Connect with us

PLN KALSELTENG

PLN Sambung Listrik 1,7 Juta VA, Investor: Lebih Murah

Diterbitkan

pada

PLN memenuhi kebutuhan listrik pelanggannya, termasuk pelaku bisnis yang akan berinvestasi dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah. Foto: hms
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KOTABARU – Di tengah fase New Normal Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang tengah dihadapi Indonesia saat ini tidak menyurutkan semangat dan komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggannya, termasuk pelaku bisnis yang akan berinvestasi dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan PLN UIW Kalselteng dengan melakukan aktivasi Penyambungan Layanan Premium Platinum dengan daya 1.730.000 Volt Ampere (VA) untuk PT Tunas Inti Abadi (PT TIA) Site Bunati Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (24/6) yang lalu.

Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotabaru, Wira Bhakti Dharma mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan PT TIA yang sudah beralih dari captive power ke listrik PLN sebagai pasokan utama untuk mendukung operasional perusahaan mereka.

“Terima kasih manajemen PT TIA yang sudah yakin mengalihkan pasokan listrik operasional perusahaannya kepada PLN. Ini menjadi suatu bukti bahwa manajemen PT TIA percaya dengan keandalan kualitas listrik PLN,” katanya.

Sebagai upaya PLN untuk mendukung mendukung para pelaku usaha yang membutuhkan suplai listrik dalam jumlah yang sangat besar dengan tingkat keandalan yang terjamin, Wira mengatakan PLN memiliki layanan khusus yang ditawarkan kepada Pelanggan. Salah satu layanan khusus tersebut yang digunakan oleh PT TIA yakni, layanan Premium Platinum.

“Keunggulan layanan Premium Platinum ini, PT TIA tentu menjadi pelanggan prioritas yang mendapatkan perlakuan khusus, salah satunya adalah PLN memastikan tidak akan terjadi padam jika terjadi gangguan distribusi listrik dan PT TIA akan mendapatkan pengurangan tagihan listrik jika PLN terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sesuai perjanjian,” jelasnya.

Lebih lanjut Wira berharap kerja sama antara PLN dengan PT TIA dapat berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kedua belah pihak. Selain itu mengingat kondisi kelistrikan di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini semakin membaik dengan ketersediaan cadangan daya listrik mencapai 360 Mega Watt, PLN optimis mampu melayani berapa pun tambahan kebutuhan listrik PT TIA kedepannya.

Site Manager PT TIA Site Bunati, Moch Yainul Manaf mengucapkan terima kasih kepada PT PLN UP3 Kotabaru atas kerja keras yang sudah ditunjukkan dalam mempersiapkan penyediaan pasokan listrik ke PT TIA. Ia mengungkapkan bahwa penyambungan layanan listrik Premium Platinum oleh PLN bertujuan meningkatkan efisiensi serta mendukung kelancaran operasional perusahaan.

“Peralihan pasokan listrik PT TIA menggunakan power dari PLN tujuannya memang lebih kepada efisiensi, selain itu juga kelancaran operasional dengan pelayanan Premium Platinum dari PLN. Harapan kami, semoga kerja sama yang baik ini akan terus terjalin dan membangun simbiosis mutualisme bagi kedua pihak,” ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, dengan mengalihkan suplai listrik dari captive power ke listrik PLN, PT TIA dapat melakukan efisiensi mencapai 14 Miliar per tahun. (Kanalkalimantan.com/humas)

Reporter : humas
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement
Komentar

PLN KALSELTENG

WASPADA. Penipuan Rekrutmen Pegawai PLN, Begini Cara Memastikan Kebenarannya!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran rekrutmen pegawai PLN. Foto: humas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMAMTAN.COM, BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran rekrutmen pegawai PLN. Pasalnya, saat ini marak beredar informasi palsu atau hoax terkait rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan penyedia tenaga listrik tersebut.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng, Syamsu Noor, menegaskan PLN tidak melakukan korespondensi atau kerjasama dengan pihak lain termasuk biro travel perjalanan untuk program rekrutmen. Selain itu, pihaknya juga tidak memungut biaya apapun selama pelamar mengikuti seleksi yang diselenggarakan.

“Modus penipuan terkait rekrutmen pegawai PLN yang beredar saat ini ada embel-embel membayar jasa transportasi, dapat kami pastikan itu informasi hoax. Tahapan seleksi penerimaan pegawai PLN tidak dipungut biaya satu rupiah pun,” jelasnya.

Syamsu menjelaskan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan para pelamar kerja untuk mengenali informasi rekrutmen PLN yang beredar asli atau palsu. Salah satunya adalah dengan melihat proses pengiriman dokumen peserta. Rekrutmen PLN yang asli tidak pernah meminta calon peserta  untuk mengirimkan dokumen melalui email, melainkan dengan sistem upload di situs rekrutmen resmi PLN, yakni www.rekrutmen.pln.co.id.

