Connect with us

Kanal

Peringati Hari Bakti PU ke-74, Pemprov Kalsel Ingin Akses Air Minum 90 Persen

Diterbitkan

pada

Peringatan Hari Bakti PU ke-74 digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan. Foto : dinas pupr kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Memperingati Hari Bakti PU ke-74 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan upacara di halaman kantor Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Selasa (3/12).

Pembina upacara dipimpin Asisten 1 Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan H Siswansyah, SH MH.

Siswansyah mengapresiasi kerja keras Dinas PUPR Provinsi Kalsel selama periode kepemimpinan Paman Birin -sapaan akrab Gubernur Kalsel. Ia pun meminta infrastruktur jalan, sanitasi lingkungan, air juga harus ditingkatkan terus bahkan minimal 80-90 persen.

“Untuk mencapai target pembangunan 2015-2019, Pemprov Kalsel sudah melakukan percepatan infrastruktur secara besar-besaran. Kita akan meningkatkan akses masyarakat, air minum masyarakat menjadi 90 persen dan program sejuta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya.

Disisi lain, upacara peringatan ini dilaksanakan demi mengenang tragedi 74 tahun lalu, yang mengakibatkan 7 pegawai PU gugur dalam mempertahankan gedung Departemen PU di Bandung yang sekarang dikenal dengan Gedung Sate. Peristiwa ini kemudian dikenang dan diperingati sebagai Hari Kebaktian Pekerjaan Umum.

Siswansyah juga menuturkan, acara ini sebagai motivasi bersama bahwa semangat jajaran bersinergi dalam membangun negeri dan Banua Kalsel, sehingga infrastruktur di wilayah Kalsel bisa sejajar dengan daerah lain.

“Seperti pulau Jawa, paling tidak setahun lebih meningkat apalagi Ibu Kota Negara ada di Kaltim, sehingga Kalsel sebagai daerah penyangga tentunya sangat memperhatikan infrastruktur khususnya jalan,” imbuhnya.

Pemprov Kalsel berharap ke depan, memiliki alat transportasi maju seperti pulau-pulau lain di Indonesia. Jenis transportasi yang telah lama dimimpikan adalah kereta api, agar bisa dinikmati di seluruh pulau Kalimantan antara lain Kalsel, Kaltim, dan Kalbar.

“Kami minta orang Kalsel punya kereta api. Ini yang lama kami mimpikan agar bisa terlaksana di Kalsel khususnya di Kalimantan,” pungkasnya.

Selain upacara peringatan hari ini dilakukan pula penyerahan Seytyalancana Karya Satya untuk pegawai dengan usia kerja 10 dan 30 tahun, yang diserahkan kepada 5 orang pegawai dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan atas nama Akan Yamri ST MT, Andi Rodandi SE, MM, Sri Yuliana SE ME, Hesti Laksa, dan Rusli. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

HEADLINE

Kabar Kadishut Kalsel Terpapar Covid-19, Sekda: Belum dapat Konfirmasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurrofiq Foto: Dishut Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin bertambah, bahkan berhembus kabar bahwa salah satu pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga ikut terpapar.

Informasi yang diterima Kanalkalimantan.com, pejabat tersebut ialah Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. Kabarnya, Hanif -sapaan akrabnya- sempat jatuh sakit hingga akhirnya dibawa menggunakan ambulance untuk menjalani isolasi.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie, mengaku belum mengetahui kondisi Hanif saat ini. Namun begitu, ia menyatakan bahwa sampai pada tadi malam, dirinya masih berkomunikasi dengan yang bersangkutan. “Sampai tadi malam kami masih komunikasi via WhatsApp,” katanya, Jumat (3/7/2020) sore.

Terkait informasi apakah benar Hanif terpapar Covid-19, Sekda Prov Kalsel belum bisa membenarkan kabar ini. Sebab, sampat saat ini dirinya juga belum menerima konfirmasi secara langsung. “Belum dapat konfirmasi. Kita juga tidak tahu apakah saat ini sedang menjalani isolasi, karena kami belum ketemu secara langsung dengan pak Hanif,” tandasnya.

Perlu diketahui, Hanif merupakan salah satu pejabat pemerintah yang masuk dalam struktur organisasi tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Kalsel. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Harian Gugus Tugas.

Kabar Hanif terpapar Covid-19 ini dipicu atas pergantian jabatan Pelaksana Tugas (plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Prov Kalsel. Hanif awalnya ditunjuk untuk mengisi kursi kosong jabatan tersebut pasca Kalak BPBD sebelumnya Wahyuddin memutuskan untuk pensiun.

Namun, hanya beberapa pekan pasca penunjukan Hanif, jabatan tersebut kembali dirombak. Kini, Plt Kalak BPBD Prov Kalsel telah diserahkan kepada Roy Rizali Anwar, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Prov Kalsel.
Sementara itu, tren kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Jumat (3/7/2020) sore mencatat, total kasus positif Covid-19 mencapai 3.447 kasus, atau ada 110 kasus baru.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim membeberkan, dari 110 kasus baru ini, dua diantaranya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang kini terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu masing-masing satu kasus dari RSUD H. Boejasin Pelaihari asal Kabupaten Tanah Laut dan RSUD Ratu Zalecha Martapura asal Kabupaten Banjar.

