Connect with us

HEADLINE

Pertaruhan ‘Mahal’ Abdul Wahid untuk Dampingi Sahbirin di Pilgub Kalsel

Diterbitkan

pada

Abdul Wahid yang juga Bupati HSU saat mendaftar sebagai pendamping Sahbirin di Partai Golkar Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Bupati HSU H. Abdul Wahid HK secara resmi menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon wakil gubernur di DPD Partai Golkar Kalsel, Selasa (15/10) siang.Pertaruhan mahal dilakukan Wahid karena harus melepas jabatannya sebagai Bupati agar bisa menjadi pendamping incumbent.

Diiringi sejumlah pengurus DPD Partai Golkar HSU, berkas pendaftaran bakal cawagub diserahkan Abdul Wahid HK kepada Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H. Supian HK.

Usai penyerahan berkas pendaftaran, Abdul Wahid HK mengaku siap menanggalkan jabatannya yang masih tersisa dua tahun lagi jika dirinya maju mendampingi Sahbirin.

“Kami akan mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati HSU di tahun 2022,” kata Abdul Wahid didampingi Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H. Supian HK.

Perlu diketahui, Abdul Wahid HK telah menjabat sebagai Bupati HSU selama dua periode, yakni periode pertama tahun 2012-2017, dan periode kedua 2017-2022. “Dan kalau berkas pencalonan kami diterima, akan ada sisa jabatan yang kami lepas sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Abdul Wahid pun menegaskan, dirinya rela meninggalkan kursi orang nomor satu di Kabupaten HSU, demi kepentingan Provinsi Kalsel secara keseluruhan. “Ini sudah menjadi keharusan, supaya kita bisa melakukannya lebih fokus, lebih ikhlas dan tentu kita harapkan dapat memberikan dampak positif kepada Provinsi Kalsel,” jelasnya.

Abdul Wahid pun berkomitmen, apa yang telah ia kerjakan di Kabupaten HSU dapat diaplikasikan nantinya di tingkat Provinsi Kalsel. “Jadi kami berharap, dengan apa yang telah kami lakukan di Amuntai, secara bertahap juga sangat penting dilaksanakan di kabupaten lain di Provinsi Kalsel,” ujar mantan jurnalis ini.

Nama Wahid nantinya akan bersaing dengan sejumlah nama lain yang mendaftar di Partai Golkar. Mulai Gusti Iskandar yang juga kader beringin, hingga Rosehan Noor Bahri dan M Syaripuddin yang sebelumnya disodorkan PDIP Kalsel.

Sebelumnya, Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPD PDI Perjuangan Kalsel, H Rosehan Noor Bahri bersama rombongan menyerahkan formulir pendaftaran, Senin (14/10). Anggota DPRD Kalsel ini antar lamaran politik sebagai bakal calon wakil gubernur.

Kedatangan Rosehan cs ini seiring dengan optimism PDIP Kalsel untuk medampingi bakal calon gubernur H Sahbirin Noor untuk memimpin Kalsel periode kedua. “Mudah-mudahan Allah meridhoi. Kalau sudah jodoh, tidak akan ke mana,” ucap mantan Wakil Gubernur Kalsel era Rudy Ariffin ini.

 

Tidak hanya Rosehan, DPD Perjuangan Kalsel juga menyerahkan berkas lamaran kader lain yakni Syaripuddin -Wakil Ketua DPRD Kalsel-. Berkas lamaran Syaripuddin juga sebagai bakal calon wakil gubernur.

Sejauh ini, terdapat 5 bakal calon wakil gubernur yang telah mengembalikan berkas ke DPD Partai Golkar Kalsel. Mereka yakni Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, Gusti Syahyar, H Abdul Wahid, M Syaripuddin, dan H Rosehan NB.

Penjaringan di DPD Partai Golkar Kalsel sendiri dimulai dari 25 September hingga 15 Oktober. Untuk nama-nama yang mengembalikan berkas akan dilakukan verifikasi dan klarifikasi berupa fit and proper test.

“Kita akan mengajukan tiga nama ke DPP Golkar, nanti yang menentukan di pusat. Kita DPD Golkar Kalsel melakukan survei elektabilitas perseorangan bakal calon, dan berpasangan petahana,” tutur Wakil Ketua I Tim Penjaringan Bakal Calon Pilgub dan Pilwagub DPD Partai Golkar Kalsel, H Puar Junaidi.

