Connect with us

Kota Banjarbaru

Pohon Mersawa yang Ditanam Jokowi Saat HPN 2020 Itu Akhirnya Mati…

Diterbitkan

pada

Pohon marsawa yang ditanam Presiden Jokowi di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia akhirnya mati. Foto: ist/dok kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pohon Mersawa (anisoptera) yang sebelumnya ditanam Presiden Jokowi saat Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia, kawasan perkantoran Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, akhirnya mati. Kini pohon tersebut sudah dicabut dan dipotong.

Pohon setinggi lebih 10 meter ini sebelumnya memang kondisinya cukup memprihatinkan. Sekitar dua bulan lalu, pohon ini sudah kondisinya mengering dan meranggas. Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru Rusmana mengatakan ini, pohon tersebut mati karena terjadinya pembusukan batang dan jamur.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Sabtu (8/2/2020) meresmikan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia, sekaligus peluncuran Kebun Bibit Desa (KBD) di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

Peresmian Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia termasuk dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020. Kegiatan ini dipimpin Presiden Jokowi didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beberapa jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) seluruh Indonesia.

Turut hadir pula jajaran Pimpinan Tinggi KLHK, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK di Kalimantan Selatan, kelompok tani KBD, tokoh masyarakat, pelajar, serta para pemerhati kehutanan.

Dalam acara peresmian itulah, Jokowi menanam pohon mersawa. Pohon ini merupakan jenis pohon khas Kalimtan yang langka di Indonesia. Pohon Mersawa yang ditanam oleh Presiden RI ini, berumur 20 tahun dengan tingginya yang sudah mencapai 10 meter lebih.

Dikutip dari Wikipedia pohon Mersawa alias Anisoptera Marginata Korth adalah tanaman yang termasuk suku meranti-merantian (Dipterocarpaceae). Dalam perdagangan kayu digolongkan dalam kelompok mersawa. Pohon besar, tidak berbanir, tinggi mencapai 45 meter, dan diameter 135 cm. Pepagan berwarna coklt muda, kuning sampai putih kekuningan.

Pohon ini tumbuh pada hutan primer di rawa-rawa atau tanah berpasir dekat pantai, pada ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut. Dapat pula tumbuh di tanah liat yang terdapat sepanjang sungai. Kayu gubalnya putih sampai kuning coklat dan kayu terasnya berwarna coklat sampai coklat kemerah-merahan.

Kadishut Provinsi Kalsel Hanif Faisol Nurofiq kepada awak media ketika itu mengatakan, pohon tersebut merupakan jenis endemik asli Kalimantan. “Pohon Mersawa ini merupakan pohon dari dataran Kalimantan, dan tumbuh tinggi pohon ini bisa mencapai lima puluh hingga enam puluh meter bahkan lebih jika umurnya sampau 200 tahun,” terang Hanif.

Sementara terkait hal tersebut, Dishut Kalsel belum memberikan keterangan apakah akan dilakukan penggantian tanaman atas pohon mersawa yang mati tersebut. (Kanalkalimantan.com/cel)

 

Reporter : Cel
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

Penutupan Layanan di RSD Idaman, Wali Kota Nadjmi: Kebidanan dan Kandungan Tetap Dilayani

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Nadjmi menyampaikan layanan kebidanan dan kandungan tetap dilayani di RSD Idaman Banjarbaru Foto: kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ditutupnya layanan Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman untuk pasien non Covid-19, mulai Sabtu (4/7/2020) ini, mengejutkan masyarakat. Namun, Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menegaskan khusus untuk kebidanan dan kandungan akan tetap dilayani.

“Untuk kasus pasien kebidanan dan kandungan, tetap dilayani seperti biasa di RSD Idaman Banjarbaru. Apalagi, jika situasinya emergency,” tegas Nadjmi. Ia menambahkan, pembatasan layanan pasien umum tersebut dimaksudkan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Hal tersebut juga turut didukung pernyataan Kepala Seksi Pelayanan Medik RSDI Banjarbaru, Dr Siti Ningsih, yang mengatakan ruang penanganan pasien kandungan memang terpisah dari ruang IGD, yang saat ini dipenuhi pasien Covid-19.

