Connect with us

HAUL SEKUMPUL

Perkantoran di Kawasan Murjani Jadi Tempat Parkir, Jemaah Haul Bisa Menginap di Bina Satria

Diterbitkan

pada

Kawasan Murjani siap menampung parkir jamaah Haul Guru Sekumpul Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seluruh pemerintah daerah lingkup Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan perhelatan Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul tahun 2020. Terlebih lagi, kota Banjarbaru yang menjadi satu-satunya daerah yang paling dekat dengan lokasi pelaksanaan haul di Kabupaten Banjar.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru telah mempersiapkan 16 armada transportasi untuk mengantarkan para jemaah menuju lokasi haul. Semua layanan transportasi ini dapat dinikmati para jemaah, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.

Seluruh jemaah nantinya akan dipusatkan di Lapangan Murjani, tepatnya didepan Balai Kota Banjarbaru. Di lokasi ini, Dishub Banjarbaru bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam penyediaan tenda sebagai tempat beristirahat, toilet portable, tempat wudhu, hingga mini ICU guna mencek kesehatan para jemaah.

Menariknya, Dishub Banjarbaru juga telah berkoordinasi untuk menggunakan seluruh kantor instansi pemerintah yang berada di sekeliling Lapangan Murjani untuk dijadikan tempat parkir kendaraan dan sekaligus juga sebagai temoat menginap para jemaah.



Diterangkan Sekretaris Dishub Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami, sejumlah kantor yang dapat digunakan jemaah sebagai tempat menginap seperti aula Satpol PP Banjarbaru, Aula Kecamatan Banjarbaru Utara dan aula Dekranasda.

“Kalau pengalaman dari beberapa tahun sebelumnya, seluruh penginapan maupun hotel yang ada di kota Banjarbaru pasti sudah terisi penuh sebelum acara haul pada tanggal 29 Februari dan 1 Maret nanti. Maka dari itu kita menyediakan tempat menginap, agar jemaah tidak kebingungan mencari-cari lagi,” katanya kepada Kanalkalimantan.com, Jumat (14/2/2020).

Untuk lokasi parkir kendaraan jemaah yang menggunakan motor, Dishub mengarahkan untuk memarkirkan kendaraan di halaman belakang Balai Kota Banjarbaru. Sedangkan, bagi jemaah yang datang berombongan menggunakan muatan besar seperti Bus, dipersilahkan untuk memarkirkan di Lapangan Murjani.

“Jika tidak muat lagi parkir di Balai Kota, maka jemaah dapat menggunakan seluruh halaman kantor instansi pemerintah yang berada di sekeliling Lapangan Murjani. Untuk kemaanaan, kita akan menempatkan masing-masing petugas untuk berjaga. Kami tidak memungut biaya apapun,” tegas Nizam -sapaan akrabnya.

Selain itu, fasilitas ruang publik seperti Gedung Bina Satria yang berada disamping Kantor DPRD Banjarbaru juga disiapkan sebagai tempat menginap para jemaah. Dalam hal ini, Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemko Banjarbaru, Rokhyat Riyadi, menyebut bahwa gedung akan mampu menampung ratusan jemaah.

“Semua jemaah bebas menginap di Gedung Bina Satria, hanya menunjukan KTP saja. Nanti kita siapkan ambal yang secukupnya, minuman dan makanan ringan untuk para jemaah. Di Gedung Bina Satria itu memungkinan untuk menampung sekitar 500 jemaah,” kata Rokhyat.

Gedung ini rencananya akan dibuka pada Sabtu, tanggal 29 Februari tepat pada hari pertama perhelatan Haul ke-15 Al’alimul Allamah Al’arif Billah Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.

“Kenapa baru kita buka pada tanggal 29, karena kami juga harus menyiapkan kapasitas air untuk kamar mandi jemaah. Soalnya di Gedung Bina Satria itu masih pakai sumur sehingga menjadi pertimbangan kita. Intinya, Pemko Banjarbadu yang dimotori Dishub siap menyukses Hauk ke 15 Abah Guru Sekumpul,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HAUL SEKUMPUL

Pilih Jalur Sungai, 500 Klotok dan Longboat Jemaah Haul dari Batola dan Kalteng Merapat di Martapura

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jalur sungai menjadi pilihan jemaah asal Batola dan Kalteng menuju Martapura. Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARTAPURA – Tidak kurang sebanyak 500 perahu motor atau klotok mengangkut ribuan jemaah Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul sudah mengarungi Sungai Martapura, banyaknya arus lalu lintas air ini lantas mendapat pengamanan dari Polres Banjar dengan menurunkan speed boat patroli.