“Selebihnya, sebanya 108 kasus merupakan hasil tracing kontak oleh tim Surveilans di lapangan,” kata Muslim di Banjarbaru, Jumat (3/7/2020) petang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini, hasil tracing kontak terbanyak tercatat berasal dari Kabupaten Banjar, yaitu sebanyak 26 kasus. Disusul dari Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 24 kasus, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 21 kasus. Serta masing-masing 9 kasus dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

Kemudian, 8 kasus tercatat dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Terakhir, masing-masing satu kasus dari Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapin. “Saat ini, jumlah kasus keseluruhan sebanyak 3.447 kasus, dan 2.361 kasus menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun dalam karantina khusus,” beber Muslim. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Temuan Kasus Baru Covid-19 Capai 127 Kasus di Kalsel, Capai 1.565 Kasus

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kalsel mencatat kenaikan kasus covid-19 hari ini Foto : gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar mengejutkan kembali datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan. Data terbaru yang dirilis pada Rabu (10/6/2020) sore mencatat ada temuan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 127 kasus. Sehingga, kini tercatat ada 1.565 kasus positif Covid-19.

“Penambahan sebanyak 127 kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, di antaranya ada 10 kasus berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP),” beber Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, Rabu (10/6/2020) sore.

Dari 10 kasus positif Covid-19 yang sebelumnya berstatus PDP, 3 kasus dari RSUD Ulin Banjarmasin (2 kasus dari Kota Banjarmasin dan satu kasus dari Kabupaten Barito Kuala), satu kasus dari RS Bhayangkara Banjarmasin asal Kota Banjarmasin. Terakhir, 6 kasus dari RSD Idaman Banjarbaru (5 kasus dari Kota Banjarbaru dan satu kasus dari Kabupaten Barito Kuala).

Selebihnya, lanjut Muslim, yaitu sebanyak 117 kasus merupakan hasil tracing yang dilakukan di beberapa kabupaten dan kota. Terdiri dari 29 kasus dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, 12 kasus dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 18 kasus dari Kabupaten Kotabaru, 7 kasus dari Kabupaten Banjar.

Disusul 22 kasus dari Kabupaten Barito Kuala, 25 kasus dari Kabupaten Tanahlaut dan 4 kasus dari Kota Banjarmasin. “Saat ini, yang dirawat baik di rumah sakit, karantina khusus maupun sebagian yang menjalani isolasi mandiri berjumlah 1.365 kasus,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Lebih lanjut Muslim mengungkapkan, ada empat kasus meninggal dunia akibat Covid-19, yang semuanya berasal dari Kota Banjarmasin. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 bertambah menjadi 109 kasus. “Ada empat PDP yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal dunia beberapa waktu yang lalu,” lugas Muslim.

Namun demikian, angka kesembuhan dari Covid-19 juga melonjak signifikan sebanyak 12 kasus. Sehingga angka kesembuhan dari Covid-19 mencapai 131 kasus.

Dari 12 kasus sembuh ini, 9 kasus diantaranya menjalani karantina khusus di Gedung Diklat Ambulung Banjarbaru. “Lima kasus merupakan warga Kabupaten Tanah Bumbu, satu kasus dari Kabupaten Banjar, dan tiga kasus dari Kabupaten Tapin,” kata Muslim.

Sisanya, sebanyak 3 kasus dirawat di beberapa rumah sakit maupun dalam karantina khusus. Yaitu satu kasus dirawat di RSD Idaman Banjarbaru asal Kota Banjarbaru, satu kasus dirawat di RSUD Pambalah Batung Amuntai asal Kabupaten Hulu Sungai Utara dan satu kasus dalam karantina mandiri asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Kapuas

16 ODP Dikarantina, Pemkab Kapuas Salurkan Sembako untuk Keluarga

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gugus tugas Covid-19 Kapuas memberikan sembako pada keluarga ODP yang menjalani karantina 14 hari. Foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Pemkab Kapuas melalui Gugus Tugas COVID-19 menjamin sembako keluarga orang yang dikarantina. Langkah ini dilakukan menyusul dikarantinanya 16 warga Kapuas dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Saat ini sudah 16 warga berstatus ODP di karantina. Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kapuas,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, di Posko satgas covid-19 Kapuas, Minggu (12/4/2020).

Budi Kurniawan mengatakan, karantina ini dilakukan selama 14 hari kedepan untuk memutus matai rantai penyebaran Virus Corona. Ia menegaskan, selama masa karantina, Pemkab Kapuas akan menjamin keluarga ODP yang dikarantina. “Selama karantina 14 mereka yang berstatus ODP ditanggung Pemkab atau disalurkan makanan dan keluarga mereka juga diberikan sembako,” jelasnya.

Lanjutnya, pemberian sembako kepada keluarga ODP yang dikarantina adalah bentuk tanggungjawab Pemkab untuk menjamin hak hidup warganya. Langkah ini juga dilakukan untuk memberikan ketenangan warga Kapuas agar secara sukarela melaporkan diri. Karena Pemkab Kapuas akan menjamin warga ODP beserta keluarganya. “Hal ini dilakukan, karena karantina mandiri diragukan. Apakah benar dilakukan selama 14 hari di rumah. Serta berpotensi menularkan di lingkungan keluarga,” tegas Budi.

Maka dari itu, ia mengingatkan Kepada warga Kapuas, lebih baik dikarantina dan ditangani tim medis, karena penanganannya lebih pasti dan terpantau. Kepala Dinsos menjamin, tempat karantina yang disiapkan Pemkab Kapuas sangat layak dan dijamin kenyamanan bagi warga ODP. Selain itu, pihaknya beserta tenaga medis dipastikan akan menjaga privasi dan kerahasiaan warga ODP.

“Saya berharap masyarakat yang baru datang dari wilayah zona merah COVID-19 untuk segera melaporkan diri ke Posko Gugus tugas Covid-19 yang berada di Kabupaten Kapuas,  Agar dilakukan pemeriksaan dan bila perlu akan dikarantina. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus baik kepada keluarga maupun orang lain. Karena Orang Tanpa Gejala (OTG) berpotensi menyebarkan virus corona,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/Ags)

 

Reporter : Ags
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->