Connect with us

POLITIK BANJARMASIN

Pernah Dukung Bakal Calon Kepala Daerah, Ini Alasan RIB Dukung Balon Wali Kota Anang-Daus

Diterbitkan

pada

Relawan pendukung pasangan Anang-Daus saat deklarasi. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Deklarasi dukungan dari Relawan Independen Banua (RIB) kepada pasangan bakal calon (Balon) wali kota dan wakil wali kota Banjarmasin Anang Misran-Ahmad Firdaus, tentunya cukup menarik. Apalagi, Ketua Umum RIB Sugeng Aribowo dan wakilnya M. Syahbuddin, pernah tergabung dalam relawan salah satu bakal calon kepala daerah di Pilkada Kalsel.

Ketika ditanya alasan mengapa memilih merapat untuk mendukung pasangan Anang-Daus, Syahbuddin menyebut tidak ada ‘pilih memilih’. Ia melanjutkan, ada satu idealisme yang harus ditegakkan oleh relawan ini.

“Relawan ini di dalam dirinya ada idealisme dan semangat untuk berjuang. Dan selalu mencari wadah dan wahana di mana aspirasi itu bisa mereka salurkan,” kata Budi –sapaan akrabnya.

“Dan Alhamdulillah, dalam pencarian kita bertemu dengan pasangan ini dan kebetulan sekali, visi-misi mereka ini sejalan dengan keinginan teman-teman relawan untuk menjadikan Banjarmasin lebih baik lagi,” tambah Budi. Sehingga, alasan itulah yang mendasari ia bersama teman-teman relawan untuk mendeklarasikan diri mendukung pasangan Anang-Daus.



Lalu, bagaimana dengan relawan yang mendukung salah satu bakal calon kepala daerah itu? Budi menjelaskan, ada dinamika politik yang terjadi, sehingga ada beberapa hal yang menjadi prinsip relawan yang ia sebut tidak bisa lagi diakomodir.

“Langkah yang terbaik saat ini adalah cooling down dulu, melihat situasi. Tapi kita tidak usah berbicara ke sana, saat ini RIB fokus,” sebut Budi.

Budi pun blak-blakkan menyebut, seluruh relawan yang sebelumnya telah terbentuk di kabupatan dan kota lainnya di Kalsel, dikerahkan ke Kota Banjarmasin sebagai upaya untuk pemenangan Anang-Daus. Kendati demikian, Budi tidak bersedia berbicara lebih jauh dan memilih untuk tidak mengomentarinya.

“Karena saat itu kita bukan RIB, sementara RIB baru saja terbentuk dan belum pernah memberikan dukungan kepada siapapun dan baru sekali ini memberikan dukungan kepada calon ini,” jelasnya.

Budi pun membantah adanya tekanan dari pihak manapun. Ia mengklaim, selama ini RIB tidak pernah takut dengan adanya tekanan-tekanan, karena tidak memiliki motivasi politik apapun. Apalagi kepentingan pribadi, golongan dan sebagainya.

“Kami cuma memiliki satu kepentingan, siapa saja yang bisa memperjuangkan aspirasi kami untuk membangun daerah, lebih baik kami di situ berada dan ada konsekuensi yaitu menjalankan program-program calon yang kita dukung,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

POLITIK BANJARMASIN

Pasangan Khairul-Ali Harus Lengkapi 5.140 Dukungan, Bawaslu: Terlalu Riskan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kordiv PLH Bawaslu Kota Banjarmasin Rahmadiansyah. Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pasangan calon perseorangan di Pilkada Banjarmasin, Khairul Saleh – Habib Ali Al Habsyi harus melengkapi syarat dukungan untuk maju di Piwali Banjarmasin. Pada rapat pleno rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual untuk bakal calon perseorangan, Senin (20/7/2020) sore, pasangan ini hanya memperoleh syarat dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 35.433 dukungan. Jumlah tersebut belum memenuhi syarat minimal 38.003 dukungan.

Ihwal ini, Bawaslu Kota Banjarmasin pun angkat bicara. Kordiv Pengawasan dan Hubungan Lembaga (PHL) Bawaslu Kota Banjarmasin Rahmadiansyah mengatakan, kekurangan dukungan sebanyak 2.570 dukungan dikali dua ini harus segera dipenuhi oleh pasangan ini. Jika ingin tetap maju di Pilwali Banjarmasin melalui jalur perseorangan.

“Itu harus dikali dua (dari jumlah kekurangan) nantinya, harus diperbaiki. Kalau memang mau memperbaiki ya. Ini tergantung dengan pasangan itu sendiri,” beber Rahmadiansyah.

Sehingga, jika ingin menyiapkan kekurangan dukungan tersebut, minimal paslon Khairul-Ali harus melengkapi syarat dukungan sebanyak 5.140 dukungan. Tentunya, harus tetap menjalani verifikasi lagi oleh KPU Kota Banjarmasin melalui PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) yang telah ditunjuk untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan.