Para pelamar yang membawa formulir ke Golkar ini diperuntukkan bagi kursi calon wakil gubernur saja. Sebab, sebagai partai pemenang pemilu di Kalsel, Golkar sudah menetapkan H Sahbirin Noor sebagai satu-satunya calon gubernur.

Pertanyaannya seberapa besar kans duet Sahbirin-Wahid yang merupakan sesama beringin ini jika dibandingkan dengan Sahbirin dengan kader partai lain?

Tentu saja jawaban tak bisa sederhana. Sebab pada Pilgub ini, pertimbangan apakah memilih internal atau kader di luar beringin tak sederhana. Masih ada faktor lain seperti popularitas, hingga keterwakilan daerah pemilihan yang mesti menjadi pertimbangan.

Tapi sebelumnya, meski meraih suara terbanyak se-Kalsel dan miliki 12 dari 55 kursi di DPRD Kalsel, Ketua Harian DPD Golkar Kalsel H Supian HK memastikan tidak akan bisa mengawal kebijakan pemerintahan hanya bagi satu golongan saja. Harus ada kerja sama baik itu antara eksekutif maupun legislatif.

“Kami adalah satu mitra, jadi sebagai partai itu adalah mitra koalisi. Jadi bukan saling bermusuhan. Selama lima tahun ke depan, kami harapkan bukan sejauh mana orang mengenal kami, tapi bagaiman kinerja kami,” terangnya usai menghadiri penetapan perolehan kursi partai politik dan calon anggota DPRD terpilih 2019-2024, Sabtu (10/8).

Pun ke depan, partai Golkar akan membuat pencapain yang tentunya sejalan dengan visi dan misi gubernur. Selain itu, kembali sesuai fungsinya, Supian menegaskan untuk terus mengawal dan mengawasi jalannya pemerintahan. Lebih ditekankan olehnya agar jangan ada satu pun yang berpihak hanya pada satu golongan saja.

“Bukan masalah karena kami kebetulan partainya sama dengan pak gubernur, tapi sama-sama dengan partai lain harus mengawasi, kerja sama, dan evaluasi untik lima tahun yang akan datang,” lanjtunya. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Covid-19 ‘Tumbangkan’ Barisan Tenaga Kesehatan di Banjarbaru, Salah Siapa?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tenaga kesehatan di Puskemas Guntung Manggis melaksanakan rapid test kepada masyarakat, Juni lalu. Foto : Puskemas Gt Manggis
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Satu persatu tenaga kesehatan di Kota Banjarbaru, baik dokter, perawat, hingga bidan, terpapar Covid-19. Hal ini menunjukan fakta bahwa penularan virus di lingkungan fasilitas kesehatan nyatanya tak bisa dihindari.

Terbaru ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Banjarbaru menyatakan ada 10 tenaga kesehatan yang terpapar, berasal dari dua Puskemas di Kecamatan Landasan Ulin. Yakni, 3 orang dari Puskemas Guntung Payung dan 7 orang dari Puskesmas Guntung Manggis.

Buntut kasus tumbangnya para tenaga kesehatan, berujung pada keputusan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru untuk menutup layananan di dua Puskemas tersebut, selama dua hari, tepatnya 6-7 Juli. Sedangkan, mereka yang sudah dinyatakan terpapar harus menjalani isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, mengklaim faktor penyebab terpaparnya para tenaga kesehatan ialah penularan saat menjalankan tugas. Kasus pertama ditemui pada pertengahan Juni lalu, berawal saat seorang tenaga analis sedang melayani warga.

“Ternyata, warga yang dilayani itu terkonfirmasi Covid-19. Warga tersebut tidak memberitau bahwa ia terpapar, sehingga tenaga analis kita tidak sadar akan penularan itu,” ujarnya.

Apakah artinya pihak Puskemas tidak cukup ketat menerapkan protokol kesehatan? Tidak, Rizana menyatakan protokol telah diterapkan dengan cukup baik. Tersedia tempat cuci tangan, terapan pysical distancing, terpasangnya sekat pembatas antara petugas dan masyarakat, hingga Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang dikenakan petugas, telah dirasa cukup.