Selain layanan kebidanan dan kandungan yang tetap berjalan normal, Siti juga mengatakan bagi pasien yang rutin melakukan terapi Hemodialisis (HD) transfusi, ataupun Hematologi dan Onkologi tetap akan dilayani.

“Untuk kasus seperti pasien rutin HD yang harus transfusi atau pasien hematologi dan onkologi yang rutin masuk juga tetap kami layani,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSD Idaman Banjarbaru mengumumkan bahwa untuk sementara waktu tidak bisa menerima pasien non Covid-19. Kebijakan ini ditetapkan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Alasan mengapa fasilias kesehatan milik pemerintah ini tak lagi dibuka untuk umum, menyusul banyaknya jumlah pasien positif Covid-19 yang saat ini dilayani, hingga seluruh ruang kamar telah terisi penuh.

Siti menceritakan bahwa kondisi di RSD Idaman Banjarbaru, seperti halnya di ruang IGD saat ini telah banyak terisi pasien Covid-19. Maka dari itu, pihaknya tak lagi bisa menerima pasien umum guna menghindari adanya kontak penularan.

Penumpukan di ruang IGD, lanjut Siti, disebabkan ruang isolasi khusus paisen Covid-19 saat ini telah penuh. Akibatnya, para pasien Covid-19 maupun yang masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di ruang umum.

“Saat ini kita berusaha mengurai penumpukan di IGD. Kita usahan selambat-lambatnya Minggu (5/72020) besok, aktivitas rumah sakit sudah kembali normal,” pungkas Siti. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

RSD Idaman Banjarbaru Tak Terima Pasien Umum, IGD Dipenuhi Pasien Kasus Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

RSDI Banjarbaru tak menerima pasien umum untuk sementara Foto : dok kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sabtu (4/72020) ini, Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman (RSDI) Banjarbaru mengumumkan untuk sementara waktu tidak bisa menerima pasien non Covid-19. Kebijakan ini ditetapkan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Fasilitas kesehatan milik pemerintah ini tak lagi dibuka untuk umum menyusul banyaknya jumlah pasien positif Covid-19, hingga seluruh ruang kamar telah terisi penuh.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSDI Banjarbaru, Dr Siti Ningsih, mengatakan jika ada pasien non Covid-19 mengalami kondisi gawat darurat, disarankan mengakses fasilitas kesehatan lain di sekitar wilayah Banjarbaru.

“Kita sudah koordinasikan hal ini kepada beberapa rumah sakit yang ada di Banjarbaru, bahwa kami tidak bisa melayani. Kalau ada masyarakat yang butuh pertolongan darurat, bisa mendatangi ke RS Syifa Medika dan RS Mawar,” katanya, Sabtu (4/7/2020) sore.

Siti menceritakan bahwa kondisi di ruang IGD telah banyak terisi pasien Covid-19. Maka dari itu, pihaknya tak lagi bisa menerima pasien umum guna menghindari kontak penularan.

Penumpukan di ruang IGD, lanjut Siti, disebabkan ruang isolasi khusus pasien Covid-19 telah penuh. Akibatnya, para pasien Covid-19 maupun yang masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di ruang umum.

“Saat ini kita berusaha mengurai penumpukan di IGD. Kita usahan selambat-lambatnya Minggu (5/72020) besok, aktivitas rumah sakit sudah kembali normal,” pungkas Siti. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Kisah Aan, Pemain ‘Tong Edan’ yang Banting Setir jadi Jukir demi Pengobatan Orangtua

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aan, mantan pemain Tong Edan yang beralih menjadi juru parkir di kawasan Banjarbaru. Foto: Kanalkalimantan/Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pukul 10.40 Wita. Tapi panas di Kota Banjarbaru saat itu terasa menyengat. Di bawah pohon ketapang yang tumbuh di depan sebuah pertokoan, seorang pria pria bertopi duduk berjaga mengamati kendaraan dan mobil yang keluar masuk di area halaman toko.