“Hingga Jumat kemarin kurang lebih hingga sekarang sudah ada sebanyak 500 perahu motor jenis klotok dan longboat yang mengangkut jemaah haul tersebut. Jemaah datang kebanyakan datang dari wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berbagai tempat lainnya di Kalimantan Tengah,” ujar Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo melalui Kapolsek Sungai Tabuk IPTU Siswadi.

Ditambahkan Siswadi, patroli ini laksanakan guna memastikan keamanan jemaah jalur sungai. Kepada para jemaah haul ini diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati agar selamat sampai tujuan.

“Kepada nakhoda kapal, kami sampaikan imbauan agar berhati-hati dan diingatkan agar tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitasnya,” jelasnya.



Penekanan keselamatan berlalulintas lewat jalur air ini perlu dilakukan mengingat perahu motor tradisional yang ditumpangi jemaah pada umumnya tidak dilengkapi sarana pengamanan yang cukup memadai.

“Yang penting mereka kita imbau agar tetap berhati-hati diperjalanan, dan kami do’akan semoga niat mereka menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul bisa terwujud, serta selamat sampai tujuan,” tegas IPTU Siswadi.

Jemaah Haul ke-15 ini memilih jalur sungai atau transportasi air, karena lebih bisa santai, nyaman dan tentunya bebas dari kemacetan. Hal ini disampaikan Akhmad yang menggunakan perahu motor untuk menghadiri Haul Guru Sekumpul dan berangkat dari Bahaur, Kalteng.

“Insya Allah kami tetap aman dan lancar dengan menggunakan perahu motor ini menuju puncak kegiatan Haul Ke-15 Abah Guru Sekumpul di Martapura,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rdy)

 

 

Reporter : Rdy
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HAUL SEKUMPUL

Jelang Haul 15 Sekumpul, PLN: Perhatikan Jarak Aman Umbul-umbul dari Jaringan Listrik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas PLN melakukan inspeksi potensi umbul-umbul di dekat jaringan listrik PLN. Foto : PLN UIW Kalselteng
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jelang pelaksanaan Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul pada 29 Februari-1 Maret 2020 nanti, PLN mengimbau masyarakat untuk memerhatikan jarak aman pemasangan umbul-umbul, tenda hingga spanduk dengan jarak bebas minimal 3 meter dari jaringan listrik.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Syamsu Noor mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya saat menyambut Haul Abah Guru Sekumpul banyak ditemukan aktivitas masyarakat yang melakukan pemasangan umbul-umbul, tenda hingga spanduk tidak sesuai jarak aman. Pihaknya khawatir jika tidak memperhatikan jarak aman akan berdampak pada gangguan jaringan listrik dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Sebagai salah satu upaya non teknis yang kami lakukan sebagai antisipasi terhadap gangguan jaringan listrik jelang Haul Guru Sekumpul adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemasangan umbul-umbul. Kami tidak melarang tapi mengingatkan agar selalu memperhatikan jarak aman, dengan jarak bebas minimal 3 meter dari jaringan listrik,” jelas Syamsu.

Syamsu menjelaskan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintah terkait dengan mengirim surat imbauan keselamatan ketenagalistrikan tentang jarak bebas dan ruang bebas minimal jaringan listrik terhadap obyek benda lain yang dituangkan dalam Perda Kalsel 09 tahun 2012 ke setiap kecamatan, Polsek hingga Polres yang ada di Kabupaten Banjar.



“Demi kelancaran pelaksanaan Haul Guru Sekumpul ke-15 ini kami sudah berkirim surat secara resmi kepada instansi terkait untuk bersama-sama mengimbau masyarakat agar memerhatikan jarak aman pemasangan umbul-umbul dari jaringan listrik,” jelasnya.

Sebagai tindakan pencegahan langsung di lapangan, PLN akan menerjunkan tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk melakukan inspeksi potensi bahaya jaringan listrik dari pemasangan umbul-umbul, tenda hingga spanduk di jalur utama distribusi listrik Haul Abah Guru Sekumpul. Jika ditemukan potensi bahaya, pihaknya akan mengambil tindakan penertiban dan peringatan kepada masyarakat terkait.

“Sebelum H-3 pelaksanaan haul nanti tim kami akan susur jaringan utama, jika ditemukan potensi bahaya kami akan mengambil tindakan, jika umbul-umbul atau spanduk kami akan tertibkan sementara, jika tenda kami akan peringatkan. Semua prosedur tersebut ada SOP nya dan tentu kami koordinasikan terlebih dahulu ke pihak terkait,” jelasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->