Namun begitu, tetap saja penularan bisa saja terjadi, baik itu kontak fisik maupun droplet. Untuk itu, penting bagi masyarakat agar lebih menyadari dan mengikuti protokol kesehatan yang diterakan di berbagai fasilitas kesehatan.

“Meski ada warga yang tidak mengindahkan protokol, tetap saja kita tidak bisa menolaknya. Berbeda dengan layanan-layanan publik lainnya, di layanan kesehatan tidak mungkin menolak keluhan masyarakat yang sakit.” ujar Rizana.

Dilema adalah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi yang saat ini tengah dihadapi para tenaga kesehatan. “Kunci terpenting dari upaya memutus mata rantai Covid-19 adalah kedisiplinan warga masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan. Karena itu mari kita saling mengingatkan dan menguatkan secara bersama-sama seluruh stakeholder kota,” demikian, kata Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani.

Hingga pada Senin (6/7/2020) malam, sebaran kasus Covid-19 paling masif ditemukan di Kecamatan Landasan Ulin, yang juga merupakan wilayah kedua puskemas yang saat ini dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Dari jumlah 268 kasus Covid-19 di kota Banjarbaru, 100 kasus diantaranya berasal dari Kecamatan Landasan Ulin.

Menyingkapi wilayah dengan jumlah sebaran kasus tertinggi di Kota Banjarbaru tersebut, Camat Landasan Ulin Subhan, turut angkat bicara. Dirinya memang menyayangkan kondisi saat ini, yang mana pihaknya sendiri sebenarnya telah melakukan berbagau upaya pencegahan selama beberapa bulan terakhir.

“Penyemprotan cairan disinfektan selalu kita lakukan. Sosialisasi ke masyarakat untuk menerapkan protokol juga selalu dilaksanakan. Tinggal masyarakat yang seharusnya sadar. Tapi, faktanya setelah pemberlakukan PSBB dan PKM berakhir, masyarakat justru lebih banyak beraktivitas di luar rumah dan banyak pula yang tidak menggunakan masker,” ujar Subhan. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Terus Bertambah, Kalsel Catat 3.628 Kasus Positif Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kalsel terus mencatatkan penambahan kasus Covid-19 hingga hari ini Foto : gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah. Data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Senin (6/7/2020) sore, jumlah kasus keseluruhan mencapai 3.628 kasus.

Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, tercatat ada 64 kasus baru positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 3 kasus merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu 2 pasien dari RS Bhayangkara Banjarmasin yang berasal dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tapin, dan 1 pasien dari RSUD H. Boejasin Pelaihari asal Kabupaten Tanah Laut, yang dilaporkan meninggal dunia.

“Kemudian ada 61 kasus hasil dari tracing kontak yang didapat oleh teman-teman Surveilans Epidemiologi di lapangan,” tutur Muslim di Banjarbaru, Senin (6/7/2020) sore.

Dari 61 kasus hasil tracing ini, mayoritas berasal dari Kabupaten Tapin sebanyak 16 kasus, Kabupaten Tanah Laut sebanyak 13 kasus, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 11 kasus dan Kabupaten Banjar sebanyak 8 kasus. Disusul dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 4 kasus, masing-masing 3 kasus dar Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta masing-masing 1 kasus dari Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Muslim, dari 3.628 kasus secara keseluruhan, sebanyak 2.459 kasus positif Covid-19 menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.292 kasus menjalani karantina khsuus maupun isolasi mandiri. “Yang saat ini dirawat di rumah sakit saat ini ada 167 kasus,” lugas Muslim.

Kasus sembuh dari Covid-19 juga bertambah. Sehingga totalnya mencapai 966 kasus, atau 26,8 persen dari total kasus keseluruhan.