Adalah Muhammad Aan (37), pria yang sudah tiga tahun terakhir jadi juru parkir (jukir) di lokasi tersebut. Sesekali, ia nampak melepas topi hitamnya untuk mengusir keringat. “Saya sudah sejak 2017 menjadi tukang parkir di sini. Menggantikan posisi ayah saya yang tak bisa bekerja lagi karena sakit,” ungkapnya kepada Kanalkalimantan.com.

Ia mengatakan, sakit hernia yang diderita ayahnya, memaksa orangtuanya melepas pekerjaan utamanya sebagai tukang parkir di kawasan tersebut. Padahal ketika itu, Aan sudah memiliki pekerjaan sebagai pemain panggung aktraksi ‘Tong Edan’.

“Itu akhirnya saya tinggalkan. Berganti menjadi jukir, karena memang lokasi parkir ini tidak ada yang menjaga setelah ditinggalkan oleh ayah saya sejak sakit,” katanya.

Sebagai jukir, Aan mengaku mendapatkan penghasilan tak menentu. Jika ramai bisa mendapatkan Rp50 ribu per hari. Tapi jika sepi, kadang ia cuma membawa uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu saja. Semua tergantung sepi atau ramainya pengunjung toko. Meskipun, dia tak pernah menarif khusus pada kendaraan yang parkir. Pengunjung yang tak membayar parkir pun, tetap ia jaga motornya.

“Ya kita seikhlasnya saja. Kadang ada yang bayar Rp 1000 ya diterima. Tapi sering juga yang membayar lebih,” ungkapnya.

Dibandingkan saat masih menjadi pemain ‘Tong Edan’ penghasilannya sebagai juru parkir memang tak menentu. Ia mengatakan, saat ada evebt besar, sebagai pemain tong edan ia mampu mendapatkan uang Rp 3-4 juta per bulan.

“Waktu saya kerja menjadi pemain tong edan, Alhamdulillah saya kalau ada acara event besar dalam satu bulan saya mendapatkan gaji lumayan besar,” ungkapnya.

permainan tong edan Foto: aktifisika

Tong edan, bukanlah permainan yang gampang! Atraksi yang menjadi ‘bintang’ di antaranya sejumlah wahana di Pasar Malam seperti bianglala, komedi putar, rumah hantu, dan lainnya. Ada sejumlah nama untuk menyebut permainan penuh bahaya ini. Mulai dari roda gila, tong edan, hingga tong setan.

Permainan ini memerlukan wahana silinder kayu berbentuk tabung atau kerucut (disebut sebagai tong), yang biasanya memiliki diameter 20 hingga 36 kaki (6,1 hingga 11,0 m) dan terbuat dari papan-papan kayu. Di bagian dalamnya, para pengemudi sepeda motor menyetir di sepanjang tembok vertikal dan mementaskan pertunjukan.

Sering pula para joki menyentuh bibir tong seakan ingin menyambar para penonton yang memberikan sawer (uang). Ya, bertopang pada gaya gravitasi, gaya gesek lintasan, dan gaya normal berpadu sekaligus sehingga membuat motor yang dikendarai oara joki tong edan, tidak terjatuh.

Meskipun, memacu motor dalam kecepatan tinggi dalam posisi yang tidak biasa berisiko terjadinya kecelakaan. Aan pun mengatakan, pernah terjadi dalam salah satu atraksinya. “Itu memang permainan yang beresiko. Tapi namanya pekerjaan, ya harus dijalani,” katanya.

Kini tak ada lagi motor yang dipacu olehanya dengan lintasan gila. Begitu juga deru yang memekakkan telinga dari knalpot motor, telah digantikan peluit di sakunya. Saat ini, dunia panggung sudah berakhir bagi Aan. Sunyi tanpa suara tepuk tangan penonton yang puas akan aksinya.

“Itu sudah masa lalu. Saya ikhlas menjalani profesinya menjadi juru parkir. Asal halal dan bisa membantu orangtua,” katanya. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->