Connect with us

Kota Banjarmasin

Personel Polda Kalsel Ujian Beladiri Syarat Naik Pangkat

Diterbitkan

pada

Ujian beladiri personel Polda Kalsel untuk usul kenaikan pangkat, Jum'at (23/10/2020). Foto : Humas Polda Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar ujian beladiri Polri bagi personel yang akan UKP (Usul Kenaikan Pangkat) per 1 Januari 2021. Ujian ini berlangsung di lapangan Apel Polda Kalsel, Jum’at (23/10/2020).

Ujian beladiri Polri merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dilalui untuk mendapatkan kenaikan pangkat bagi semua anggota Polri. Beladiri Polri ini harus dikuasai oleh setiap anggota Polri dalam menunjang tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Bagi anggota Polri beladiri bukanlah hal baru, kemampuan ini sudah diajarkan pada saat pendidikan dulu. Ujian untuk kenaikan pangkat hanyalah instrumen untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan wajib itu. Beladiri harus dikuasai setiap personel Polri ini untuk menunjang tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Ujian beladiri personel Polda Kalsel dibagi dalam beberapa materi, meliputi teknik dasar beladiri Polri, teknik beladiri tanpa alat dan beladiri melawan alat dengan alat. Penilaian beladiri Polri mengacu pada penilaian cukup, baik dan tak memenuhi syarat.



Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Ari Wahyu Widodo melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Mochamad Rifa’i mengatakan ujian beladiri kali ini diikuti 95 personel Polda Kalsel, baik perwira maupun Bintara. Selain ujian beladiri masih ada tahapan-tahapan lain yang harus dilalui untuk dinyatakan layak dan diusulkan naik pangkat.

“Personel tidak dinaikan pangkatnya begitu saja, persyaratan administrasi harus lengkap, yang bersangkutan juga harus mengikuti beberapa tes atau ujian antara lain penelitian personel, kesamaptaan jasmani serta ujian beladiri Polri, seperti yang sedang dilaksanakan pada hari ini,” kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i. (kanalkalimantan.com/rls)

Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Imbas Banjir Kalsel, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Merangkak Naik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasokan kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Banjarmasin terimbas banjir besar Kalsel. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sepekan lebih harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Banjarmasin alami kenaikan.

Sejumlah harga sayur mayur yang dipasok dari Pulau Jawa ikut naik, seperti kentang, wortel, kol, brokoli, dan tomat.

Kenaikan harga tersebut disebabkan musim hujan dan banjir di beberapa daerah pemasok yang mengakibatkan terhambatnya distribusi sembako.

Beberapa pedagang sembako di pasar sejumput Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rusli (34) mengatakan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh bencana banjir di Kalimantan Selatan dan telah membuat distribusi sembako terhambat.



 

“Naiknya karena banjir. Harga sayur yang naik dari Jawa itu seperti kol awalnya Rp 6.000 sekarang Rp 9.000 per kilogram, wortel dari Rp 10.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram, kalau kentang dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram,” ujarnya.
Terlebihnya kenaikan harga sembako ini sudah berlangsung selama seminggu terakhir.

“Utamanya harga yang naik pada bahan bumbu masak, seperti cabai dan bawang, seperti kentang, wortel, kol, brokoli, dan tomat yang sudah beberapa minggu terakhir sudah naik,” tuturnya, Senin (25/1/2021).

Ia juga mengatakan harga sayur naik dimulai dari sayur kol naik dari harga Rp 6.000 menjadi Rp 9.000 per kilogram, wortel yang biasanya Rp 10.000 menjadi Rp 14.000-15.000 per kilogram, tomat dari semula Rp 12.000 menjadi Rp 17.000-19.000 per kilogram, sedangkan kentang dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Hal serupa juga diungkapkan Asiah (42) pedagang sayur di Pasar Lama Banjarmasin, meski mengalami kenaikan harga sayur mayur, para pembeli tidak mengeluhkan kenaikan harga tersebut.