“Penambahan kasus sembuh pada sore hari ini berjumlah 16 orang. Yaitu dari perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak 6 orang, yang terdiri dari 5 orang warga Banjarmasin dan 1 orang warga Tabalong. Kemudian 1 orang dari RS Bhayangkara Banjarmasin, warga Kabupaten Banjar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Disusul masing-masing satu orang dari RSUD Datu Sanggul Rantau, asal Kabupaten Tapin dan karantina di Gedung BPSDMD Kalsel di Banjarbaru yang juga merupakan warga Kabupaten Tapin. Serta 6 orang dari karantina khusus di Kota Banjarmasin.
Namun begitu, Muslim menambahkan, ada penambahan kasus positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 2 kasus. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 mencapai 203 kasus, atau 5,6 persen dari total kasus keseluruhan.

“Meninggal dunia beberapa waktu yang lalu dari PDP yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu dari RSUD H Boejasin Pelaihari, (meninggal) pada 24 Juni yang lalu dan dari RSUD Badaruddin Tabalong yang meninggal pada 28 Juni,” tandas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

THM di Banjarmasin Nekat Buka, Surat Edaran Wali Kota Tak Dipatuhi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi tempat hiburan malam. foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sejumlah THM (Tempat Hiburan Malam) di Banjarmasin secara terang-terangan membuka operasional di tengah pandemi Covid-19.

Instruksi Wali Kota Banjarmasin yang tertuang dalam surat bernomor Nomor 556/535 /Pengpar/ Disbudpar per 31 Maret 2020 tentang penutupan operasional sementara dalam rangka mengantisipasi kewaspadaan Covid-19 tak dipatuhi pengelola usaha THM.  Padahal, sangat jelas disebutkan THM baik diskotik, pub, karaoke, rumah biliar dan sejenisnya, usaha penyelenggaraan hiburan, usaha kegiatan even organizer dan sejenisnya yang berpotensi mengumpulkan khalayak orang ramai, diminta tetap mempedomani SE Wali Kota Banjarmasin No 556/491/Pengpar/Disbudpar tanggal 20 Maret 2020. Para pengelola THM tetap diminta menghentikan kegiatan operasional sejak 1 April 2020 hingga batas waktu yang akan ditentukan.

Jika mengacu pada surat tersebut, seharusnya tak satupun THM dan sejenisnya yang beroperasi, mengingat pandemi corona terus meningkat di Banjarmasin.

Meski sudah ada stament resmi dari Pemkot Banjarmasin, sejumlah THM kelas kakap seperti Nashvile karaoke HBI Banjarmasin, Armani Karaoke, Familiy Karoke Inul Vizta, dan sejumlah tempat hiburan lainnya, sudah mulai beroperasi sejak beberapa hari lalu.

General Manager HBI Eri Sudarisman mengaku terpaksa membuka operasional karoke karena beban keuangan karyawan yang cukup tinggi. THM di salah satu hotel berbintang Jalan Ahmad Yani Km 4,5 Banjarmasin itu, lanjut Eri sapaan akrabnya, buka karena THM yang lain juga mulai beroperasi sejak beberapa hari terakhir.

“Kami terpaksa mulai operasi karena beban karyawan yang sangat tinggi. Selain itu THM yang lain juga sudah mulai buka,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Banjarmasin Fathurrahim SH menepis anggapan pihaknya terkesan membiarkan sejumlah THM yang mulai beroperasional. Mantan Sekretaris DPRD Banjarmasin itu menjanjikan akan melakukan penertiban THM yang berani beroperasi dalam waktu dekat.

“Kami sudah turunkan tim untuk memastikan THM mana saja yang beroperasi. Dalam waktu dekat kami akan lakukan penertiban,” ucap Fathurrahim.

Dikatakan Fathurrahim, pihaknya juga akan melakukan pendekatan persuasif kepada pengusaha THM yang mungkin belum memahami surat edaran yang dikeluarkan Disbudpar Banjarmasin.

Tak hanya itu, Fathurrahim mengaku sudah mendapat instruksi dari Wali Kota Ibnu Sina, agar segera menyelesaikan persoalan ini, dan tetap berpegang teguh dengan aturan yang ada yakni pelarangan operasional THM di Banjarmasin.

“Perintah Wali Kota sudah sangat jelas. Dalam waktu dekat akan kami tertibkan. Ini sudah sesuai aturan karena Banjarmasin masih zona hitam. Belum ada surat resmi yang dikeluarkan Pemkot Banjarmasin yang isinya mempersilahkan THM di Banjarmasin buka,” tutupnya.  (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->