 

Baca juga :

Maju Pilwali Banjarmasin, Khairul Masih Tunggu Persetujuan BKN untuk Pensiun Dini

Hanya saja, Rahmadiansyah mengingatkan, jika pasangan ini hanya menyerahkan syarat dukungan tambahan sesuai dengan syarat minimal sebanyak 5.140 dukungan, maka akan sangat riskan. Terutama, jika dari jumlah tersebut masih adanya yang tidak memenuhi syarat (TMS).

“Makanya, kalau cuma menyerahkan 5.140 dukungan itu sangat riskan. Sangat riskan, karena khawatirnya ada yang tidak TMS lagi,” tutur Rahmadiansyah.

Disamping itu, baik Bawaslu maupun KPU Kota Banjarmasin juga menemukan adanya lebih 1.300 orang yang keberatan dengan adanya pernyataan dukungan. Ia menyebutkan, dengan adanya temuan itu, menunjukkan bahwa penyelenggara pemilu benar-benar bekerja secara maksimal.

“Sehingga, masyarakat yang benar-benar mendukung saja yang nanti benar-benar dimasukkan di dalam situ (dukungan). Walau sebenarnya banyak saja dinamika yang terjadi,” imbuhnya.

Baca juga :

Tambah 52 Kasus Baru, Covid-19 di Kalsel Capai 4.990 Kasus

Ia sendiri berharap untuk paslon Khairul-Ali untuk menyiapkan LO (liaison officer) dengan lebih baik. Sehingga, bisa membantu jajaran pengawas pemilu dan penyelenggara pemilu yaitu PPS. “Agar lebih bisa mempermudah dalam menemukan dan mendapatkan orang-orang yang mendukung paslon ini. Berkenaan dengan KTP dan dukungan yang sudah dikumpulkan,” lugas Rahmadiansyah. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

POLITIK BANJARMASIN

Maju Pilwali Banjarmasin, Khairul Masih Tunggu Persetujuan BKN untuk Pensiun Dini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bakal Calon wali kota Banjarmasin Khairul Saleh bersama pendampingnya, Habib Ali Al Habsyi (nomor dua dari kiri). Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Jalur independen di Pilkada Banjarmasin kini cuma tersisa tersisa pasangan Khairul Saleh-Habib M Ali Al Habsyi. Tapi, sejumlah kendala masih menghadang pasangan ini. Selain kurangnya jumlah dukungan, juga terkait status Khairul Saleh sebagai ASN yang menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catata Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin.

Kepada awak media usai apat pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual untuk bakal calon perseorangan di Pilwali Kota Banjarmasin, Senin (20/7/2020) sore, Khairul mengungkapkan masih aktif sebagai ASN. Saat ini proses pengunduran dirinya tengah diproses di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta.

“Sampai hari ini, sudah berproses di BKN. Insyaallah di akhir Juli kita sudah keluar persetujuan dari BKN,” kata Khairul.

Khairul menambahkan, proses pengajuan untuk pengunduran diri sebagai ASN di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Banjarmasin sudah selesai. Hanya saja, ketika sudah mendapatkan persetujuan dari BKN, maka prosesnya akan kembali ke BKD Kota Banjarmasin. “Yang sampai di Jakarta itu adalah yang telah selesai di Pemko. Langsung difasilitasi oleh BKD,” imbuh Khairul.



 

Baca juga :

Pro Kontra Perwali Protokol Covid-19, Nadjmi: Perlu Aturan Tegas agar Tak Jadi Lelucon!

Di samping itu, ia menyambut baik respon dari Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina yang ia sebut cukup kooperatif. Ibnu sendiri, kata Khairul, memperbolehkannya untuk maju bertarung di Pilwali Banjarmasin, karena sebagai warga negara ia memiliki hak politik.

“Beliau menyambut baik dan ke depannya sama-sama pada kontestasi politik yaitu Pilkada. Saya lihat beliau luar biasa, mempersilakan saya untuk maju karena punya hak. Itu yang saya salut dengan Pak Ibnu Sina,” jelas Khairul.

Menariknya, saat menghadiri rapat pleno KPU Kota Banjarmasin, dirinya menggunakan seragam ASN berwarna coklat khaki. Khas pakaian yang digunakan ASN di hari Senin. Ia sendiri mengaku, pelayanan di instansi yang ia pimpin kadang selesai di pukul 15:00 Wita, atau bahkan hingga pukul 17:00 Wita. “Biasanya saya pulang pukul 17:00 Wita, kalau staf sudah pulang di pukul 16:00 Wita. Setiap hari ya, bukan kali ini saja,” kata Khairul.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Kota Banjarmasin Rahmadiansyah mengatakan, Khairul yang gunakan seragam ASN pada saat rapat pleno ini akan menjadi catatan tersendiri bagi jajarannya.

Baca juga :

JPU Tuntut Jurnalis Diananta Enam Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Harusnya Bebas!

“Apakah ini melanggar atau tidak. Ada kajian tersendiri, nanti kita buka lagi aturan mainnya,” kata Rahmadiansyah.

Namun begitu, Rahamadiansyah memastikan bahwa Khairul sudah mengetahui aturan-aturan yang berlaku. Yang pasti, disebutnya, pihaknya dari Bawaslu Kota Banjarmasin sudah berada di ruang rapat pleno terlebih dahulu. “Kalau beliau tiba-tiba masuk seperti itu (gunakan seragam ASN),” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->