“PLN hanya merekrut pegawai melalui member online dalam aplikasi berbasis web yang dapat diakses di www.rekrutmen.pln.co.id, semua kelengkapan dokumen rekrutmen pegawai hanya diupload melalui situs tersebut, tidak ada kirim-kirim melalui email,” ungkap Syamsu.

Syamsu menambahkan, selain untuk menghindari segala macam bentuk penipuan terkait rekrutmen PLN, website www.rekrutmen.pln.co.id juga memungkinkan siapapun untuk melihat informasi berkaitan dengan rekrutmen PLN  yang tersedia secara nasional dan ditujukan untuk berbagai jenjang pendidikan. Sehingga memungkinkan para pencari kerja untuk dapat mengambil peluang tes di beberapa daerah.

“Di website resmi rekrutmen PLN, para pencari kerja bisa memantau peluang tes penerimaan pegawai secara nasional, jika gagal di satu daerah bisa mengambil peluang di daerah lainnya dengan tenggat waktu minimal 6 bulan setelah tes di daerah sebelumnya,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PLN KALSELTENG

Dukung Pariwisata Sungai, PLN UIW Kalselteng Beri Bantuan Perahu Tambangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Perahu Tambangan yang diberikan PLN UIW Kalselteng lewat program PLN Peduli kepada Pemko Banjarmasin. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mendukung pariwisata sungai di kota Banjarmasin, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalselteng melalui program PLN Peduli menyerahkan bantuan perahu tambangan, jukung khas Banjar.

Perahu dengan konstruksi kayu ulin itu, memiliki kapasitas enam tempat duduk. Nantinya, perahu tambangan ini akan digunakan mendukung wisata susur sungai yang selama ini menjadi jualan utama kota ini.

Senior Manager Keuangan PLN UIW Kalselteng Rastito mengatakan, kota Banjarmasin memiliki potensi besar wisata susur sungai. Bahkan, perahu tambangan ini sempat diuji coba dengan berkeliling selama 20 menit bersama Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina.

“Saya yakin ini tidak akan kalah dengan negara-negara luar yang mengandalkan pariwisata sungai,” katanya.

Rastito menambahkan, perahu tambangan dipilih karena merupakan perahu asli khas Banjar. Apalagi, eksistensi perahu ini di masa sekarang sudah tidak ada lagi.

“Sebenarnya kami mau mendukung dengan jumlah yang banyak. Tetapi kita bagi-bagi dengan yang lain, supaya ada sinergi dengan kota Banjarmasin untuk mendukung wisata, ekonomi bisa tumbuh lagi. Sehingga menjadi penggerak ekonomi bisa berhasil,” jelasnya.

Perahu Tambangan yang diberikan PLN UIW Kalselteng lewat program PLN Peduli kepada Pemko Banjarmasin. Foto: fikri

Ditambahkan Humas PLN UIW Kalselteng Syamsu Noor, program PLN Peduli sendiri akan menyesuaikan dengan potensi daerah yang cocok. Khusus Kota Banjarmasin, wisata sungai menjadi target dari program ini, sehingga diberikan bantuan berupa perahu tambangan.

“Kebetulan Banjarmasin kan kota yang banyak sungai. Jadi sangat mendukung untuk pariwisata sungai, sehingga ini yang kami pilih untuk kota Banjarmasin,” kata Syamsu.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menyambut baik program PLN Peduli dengan memberikan perahu tambangan. Sebagai bagian dari CSR (corporate social responsibility) dari BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan ini.

“Sekaligus juga persiapan untuk menghadapi new normal dimana kita sangat rindu dengan wisata sungai Kota Banjarmasin. Bantuan ini seperti oase di padang pasir sehingga geliat pariwisata ini bisa ditingkatkan lagi,” ucap Ibnu.

Kendati sektor pariwisata masih belum dapat dibuka karena pandemi Covid-19, Ibnu mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan. Salah satunya, bantuan perahu tambangan yang diberikan oleh PLN UIW Kalselteng.

“Siapapun boleh mencoba untuk menaiki perahu ini. Ada tarifnya yang dikelola Disbudpar Kota Banjarmasin. Semoga ini bermanfaat untuk menggairahkan ekonomi di Kota Banjarmasin,” tandas Ibnu. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

PLN KALSELTENG

PLN Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik di Kalsel Pada Rekening Juni 2020

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rapat dengar pendapat antara PLN Kalselteng dengan DPRD kalsel menyoal keluhan masyarakat tetang tagihan listrik. Foto : pln
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020).

Agenda yang dibahas dalam RDP antara DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dengan PLN UIW Kalselteng mengenai komplain pelanggan yang disampaikan melalui anggota dewan Komisi III DPRD Kalsel terkait adanya lonjakan tagihan rekening listrik yang dirasakan oleh masyarakat di bulan Juni.

General Manager PLN UIW Kalselteng, Sudirman menjelaskan bahwa lonjakan tagihan rekening listrik yang dirasakan oleh pelanggan di bulan Juni bukan disebabkan oleh adanya kenaikan tarif listrik, karena tarif listrik yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM tidak pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2017.