“Tomat juga naik dari Rp 12.000 jadi Rp 17.000 per kilogram. Harga naik karena musim hujan,” ujar Asiah.

Pantauan Kanalkalikalimantan.com di beberapa pasar mengalami kenaikan signifikan yaitu harga bawang merah dan bawang putih serta brokoli. Bawang merah dan bawang putih dari Rp 20.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Sedangkan brokoli Rp 80.000 naik menjadi Rp 120.000 per kilogram. Harga kangkung naik dua kali lipat, dari harga Rp 1.500, saat ini dibanderol Rp 3.000 per ikat, dan bayam dari harga Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per ikat.

Imah (41), pedagang sayur di Pasar Kelayan Banjarmasin, dengan naiknya harga tersebut menimbulkan minat pembeli menurun sehingga tak kadang menurunkan harga dan keuntungan berkurang.

“Kangkung dari harga Rp 1.500, sekarang Rp 3.000 per ikat, bayam dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per ikat, karena dari sana lahannya kebanjiran, sementara jika tidak laku akan dijual murah,” ujar Imah.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut sangat memberatkan terutama bagi konsumen dari para pedagang penjual makanan.

Pedagang penjual makanan siap saji di Pasar Lama Banjarmasin, Inur (42) mengeluh kenaikan harga sembako tidak bisa diiringi dengan kenaikan produk yang dijualnya.

“Kalau saya naikkan harga jual takutnya konsumen saya tidak akan mau beli,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah segera mengantisipasi hal tersebut, dengan segera mengoperasikan armada laut, karena kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan.

“Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama, karena kita bisa bangkrut, bila harga kebutuhan pokok terus melambung,” katanya.

Akan tetapi ia mengatakan atas kenaikan harga sembako adalah hukum ekonomi, dan berharap agar musibah banjir ini segara pulih, agar bisa kembali normalnya harga sembako.

“Permintaan tinggi, stok terbatas, ini sudah hukum ekonomi, semoga bencana ini segera berlalu agar bisa kembali normal semuanya,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/putra)

Reporter: putra
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

14 Kios Dibongkar, Wali Kota Ibnu Janji Tata Kawasan Sungai di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

pembongkaran 14 kios di atas Sungai Veteran oleh Pemko Banjarmasin Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN– Pemko Banjarmasin akhirnya membongkar 14 buah kios di Pasar Kuripan yang dibangun di atas Sungai Veteran, Sabtu (23/1/21) malam. Pembongkaran tersebut dilakukan untuk menghindari genangan air saat curah hujan tinggi.

Pantauan di lapangan, pembongkaran dimulai pukul 20.30 Wita. Anggota Satpol PP Banjarmasin dibantu alat berat membongkar dan mengeruk aliran sungai di bawah bangunan. Tak ada aksi protes pada eksekusi bangunan tersebut, karena telah ada kesepakatan sebelumnya antara pemko dengan pedagang.

Saat dilakukan pembongkaran, isi barang barang milik pedagang sudah dikeluarkan dan dipindahkan ke lokasi baru yang ditawarkan oleh Dinas Pasar Kota Banjarmasin, di lantai dua Pasar Kuripan. Sementara, untuk mengangkut dan membersihkan sisa sisa kayu bongkaran maupun materi sisa bangunan beton, petugas juga telah menyiapkan 6 buah truk.



Proses pembongkaran sendiri menjadi tontonan warga maupun pengguna jalan. Saat dibongkar, petugas sempat mendapati tiga ular di bawah bangunan.

Terkait pembongkaran tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan nantinya akan dilakukan penataan aliran sungai agar tidak menimbulkan genangan air.

Dalam pembongkaran inipun juga diapresiasi warga sekitar. Pasalnya genangan air yang berada di jalan Veteran sudah mengalami penurunan. “Bagus saja kios-kios ini dirobohkan, guna melancarkan air sungai Veteran tidak lagi mengalami penyumbatan,” kata Beny, warga Gang Keramat. (Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->