saya datang rapat? Kalau misalnya penuh dendam dan kebencian kemudian tidak mau menerima penjelasan dari kami, ngapain?” keluh Ichwan.

Bahkan Ichwan blak-blakan berkata, “Sepanjang Isnaini masih menjadi Ketua Komisi III, kami tidak pernah datang,” tegasnya. Termasuk anak buahnya, karena menurut Ichwan, ini berkaitan dengan institusi yang ia pimpin.

“Kecuali kemitraan pindah ke komisi lain. Monggo, silakan. Kalau mau panggil paksa saya silakan, tidak ada masalah,” tegas Ichwan.

“Kalau mau interpretasi silakan. Tapi sudah saya jelaskan. Saya sudah lapor juga ke Inspektorat,” tandas Ichwan.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin selalu mangkir saat mendapat undangan dari Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. Hal ini membuat Ketua Komisi III M Isnaini berang. Ia berencana akan langsung memanggil Pemko, karena hal ini dianggap mengganggu kinerja dari Komisi III.

“Kami akan menyampaikan kepada pimpinan tentang hal yang sudah dilakukan oleh Komisi III,” tegas Ketua Komisi III M Isnaini, Senin (13/1/2020).

Ia justru menilai Dishub sendiri tidak ada transparan dan akuntabilitas. “Saat sidak dewan kemarin disampaikan ada 40 tapping box yang akan dipasang di Duta Mall. Jangankan dipasang, malah tapping box yang ada itu dikurangi. Ini maksudnya apa,” ucapnya dengan kesal.

“Jadi saya melihat pengelolaan Dishub ini tidak transparan dan akuntabel, justru ada potensi yang lost,” masih Isnaini. Tercatat, Dishub sudah 6 kali mangkir dari undangan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin.  (kanalkalimantan.com/fikri)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Terbujuk Rayu ‘Lolos’ Masuk Akpol, Polisi Aktif Tertipu Rp1,3 Miliar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Sugeng Riyadi. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan mengungkap aksi penipuan senilai Rp1,35 miliar. Kedoknya yaitu calo seleksi untuk bisa masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Tercatat, ada dua pelaku yang diamankan di Jakarta.

“Ada dua tersangka kami tangkap di Jakarta yang telah menipu korban dengan janji meluluskan seleksi Taruna Akpol,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Sugeng Riyadi, Rabu (12/8/2020).

Sugeng memaparkan, kasus penipuan bermula dari laporan korban ke Polda Kalsel pada 20 Juli 2020. Tak lama, laporan itu ditindaklanjuti oleh Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kompol Riza Muttaqien yang memimpin penyelidikan, hingga akhirnya menangkap terlapor berinisial IR dan IL.

Aksi penipuan ini memanfaatkan seleksi masuk calon Taruna Akpol itu, dengan korban PS. Saat itu, korban yang berdinas di Polres Banjarbaru bertemu tersangka IR yang menawarkan jika anak korban bisa lulus masuk polisi.



“Awalnya anak korban ini daftar Akpol 2019 dan gugur di tes akademik. Namun oleh pelaku dijanjikan bisa lulus dengan bayaran Rp1 miliar karena pelaku punya kenalan di Mabes Polri yaitu tersangka IL,” ungkap Sugeng.

Terbujuk rayu pelaku, uang Rp1 miliar pun diberikan oleh korban. Namun, ada tambahan uang operasional Rp200 juta ikut diminta pelaku IR.

Bahkan terakhir, pelaku meminta uang Rp150 juta. Sehingga total kerugian korban Rp1,35 miliar dari hasil penipuan yang dilakukan oleh tersangka.

“Jadi korban, anaknya mau masuk Akpol ini sempat beberapa kali berangkat ke Semarang karena kata pelaku sudah diterima tinggal masuk pendidikan. Bahkan dijanjikan pula pada pendaftaran tahun 2020 ini bisa lulus. Namun itu semua hanya modus pelaku untuk meyakinkan korban,” imbuh Sugeng.

Tersangka IR sendiri diamankan di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Sementara IL di daerah Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan oleh tim gabungan Subdit 3 Jatanras dan Subbid Paminal Bidang Propam Polda Kalsel.

Namun begitu, untuk tersangka IL ternyata terungkap berstatus tersangka Polda Banten dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang kasusnya memasuki tahap II di Kejari Serang. Dimana, IL selaku Direktur PT Satria Lautan Biru terjerat kasus pinjaman modal kerja BUMD PT BGD pada Oktober 2015 senilai Rp5,9 miliar untuk proyek tambang di perairan Bayah bagian selatan Banten.

Tersangka IL sendiri kini ditahan di Mapolda Banten dalam perkara lain. Sedangkan IR langsung dibawa dan ditahan di Mapolda Kalsel.

“Keduanya dijerat Pasal 378 sub 372 jo 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tandas Sugeng.

Hasil pemeriksaan polisi, tersangka IR mengaku anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang berdinas di Mabes Polri. Kemudian dia mengaku kepada korban yang merupakan teman semasa sekolah memiliki kenalan yaitu tersangka IL dekat dengan Karo Dalpers SSDM Brigjen Sudarsono yang punya dua slot untuk taruna Akpol. Bahkan tersangka IL pernah mengirimkan foto-fotonya bersama pejabat tinggi Polri termasuk Irwasum. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

SK Mendagri Terbit, Wawali Banjarbaru Jaya Pegang Kendali Pemerintahan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sekda Banjarbaru: Posisi Wali Kota Masih Kosong


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Konfernsi pers, Rabu (12/8/2020) siang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Said Abdullah. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU –  Memastikan roda pemerintahan tetap berjalan pasca wafat Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, mandat penuh kini diberikan kepada Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan kendali di Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Dalam konfernsi pers, Rabu (12/8/2020) siang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Said Abdullah mengatakan, kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor T. 131. 63/4035/OTDA yang terbit pada 10 Agustuts.

“Jadi, untuk sementara waktu roda pemerintahan Kota Banjarbaru dikendalikan Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan. Namun, tetap saja jabatan Wali Kota sementara ini masih kosong,” ujarnya.

Saat ini, Pemko Banjarbaru akan memproses pemberhentian Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani karena meninggal dunia melalui sidang paripurna di DPRD Banjarbaru. Kemudian nantinya akan diteruskan ke Gubenur Kalimantan Selatan hingga Mendagri.



Jika sudah selesai, maka proses akan dilanjutkan dengan penetapan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan sebagai Wali Kota Banjarbaru definitif. Dalam proses ini, Mendagri akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan dan akan digelar kembali sidang paripurna.

Sekda Banjarbaru menambahkan, pihaknya berusaha menyelesaikan seluruh proses ini sebelum dimulainya pendaftaran kandidat Pilkada 2020, pada 4-6 September mendatang. Pasalnya, Darmawan Jaya Setiawan sendiri rencananya tetap berencana maju kembali dalam pencalonan.

“Kita usahakan di Agustus ini, pak Jaya sudah ditetapkan sebagai Wali Kota Banjarbaru secara definitif. Nah, jika beliau September ini mendaftar sebagau kandidat Pilkada, maka secara otomatis beliau harus mengambil cuti sebagai Wali Kota Banjarbaru,” lanjut Said. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->