“Perlu kami sampaikan bahwa PLN bukan pihak yang memiliki kewenangan menentukan tarif listrik, melainkan Pemerintah melalui Kementerian ESDM yang setiap triwulan selalu dievaluasi. Dan mulai semenjak tahun 2017 sampai dengan saat ini tidak ada perubahan tarif listrik,” jelas Sudirman, Rabu (10/6/2020)

Sudirman mengatakan kenaikan tagihan listrik lebih disebabkan oleh adanya peningkatan penggunaan listrik pada saat adanya pandemi virus corona atau Covid-19. Dimana pada saat itu banyak aktivitas dilakukan di rumah serta dengan bertepatan bulan puasa dimana secara statistik terjadi kecenderungan kenaikan pemakaian oleh pelanggan.

PLN juga memastikan tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus Covid-19 kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi, karena stimulus diberikan oleh Pemerintah. “Stimulus Covid-19 murni pemberian Pemerintah bukan PLN. Dan kami tidak bisa melakukan subsidi silang. Kami juga diawasi oleh Pemerintah, DPR, BPK, BPKP dan KPK, sehingga tidak mungkin kami melakukan subsidi silang tanpa adanya regulasi,” tambah Sudirman.

Seperti diketahui, kebijakan untuk stay at home atau PSBB yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi Covid-19 menyebabkan PLN untuk sementara waktu tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan yang muncul di bulan April dan Mei menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya.

Sudirman menjelaskan akibat diberlakukannya penghitungan rata-rata pada tagihan rekening listrik pelanggan di bulan April dan Mei mengakibatkan adanya potensi selisih antara jumlah pemakaian listrik yang digunakan oleh pelanggan dengan jumlah yang ditagihkan oleh PLN. Karena perhitungan rata-rata yang digunakan PLN adalah rata-rata penggunaan listrik di bulan Desember, Januari dan Februari dimana pada bulan tersebut belum terjadi Covid-19.

“Karena dihitung rata-rata, maka pada tagihan April dan Mei tidak sepenuhnya mencerminkan penggunaan aktual pelanggan. Karena pada bulan tersebut terjadi peningkatan aktivitas di rumah yang secara langsung meningkatkan durasi pemakaian listrik,” jelasnya.

Sementara pada bulan Mei, petugas pencatat meter PLN kembali melakukan pencatatan meter secara langsung di setiap rumah pelanggan. Sehingga tagihan rekening listrik bulan juni merupakan tagihan riil ditambah dengan selisih pemakaian bulan sebelumnya, yang dicatat menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

“Setelah dilakukan pencatatan meter langsung, PLN mendapatkan data pasti penggunaan listrik pelanggan melalui angka meter yang terdapat di kWh meter di rumah pelanggan. Maka dari itu lonjakan tagihan listrik di Juni yang diraskan Pelanggan saat ini, berarti jumlah tagihan rekening di bulan April dan Mei yang telah dibayar oleh pelanggan kurang dari jumlah yang seharusnya. Maka di Juni ini kita tagihkan yang kurang tersebut”, ungkapnya.

Merespon kenaikan tagihan yang terjadi pada pelanggan, PLN memberikan solusi melalui kebijakan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pembayaran pelanggan. Jika pada bulan Juni terjadi kenaikan tagihan lebih dari 20 persen akibat penagihan bulan sebelumnya menggunakan rata-rata 3 bulan terakhir, pelanggan berhak menerima perlindungan lonjakan dengan hanya membayar tagihan bulan Juni ditambah 40 persen dari selisih tagihan bulan sebelumnya saat menggunakan rata-rata pemakaian 3 bulan.

Kemudian 60 persen sisanya dibayar 3 bulan selanjutnya dengan besaran 20 persen setiap bulan.
“Skema perlindungan lonjakan tagihan listrik ini kita siapkan sebagai solusi untuk meringankan beban tagihan pelanggan. Dengan cara dicicil, kami harap pelanggan dapat terbantu mengingat saat ini masih masa transisi menghadapi new normal”, ujarnya

Sudirman menyampaikan ucapan permohonan maaf kepada seluruh Pelanggan PLN di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh Pelanggan akibat penyesuaian tagihan rekening listrik di bulan Juni ini.

Terakhir Sudirman menegaskan bahwa saat ini proses catat meter sudah kembali normal, itu artinya untuk tagihan rekening listrik bulan berikutnya sudah berdasarkan data sesuai penggunaan listrik pelanggan pada kWh Meter yang berada dirumah masing-masing pelanggan.

Sementara bagi pelanggan yang ingin menyampaikan pengaduan terkait tagihan listrik, PLN mengimbau pelanggan dapat menghubungi kantor layanan pelanggan PLN terdekat atau nomor Hotline Center di setiap wilayah dengan melihat melalui Media Sosial Instagram PLN UIW Kalselteng di alamat @pln.kalselteng. (kanalkalimantan.com/adv)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->